
"Enak yah... Yang abis jalan jalan. Mana berduaan lagi" Nyinyir Sarah dengan tangan di tekuk di depan dada. Kenzo dan Alenia yang baru saja ingin memasuki rumah Alenia, sontak berhenti karna mendengar nyinyiran dari Sarah.
"Maksud lo apaan?" Tanya Alenna tak kalah sinis.
"Kenzo, kamu kan seharusnya jemput aku! Kenapa malah ninggalin?. Katanya udah di parkiran, gak taunya malah pergi sama anak gak tahu diri kayak dia!" Alih-alih menjawab, Sarah malah berbicara dengan Kenzo sekaligus menyindir Alenna.
"Heh! Maksud lo apaan bilang gue anak gak tau diri? Situ gak punya kaca?. Kalau punya, ngaca sono!" Alenna malas berdebat dengan Sarah saat ini.
Halah... Mood gue yang tadinya bagus malah berantakan kan! Gara gara nenek lampir itu!.
Batin Alenna.
Segera Alenna pergi meninggalkan Kenzo dan Sarah berdua di depan rumah, sedangkan ia masuk kedalam.
"Kenzo, kamu abis dari mana aja sama anak itu?" Tanya Sarah mendekati Kenzo.
"Cuma nganter Alenna pulang" Jawab kenzo datar. Jujur ia risih dengan Sarah yang berdekatan dengannya. Sarah menyentuh bahu kekar milik Kenzo.
"Nganter Alenna Kok lama banget?" Tanya Sarah lagi.
"Di jalan tadi macet" Ujar Kenzo.
Bohong gapapa kali ya?.
Batin Kenzo.
"Owh gitu... Kalau kamu emang nganter Alenna. Kenapa gak sekalian aja nganter aku?"
Aduh perempuan ini maunya apa sih?
Batin Kenzo.
"Tadi tuh ada temen lu yang bilang kalau kamu udah pulang duluan. Jadi saya nganter Alenna aja"
Udah berapa kali saya bohong ya?
Batin Kenzo ragu.
"Pulang duluan?"
Kenzo mengangguk. Jujur Sarah bingung, perasaan ia masih di kelas waktu itu.
"Saran, udah sore. Saya pulang duluan ya, bye" Kenzo tidak menyiakan kesempatan untuk pergi dari berbagai pertanyaan Sarah saat ini. Sungguh, ia tidak bermaksud menutupi bahwa ia dan Alenna pergi ke taman hiburan atau ingin membohongi Sarah, tapi ia tidak ingin Sarah semakin kesal dengan Alenna yang seakan memanfaatkan keadaan, walau nyata nya tidak sama sekali!.
Kenzo pun pergi dan menaiki mobilnya meninggal kan pekarangan rumah Alenna.
Sialan! Nyebelin banget sih kenzo!. Bilang aja kalau dia abis jalan jalan sama Alenna, pakek alesan macet lagi!. Awas aja lo len!
Batin Sarah mengumpat.
Ia pun masuk kedalam rumah dengan kaki yang di hentak-hentakkan.
Disisi lain, ada Alenna yang tengah terduduk anteng menghadap kearah jendela kamar dengan sebuah foto yang ia genggam dan boneka beruang imut didalam dekapannya. Oh jangan lupakan seulas senyum manis yang menghiasi wajahnya.
"Gak nyangka, ternyata dia orangnya asik juga" Ucap Alenna bermonolog sambil memperhatikan foto itu dengan seksama. Itu adalah foto yang Alenna dan kenzo ambil saat sedang berada di foto box, tepatnya di taman hiburan itu.
__ADS_1
Di foto tersebut, terdapat 2 orang berlawanan jenis. Yang satu tengah menampilkan mimik wajah konyol namun tetap terlihat menggemaskan, ialah Alenna. Sedangkan yang satu lagi hanya tersenyum manis dengan wajah menghadap Alenna, seolah gemas melihat mimik wajah Alenna.
Namun, sedikit demi sedikit senyum Alenna memudar saat ia mengingat,
Kapan terakhir kali gue berperilaku konyol kayak gini?. Sakin udah lamanya, Gue bahkan gak inget kapan yang terakhir.
Batin Alenna mendadak sendu.
"Dulu, yang bisa bikin gue kayak gini ya cuma mama sama bang David dan... " Alenna berhenti sejenak.
"Dia" Lanjutnya lagi. Tak sadar air mata jatuh dari matanya dan menelusuri pipinya. Seakan teringat sesuatu Alenna berlari menuju lemarinya dan mengambil sebuah kamera dari dalam sana, lalu ia kembali duduk di tempat semula.
Alenna mengutak-atik kamera itu sampai saatnya sebuah video terputar di layar mini itu.
In video:
"bang, ajarin naik sepeda dong... Masa bang David sama bang Leksi bisa tapi Alenna gak bisa?" Suara anak perempuan yang menggemaskan menyapa awal video tersebut.
Nampak seorang anak kecil dengan rambut panjang se-punggung terurai, tengah menarik narik baju seorang anak laki-laki yang lebih tinggi darinya.
"Gak ah, nanti kamu jatuh lagi gimana? Ini udah yang ke 3 kali kamu jatuh Alenna. Nanti bang David yang di omelin sama mama"
Lawan bicara anak gadis itu menolak akan bujukan adiknya itu.
Agar kalian tahu, mereka adalah Alenna dan David semasa kecil dulu.
"Enggak kok! Kali ini Alenna pasti bisa" Alenna kecil masih tidak mau menyerah untuk membujuk kakaknya itu.
"Pokoknya enggak, luka yang tadi aja belum sembuh. Masih mau luka lagi?"
"Yaudah kalau bang David gak mau ngajarin, Alenna belajar sendiri aja!"
Alenna pun pergi, namun sesaat kemudian ia kembali dengan sepeda yang ia dorong.
"Alenna jangan... "
"Bodo amat" Perlahan Alenna kecil menaiki sepeda itu dengan penuh keyakinan, walau sempat merasa kesulitan karna sepeda yang ia gunakan lebih tinggi dari tubuh mungilnya, Alhasil ia berjinjit. Namun ia berhasil, perlahan... Anak itu mengayuh pelan sepedanya dengan sedikit kegok.
Satu ayuhan
David masih memperhatikan
Dua ayuhan
David mulai terfokus pada adiknya
Tiga ayuhan
David mulai waspada
Empat ayuhan
David segera berlari di ikuti dengan Leksi saat melihat adiknya mulai kehilangan keseimbangan. Ditambah ada polisi tidur di jalanan tersebut.
Tepat di ayuhan ke lima
__ADS_1
Brukkk!!!
"Aduhhhh bang David tolongin!" Histeris Alenna. Kini ia terjatuh karna kehilangan keseimbangan dengan lutut yang berdarah dan siku yang tergores aspal.
"Aduh dekkk kan udah abang bilang, nakal sih!" Bukannya membantu sang adik, David malah mengomel terlebih dahulu.
"Abang nih... Hiksss bu-bukannya bantuin du-dulu hiks..., malah ngo-ngomel hiks" Ucap Alenna dengan sesegukan karna menangis.
Merasa kasihan, Leksi yang sedari tadi hanya merekam kejadian tersebut, segera memberikan kamera nya kepada David, kemudian membantu Alenna bangun dan menggendong nya dengan pelan.
Alhasil, David yang bergantian merekam kejadian tersebut.
Alenna menangis di gendongan Leksi yang merupakan sahabat dari David.
Alenna kecil menangis sesegukan. Sedangkan sang kakak, hanya mengikuti dari belakang dengan terus merekam.
Sampailah Alenna di teras rumah. Leksi segera menurunkan Alenna dengan sangat pelan agar Alenna tidak merasa kesakitan.
"Hiksss hiksss hiksss.... "
Alenna masih menangis...
"Bang David jahat hiksss" Ucap Alenna di sela-sela tangisnya. Sedangkan yang di maksud hanya menyengir tanpa dosa.
Leksi merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah buku kecil, lebih tepatnya seperti sebuah buku catatan yang mini dan satu pulpen. Lalu ia menuliskan sesuatu di atas buku itu. Setelah selesai, ia menyodorkan tulisan itu kepada Alenna. Alenna pun membacanya.
Alenna jangan nangis lagi...
Sinih abang obatin lukannya.
Alenna hanya mengangguk. Leksi pun pergi entah kemana, jadilah hanya Alenna kecil yang terlihat di video itu. Alenna memberikan tatapan tajam kepada David yang masih merekam.
"Apa? Masih mau belajar naik sepeda lagi?" Ucap David menggoda Alenna.
"Huh! Males sama bang David. Liatin aja nanti, robot bang David Alenna ancurin!" Ancam Alenna tajam.
"Ehhh jangan dong... " Protes David.
"Bodo, wleee" Goda Alenna dengan lidah yang ia julurkan.
Bebarapa saat kemudian, Leksi pun datang dengan membawa kotak P3K.
πππ
Hello guyssss
Maaf nih jarang update, because banyak banget PR dari sekolah. Jadi belum adaa waktu buat nulis, baru sekarang bisa. Mohon maaf ya...
ππ
Sampai jumpa
Jangan lupa tinggalin jejak ya...
Bye bye!!!
__ADS_1