BROKEN

BROKEN
your heart, not to me


__ADS_3

Alenna, lo dimana? Gue khawatir sama lo. Gue minta maaf~ steven


Lo dimana sih Len? Penyakit lo gak kambuhkan?~ Amel


Alenna Alenna... Lo kemana?. Nanti siapa yang traktir gue cireng kalau lo gak masuk?~ Angga


Gak biasanya Steven kayak gini. Baru kali ini gue ngeliat Steven kayak gitu. Se- pengaruh itukah Alenna bagi Steven?~ Aldo


Kamu harus bertahan Alenna. Saya akan melakukan apapun untuk kamu. Setelah ini saya akan membawa kamu ke Amerika. Saya mohon Bertahanlah! ~ Kenzo


🌺🌺🌺


Amel POV


Sekarang adalah hari minggu, dimana sudah dua hari Alenna tidak mengabariku dan aku juga tidak tahu keberadaan nya dimana. Akun sungguh cemas saat tahu dia tidak ada dirumahnya, bahkan aku sudah mencari kemana-mana namun tidak kunjung bertemu dengan Alenna. Aku sudah mencoba bertanya kepada bang David apakah ia tahu keberadaan Alenna sekarang. Tapi diapun sama tidak tahu. Alhasil, kami ikut mencari bersama-sama dan sekaligus merahasiakan hilangnya Alenna dari om Johan.


Jujur sedaritadi aku tak konsentrasi dalam belajar. Well aku belajar karna hari senin ada ujian kenaikan kelas, lebih tepatnya besok. Namun otakku masih saja memikirkan Alenna, perasaan khawatir bercampur takut berpadu menjadi satu dalam benakku. Aku terus berdoa agar ia baik-baik saja, namun feeling ku berkata bahwa dia dalam bahaya. Namun ku usahakan untuk tidak berpikir negatif, yah walaupun tetap saja seperti itu.


Steven juga tak henti-hentinya mencari Alenna. Bahkan ia sampai lupa bahwa besok ada ujian. Ya aku mengerti perasaannya saat ini, dia pasti sangat lah gusar dan sama tidak fokusnya denganku.


Baiklah, sekarang Aku mencoba untuk kembali berfokus kepada buku di hadapan ku ini.


Ayo! Aku pasti bisa!. Aku percaya pada Alenna.


Ting tong!


Tok tok tok!


Suara bel dan ketukkan pintu terdengar secara bersamaan. Aku pun lagi-lagi menghela napas kesal. Baru saja ingin fokus, ternyata ada saja yang menganggu. Aku pun bangkit dari kursi belajar ku dan berjalan keluar kamar dengan malas menuju pintu, berniat membukannya. Ku harap bukan orang iseng atau apalah sebagai nya yang biasa ada di cerita crippy pasta.


Aku pun membuka pintu perlahan.


Mataku melebar seketika saat tahu siapa yang datang. Orang yang dari dua hari yang lalu kupikirkan, ku cemaskan, dan yang telah menggagalkan fokus ku. Kini dia hadir di hadapanku dengan seorang pria berwajah tampan bak malaikat di belakang nya sambil membawa tas milik Alenna di tangannya. Segera ku peluk dia sangat erat.


"Alenna!!"


Alenna membalas pelukanku. Sungguh aku merindukan dia.


Perlahan kulepaskan pelukannya dan menatap wajah pucat di hadapan ku ini. Eh tunggu, benar wajah nya sangat pucat, benar-benar pucat!. Namun ia berusaha tersenyum kepadaku.

__ADS_1


"Lo-lo darimana aja?!, lo baik-baik aja kan? Yakan?. Gue khawatir, lo kemana aja dua hari ini?!. Gue kangen sama lo demi apapun!" Tanya ku bertubi-tubi. Sungguh aku sangat cemas.


"Gue baik-baik aja. Gue juga kangen sama lo" Jawab Alenna dengan suaranya yang sangat, sangat, lemas.


Walaupun ada perasaan lega, namun entah kenapa ada yang berat di hatiku.


"Yodah, masuk aja yuk!" Ajak ku menatap Alenna dan pria di belakangnya, siapa lagi kalau bukan Kenzo.


"Tidak usah. Saya ada urusan. Alenna akan menginap disini. Saya nitip Alenna sama kamu, jagain dia selama ujian sekolah berlangsung. Saya akan kembali kesini setelahnya" Ujar kak Kenzo menolak tawaran ku. Aku pun mengangguk paham.


"Saya pergi dulu" Pamit kak Kenzo kepadaku namun sebelum ia pergi, kak Kenzo menarik tangan Alenna sampai Alenna berbalik kearahnya. Aku merasa kak Kenzo tengah membisikkan sesuatu kepada Alenna lalu Alenna mengangguk. Kak Kenzo pun memberikan tas milik Alenna kepada sang pemilik.


Setelah itu, kak Kenzo pun pergi meninggalkan aku dan Alenna. Kami berdua masuk kedalam. Aku menyuruh Alenna untuk masuk kedalam kamar. Karna ini sudah larut malam, lebih baik kami mengobrol di dalam sana.


Alenna duduk di kasur tersebut, masih dengan wajah yang benar-benar pucat. Jujur aku takut. Sedangkan aku mengambil kan coklat panas untuknya didapur lalu memberikan nya kepada Alenna. Aku tahu, Alenna menyukai ini.


"Nih diminum dulu. Biar rileks" Ujar ku sembari menyodorkan gelas coklat tersebut. Alenna pun mengambil lalu meminumnya.


"Lo beneran baik baik aja kan?. Muka lo pucet banget tau" Ujar ku duduk di sebelahnya.


"Gue baik baik aja" Jawab Alenna menaruh gelasnya di atas nakas dekat ranjang ku.


"Lo kemana aja dua hari ini?" Tanyaku lagi. Sungguh aku penasaran.


Alenna terdiam sebentar. Lalu menarik napas lalu menghembuskannya pelan.


Kuharap dia baik baik saja.


Amel POV off!.


Flashback


Alenna menarik napas dan menghembuskannya pelan, hingga akhirnya ia tak sadarkan diri.


Bugh bugh bugh!


"Alenna!"


Kenzo mencoba untuk membuka pintu mobil Alenna dengan sangat keras. Sampai saatnya, Kenzo sangat panik, ia lebih memilih untuk memecahkan kaca mobil Alenna.

__ADS_1


Prang!


Bunyi kaca pecah. Untung saja bukan kaca di dekat Alenna yang di pecahkan Kenzo. Tetapi kaca di sebrang nya, kaca penumpang.


Tak butuh waktu lama, Kenzo segera menggendong Alenna keluar dari mobil saat sudah membobol pintu mobil tersebut. Kenzo menggendong Alenna dengan hati yang berkecamuk. Napasnya memburu dan hatinya terus saja berdoa agar Alenna baik-baik saja.


Ia pun membawa Alenna masuk kedalam mobilnya.


"Tuan, biar saya sa-" Kata seseorang dengan seragam menghampiri Kenzo yang menggendong Alenna apa bridel style.


"Tidak. Kau yang menyetir" Potong Kenzo cepat lalu masuk ke mobilnya dan duduk di kursi penumpang. Ia menidurkan Alenna dengan kepala yang berada di kedua pahanya.


"Cepat jalankan mobilnya sekarang!!" Titah Kenzo kesal. Sudah tau Alenna dalam bahaya, mereka ini lelet sekali, pikir Kenzo.


Kenzo mengelus rambut Alenna lembut sambil terus menatap wajah gadis yang tengah menutup mata di kedua pahanya ini.


Perlahan Kenzo memeriksa napas Alenna dengan tangannya.


"Shit!" Desis Kenzo saat menyadari hembusan napas Alenna sangat lemah. Benar-benar lemah.


"Lebih cepat lagi!" Bentak Kenzo kepada sang supir.


"Ba-baik tuan" Jawab supirnya lalu mempercepat laju mobil Kenzo.


Tak sadar, Kenzo meneteskan air mata saat melihat wajah Alenna, namun ia terisak. Ia tak sanggup jika Alenna dalam bahaya, apalagi sampai seperti ini. Ia benar-benar tak sanggup.


Kenzo menggenggam tangan Alenna erat.


"Bertahanlah Alenna... "


Sampailah mereka di rumah sakit. Kenzo segera menggendong Alenna masuk kedalam rumah sakit dengan tergesa-gesa. Jantungnya berdebar lebih cepat tak karuan. Ia memang sudah sering membawa Alenna kerumah sakit, namun kali ini rasanya berbeda.


"Suster!!!" Teriak Kenzo mencari pertolongan. Mendengar suara Kenzo yang menggelegar, para suster dan dokter keluar membantu dan membawa ranjang pasien. Segera Kenzo menaruh Alenna di atas sana.


"Tuan tunggu disini saja. Kami akan memeriksa pasien terlebih dahulu" Kata suster perempuan kepada Kenzo. Kenzo pun mengalah dan duduk menunggu sampai pemeriksaan selesai.


Saya tidak akan membiarkan apapun terjadi sama kamu Alenna. Saya yang akan tanggung jawab atas kamu.


Saya gak bisa biarin kamu terus kayak gini. Saya akan lakukan apapun demi kamu Alenna.

__ADS_1


Walaupun hati kamu bukan untuk saya


🌺🌺🌺


__ADS_2