
Drrtttt drrtttt...
Ponsel di saku celana Kenzo bergetar. Segera pria itu menghentikan percakapannya dan mengambil ponselnya dari saku celana dan mengangkat panggilan tersebut.
"Hallo?"
"......"
"Baiklah"
Kenzo menutup saluran telepon nya lalu kembali memasukkan benda pipi tersebut kedalam saku celananya kembali. Alenna hanya menatap Kenzo dengan penuh tanda tanya sambil menyuapkan beberapa makanan kedalam mulutnya.
"Kenapa?" Tanya Alenna.
"Saya harus pergi sekarang" Kata Kenzo dengan nada terburu-buru. Alenna menghentikan makannya dengan alis dahi mengkerut.
"Kemana?" Tanya Alenna lagi.
"Ada hal yang harus saya siapkan" Melihat Kenzo berdiri, Alenna pun ikut berdiri.
"Terus gue gimana?"
"Hendrick sudah ada di luar. Kamu pergi lah bersamanya, saya akan menyusul nanti" Alenna hanya terdiam mendengar penjelasan Kenzo. Jujur, ia sedikit kecewa karna hal ini. Mereka kan datang kesini untuk bersenang-senang, tapi kenapa Kenzo masih sibuk dengan tugasnya. Pikir Alenna seperti itu sekiranya.
"Ayo" Kenzo menggandeng tangan kanan Alenna lalu membawanya menuju kasir untuk membayar harga makanan. Alenna tidak terkejut melihat Kenzo yang mengeluarkan golden card miliknya untuk membayar semua hidangan kepada kasir. Alenna juga mempunyai kartu itu, tapi bedanya ia black card. Walau tidak pernah di gunakan, karna tidak pernah ia pakai akhirnya ia kembalikan kepada Johan.
Kenzo kembali menarik tangan Alenna keluar dari restoran dan membawanya menuju ke lahan kosong dimana Kenzo memparkir mobilnya. Namun saat sampai disana, tidak hanya mobil Kenzo berada disana. Ada sebuah mobil hitam yang biasa Hendrick gunakan.
"Bawa dia" Titah Kenzo pada Hendrick yang di angguki orang tersebut. Kenzo menyuruh Alenna masuk kedalam mobil walaupun Alenna memberikan tatapan yang masih bingung.
"Jangan lama-lama ya ken?" Kata Alenna. Kenzo tersenyum lalu menjawab.
"Iya" Lalu pria itu mendekati Hendrick lalu membisikkan sesuatu pada tangan kanannya. Alenna bisa melihat bahwa Hendrick menanggapi dengan anggukan patuh. Setelah itu, Hendrick masuk kedalam mobil dan membawa Alenna entah kemana, mungkin kembali ke apartemen, Firasat Alenna.
Alenna melihat kebelakang lewat jendela mobil, Kenzo terlihat menaiki sebuah mobil berwarna silver lalu pergi menggunakan mobilnya entah pergi kemana.
Alenna mengembalikan posisi duduknya lalu terdiam, sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Kalau boleh tau, Kenzo kemana ya pak?" Tanya Alenna pelan kepada Hendrick yang masih fokus menyetir.
"Saya tidak tau nona" Kata Hendrick tanpa menoleh kearah Alenna. Alenna mengangguk paham lalu kembali terdiam dan membiarkan mobil membelah jalanan kota Swedia yang Alenna sendiri masih sangat asing disini.
🌺🌺🌺
"Mari nona" Ucap Hendrick mempersilahkan Alenna turun dari mobil. Alenna masih terdiam sambil melihat sekeliling lewat jendela mobil yang terbuka. Dahinya mengkerut lalu kembali bertanya kepada Hendrick yang masih ada di samping nya, belum turun dari mobil.
"L-lah kok kita kesini?. Bukannya mau balik ke apartemen?" Tanya Alenna sangat bingung. Hendrick tersenyum manis sebelum menjawab.
"Turunlah dulu nona. Maka anda akan tau" Kata Hendrick sopan. Alenna pun turun perlahan dari mobil diikuti Hendrick yang berdiri di belakangnya. Alenna melihat sekeliling tempat di mana ia menginjakkan kaki sekarang.
Ia tidak tahu ini tempat apa. Tapi yang jelas, tempat ini indah dan mengagumkan. Tempat ini cukup memanjakan mata bagi Alenna.
"I-ini dimana?" Tanpada disadari, kaki Alenna mulai melangkah maju sambil matanya menujukkan sorot terpesona akan keindahan pemandangan alam yang luar biasa walau terselimuti salju.
"Kiruna" Alenna dengan cepat menoleh dan melihat sudah ada Kenzo, Angga, Amel berdiri di belakangnya. Mata Alenna menatap tak percaya. Kedua sahabatnya ada disini, sungguh Alenna sangat senang.
Segera Alenna berlari memeluk Amel yang berada tak jauh dari jaraknya. Mereka pun berpelukan cukup lama. Angga dan Kenzo hanya memperhatikan interaksi antar kedua gadis itu yang sudah sangat senang karna dapat bertemu lagi di tempat seperti ini.
Berasa lagi nonton pilem teletabis. Berpelukan...
Batin Angga tertawa geli melihat kedua sahabat perempuan nya.
Kenzo hanya tersenyum senang melihat Alenna senang.
"Kok lo gak ngasih tau gue sih kalau mau kesini juga?" Tanya Alenna dengan sorot mata sebal. Amel terkekeh pelan lalu melirik Kenzo sebentar.
"Tuh tanya orangnya. Nyuruh gue sama Angga dateng mendadak" Ketus Amel melirik Kenzo sekilas. Alenna ikut melihat Kenzo sekilas lalu menggeleng.
"Parah... Gak ngasih tau" Alenna menggelengkan kepala pelan kelas Kenzo.
"Kan suprise" Kata Kenzo yang membuat Alenna memutar bola mata. Sejujurnya dia sangat senang dan sangat berterima kasih kepada Kenzo karna telah membawa kedua sahabatnya datang kemari.
"Kalian kesini pakek ongkos siapa?" Pertanyaan Alenna terdengar konyol di telinga Kenzo.
"Siapa lagi kalau bukan, kak Kenzo" Jawab Angga yang sedaritadi diam. Jujur Alenna merasa aneh saja saat Angga memanggil Kenzo dengan embel-embel 'kak'. Terasa menggelikan saja...
"Eh beneran?" Tanya Alenna tak percaya. Pasti Kenzo mengeluarkan banyak uang untuk itu.
Kenzo hanya mengedikkan bahu acuh.
"Jangan kan mereka berdua. Satu kelurahan pun bisa saya bawa kesini" Kata Kenzo menyombongkan diri. Alenna lagi-lagi memutar bola matanya malas.
__ADS_1
"Mulai deh sombongnya" Kata Alenna membuat Kenzo menyengir.
"Udah yuk! Main!" Ajak Angga menarik tangan Alenna dan Amel untuk bermain di salju.
Ada sebuah rumah yang lumayan besar di tengah-tengah. Namun Alenna dan sahabatnya tidak mempedulikan itu dan terus bermain di sekitar sana dengan canda dan tawa. Dengan kedua tangan yang di masuki mantel, Kenzo hanya memperhatikan Alenna yang tertawa lepas bersama teman-teman nya dan itu membuatnya ikut tersenyum juga. Seperti seorang yang tengah melihat anak-anaknya bermain salju.
Ia bahagia jika melihat Alenna seperti ini, tertawa lepas, jahil, dan selalu bersikap ramah serta tidak ketus. Bukan Alenna yang sering menangis, putus asa, dan menertawakan takdir.
Karna gemas, Kenzo menghampiri Alenna diam diam sambil mengambil segenggam salju di tangannya dan berjalan mendekati Alenna. Lalu...
Bugh!
"Akhh!" Pekik Alenna terkejut karna merasakan tubuhnya tiba-tiba di timpuk dengan salju. Segera ia mencari orang yang telah melakukannya, sampai matanya bertemu dengan sosok Kenzo yang tengah berlari menghindar sambil tertawa.
Wah... Ngajakin perang.
Kata Alenna saat tau Kenzo seakan mengobarkan bendera perang padanya. Alenna mengambil beberapa gumpalan salju lalu berlari mengejar Kenzo.
"Kenzo! Sini lo!" Kata Alenna stabil terus mengejar Kenzo dan melemparkan bola salju pada pria itu, walau nyatanya meleset. Sedangkan Amel dan Angga masih sibuk bermain dengan permainan yang tak jauh berbeda dengan Kenzo dan Alenna. Lama kelamaan mereka mulai berlari kesana kemari entah pergi kemana saking asiknya bermain. Sesekali mereka melirik dia sejoli itu, namun kembali bersenang-senang.
"Mana nih? Gak kena-kena" Ledek Kenzo karna Alenna tak kunjung berhasil mengenai nya saat melempar bola salju.
Alenna mengumpat dalam hati. Mungkin karna salju yang tebal, jadilah ia sulit untuk berjalan.
Alenna tak putus asa, ia terus mengejar Kenzo dengan bola salju tanpa memperhatikan bahwa ada tempat yang licin disana. Hingga akhirnya...
Brukh!.
"Alenna!" Teriak Kenzo saat melihat Alenna terjatuh karna terpeleset. Kenzo berlari menghampiri Alenna yang masih kesakitan dengan posisi terduduk. Alenna mencoba untuk bangun, namun karna licin dan pinggang nya juga nyeri, membuatnya kesulitan.
"Aww" Kata Alenna meringis. Kenzo menghampiri Alenna dan segera menggendong gadis itu ala bridel style.
Ia berjalan menuju salah satu tempat duduk yang ada disana dan mendudukan Alenna di tempat itu. Kenzo berjongkok di hadapan Alenna sambil memeriksa keadaan gadis itu.
"Yang mana yang sakit?" Tanya Kenzo khawatir.
"Pinggang gue sakit. Remuk rasanya" Kata Alenna memegang pinggangnya yang sakit.
Aduh... Encok nih pinggang.
Batin Alenna.
Yakali pinggang gue di pijet Kenzo...
Batin Alenna.
"E-enggak. Gak usah" Kata Alenna menolak.
"Yasudah. memangnya yang sakit di situ saja?" Tanya Kenzo lagi. Alenna langsung mengangguk. Sejauh ini, yang sakit hanya pinggang nya saja.
Kenzo mengangguk mengerti lalu entah kenapa Kenzo menatap Alenna dengan tatapan yang sulit di artikan. Alenna bingung, kenapa Kenzo menatapnya seperti itu?.
"Ke-kenapa?" Tanya Alenna bertanya. Bukannya menjawab, Kenzo malah merogoh saku di mantelnya lalu mengeluarkan sebuah kotak merah yang Alenna sendiri tidak tahu itu apa. Ia hanya memperhatikan gerak gerik Kenzo saja.
Kenzo membuka kotak tersebut di hadapan Alenna, sambil berucap.
"Will you marry me?" Ucap Kenzo membuat jantung Alenna berpacu tidak karuan. Apakah ini mimpi? Alenna tidak tahu. Ia hanya terdiam dengan wajah yang biasa saja. Walau sebenarnya hatinya sudah menjerit tak karuan. Kenzo menatap Alenna dengan ekspresi harap-harap cemas.
"Yes, i will" Jawab Alenna dengan senyum manisnya yang terpampang di wajah cantik gadis itu. Kenzo tersenyum bahagia karna ia sudah di Terima oleh Alenna. Segera, Kenzo memasangkan mengambil cincin berlian di kotak merah tersebut lalu memasang kannya di jari manis Alenna.
Sangat pas dan terlihat cantik di jarinya.
Batin Kenzo puas saat melihat cincin itu sangat muat di jari Alenna. Ia tak salah pilih.
Karna saking bahagianya, Kenzo memeluk Alenna erat dan Alenna pun membalas pelukan Kenzo. Alenna sungguh tidak menyangka hal ini akan terjadi di hidupnya, bahkan tidak ada status pacar antara dirinya dengan Kenzo, Entah entah sudah ingin menikah saja. Tapi setidaknya Alenna bahagia dengan pria ini walau tidak berpacaran. Alenna sangat menyukai Kenzo yang ingin menjalin hubungan serius dengannya.
Memang apa yang diinginkan seorang wanita selain menikah dengan pria yang benar-benar tulus dan serius dengannya?. Alenna rasa itulah yang ia rasakan sekarang.
Karna sedang asik berdua, Kenzo dan Alenna tidak sadar bahwa Angga juga Amel sudah melihat kejadian tersebut dari awal serta tengah berjalan kearah mereka.
waduh... berasa lagi nonton pilem di TV gue.
batin Angga.
seandainya gue sama Angga juga bisa ngerasain hal itu.
batin Amel
"Ohhh jadi ini yang baru aja diajak nikah?" Kata Angga meledek. Kenzo dan Alenna segera melepaskan pelukan mereka saat melihat Amel dan Angga yang sudah berada di dekat mereka. Wajah Alenna memerah.
__ADS_1
"Cieee" Ledek Amel menambahkan. Tiba-tiba Alenna teringat sesuatu.
Apa Amel tau kalau gue udah putus dari Steven?. Gue rasa udah.
Kata Alenna dalam hati.
"Kapan nih kak mau dinikahin?" Tanya Angga kepada Kenzo. Kenzo tersenyum tipis.
"Gak sabar, pengen makan-makan" Lanjut Angga yang membuat Amel menoyor kepala Angga.
"Makan mulu pikirannya!" Ketus Amel.
"Napa sih?. Sombong amat!" Balas Angga sengit.
"Sudah. Ayo kita kembali ke apartemen. Nanti malam kita kembali ke Indonesia"
"HAH?!" Amel, Alenna, dan Angga terkejut saat mendengar ucapan Kenzo. Sedangkan Kenzo juga ikut terkejut dengan kekompakan ketiga sahabat itu.
"Lah? Kok cepet banget?" Tanya Amel bingung. Pasalnya mereka baru sehari disini.
"Iya, kok cepet amat?" Sambung Angga.
"Besok Leksi akan menikah. Kita harus datang kesana" Jelas Kenzo membuat yang lain mengangguk paham. Sedangkan Alenna terkejut karna Kenzo telah mengetahuinya, padahal Alenna berniat ingin memberitahu hari ini.
"Lo udah tau?" Tanya Alenna heran.
Kenzo mengangguk.
"Kakak mu yang memberitahu" Alenna meng'oh'kan saja.
"Alenna... Alenna... " Kata Amel. Alenna menatap bingung.
"Kenapa?" Tanya Alenna.
"Masa udah mau nikah, ngomong nya masih pakek lo-gue?. Yang romantis dikit napa?? " Kata Amel yang di setujui oleh Angga dan Kenzo. Alenna memutar bola mata malas.
"Yaudah iya" Kata Alenna pasrah. Agak kaku bagi Alenna berbicara aku-kamu kepada Kenzo. Tapi ia akan mencobanya. Kenzo pun tersenyum puas lalu mengacak-acak rambut Alenna gemas.
"Duh! Jiwa jomblo ku bergetar"
"Tolonglah ya... Jangan merusak pemandangan para jomblo ini"
"Mangkannya cari pacar, bujang!"
"Lah lu, Apa kabar?"
"Gue baik baik aja"
"Yakin? Terus siapa tuh yang kemarin-kamarin nangis sambil bilang gue udah gak sanggup hidup lagi, gue gak ada tujuan hidup!. rasanya mau pergi dari dunia" Kata Angga menirukan cara bicara Amel tempo lalu saat bersamanya.
Amel menatap kesal Angga yang dengan beraninya mengejek dirinya.
"Lo kur-"
"Udah udah. Jangan ribut mulu, mending kita langsung balik aja ke apartemen. Siap-siap" Kata Alenna menengahi pertengkaran kedua sahabatnya ini. Ingin sekali Alenna menjomblangi mereka sekaligus.
"Okelah kalau gitu!" Kata Angga setuju. Amel yang mendengar itu mengangguk setuju.
"Yaudah lah, ayo kita balik ke Indonesia! "
🌺🌺🌺
**HAI GUYS!!! ADA YANG MAU AKU SAMPAIKAN KE KALIAN. SELAGI MENUNGGU UPDATE BROKEN YANG LAMA. AKU MAU KASIH TAU KALIAN, KALAU AKU BUAT NOVEL BERSAMA TEMAN-TEMAN KU YANG BERJUDUL "THE MOST WANTED". KALAU KALIAN MINAT, DI BACA YA🙏😁
CERITA INI SANGAT AKU REKOMENDASI KAN UNTUK PARA PENGGEMAR FANFIC YANG MENYUKAI BTS. TAPI KALAU YANG LAIN INGIN MEMBACA, SILAHKAN😁
NIH AKU KASIH TAU CERITANYA***
sinopsis:
Ketampanan, kharisma, kecerdasan, dan kekuasaan semuanya tertuju kepada tujuh anak laki-laki yang bersekolah di SMA ternama bernama SOPA. Tak akan ada orang yang bosan menjadikan mereka sebagai pusat perhatian dan pusat objek bak seorang model. Well, itu memanglah hal yang biasa mereka dapatkan sebagai THE MOST WANTED di sekolah ini. Namun apa jadinya jika mereka bertemu dengan keempat gadis yang baru bersekolah disana dan keempat gadis itu juga merupakan THE MOST WANTED saat masih bersekolah di Indonesia?. Akankah mereka bisa lebih akrab satu sama lain sebagai pesaing, atau malah sebaliknya?. Ini adalah kisah dimana perjalanan masa sekolah menengah atas yang dipenuhi dengan kepopuleran dan romansa.
"They the most wanted?"
"And we will the next most wanted"
🌺🌺🌺
TADA!!! SEGITULAH KIRA KIRA DESKRIPSI NYA. TERTARIK GAK? TERTARIK DONG. PLISS BACA YA? LUMAYAN LAH... UNTUK MENUNGGU BROKEN UPDATE HEHEHE 😁
__ADS_1
maaf ya guys updatenya lama. karna tuh beberapa hari lagi ada ujian tengah semester di sekolah. jadi waktu nulisnya di tunda buat belajar. maaf ya kalau updatenya lama🙏🙏😁. sampai jumpa☺