BROKEN

BROKEN
nothing a choice


__ADS_3

Wait, apparently someone can save me. but does it have to be him?


Batin Alenna saat melihat sesosok yang seperti nya dapat menolongnya saat ini.


but should I ask him for help?


 


🍁🍁🍁


                                                             


Gak ada pilihan lain...


kayaknya dia lagi nungguin sih Sarah deh... tapi yodah lah, terpaksa


Batin Alenna.


Alenna pun menarik napas dalam dan berucap.


"Kenzo!" Panggil Alenna melengking. Pria yang merasa terpanggil pun menoleh kearah Alenna. Alenna memberi kode kepada pria itu supaya datang kearahnya.


Teman-teman Alenna berhenti menghentikan langkahnya saat seseorang datang menghampiri Alenna.


"Ada apa?" Tanya Kenzo saat telah berada di hadapan Alenna.


"Kenzo, bu-bukannya waktu itu lo pernah bilang sama gue kalau lo ma-mau ajakin gue ke suatu tempat?" Ucap Alenna terbata-bata.


Udahlah boong dulu...


Batin Alenna.


"Suatu tempat? Dimana?" Tanya Kenzo yang membuat Alenna memutar otak untuk berpikir keras.


"Itu lohhh, suatu tempat... Masa lupa?" Ujar Alenna lagi memberikan isyarat lewat mata.


Maksudnya apaan sih? Gak ngerti asli


Batin Kenzo kebingungan.


Aduh... Tinggal bilang iya aja apa susahnya sih?


Batin Alenna geregetan.


Teman-teman Alenna hanya menyaksikan drama tersebut.


Jangan lupakan bahwa mereka juga terpesona dengan ketampanan seorang Kenzo.


"Ya kan? Coba inget lagi deh" Pinta Alenna dengan terus memberikan kode kepada Kenzo.


Nih cowok gak bisa akting banget sih? Masa udah di kasih kode masih gak ngerti juga sih!


Kesal Alenna dalam hati.


"Len, udah yuk nonton drama Korea aja dirumahnya sih Salsa" Ajak Aulia menarik tangan Alenna.


Bener bener sih, ini bikin gue badmood.


Batin Alenna pasrah lalu mengikuti langkah teman-temannya.


Lagi-lagi Alenna menggerutu di dalam hati kepada Amel dan Angga.


Bukan masalah 'lebay' atau bagaimana, tapi Alenna lebih suka mengerjakan hal lain yang lebih berguna dari pada menonton film drama Korea yang sama sekali tidak pernah ia tonton.


Dan ingat! Kalian pasti tahu rasanya, disaat kalian tidak suka dan tidak pernah menonton film itu, tetapi kalian harus berada di antara orang lain yang sangat menyukai hal tersebut.


Bener bener gak seru.


Tunggu, bukan berarti Alenna membenci/menyudutkan film drama Korea, namun setiap orang mempunyai hal atas apa yang ia suka dan apa yang ia tidak suka.


Catat itu!


"Alenna tunggu!" Panggil Kenzo memberhentikan Alenna dan kawan-kawan. Mereka kembali menoleh ke arah Kenzo.


"Saya baru inget, jadi bisakan kita pergi sekarang?" Ucap Kenzo berjalan pelan kearah Alenna.


Ohhh thanks god!

__ADS_1


Batin Alenna, ia pun menghembuskan napas lega.


"Untung aja... Bisa kok!" Batin Alenna semangat. Kenzo pun tersenyum kepada Alenna. Begitu pun juga Alenna, anggap saja sebagai tanda Terima kasih.


"Guys sorry gue gak bisa ikut kalian nih, gue mau pergi sama Kenzo. Maaf ya" Ucap Alenna kepada Salsa, Aulia, dan Dinda.


"Oh iya gapapa kok"


"Iya bener, lo pergi aja sama Kenzo"


"Nontonnya bisa lain kali kok. Yang penting lo seneng seneng dulu sama Kenzo!"


Look, i'm win


Batin Alenna sangat bersyukur.


"Oke deh kalau gitu, thanks ya!" Alenna pun pergi sambil menarik lengan Kenzo.


Mereka pun memasuki mobil Kenzo dan pergi meninggalkan pekarangan sekolah.


🍁🍁🍁


Hening


Hanya ada keheningan di dalam mobil. Alenna sibuk memperhatikan jalan yang sedang sepi tersebut sambil hanyut dalam pikiran nya sendiri.


Kenzo? Ia tetap fokus menyetir, walaupun terkadang ia melirik kearah Alenna melalui unjung matanya.


"Ken"


"Len"


Ucap mereka bersamaan. Alenna terdiam mempersilahkan Kenzo untuk bicara duluan, begitu juga sebaliknya dengan Kenzo.


"Lo duluan" Ucap Alenna.


"Ladies first" Balas Kenzo masih dengan pandangan yang mengarah ke jalan. Alenna memilih untuk membuka suara terlebih dulu.


"Thanks lo udah mau bohong soal tadi. Sorry juga karna udah bikin lo repot" Ujar Alenna tulus.


Kalau bukan karna dia, gue pasti udah nonton drakor sama mereka.


Batin Alenna.


"Thanks, tadi lo mau ngomong apaan?" Tanya Alenna lagi.


"Oh itu... Saya mau tanya sama kamu, tempat apa yang belum pernah kamu datengin?" Tanya Kenzo. Alenna tampak berpikir sejenak.


"Emang mau ngapain?" Tanya Alenna balik


"Jawab aja dulu"


"Hmm banyak sih" Jawab Alenna masih menimbang jawabannya.


"Kalau gitu pertanyaan di ganti. Tempat mana yang pengen banget kamu datengin?" Tanya Kenzo lagi.


Aduh... Apaan yah?


Alenna bingung harus menjawab apa.


Udahlah... Ngasal aja.


"Kayaknya Swedia" Jawab Alenna ngasal.


"Oke" Ucap Kenzo. Alenna mengernyit  bingung.


Maksudnya apaan sih?.


Batin Alenna.


"Bentar deh... Kita mau kemana?" Tanya Alenna yang baru sadar bahwa sedaritadi Kenzo hanya menjalankan mobilnya tanpa tau tujuan ingin kemana.


"Kemana aja yang kamu mau"


Pakek gombal segala... 😏


Batin Alenna.

__ADS_1


"Kalau gitu, kita ke... "


"Taman hiburan aja!" Ujar Alenna semangat.


"Oke"


🍁🍁🍁


Disisi lain...


"Kenapa sih Al?" Tanya Amel yang bingung dengan tingkah Aldo.


Kini mereka sedang berada di depan toilet.


"Kenapa? Seharusnya aku yang nanya sama kamu. Kenapa kamu deket-deket sama sih cupu itu?" Tanya Aldo dengan nada sedikit membentak.


Amel bingung siapa yang di maksud Aldo itu.


"Cupu? Maksud kamu Angga?" Tebak Amel.


"Iya, siapa lagi"


"Ya ampun Aldo, aku sama Angga cuma sekedar sahabat, gak lebih. Aku gak mungkin punya perasaan lebih ke dia" Ujar Amel tenang.


"Siapa bilang, jaman sekarang tuh sabahat bisa jadi cinta karna terus bersama dan tumbuhnya rasa nyaman. Pasti ada kemungkinan kalau dia suka atau punya perasaan sama kamu" Bantah Aldo panjang.


"Aldo... Aku kasih tau ya sama kamu. Jujur, aku emang ada rasa nyaman dan aku sering barengan sama dia. Tapi itu semua tumbuh jadi rasa sayang seorang sahabat, gak lebih begitu juga sebaliknya" Jelas Amel panjang. Aldo masih terdiam tanpa membuka suara.


Amel menghembuskan napas dalam-dalam.


"Aldo percaya sama aku... Rasa nyaman itu udah tumbuh menjadi cinta, tapi bukan sama Angga, melainkan sama Aldo" Lanjut Amel tersenyum manis. Aldo menghembuskan napas lega.


Aldo pun menarik Amel kedalam dekapannya.


Untung saja sekarang sekolah sudah sepi, kalau tidak. Bisa kepergok...


Beberapa saat kemudian, Aldo melepaskan pelukannya.


"Btw, kamu tadi lagi ngupingin apa sih?" Tanya Aldo.


"Oh itu, tadi sih Alenna lagi ngobrol gitu sama kak Steven. Gak tau ngomongin apa, tapi kak Steven kayak ngasih sesuatu gitu ke Alenna" Jawab Amel.


"Ngasih sesuatu?" Amel mengangguk sekali, sebagai jawaban.


Steven ngasih apaan ya ke Alenna?.


Udah ah bodo, bukan urusan gue.


Batin Aldo.


"Oh gitu... Yodah nanti malem siap siap!" Ujar Aldo


"Siap siap? Mau ngapain?" Tanya Amel bingung.


"Nanti malem ada acara di rumahnya Steven, jadi kita harus dateng" Jelas Aldo.


"Acara apaan?" Tanya Amel lagi.


"Orang tuanya Steven baru balik dari Amerika, jadi mereka rayain deh"


"Sampe segitunya" Saut Amel.


"Iya, orang tuanya kan udah 4 tahun gak balik ke Indonesia. Sekalian Mereka juga mau ngerayain ultahnya Stephani, kakaknya Steven" Jelas Aldo lagi dengan panjang lebar.


"Owh... Gitu"


"Pokoknya nanti malem aku jemput, oke?" Ucap Aldo


"Oke!" Balas Amel mengacungkan ibu jari. Karna gemas, Aldo mengusap rambut Amel dengan sedikit kencang.


"Yodah yuk pulang!"


"Yok!"


Aldo menarik tangan Amel menuju parkiran sekolah dan menaiki mobil milik Aldo.


Tak butuh waktu lama mereka telah pergi meninggalkan sekolah.

__ADS_1


🍁🍁🍁


__ADS_2