BROKEN

BROKEN
berjalan santai


__ADS_3

Ini semua karna nenek lampir sama nenek sihir itu, non Alenna jadi bahan pelampiasan mulu. Gak tega bibi liatnya, pak Johan emang bener-bener keterlaluan!.


Omel bi Ajeng dalam hati. Jujur ia sangat kesal dengan perlakuan Johan, ibu tirinya, dan kakak angkatnya yang semena-mena akan Alenna. Ingin sekali Alenna membawa Alenna kabur dari sini, namun apalah daya... Bi Ajeng hanya seorang pembantu rumah tangga yang tidak berkecukupan lebih.


🍁🍁🍁


Seorang gadis berjalan santai di trotoar dengan headset yang menyumpal telinganya. Gadis itu menarik napas dalam-dalam menikmati sejuknya udara pagi yang sangat ia sukai.


Jakarta masih belum terbalut asap polusi pada jam segini. Ia sengaja tak membawa mobil, karna ia ingin menenangkan diri dengan berjalan santai dan menghirup udara segar.


Sesekali gadis itu menyanyikan beberapa bait lirik lagu tersebut.


Sakin asiknya, gadis itu sampai tak sadar bahwa di samping jalan ada mobil yang melaju dengan kencang bak orang kesetanan.


Wushshhh!


Angin kencang berhembus membuat Alenna menoleh pada mobil tersebut


"Woy!!! Lo gila ya? Kalau nyetir tuh yang bener!. Kayak orang kesetanan aja!" Oceh Alenna pada mobil yang baru saja melaju


Tersadar, Alenna mendapati mobil yang sangat ia kenal melaju dengan cepat.


"Itukan mobilnya Kenzo..." Gumam Alenna melihat mobil sport milik Kenzo disana.


"Tuh orang gak mabok kan?" Gumam Alenna lagi. Seulas senyum miring di wajah Alenna terlihat, gadis itu tahu. Pasti Kenzo sedang mengantar Sarah pergi sekolah. Ya pasti!


Masa bodo ah, bukan urusan gue.


Tak mau banyak pikir, Alenna kembali berjalan dengan santai.


Beberapa menit sebelumnya...


"Kenzo... Abis ini kamu temenin aku ke mall ya, aku mau beli beberapa barang disana" Ajak Sarah kepada Kenzo yang fokus menyetir dengan penuh harap.


"Kamu gak bisa sendiri? Aku banyak kerjaan" Jawab Kenzo dingin tanpa mengalihkan pandangan.

__ADS_1


"Gak bisa, kan biar kita lebih akrab lagi. Jadi mau yah?" Tawar Sarah lagi. Kenzo bingung mau jawab apa, ia tidak fokus, pikirannya terarah kepada Alenna.


Di mana gadis itu? Kenapa tadi pas dirumah Kenzo tidak melihat Alenna?. Apa dia sudah pergi duluan?. Itulah yang dipikirkan Kenzo.


"Kenzo!" Panggil Sarah membuat Kenzo tersadar dari pikirannya.


"Eh i-iya kenapa?" Tanya Kenzo gugup sekaligus bingung.


"Ih kamu mah... Lagi mikirin apa sih? Sampe gak dengerin aku ngomong dari tadi!" Kesal Sarah yang sedaritadi bicara namun Kenzo tak mendengarkan.


"Maaf... Saya denger kok" Ucap Kenzo.


Ia malas berdebat.


"Jadi... Kamu mau kan temenin aku?" Tanya Sarah.


Udahlah... Nyerah aja


Batin Kenzo, ia pun mengangguk pelan. Binar bahagia terpancar di mata Sarah, walau ia tahu sebenarnya Kenzo tidak mau. Tapi baginya yang penting Kenzo mau menemaninya.


Kayak kenal... Itu bukannya Alenna?.


Kenzo memperhatikan dengan cermat dan benar dugaannya. Itu Alenna! Dari belakang saja Kenzo sangat hapal bahwa itu Alenna. Ia pun menancap kan gas dengan kecepatan seperti orang kesetanan.


Entah lah... Ia hanya menginginkan itu saja. Tak tau untuk apa.


Brummm!


Bunyi mesin mobilnya saat ia mendahului Alenna.


"Akhhhh!" Teriak Sarah yang kaget tiba-tiba. gadis itu memegang erat sabuk pengaman. Lewat kaca spion, ia melihat Alenna yang nampak terkejut karna ulahnya. Kekehan pelan dari Kenzo kini muncul.


"Woy!!! Lo gila ya? Kalau nyetir tuh yang bener!. Kayak orang kesetanan aja!" Oceh Alenna geram yang terlihat di layar spion sebelah kiri mobil Kenzo.


Menggemaskan...

__ADS_1


Batin Kenzo. Perlahan ia memperlambat kecepatan mobil tersebut.


"Kenzo, kamu kenapa sih? Kok tiba tiba-tiba ngebut?. Takut tau... " Gerutu Sarah kepada Kenzo. Kenzo hanya diam, ia tidak mau bilang bahwa ia melihat Alenna di jalan tadi.


"Gak kok gapapa, biar cepet sampe aja" Bohong Kenzo. Sarah menatapnya curiga Kenzo sadar akan hal itu, namun setelah itu Sarah segera mengalihkan pandangannya kearah lain.


🍁🍁🍁


"Akhirnya sampe juga... " Kata Alenna saat telah tiba di kelas. Sungguh ia lelah, jarak antara sekolah dan rumah nya lumayan jauh jika di tempuh dengan berjalan kaki. Tapi yaudahlah, toh Alenna sendiri yang menginginkan nya.


"Woi!!!" Panggil seseorang membuat Alenna kaget. Amel. Ya itu adalah Amel yang baru saja memasuki kelas. Tak mau menggubris, Alenna segera duduk di tempatnya.


"Aduh... Tuan putri masih marah aja... Padahalkan tadi malem abis asik-asik di pesta!" Celetuk Amel menghampiri Alenna. Alenna menatap Amel bingung.


"Pesta? Lo tau dari mana kalau gue tadi malem abis dari pesta?. Buntutin gue ya lo?!" Tuduh Alenna sambil menunjuk gadis itu.


"Lah... Siapa juga yang buntutin lo. Orang gue juga kesana kok" Belas Amel tak Terima.


"Kok gue gak ngeliat lo?" Tanya Alenna.


"Gak tau deh, tapi yang jelas pas keluar dari rumah Steven, gue baru aja masuk kesana. Jadi kita papasan kayak di film film gitu" Oceh Amel yang membuat Alenna terdiam.Β 


"Lo gak mau ketemu pangeran lo tuh?" Tanya Amel tiba-tiba. Alenna mengernyit bingung.


"Pangeran? Siapa?" Tanya Alenna sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Sini" Amel menarik tangan Alenna untuk ikut dengannya. Alhasil Alenna bangkit dari kursi dan mengikuti Amel.


"Lo mau kemana sih Mel?" Tanya Alenna bingung mau di bawa kemana.


"Tuh liat" Suruh Amel melihat ke bawah lapangan. Kini mereka berada di Koridor dekat kelas Alenna.


Alenna mengikuti arah pandangan Amel dan melihat sesuatu di sana.


"Itu Kenzo kan?"

__ADS_1


🍁🍁🍁


__ADS_2