BROKEN

BROKEN
warning!


__ADS_3

Alenna, malam ini orang tua gue yang dari Amerika pulang kerumah. Gue udah lama banget gak ketemu mereka, ada mungkin 4 tahun lebih. Nah sekarang mereka udah balik, dan ortu gue ngadain pesta dirumah. Plus kakak gue ulang tahun hari ini. Jadi gue berharap lo bisa dateng malam ini jam 7. Nanti gue jemput lo. Oh ya, lo pasti udah liat kan apa yang gue kasih? Kalung. Gue harap lo juga makek itu nanti malem.


So, jangan lupa jam 7 gue jemput!


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Alenna segera melirik jam tangannya dan...


"Jam 4 sekarang???!" Pekik Alenna kaget. Ia harus cepat bersiap-siap untuk menghadiri undangan pesta penyambutan orang tua Steven sekaligus ulang tahun kakaknya, yang bahkan belum pernah ia temui.


Secepat kilat ia mandi dan memilih baju yang menurutnya cocok/pas namun tetap nyaman di pakai.


"Tunggu, masa gue dateng kesono gak bawa apa-apaan sih? Gak enak dong... Tapi bawa apaan ya?" Monolog Alenia yang tampak berpikir.


Ia mundar-mandir seperti setrikaan untuk menemukan ide.


"Kayaknya gue ke mall dulu deh buat beli tuh kado. Iya bener!" Alenia segera bersiap-siap menuju tempat tujuannya.ย Alenna pikir saat ia melewati ruang tamu, ia akan di suguhkan dengan 'keharmonisan keluarga' disana, nyatanya tidak. Yang ia lihat malah sepi. Nampaknya darah belum kembali, karin entah kemana, dan papanya mungkin saja mencari 'janda' lagi. Pikir Alenna.


"Tumben sepi kayak kuburan" Ucap Alenna melihat sekeliling. Benar-benar sepi. Alenna pun berjalan keluar rumah dan mengeluarkan mobilnya menuju mall.


Tanpa sepengetahuan Alenna, sosok pria yang waktu itu pernah memperhatikannya saat ia sedang mengerjai Sarah dan kawan-kawan, kini mengikutinya. Namun dalam jarak yang tidak terlalu dekat, agar Alenna tidak mengetahui keberadaannya.


Pria itu melirik jam tangannya di sela-sela ia sedang menyetir.


Pria itu tersenyum. Senyumnya misterius dan sulit ditebak arti dari maksudnya.


"Masih ada waktu" Ujar pria dan kembali fokus menyetir.


Disisi lain Alenna dengan santai menyetir dan ditemani alunan musik yang terputar di radio.


Drrtttt drttttt drrrtttt


Tak lama terdengar suara getaran dari handphone Alenna. Alenna memperlambat laju mobilnya lalu Dengan santai ia memasangkan bluetooth headset di telinganya dan menjawab panggilan tersebut.


"Hallo kenzo, kenapa?" Tanya Alenna. Ya benar, yang menelpon nya adalah Kenzo.

__ADS_1


"Kamu harus hati hati Alenna" Jawab Kenzo dengan sedikit penekanan.


"Iya... Ini juga udah hati-hati kok. Kenapa sih emangnya?"


"Pokoknya kamu harus hati-hati, jangan lengah. Fokus kearah jalan"


Ujar kenzo yang membuat Alenna semakin bingung.


"Tunggu... Kok lo tau sih kalau gue lagi dijalan?" Tanya Alenna to the point. Kenzo terdiam sejenak lalu menjawab.


"I-itu, soalnya kedengaran suara kendaraan motor gitu, berisik"


Alenna melihat sekeliling jalan, perasaan tidak ada kendaraan motor yang berlalu lalang disini. Yang ada hanya 2 mobil berwarna silver dan hitam di depan dan 1 mobil berwarna hitam lagi di belakang namun jaraknya tidak terlalu dekat. Sudah itu saja, daerah sekitar rumah Alenna memanglah sepi.


Alenna jadi semakin curiga, namun ia malas untuk bertanya lebih. Mungkin saja kenzo benar. Mungkin.


"Owh gitu yayaya" Ucap Alenna.


"Tapi lo kenapa sih? waspada banget. Kayak gue bakalan di ikutin orang jahat aja" Ucap Alenna asal bicara.


"Ohhh enggak kok. Cuman iseng aja ngingetin"


Kini suara kenzo berbeda dari sebelumnya ia menelpon Alenna. Terdengar lebih tenang dan santai?.


"Ohhh gue kira ada apaan. Yodah udah dulu ya ken, gue mau fokus nyetir nih" Ucap Alenna.


"Oke, inget harus hati-hati. Jangan lengah. Terus waspada. Kalau ada apa-apa, cepetan telepon saya!. Ngerti kan?!" Kini Alenna semakin curiga. Sepertinya ada yang di sembunyikan oleh kenzo terhadap setiap ucapannya yang penuh dengan penekanan.


Sebenernya kenzo kenapa sih?.


Padahal sebelumnya dia gak pernah kayak gini deh..ย 


Ucap Alenna dalam hati.


"Iya iya" Alenna menjawab malas.

__ADS_1


"Oke, sampai nanti" Sambungan telepon pun terputus. Tak mau berpikir macam macam Alenna kembali menyetir dengan 'santuy'.


Sampai akhirnya Alenna sampai di mall tersebut. Segera ia memarkirkan mobilnya dan masuk kedalam mall.


Disisi lain


"Kurang ajar! Siapa dia sebenarnya? Kenapa terus mengikuti Alenna?!" Ucap Kenzo marah. Kini ia sedang terduduk mengarah ke arah bebarapaย  komputer yang menampilkan suatu mall yang keberadaan nya terdapat Alenna disana. merasa


Alenna dalam bahaya saat ini, kenapa? Karna sedari tadi Kenzo melihat Alenna tengah di ikuti mobil berwarna hitam di belakang. Mobil itu mengikuti Alenna dari rumah hingga ke mall.


Sialnya, orang yang membawa mobil tersebut ikut masuk mall saat Alenna juga memasuki mall. Orang itu mengenakan baju hitam, topi hitam, dan semuanya serba hitam. Membuat Kenzo kesulitan mengetahui siapa orang itu.


"Gimana pun nanti, saya harus tetap mencari tahu siapa orang itu. Alenna dalam bahaya saat ini"


Perlu diketahui, Kenzo bisa dibilang tengah memata-matai Alenna dari pertama ia bertemu dengan Alenna. Itu ia lakukan agar mengetahui seperti apa Alenna di kesehariannya sekaligus apa yang dilakukan gadis itu untuk mengisi hari harinya.


yang Kenzo lihat, gadis itu hanya mengisi harinya dengan melukis, menonton TV, memasak, mendengarkan musik, bermain musik, belajar dan lain sebagainya.


Namun ada hal yang membuat Kenzo semakin penasaran. Salah satunya adalah ini, ada orang yang selalu mengikuti Alenna saat di luar rumah.


Waktu itu, Kenzo berniat untuk mengantar Alenna kesekolah. Namun saat didepan rumah Alenna ada satu mobil berwarna hitam, persis seperti mobil yang saat ini ia curigai.


Pertamanya Kenzo tak curiga, namun saat melihat Alenna selalu di ikuti mobil tersebut di tambah mobil itu selalu terparkir di dekat rumah Alenna. Membuat Kenzo semakin merasa bahwa ini ada yang tidak beres. Dan benar dugaannya saat ini, bahwa 'pria' itu mempunyai maksud mengikuti Alenna.ย 


Kenapa Kenzo mencap bahwa dia seorang pria. Karna terlihat dari cara berjalan, rambut, dan juga cara berpakaian. Sangat persis seperti seorang laki-laki.


Waktu itu ia juga sempat memata-matai Sarah, namun tak bertahan lama. Karna yang ia ketahui hanya lah bahwa Sarah suka pergi ke mall, pergi kerumah temannya, berbelanja, ke restoran, dan yang terakhir adalah rumah sakit.


Ya, Sarah hampir 3 hari seminggu pergi kerumah sakit yang sama. Entah lah Kenzo juga tidak tahu. Tapi yang jelas, ia lebih tertarik memata-matai Alenna. Karna baginya, sosok pria yang mengikuti Alenna ini termasuk sudah level berbahaya. Jadi patut untuk di waspadai.


"Alenna... Berhati-hatilah, bagaimanapun juga kamu gak boleh kenapa-kenapa. Saya pastikan itu"


"Sekarang, masalah kamu masalah saya juga. Saya berjanji, gak akan ngebiarin kamu dalam bahaya walaupun hanya seujung jari!" Ucap Kenzo penuh dengan keyakinan dan tekad untuk... Melindungi?


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ

__ADS_1


__ADS_2