BROKEN

BROKEN
i'm free~THE END


__ADS_3

"Maafkan kami, pasien bernama Alenna tidak dapat terselamatkan. Ia sudah tiada"


Mereka semua menggeleng pelan, tak percaya dan kini air mata kembali berjatuhan tiada henti. Sulit untuk mempercayai ini, Alenna wanita yang kuat, ia tidak mudah pergi seperti ini. Mustahil. Apa yang dokter katakan, seolah omong kosong belaka bagi mereka.


Amel terduduk lemas sambil menangis terisak. Dalam hati ia terus meyakinkan dirinya sendiri bahwa ini semua tidak benar apa adanya. Ia berharap ini hanyalah sebuah mimpi buruk karna delusi belaka dan tak akan pernah terjadi.


Namun lagi-lagi sulit untuk mempercayai nya.


Kenzo menghapus air matanya kasar dan berlari menuju ruang operasi dimana Alenna menjalani operasi, diikuti oleh yang lain. Kecuali Amel yang masih termenung tak percaya dengan tatapan kosong, serta Angga yang mencoba untuk menenangkan Amel lagi. Walaupun Butir air mata juga setia turun dari mata Angga.


Kenzo tak peduli dengan orang sekitar yang menjadikannya objek perhatian sekarang. dengan cukup keras Kenzo membuka pintu kamar operasi tersebut, sampai membuat suster-suster yang sedang membereskan alat-alat di dalam sana terkejut, Lalu segera keluar.


Kenzo berjalan gontai memasuki kamar itu sambil menatap nanar kearah bangsal yang terdapat Alenna dengan kain putih yang menutupinya. Ia berdoa di setiap langkahnya, bahwa yang berada disana bukan lah Alenna, melainkan orang lain.


Melihat Kenzo memasuki ruangan operasi, Johan, Stephanie, David dan Leksi ikut masuk di belakang Kenzo.


Perlahan tapi pasti, saat Kenzo sampai di samping bangsal tesebut, ia membuka kain putih yang menutupi tubuh Alenna.


Amel dan Angga pun datang dan langsung berjalan menuju bangsal, dimana yang lainnya sudah berkumpul. Amel tak sanggup, karna itu ia menutup mulutnya agar tidak terisak lebih keras. Sedangkan Angga dengan setia berada di samping Amel untuk menenangkan gadis itu.


Kenzo mengusap wajahnya dan air matanya pun kembali jatuh, begitu juga dengan yang lain saat melihat dengan jelas bahwa yang terbujur kaku adalah Alenna. Ya, Alenna yang sudah tak berdaya, tak bergerak, dan tak bernapas lagi.


Johan sangat terisak melihat anaknya benar-benar pergi untuk selamanya.


"Enggak, ini pasti cuma mimpi!!. Ini pasti mimpi!!" Teriak Amel tak percaya dan menangis histeris.


Tangan Leksi terkepal dengan mata yang tertutup. Namun setelah itu, kristal bening turun dari kedua matanya secara terus menerus. Ia menghembuskan napas panjang dan membuka matanya lalu memperhatikan wajah Alenna. Ia menggeleng pelan.


Jangan bercanda, Alenna. Bang Leksi gak suka kalau kamu begini.


Batin Leksi. Tangannya tergerak mengelus kepala Alenna.


Leksi melihat kearah Kenzo yang bersender pada dinding rumah sakit dengan tatapan kosong namun air matanya terus keluar. Ia merasakan apa yang di rasakan Kenzo sekarang. Kehilangan sosok yang sangat di cintai, pasti sangatlah menyakitkan.


Stephanie mengelus punggung Leksi mencoba untuk menenangkannya. Stephanie tak menyangka, sosok yang periang dan baik hati seperti Alenna, bisa pergi secepat ini.


Johan terus menangis. Kini tidak ada yang ia punya di dunia ini. Tidak ada yang menyayangi nya lagi, tidak ada yang menyambutnya dirumah lagi, dan tidak ada yang bisa memberikan ketenangan lagi pada dirinya.


Kenapa kamu pergi duluan, nak?. Seharusnya papa yang pergi, bukan kamu. Papa tau kamu kangen sama mama, tapi jangan tinggalin papa. Papa butuh kamu...


Batin Johan terus menangis.


Alenna, apa ada orang yang lebih tega dari kamu?. Yang pergi begitu saja secara tiba-tiba. apa kamu lupa kalau disini ada orang yang selalu menanti kamu, menyayangi kamu, mencintai kamu, dan selalu ada buat kamu?. Tapi kenapa kamu pergi? Sekarang siapa yang menggantikan kamu di pelaminan dua hari lagi?. Siapa?.


Batin Kenzo terus mengadu. Benar, 2 hari lagi Kenzo berniat untuk segera menikahi Alenna. Semuanya sudah ia siapkan dan rencananya setelah pernikahan, Kenzo akan mengajak Alenna ke Amerika untuk berobat. Namun sekarang semuanya gagal karna calon mempelai wanita pergi begitu saja untuk selama-lamanya.


"Lo jahat Alenna, lo ninggalin gue sama Angga. Sedangkan lo dan Aldo asik-asiknya di surga" Gumam Amel yang masih bisa didengar oleh Angga.


"Sebenarnya apa penyebab Alenna pergi?" Tanya Stephanie kepada Leksi. Pria itu tersadar, bahwa penyebab Alenna meninggal belum di beritahu oleh dokter.


"Aku gak tau" Kata Leksi masih menatap wajah Alenna.


"Kalau gitu tanya sama dokternya" Kata Stephanie memberi saran. Leksi mengangguk lemah lalu melangkahkan kaki, berniat untuk menjumpai dokter untuk menanyakan.


Namun langkahnya terhenti saat seorang suster bernama Bella telah datang dan menghampiri mereka.

__ADS_1


"Maaf mengganggu, tapi ada yang harus saya sampaikan. Mengenai Alenna" Jelas suster Bella membuat perhatian mengarah padanya.


"Apa itu?" Tanya Leksi kepada suster di hadapannya.


"Sebenarnya Pasien bernama Alenna, telah mengalami penyakit kelainan jantung yang di sebut Koarktasio aorta sejak 3 tahun yang lalu. Penyebabnya karena adanya penyempitan aorta yang tidak normal, yakni saluran yang menyalurkan darah pada kepala dan tangan" Jelas suster Bella kepada mereka semua. Yang mendengar kembali terkejut. Kecuali Kenzo, Amel, serta David. Mereka memang mengetahui hal itu dari lama. Sedangkan yang lain? Mereka tak habis pikir kenapa bisa mereka tak mengetahuinya.


Mungkin jika ada penghargaan untuk penyembunyi rahasia terbaik, Alenna lah yang akan mendapatkan penghargaan tersebut.


"Kenapa baru sekarang suster bilang?" Tanya Johan kepada suster Bella.


"Itu semua karna pesan dari Alenna sendiri. Dia tidak mau orang tersayang nya mengetahui hal ini dan membuat mereka khawatir. Sekali lagi maafkan saya" Jawab suster Bella mengungkapkan semuanya. Amel tidak marah, karna mungkin ini sudah saatnya mereka tau.


Ya Tuhan, dosa apalagi yang kuperbuat? Sampai-sampai tidak tau bahwa anakku mengalami penyakit seperti itu.


Batin Johan. Tidak ada kata lain selain menyesal.


"Baiklah hanya itu yang bisa saya ungkapkan. Turut berduka cita atas kepergian Alenna, saya permisi" Suster Bella pergi dan saat di luar, ia menghembuskan napas lega karna telah mengungkap rahasia yang selama ini ia pendam.


Semoga anda tenang di alam sana Alenna. Doa saya selalu menyertai kamu...


Batin suster Bella mendoakan.


🌺🌺🌺


Pemakaman Alenna pun di lakukan pada pagi harinya. Banyak sekali orang berdatangan untuk menghantarkan Alenna ke peristirahatan terakhirnya, termasuk Steven dan teman-teman sekolah Alenna yang lain. Steven datang dengan pakaian serba hitam sama seperti yang lain dan berdiri di antara kerumunan, membuat Kenzo serta yang lain tidak menyadari kehadirannya.


Di balik Kacamata hitamnya, Steven menangis diam-diam. Ia tak pernah menyangka bahwa semua ini akan terjadi. Alenna pergi selama-lamanya hanya dalam waktu semalam. Bahkan pria itu tak datang pergi kerumah sakit untuk melihat Alenna kali terakhirnya. Ia sangat menyesal.


Entah berapa banyak air mata yang tumpah pada hari itu, sudah gak terhitung. Banyak yang mengenang kebaikan dan keceriaan gadis itu. Walau sebenarnya semua itu hanya menjadi kedok untuk menutupi rasa sakit, perih, dan kesedihannya.


Seiring berjalannya waktu, satu-persatu orang yang berdatangan pergi mulai pergi dan pulang kerumah. Begitu juga Steven yang memilih untuk pergi dari sana karna tak kuasa menahan tangis dan rasa penyesalan yang teramat dalam.


Amel mengerutkan alis saat ia merasakan ada suatu benda di saku celananya saat ia sedang merogoh saku. Ia mengeluarkannya. Secarik kertas yang Alenna sempat titipkan padanya tapi hari.


Segera ia mendekati Johan dan menyerahkan nya pada Johan. Pria paruh baya itu mengerutkan alis bingung.


"Apa ini?" Tanya Johan.


"Dari Alenna" Jawab Amel singkat. Johan menerimanya dan membuka secarik kertas tersebut perlahan. Kenzo, Leksi, David, Stephanie, serta Angga turut menatap kearah kertas tersebut saat mendengar ucapan Amel.


Dikertas tersebut tertulis.


cupboard, my room


"Apa maksudnya?" Gumam Angga saat ikut membaca tulisan tersebut. Kenzo terdiam sebentar lalu berpikir.


"Mungkin ada sesuatu di dalam lemari kamar Alenna" Tebak Kenzo yang diangguki oleh Leksi.


"Ayo kita kesana" Kata Leksi lalu mereka pun pergi menuju rumah Johan, lebih tepatnya menuju kamar Alenna.


🌺🌺🌺


Leksi dan Kenzo membuka lemari Alenna sambil mencari-cari sesuatu yang tidak tau pasti. Mereka yakin bahwa ada sesuatu di dalam lemari ini, kalau tidak kenapa Alenna menyebutkan lemari dalam kertas tersebut.


Amel dan Stephanie tak tinggal diam, mereka juga turut mencari sesuatu di sekitar kamar Alenna.

__ADS_1


Johan hanya memandangi sebuah foto yang terdapat di laci kamar Alenna dan mengusapnya beberapa kali.


Foto Alenna dan istrinya, Vinna. Kedua gadis itu nampak tersenyum bahagia seolah tak memiliki masalah di hidup mereka. Walau nyatanya salah besar. Air mata Johan kembali menetes dan terjatuh di atas foto tersebut. Rasa bersalah semakin besar tumbuh dalam dirinya.


"maybe this" Seru Leksi saat menemukan sebuah CD/kaset yang terdapat di dalam lemari. Segera Leksi menyalakan televisi dan memasukkan kaset tersebut ke dalam DVD di kamar Alenna. Semua fokus memperhatikan kearah televisi yang kini menampilkan seorang Alenna tengah tersenyum manis di sana.


"Hallo semuanya, aku yakin saat kalian menonton ini. Aku sudah pergi ke tempat yang jauh dan gak akan pernah tau kapan kembali. Kenapa aku bilang begitu? Karna aku sudah meyakinkan diri ku sendiri bahwa ini semua akan berakhir dan semua yang aku alami akan terlepas begitu saja. Aku terbebas. Banyak kemungkinan yang bisa terjadi setelah aku membuat keyakinan seperti ini, antara benar atau salah. Namun nyatanya perasaan ku berkata, bahwa aku benar akan pergi"


"Baiklah, Biar ku jelaskan dari awal mula penderitaan ku dimulai.


Aku adalah anak dari Johan pratama Hospi dan Vinna Patricia Hospi. Aku mempunyai kakak laki-laki bernama David Pattinson Hospi dan yang terakhir adalah aku, Alenna Patricia Hospi. Mama ku sudah meninggal beberapa bulan yang lalu karna sakit yang ia alami pasca kecelakaan mobil 2 tahun silam. Itu bukanlah sekedar kecelakaan, namun sebuah pembunuhan berencana yang di lakukan oleh istri kedua ayahku yang bernama Karin dan anaknya yang bernama Sarah. Aku mengetahui nya karna dengan tak sengaja aku merekam kejadian tersebut di kamera kesayangan ku"


"Dari situlah, kehidupan masa remaja ku mulai hancur. Semenjak mama meninggal, kasih sayang yang ku dapat hanyalah seujung kuku. Tidak ada yang memperhatikan, tidak ada yang peduli padaku, termasuk papa yang lebih memperhatikan Sarah ketimbang diriku. Namun tak apa, dari situ aku belajar menjadi anak yang mandiri. Namun seiring berjalannya waktu, aku bertemu dengan kedua orang pria bernama Steven mark dan Kenzo Zerral Agantra, dimana keduanya adalah orang yang Sarah sukai. Ia melakukan apapun agar bisa mendapatkan salah satu diantara mereka, termasuk melukai seseorang dan melampiaskan rasa irinya padaku"


"Entah apa yang membuat dia iri padaku, yang jelas aku merasa bahwa seharusnya aku yang merasakan itu. Dia mendapatkan kasih sayang yang tulus, cinta, dan kemewahan yang di dapat tanpa harus mengeluarkan keringat. Lalu apa yang membuatnya iri padaku?. Aku bahkan tidak mengerti saat ia membunuh teman ku Aldo dengan senapannya. Aku tak menyangka itu akan terjadi, bahkan suara senapan itu terus menerus terngiang-ngiang di kepala ku. Menimbulkan kecemasan yang tak berujung"


"Disini aku ingin menyampaikan perasaan ku yang terdalam.


Pah, Alenna benar-benar minta maaf atas perlakuan kasar Alenna, ucapan tidak sopan ke papa, dan hal lain yang bikin papa jengkel sama Alenna. Alenna mohon maaf....


Alenna menyayangi papa dan Alenna gak pernah benci sama papa"


"Untuk Amel dan Angga... Gue berterima kasih sama kalian karna udah mau jadi sahabat gue, Udah sabar ngehadapin sikap gue, memberikan dukungan, dan selalu dengarin curhatan dari gue. Terima kasih banyak"


"Terakhir, untuk Kenzo, bang Leksi, bang David dan kak Stephanie. Gak tau harus berapa kali Alenna bilang Terima kasih ke kalian. Tapi yang jelas, kalian orang yang sangat luar biasa melebihi apapun. Terimakasih Kenzo atas waktu, perhatian, cinta, dan kasih sayang yang kamu kasih ke aku. Itu semua lebih dari cukup untuk mengenangnya, kamu pantas mendapatkan yang lebih baik. Terimakasih kak Stephanie karna mau berteman baik dengan Alenna sehingga Alenna bisa merasakan yang namanya perhatian dari seorang kakak perempuan. Bang David dan bang Leksi, Alenna sayang sama kalian sama kayak Alenna sayang sama diri Alenna sendiri"


"Jangan ada air mata saat Alenna pergi, Alenna mohon. the chains that have wrapped around my body, will now be released and I will be free. so have no sadness. I love you all"


Layar televisi berubah menjadi hitam dan disambut dengan tangisan dari mereka semua yang menyaksikan. Tangis penyesalan tak akan berarti sekarang. Semuanya sudah terlambat untuk menyesal dan berniat untuk memperbaiki nya dari awal. Karna


Gadis periang, gadis sejuta rahasia, dan gadis tangguh. Kini sudah berada di atas langit bersama jutaan bintang dan yang pasti bersama mereka yang sudah pergi terdahulu. Serta bersama Tuhan yang lebih menyayanginya.


I was freed from the burden, you guys love me, but God loves me more.


~Alenna Patricia.


BROKEN


The end


🌺🌺🌺


πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽŠπŸŽŠ YYEEEE TAMAT


akhirnya novel pertama ku tamat. senangnya. TERIMA KASIH BANYAK KARNA TELAH MEMBACA NOVEL INI, MENDUKUNG DAN MEMBERI KOMENTAR. TERIMA KASIH BANYAK. APALAH DAKU JIKA TANPA KALIAN... HUHUHU TERHARU😭


Terima kasih banyak pokoknya...


tulis pendapat kalian ya, mengenai novel ini. apapun deh, kritik, saran, dan pujian juga boleh...


btw, bikin yang kedua gak ya?


InsyaAllah ya...


sampai ketemu di novel ku selanjutnya πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚πŸ˜πŸ˜πŸ˜

__ADS_1


salam hangat, author


~Della marissa😘


__ADS_2