BROKEN

BROKEN
expect the grace of god


__ADS_3

"ALENNA!!!"


TIN! TIN!.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Tubuh Alenna terpental saat sebuah mobil menabraknya dengan sangat kencang. Steven segera berlari menghapiri Alenna yang sudah terbaring lemas di jalanan dengan darah yang sangat banyak keluar dari kepalanya karna terbentur.


Steven mengangkat kepala Alenna dan menaruhnya di pangkuannya dan menangis.


"Alenna bertahan, len" Isak Steven.


Para tamu yang berada di gedung, berhamburan keluar dari sana karna mendengar teriakan Steven yang sangat kencang. Mereka terkejut saat melihat Alenna tertabrak dengan mobil.


Beberapa tamu pria menghampiri supir mobil tersebut dan membawanya ke kantor polisi dan ada juga yang memanggil Ambulans untuk membawa Alenna kerumah sakit.


"Alenna aku mohon, bertahan. Ambulan bentar lagi dateng" Kata Steven terus menepuk-nepuk pipi Alenna pelan. Namun, gadis itu tetap menutup matanya dengan darah yang terus mengalir.


"Kurang ajar!" Kenzo tiba-tiba datang lalu menarik kerah baju Steven dan menghajar pria itu, membuat suasana semakin mencengkam. Orang-orang mencoba untuk memisahkan, namun Kenzo sudah sangat marah, terpancar dari sorot matanya dan rahangnya yang mengeras.


"Apa yang kau lakukan pada Alenna, brengsek!. Kau cari mati?!" Orang-orang bergidik ngeri melihat betapa menyeramkan nya Kenzo sekarang. Dengan mata merah, urat otot yang menonjol di kepalan tangan, dan rahang yang menegaskan. Membuat ia terlihat sangat menakutkan.


Steven hanya pasrah saat Kenzo melayangkan tinjunya, sampai ia babak belur. Sedangkan tangannya, masih menahan Alenna di pangkuannya.


Setelah puas membuat Steven babak belur, Kenzo mengangkat tubuh Alenna yang dengan hati-hati ala bridel style dan membawa nya berjalan memasuki mobil.


"Tuan Kenzo, tapi kami sudah memanggil ambulan" Kata salah satu tamu di sana yang tadi menelepon ambulan.


"Kelamaan" Kata Kenzo lalu menjalankan mobilnya dengan sangat kencang bak orang yang kesetanan. Yang harus ia lakukan sekarang adalah, membawa alenna kerumah sakit secepatnya.


Mulut Kenzo terus melafalkan doa untuk Alenna agar gadis itu bertahan. Sungguh, ia menyesal karna telah meninggalkan Alenna sendiri tadi.


"Brengsek!" Desis Kenzo memukul stir mobil dengan kencang saat ia mengingat bahwa ini semua karna pria itu, Steven. Mulai saat ini ia benci dengan pria itu. Entahlah, perasaan Kenzo menduga bahwa ini terjadi karna hadirnya pria itu di sisi Alenna.

__ADS_1


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


"Kenzo, tenanglah. Alenna akan baik-baik saja, jangan terus menangis. Kau pria yang kuat" Kata Leksi menenangkan Kenzo yang terus saja menangis dalam diam sambil menunduk. Semua orang terdekat Alenna, sudah tau bahwa gadis itu masuk rumah sakit.


Leksi dan Stephanie langsung datang ke rumah sakit saat tahu Alenna tengah koma dan acara resepsi pun berakhir, itu semua atas keinginan Leksi. Ia khawatir dengan keadaan Alenna, karna itu ia mengakhiri resepsi yang padahal masih berjalan sekitar 2 jam lagi. Untungnya Stephanie tidak protes dan sejalan dengan Leksi.


Johan hanya menatap sendu pintu kamar dimana Alenna di rawat. Mereka tidak tau apa yang terjadi di dalam sana. Amel dan Angga juga berada disana. Tak Juah berbeda dengan Kenzo, Amel ikut menangis saat mengetahui Alenna kecelakaan dan sedang berjuang untuk kesembuhannya. Berkali-kali Angga menenangkan, tapi tetap saja Amel terus menangis.


Saat mereka sedang bersedih, seorang suster keluar dari dalam kamar rawat Alenna dan menghampiri mereka. Semua perhatian tertuju pada suster tersebut, yang bernama Bella. Suster yang membantu menangani penyakit Alenna dulu, hingga sekarang.


Kenzo bangkit dari duduknya dan menghampiri suster Bella.


"Sus, gimana keadaan Alenna?. Dia gapapa kan?" Tanya Kenzo tak sabaran.


"Kenzo, tenang" Kata David mengusap punggung Kenzo mencoba untuk memenangkan. Bohong jika David tenang, sebab David juga tidak bisa tenang saat mendapat kabar bahwa Alenna mengalami kecelakaan. Karna itu, ia meninggalkan semua tugasnya untuk menjumpai Alenna.


"Suster, gimana keadaan Alenna?" Tanya Johan kepada suster Bella.


"Keadaan Alenna sangatlah jauh dari kata baik-baik saja. Banyaknya darah yang dikeluarkan, membuatnya mengalami pendarahan di kepala yang teramat parah. Sejauh ini, para dokter sedang berusaha menyelamatkan nyawanya di dalam sana. Doa dan belas kasih Tuhanย  yang terpenting untuk saat ini" Jelas suster Bella membuat yang lain terkejut saat mendengarnya.


"Tolong suster, lakukan yang terbaik untuk Alenna. Saya mohon... " Kata Amel memohon sambil memegang tangan suster Bella.


"Kami sedang mengusahakan nya" Kata suster Bella.


"Hanya itu yang bisa saya sampaikan sekarang. Saya permisi" Dokter bela pun pergi meninggalkan mereka yang masih larut dalam kesedihan.


Tak ada yang bisa dilakukan selain menunggu para dokter keluar dan memberi kabar mengenai Alenna. Mereka memilih untuk terus berada di rumah sakit dengan pikiran yang kacau sambil terus melafalkan doa untuk kesembuhan Alennna.


"Angga, perasaan gue gak enak tentang Alenna" Kata Amel dengan suara serak karna sehabis menangis. Gadis itu tidak sehisteris tadi, namun air matanya terus mengalir. Bagaimana dengan keadaan Kenzo? Pria itu sudah terlihat sangat kacau dengan rambut berantakan, mata sembab, dan hidung memerah. Namun hal itulah yang membuatnya semakin tampak menggoda.


"Sssttt, Alenna pasti baik-baik aja. Lo jangan nething mulu" Kata Angga menenangkan Amel yang duduk di sampingnya. Gadis itu terdiam namun ia tak bisa menyangkal bahwa perasaannya sangat tidak tenang untuk saat ini.


Berjam-jam mereka hanya menunggu dan menunggu. Mereka berharap, dokter keluar dengan membawa kabar yang menenangkan hati mereka. Tak ada yang bisa di bayangkan jika yang di harapkan malah terjadi sebaliknya.

__ADS_1


Ceklek!.


Para dokter dan suster keluar dari ruang rawat Alenna dengan tergesa-gesa dan ada beberapa nya berlarian. Mereka semua menatap bingung dengan keadaan yang ada.


Rasa khawatir mereka semakin menjadi saat dilihatnya Alenna yang dibawa keluar dari ruang rawat menggunakan bangsal dan di bawa entah kemana oleh beberapa suster dengan sangat tergesa-gesa.


"Dokter!" Panggil David menghampiri salah satu dokter yang berkaca mata. Dokter itu menghentikan langkah nya dan berbalik.


"Alenna mau dibawa kemana, dok?" Tanya David. Di sekitar David sudah ada, Johan, Kenzo, Leksi, Stephanie, Angga, dan Amel.


"Dokter, semuanya baik baik aja kan?" Tanya Johan menambahkan.


"Alenna harus segera melakukan operasi, karna penyakitnya sudah ikut menjalar ke seluruh tubuh. Harap untuk terus berdoa untuknya. Saya permisi, operasi sebentar lagi akan di mulai" Dokter pun pergi menuju ruang operasi. Kenzo dan Amel saling pandang, mereka mengerti maksud dokter tersebut.


Mereka semua terkejut saat tahu bahwa Alenna harus di operasi. Mereka semua lemas seketika dan terlihat sangat kacau. Tak tau lagi akan seperti apa kelangsungan tragedi malam ini. Mereka semua tak percaya jika harus seperti ini.


Terutama Amel dan Kenzo yang tahu apa maksud dari dokter tersebut. Pikiran mereka melayang jauh entah kemana, seakan melarikan diri dari kenyataan yang ada, bahwa mereka tau apa yang Alenna alami sekarang. Tidak bisa di bayangkan sekarang, sudah menderita penyakit yang berbahaya, Alenna juga harus terbebani dengan adanya kecelakaan ini. Membuat Amel bergidik ngeri jika membayangkannya. Jika Amel di posisi Alenna, gadis itu akan menyerah untuk mempertahankan kehidupan. Namun pada nyatanya ia bukanlah Alenna, ia lemah, dan ia tak sekuat Alenna yang mampu bertahan hingga titik lelahnya.


Ya tuhan... Aku mohon belas kasih mu untuk sahabatku, Alenna. Dia berjuang untuk melawan mautnya, aku mohon biarkan ia merasakan hidup bahagia. Aku mohon Tuhan, kaulah yang kami harapkan belah kasih mu.


Batin Amel.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Setelah menunggu berjam-jam, Akhirnya dokter pun keluar dari ruang operasi sambil melepas masker yang ia kenakan dan menghampiri Johan dan yang lain.


Mereka tersenyum dengan tatapan yang penuh harap saat melihat dokter menghampiri mereka. Dokter tersebut melangkah perlahan menghampiri Johan yang menatapnya dengan harap-harpa cemas.


"Dokter, operasinya berjalan lancar kan?. Alenna baik-baik saja kan?" Tanya Johan bertubi-tubi dengan perasaan yang sulit di deskripsikan sekarang. Mereka semua mengerubungi dokter tersebut dengan penuh berbagai pertanyaan.


Dokter menghela napas dan menatap sendu mereka semua yang berada di sana. Melihat itu, Amel dan Stephanie kembali meneteskan air mata entah kenapa. Seolah sesuatu yang buruk menimpa Alenna.


"Maafkan kami, pasien bernama Alenna tidak dapat terselamatkan. Ia sudah tiada"

__ADS_1


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


__ADS_2