BROKEN

BROKEN
taman hiburan


__ADS_3

Sorry len... Kamu jadi bersikap kayak gini karna aku. Aku maklum... Tapi plisss jangan begini terus. Aku nyesel.


Batin Steven yang tak tahan dengan sikap Alenna.


🌺🌺🌺


"YEAHHH SAMPE!!!" Teriak Angga sangat antusias saat mereka sudah berada di taman hiburan. Cukup ramai disini dan jujur Alenna merasa kurang nyaman di keramaian.


"Norak lo najis!" Ketus Aldo yang menatap jijik Angga. Seolah tuli, Angga mengabaikan Aldo dan terus saja bersorak senang.


"Ayo gc main wahana!" Ajak Angga excited. Amel menggeleng pelan tak habis pikir.


Aura Bocahnya keluar...


Batin Amel menyusul Angga dengan Aldo yang berada di sampingnya.


Alenna mengikuti Amel, Angga, dan Aldo dari belakang tanpa berniat untuk menoleh kearah Steven yang sedaritadi di belakang nya. Jangan menganggap Alenna berlebihan.


Cobalah berpikir, mana ada perempuan yang sanggup melihat kekasihnya menuduhnya tanpa mendengarkan alasannya terlebih dahulu. Dan lagi, apa ada seorang perempuan yang tahan melihat kekasihnya bercumbu dengan tirinya di depan mata Alenna sendiri. Jika ada, Alenna harus belajar darinya bagaimana bisa menjadi kuat.


"Eh naik rollercoaster yuk!" Ajak Angga menunjuk wahana yang terdapat di sana. Amel bergidik ngeri melihat wahana tersebut.


"Naik ginian?" Tanya Aldo memastikan. Angga menaikkan sebelah alisnya dan menatap Aldo sinis.


"Kenapa? Takut?" Ejek Angga memancing Aldo. Yang di ejek menatap tak Terima.


"Takut? Sorry ya, gak ada kata takut di kampus gue!" Sombong Aldo menyingkirkan rambutnya kebelakang.


"Nah yaudah. Ayo buktiin!"


"Oke!" Kedua pria itu segera berjalan menuju wahana rollercoaster dengan terus sambil berceloteh ria. Entahlah, keduanya sama-sama seperti anak kecil.


"Steven!!. Lo harus ikut!" Panggil Aldo berteriak karna ia sudah berada jauh dari kediaman Alenna, Amel, dan Steven.


Yang di panggil hanya mengacungkan ibu jari.


"Len" Amel menyikut lengan Alenna. Alenna menoleh.


"Kenapa?" Tanya Alenna.


"Lo mau naik itu?" Tanya Amel pelan. Alenna berpikir sebentar dan melihat sebentar wahana tersebut, hingga akhirnya ia kembali menatap Amel.


"Iya. Kenapa? Lo takut? " Tanya Alenna. Steven sedaritadi hanya diam sambil telinganya mendengarkan apa yang di bicarakan kekasihnya dan sahabat kekasihnya ini.


"Iya len... Gue takut. Lo jangan naik ya... Temenin gue aja" Pinta Amel memohon sambil menunjukkan puppy eyes nya. Sesuai dugaan Alenna, pasti Amel takut.


"Payah... Ayo naik dong" Ucap Alenna.


"Ih enggak ah! Serem" Tolak Amel takut. Alenna berdiri di samping Amel diikuti dengan Steven yang berada di samping Alenna.


"Yaudah kalau gak mau" Ucap Alenna sembari berjalan menuju wahana meninggalkan Amel yang masih diam. Sedangkan Steven bersiap menemani Alenna.


"Tunggu!" Cegah Amel menarik pergelangan tangan Alenna. Sehingga yang punya tangan berhenti berjalan dan berbalik.


"Apa lagi?" Tanya Alenna. Amel mendekati Alenna dan membisikkan sesuatu pada Alenna.


"Lo harus inget len. Wahana kayak gini gak tepat buat lo... Seharusnya lo tau kalau ini bahaya dan berisiko" Bisik Amel pelan kepada Alenna. Alenna terdiam saat mendengar itu, ia menatap Amel dengan tatapan aneh. Sedangkan Amel hanya mengangguk pelan. Steven bingung kenapa Alenna tiba-tiba terdiam.


"Hmm kak Steven, lo kalau mau naik. Naik aja, Alenna gak jadi naik" Ucap Amel setelah tahu bahwa Alenna akan termenung. Ia memang takut naik wahana itu, tapi bukan berarti ia menakut-nakuti Alenna melainkan, ia mencegah Alenna untuk naik rollercoaster karna ia teringat bahwa wahana tersebut berisiko tinggi bagi penyakit yang Alenna derita.


Steven mengerutkan alis, bukannya Alenna sendiri yang tadi mau. Tapi berubah?. Steven memang curiga, tapi sedetik kemudian dia mengangguk dan berjalan menyusul Angga dan Aldo di wahana tersebut.


"Udah yuk! Duduk di sana aja" Amel membawa Alenna duduk di salah satu kursi panjang yang terdapat disana. Tidak terlalu jauh dari rollercoaster.


"Gimana dengan rencana lo?"


Tanya Amel membuka percakapan. Alenna menatap Amel seolah bertanya 'apa?'.


"Lo bilang lo bakalan pergi sama Kenzo ke Amerika. Kapan?" Tanya Amel lagi.

__ADS_1


"Ohh kayak nya gak lama lagi" Amel mengangguk paham mendengar jawaban Alenna.


"Gimana sama Steven?" Alenna terdiam dan mulutnya rapat. Ia bingung harus menjawab apa. Mengingat hubungannya dengan Steven sedang tidak baik sekarang. Membuat Alenna tidak tahu harus berbuat seperti apa.


"Gue masih belum tau" Jawab Alenna jujur.


"Menurut gue lo harus cepet bertindak. Karna takutnya waktu lo udah gak sempet lagi" Usul Amel yang membuat Alenna lagi-lagi termenung.


Bener apa kata Amel, gue harus cepet bertindak. Gue harus ngelurusin semuanya, kalau gak bisa terlambat.


Batin Alenna.


🌺🌺🌺


"Kalian kenapa? Kok pucet gitu?" Tanya Amel kepada Angga dan Aldo yang baru saja selesai naik rollercoaster. Wajah mereka tampak pucat. Keduanya sama-sama diam tak seperti biasanya. Mereka terdiam. Alenna dan Amel menatap mereka bingung dan saling pandang.


"Kalian takut?" Tanya Alenna. Aldo dan Angga segera merubah ekspresi menjadi biasa saja sambil melambai-lambaikan tangan bahwa itu tidak benar.


"Takut? Ya kali!. Yang ada dia nih yang ketakutan" Ledek Aldo menyikut perut Angga. Angga berdecak kesal.


"Oh ya? Terus siapa tadi yang teriak teriak "Emak! Mau turun!" ?" Balas Angga mencontohkan cara bicara Aldo saat di wahana tadi.


"Siapa? Yang ada elo kali!. Udah deh gak usah ngeles. Kalau takut bilang takut" Sindir Aldo lagi. Alenna menggeleng pelan.


Kalau gini mah gak bakal kelar kelar...


Batin Alenna.


"Udah-udah!. Mending kita main ke rumah hantu" Ajak Alenna menghentikan Aldo dan Angga yang siap memperpanjang masalah. Mereka menatap Alenna dengan tatapan aneh. Apalagi Amel yang seolah berkata 'Alenna jangan main main!' lewat tatapan matanya.


"Ayolah! Siapa takut?" Setuju Angga bersemangat.


"Kayaknya bakalan ada yang kencing di celana nih... " Sindir Aldo diam diam melirik Angga.


"Kayaknya yang ngomong deh" Balas Angga sambil beradu tatapan dengan Aldo.


"Woy! Lo mau kemana?!" Panggil Steven yang baru saja datang. Aldo dan Angga menoleh sejenak.


"Berburu hantu" Jawab mereka bersamaan setelah itu lanjut pergi.


Steven menyusul Angga dan Aldo sambil berlari. Alenna hendak menyusul, tapi tangan di tahan oleh Amel.


"Len" Ucap Amel. Seolah tau apa yang akan di katakan Amel, Alenna segera menjawab.


"Tenang Mel. Gue bakalan baik baik aja kok. Kan kita dulu sering ke rumah hantu. Lo tau sendiri, mana ada gue takut sama setan-setanan" Jelas Alenna agar Amel percaya. Melihat Amel masih memberikan tatapan ragu, Alenna menambahkan nya.


"Percuma dong gue kesini kalau gak ngapa-ngapain" Alenna memanyunkan bibirnya seolah ia tengah sedih. Amel tersenyum lalu merangkul Alenna menuju wahana rumah hantu.


🌺🌺🌺


Amel menutup mata dan berteriak beberapa kali sambil tangannya terus memeluk lengan Alenna.


"Aduh Len... Serem" Takut Amel bersembunyi di lengan Alenna.


"Udah gak usah takut. Ini cuma setan boongan, aslinya manusia" Entah sudah keberapa kali Alenna bilang seperti ini. Tapi Amel tetap saja takut.


"Tapikan tetep nyeremin" Ucap Amel lagi. Alenna terkekeh pelan. Dulu Alenna, Angga, dan Amel sering kerumah hantu tapi ujung-ujungnya Angga dan Amel memilih untuk keluar terlebih dahulu dan meninggalkan Alenna yang masih sibuk mencari mereka di rumah hantu. Alhasil Alenna marah pada mereka karna meninggalkan nya.


Dari dulu hingga sekarang, Alenna tidak pernah menjerit ataupun histeris karna takut, tidak pernah.


Karna itulah ia bersikap santai saat memasuki wahana ini.


Dilihat Aldo dan Angga sama-sama berpegangan. Ingat hanya berpegangan, tidak lebih. Mereka sama-sama takut tapi tak ingin menunjukkan nya. Karna itu mereka memilih untuk menunjukkan bahwa mereka berani dan tidak takut. Padahal Amel dan Alenna tahu betul kalau Aldo dan Angga sama takutnya.


Steven? Pria itu bersikap biasa saja dan bahkan dia yang memimpin jalan pertama. Mereka hanya di lengkapi dengan satu senter yang di pegang oleh Steven.


Rumah hantu ini lumayan luas, kalau tidak hati hati mereka akan terjebak dan berpencar. Karna itu jangan sampai ada yang mencar dari rombongan.


"AKKKHHHHH" Teriak Amel takut saat hantu kepala buntung ada di tepat samping kirinya. Refleks karna takut, Amel berlari duluan entah kemana diikuti Angga yang ikut berlari karna terkejut mendengar Amel berteriak.

__ADS_1


"Amel! Amel!" Panggil Alenna yang sudah tidak melihat Amel lagi.


"Steven! Kejar Amel! Nanti dia nyasar!" Pinta Alenna pada Steven yang berada di depannya. Steven berhenti berjalan dan menyenter wajah Alenna. Ia terkejut karna Alenna tidak takut sama sekali di sini, padahal di belakangnya jelas-jelas ada hantu hantuan.


"Terus kamu sama Aldo gimana?" Tanya Steven heran.


"Gapapa. Udah mending buru kejar Amel!" Pinta Amel terburu. Ia takut Amel semakin ketakutan karna tidak ada penerangan. Steven mengangguk pelan lalu menatap Aldo yang berada di belakangnya. Wajah Aldo sudah sangat pucat karna sedaritadi ada saja hantu yang muncul.


"Aldo, gue titip Alenna. Gue cari Amel dulu" Aldo mengangguk kaku. Setelah itu Steven pergi dengan senter yang dia pegang. Hilanglah penerangan satu satunya.


Aldo menghampiri Alenna perlahan.


"Alenna lo jangan kemana-mana. Takut nih gue" Bisik Aldo saat sudah berada di samping Alenna.


"Iya tenang" Ucap Alenna.


Cling!


Alenna menyalakan senter handphonenya. Seketika semua terlihat jelas. Aldo terkejut saat Alenna menyalakan senter. Padahal tadi tidak di izinkan untuk membawa penerangan apapun selain yang di berikan oleh petugas rumah hantu. Seperti senter yang di berikan kepada Steven.


"Kok lo bisa bawa HP?" Tanya Aldo yang heran.


"Gue gak mau ngambil resiko nyasar disini" Ucap Alenna santai lalu perlahan berjalan sambil terus mencari jalan keluar.


"Wis mantep mantep" Puji Aldo sambil mengikuti Alenna dari belakang. Pria itu bersembunyi di belakang Alenna karna takut terkejut saat tiba-tiba ada hantu yang muncul.


Dan benar, sosok hantu yang sangat seram menurut Aldo muncul tepat di wajah Alenna dengan seringaian mengerikan. Alenna ingin sekali melayangkan pukulan di whaha hantu itu, tapi mengingat ia akan di denda atau di hukum, Alenna hanya diam saja sambil menatap tajam kedua mata hantu tersebut.


Aldo yang melihat itu tadi nya takut, tapi setelah melihat Alenna berani bahkan sampai membuat hantu itu pergi dari hadapannya, Aldo menjadi salah tingkah.


Mana harga diri lo sebagai cowok!. Alenna aja gak takut, masa lo takut!.


Batin Aldo yang merasa malu.


"Lo gak takut sama sekali Len?" Tanya Aldo kepada Alenna. Alenna menggeleng pelan.


Lagi-lagi Aldo berdecak kagum pada Alenna.


Tanpa sepengetahuan mereka, di belakang Aldo dan Alenna ada dua orang berpakaian serba hitam tengah mengikuti mereka sambil membawa balok kayu di masing-masing tangan mereka.


"Nah, itu dia pintu keluarnya" Seru Alenna menemukan pintu keluar. Ia berbalik menghadap Aldo yang sudah sumringah melihat cahaya yang terpancar dari pintu keluar.


"Kenapa lo Len?" Tanya Aldo yang bingung melihat Alenna melotot.


"Ayo kita harus cepet keluar" Alenna menarik tangan Aldo agar secepat mungkin keluar.


Perasaan gue kok gak enak gini yah?. Mereka kayaknya bukan setan-setanan deh.


Batin Alenna merasa ada yang janggal.


Ayo sebentar lagi mereka sampai, Alenna menoleh kebelakang sebentar memastikan apakah kedua sosok itu telah pergi. Tapi ternyata belum. Alenna kembali berjalan secepat mungkin.


Alenna kenapa sih?. katanya gak takut, tapi kok mukanya pucet ya?. aneh...


batin Aldo yang heran dengan perubahan wajah Alenna yang sekarang menjadi pucat pasih.


semoga gak terjadi apa apa.


batin Alenna berdoa.


Tapi sepertinya Tuhan berkehendak lain saat ini.


**Bugh!


Bugh**!


Alenna dan Aldo terjatuh ke lantai karna kedua sosok tersebut memukul kepala mereka dengan balok kayu yang mereka bawa. Alenna dan Aldo tak sadarkan diri.


🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2