BROKEN

BROKEN
sadar


__ADS_3

Menarik... Dia terus menghindar.


Batin Adamson, sang polisi.


🌺🌺🌺


Alenna terus berjalan tanpa menoleh kebelakang berharap polisi itu sudah pergi. Sungguh Alenna malu karna dirinya terlihat seperti sedang di kejar-kejar polisi. Walaupun memang nyatanya dia di kejar seorang polisi, Adamson.


Alenna menghela napas saat sudah berada di depan rumah sakit. Tanpa pikir panjang, Alenna segera masuk kedalam rumah sakit tersebut dan menuju kamar Kenzo.


Tadi Alenna sempat menoleh kebelakang, untungnya orang itu tidak mengikutinya sampai sini. Baguslah...


Alenna masuk ke kamar Kenzo dan ternyata pria itu masih menutup mata dan belum sadar. Alenna duduk di kursi dekat ranjang Kenzo.


Kejadian yang barusan terjadi malah terputar di kepalanya. Akhirnya hati Alenna kembali sakit dan air mata pun tumpah.


"Ken..." Panggil Alenna lirih. Alenna memperhatikan wajah Kenzo. Tak di pungkiri, pria yang sedang tertidur ini sangat lah tampan dan mempunyai saya tarik tersendiri. Alenna tak bisa berbohong soal itu.


"Ken, bangun dong. Katanya mau ke Amerika, tapi lo nya malah tidur. Bangun dong, sekarang aja yuk kita pergi. Gue udah gak tahan disini" Monolog Alenna seolah-olah Kenzo mendengar nya. Ingat, Alenna memang seperti itu. Dia menganggap orang yang sedang tak sadarkan mampu mendengarnya.


Alenna kembali menangis entah apa yang ia tangisi, Alenna sendiri tidak tau.


"Gue mau semuanya cepet selesai. Gue capek kayak gini mulu. Gue takut orang yang ada di deket gue malah makin menderita karna gue. Termasuk lo, ken" Kata Alenna masih dengan derai mata.


Tangan Alenna tergerak mengusap rambut coklat milik Kenzo dengan lembut. Entah kenapa, perasaan Alenna mulai membaik sekarang hanya karna menyentuh kepala Kenzo. Ada 1 kalimat, 3 kata, dan 1 makna yang membara di hati Alenna. Dan ia baru sadar sekarang...


Tapi ia masih ragu dengan perasaan nya, terlebih dia baru saja putus hubungan dari Steven. Lagi anehnya dia tidak merasakan sakit yang amat sangat parah karna putus hubungan. Mungkin karna ia sudah terbiasa dan nyaman dengan Kenzo yang selalu ada di sisi nya.


"Gue gak tau ini pasti apa enggak. Tapi ken" Alenna berhenti sebentar lalu kembali melanjutkan ucapannya.


"Gue rasa, gue cinta sama lo" Ya, kata itulah yang terus mempengaruhi pikiran Alenna. Gadis itu terdiam setelah menyatakan perasaannya secara blak-blakan.


Ya, gue rasa gue udah cinta sama lo. Tuan Kenzo Zerral Agantra.


Batin Alenna.


Ada perasaan lega di hatinya setelah mengucapkan ini. Mungkin perasaan itu sudah lama muncul, tapi Alenna tidak menyadarinya.


"Lo denger gue kan?. Kalau gak denger ya udah" Ucap Alenna lagi.


"Permisi" Alenna menoleh ke arah sumber suara. Ternyata ada seorang suster di depan pintu sambil membawa nampan makanan.


Alenna mengerutkan alis.


"Ya, sus. Ada apa ya?" Tanya Alenna melihat nampan makanan tersebut.


"Ini untuk tuan Kenzo, dia harus makan. Karna perutnya belum terisi sedari pagi" Alenna kembali dibuat bingung.


"Lah... Dia kan belum sadar" Kata Alenna heran. Suster itu tersenyum lalu memberikan nampan tersebut kepada Alenna dan Alenna menerimanya dengan wajah kebingungan.


"Dia sudah sadar. Tolong berikan dia makanan, saya permisi" Suster tersebut pergi sedangkan Alenna terdiam sebentar.


Kenzo? Udah sadar?.

__ADS_1


Batin Alenna. Ia segera menoleh kearah Kenzo yang masih menutup mata. Alenna memperhatikan wajah itu dengan penuh selidik. Lalu tersenyum jahil.


"Ya ampun... Susternya **** apa gimana sih?. Masa Orang belum sadar malah di kasih makan, daripada mubazir. Mending kasih makan kucing" Usil Alenna berpura-pura bangkit dari duduknya sambil membawa nampan tersebut.


Baru ia ingin melangkah, tapi pergelangan tanganya sudah di tahan oleh seseorang. Alenna tersenyum diam diam karna sudah tau siapa pelakunya.


"Itu punya saya, jangan di kasih kucing" Senyum Alenna tambah merekah saat berhasil menjahili Kenzo. Alenna berbalik melihat Kenzo yang sedang tersenyum lebar padanya.


"Ohhh udah bangun ternyata. Kirain belum bangun, maka nya pengen gue kasih nih makanan ke kucing" Ujar Alenna.


"Jangan, sini makanannya" Kenzo merebut begitu saja nampan tersebut dari tangan Alenna dan kemudian Alenna kembali duduk di kursi tadi.


"Lagian udah bangun, tapi pura-pura belum bangun" Sindir Alenna membuat Kenzo terkekeh. Alenna melihat Kenzo yang hanya diam padahal sudah seharusnya pria itu makan. Tapi dia hanya diam.


"Katanya mau makan. Tapi malah diem" Sindir Alenna. Kenzo menoleh kearah Alenna.


"Suapin" Kata Kenzo dengan nada manja. Alenna mengangkat sebelah alisnya.


What the hell... Sejak kapan nih cowok jadi lebay??.


Batin Alenna.


"Punya tangan. Makanlah sendiri" Tolak Alenna.


"Gak bisa, saya kan lagi sakit" Alasan Kenzo membuat Alenna memutar bola mata malas.


"Yang kena tembak tuh perut, bukan tangan. Jadi masih bisa makan. Udah buru makan, jan manja" Ketus Alenna membuat Alenna terkekeh lalu memakan makanan nya dengan tangan sendiri.


Nah... Gitu kek.


Batin Alenna. Pipinya sekarang sudah memerah seperti kepiting rebus karna membayangkan Kenzo mendengar ucapannya tadi.


Kenzo tersadar dengan Alenna yang salah tingkah dan pipinya memerah. Kenzo melihat Alenna heran.


"Kamu kenapa?. Kok salah tingkah gitu?, Terus itu pipi kenapa merah?, Ada yang nampar" Tanya Kenzo berturut-turut dengan muka polos.


Duh... Kepergok kan. Anaknya siapa sih nih? Sok polos banget.


Batin Alenna.


Alenna segera menetralkan ekspresi nya menjadi terlihat biasa saja dan tenang. Padahal tidak setenang itu.


"Enggak kok. Siapa juga yang salah tingkah" Bantah Alenna berbohong. Kenzo masih menatap Alenna dengan sorot mata mencari tahu.


"Beneran tadi pipi kamu merah. Kamu kenapa? Bilang aja sama saya"


Nih orang kenapa sih...


Batin Alenna risih karna tatapan Kenzo yang membuatnya tambah salah tingkah.


"Apasih... Udah sana makan. Ngomong mulu dari kemaren" Ucap Alenna lalu mengalihkan pandangannya kearah lain. Kenzo lanjut makan dengan kekehan.


Kemarin kan saya kena tembak dan gak sadarkan diri. Gimana caranya saya ngomong?. Gadis ini benar-benar...

__ADS_1


Batin Kenzo tersenyum geli melihat tingkah Alenna.


"Hari ini saya mau pulang dari rumah sakit" Alenna melongo menatap Kenzo.


"Mana bisa gitu!. Lo baru sadar..." Bantah Alenna. Yang benar saja, itukan luka tembak dan masih butuh perawatan untuk pemulihan.


"Tidak. Saya bisa bawa dokter nya kerumah"


terserah lo aja dah... Mentang-mentang banyak duit. Jadi orang seenaknya.


Batin Alenna.


"Iyadah. Sejaya lo aja" Ucap Alenna. Kenzo mengangguk.


Tak lama, Kenzo sudah selesai makan dan Alenna memberikannya minum. Kenzo menatap Alenna dengan tatapan yang sulit diartikan. Alenna juga balik menatap mata Kenzo.


"Kenapa?" Tanya Alenna yang melihat Kenzo terus menatap kearah nya.


"Kamu sangat perhatian. Cocok jadi istri saya"


Blusshhh...


Pipi Alenna kembali merah. Ia segera mengalihkan pandangannya ke arah lain lagi.


Aduh... Stop bikin gue salting!.


Batin Alenna.


Kenzo tersenyum kemenangan karna berhasil menggoda Alenna.


Tiba-tiba ia teringat ucapan Alenna tadi.


"Ken, bangun dong. Katanya mau ke Amerika, tapi lo nya malah tidur. Bangun dong, sekarang aja yuk kita pergi. Gue udah gak tahan disini"


"Gue mau semuanya cepet selesai. Gue capek kayak gini mulu. Gue takut orang yang ada di deket gue malah makin menderita karna gue. Termasuk lo, ken"


"Gue gak tau ini pasti apa enggak. Tapi ken"


"Gue rasa, gue mencintai lo"


Ya, Kenzo mendengar semuanya yang Alenna ucapkan tadi. Ia sadar betul kemana arah ucapan Alenna. Seulas senyum muncul di wajahnya yang tampan.


Akhirnya... Kamu sadar juga kalau kamu cinta sama saya. Setelah ini, saya gak akan pernah menyerah dan saya agak akan pernah ngelepasin kamu. Alenna...


Batin Kenzo tersenyum.


Tak sadar kenzo, Alenna melihat Kenzo yang tengah tersenyum sendiri. Alenna bergidik ngeri.


Idih... Nih orang kenapa? Senyum-senyum sendiri. Ih creepy.


Batin Alenna heran melihat Kenzo yang asik tersenyum sendiri.


🌺🌺🌺

__ADS_1


SHARE CERITA INI KE TEMAN-TEMAN KALIAN YA😍😘😍😘


VOTE DAN COMMENT NYA PLEASEEE πŸ™


__ADS_2