BROKEN

BROKEN
sasaran empuk


__ADS_3

"Tuh liat" Suruh Amel melihat ke bawah lapangan. Kini mereka berada di Koridor dekat kelas Alenna.


Alenna mengikuti arah pandangan Amel dan melihat sesuatu di sana.


"Itu Kenzo kan?"


🍁🍁🍁


Benar itu adalah Kenzo yang tengah berada di tempat parkiran yang dekat dengan lapangan. Sepertinya mereka sudah dari tadi sampai ketimbang dirinya. Alenia tadi sempat berpapasan dengan kenzo dan Sarah, namun ia segera pergi menuju kelas dan tidak say hello kepada mereka. itu sudah jelas karna melihat wajah Sarah saja ia sudah benar-benar muak.


"Iya, kenapa emangnya?" Tanya Alenna santai dan menatap Amel.


"Lo gak mau ketemu sama dia?" Tanya Amel balik. Alenna menggeleng cepat.


"Ngapain ketemu dia, orang dia aja lagi sama Sarah" Kata Alenna yang diangguki oleh Amel.


"Tapi emangnya lo beneran gak ada rasa cemburu gitu ngeliat Sarah sama Kenzo berduaan?" Tanya Amel lagi, Alenna merasa sedang di interogasi oleh polisi. Alenna terdiam. Namun beberapa saat kemudian, dia tertawa garing. Amel menatap nya bingung.


"Cemburu lo bilang? Hahaha yang bener aja. Ya enggak lah!" Tangkis Alenna masih dengan kekehan nya.


Nih anak malah cengengesan, emang ada yang lucu ya?.


Batin Amel bingung, apa yang membuat Alenna tertawa. Padahal Amel menanyakan soal ini serius...


"Gue nanya serius len" Amel menatap tajam sahabatnya itu. Alenna pun diam karna melihat tatapan Amel yang seolah tak percaya dengan jawabannya.


"Kenapa lo nanya ini? Emang penting ya?" Tanya Alenna lagi.


"Penting" Jawab Amel yakin. Alenna menaikkan sebelah alisnya.


"Penting dari mana coba?. Udah ah, gue mau ke kelas" Alenna pergi meninggalkan Amel yang masih terdiam.


Alenna, gue kok gak percaya ya sama jawaban lo?.


Batin Amel masih menatap punggung Alenna yang mulai menjauh.


Ia pun mengambil handphone dari sakunya dan mengetik nomer seseorang untuk di telpon.


Setelah tersambung, Amel mendekat kan benda pipih itu di telinga.


"Hallo Mel, napa?"


"Kak lo bisa Temuin gue nanti di deket gudang sekolah gak?"


"Deket gudang? Mau ngapain?"

__ADS_1


"Ada yang mau gue omongin ke lo"


"Oke"


"Ok sip thanks"


"Yo"


Amel memutuskan sambungan telepon nya dan berjalan menuju kelas sambil kembali memasukkan benda pipih itu kedalam saku baju.


🍁🍁🍁


"Lo tau gak sih len? Tadi malem tuh seru banget. Pestanya rame, yakan?" Kata Amel dengan berbinar binar mengingat pesta semalam.


Alenna hanya menanggapi dengan anggukan sesekali dan senyum. Namun sebenarnya ia tidak tahu betul apa yang dibicarakan Amel.


"Eh terus ya, gue tuh di ajak dansa sama Aldo. aduh... Romantis banget. Jadi baper... " Lanjut Amel bercerita. Alenna hanya diam, ia melamun, tidak fokus, dan itu karna perkataan Amel tadi pagi.


Tapi emangnya lo beneran gak ada rasa cemburu gitu, ngeliat Sarah sama Kenzo berduaan?.


Cemburu lo bilang? Hahhaha yang bener aja. Ya enggak lah!


Gue nanya serius len


Kenapa lo nanya ini, emang penting ya?


Plak!.


"Aduhhhh sakit ****!"


Rintis Alenna memegang pipinya yang di tampar oleh Amel. Mata Amel menajam melihat Alenna.


"Dari tadi gue ajak ngobrol malah bengong. Bengongin apaan sih lo?" Kata Amel kesal karna sedari tadi Alenna tidak menggubris nya,Β  melainkan malah melamun.


"Eh enggak kok. Siapa juga yang bengong" Bohong Alenna.


"Alesan aja lo!"


Ting!


Bunyi pesan masuk membuat Alenna mengecek handphone nya, begitu juga dengan Amel dan itu ternyata bukan pesan yang berasal dari handphone Alenna. Melainkan dari handphone Amel.


Amel pun melihat pesan tersebut.


Kak Steven:

__ADS_1


Lo dimana? Gue udah dateng nih.


Melihat pesan tersebut Amel tiba-tiba bangkit dari duduknya. Alenna yang berada di samping nya pun mendongak bingung.


"Lo mau kemana?" Tanya Alenna.


"Hm itu gu-gue ada sedikit urusan. Lo nanti ke kelas duluan aja. Tar gua nyusul" Jawab Amel. Alenna hanya mengangguk pelan. Amel pun pergi meninggalkan Alenna yang sendirian di kantin.


"Abis nampar gue, pergi lagi tuh anak. Bangsawan sekali" Gumam Alenna.


"Aduh gila... Kok gue jadi mikirin omongan Amel tadi sih?"


Gumam Alenna lagi.


Beneran kan, gue gak mungkin cemburu. Iya, gak mungkin.


Batin Alenna menyakinkan perasaannya.


Karna bosan, ia pun beranjak dari kantin dan berjalan jalan di sekeliling sekolah. Mulai dari laboratorium, kelas musik, dan tempat lainnya. Tempat selanjutnya adalah, lapangan. Ya... Alenna ingin kesana.


Iapun berjalan menuju lapangan. Saat sampai disana, Alenna pun duduk di salah satu tempat yang telah di sediakan di pinggir lapangan. Alenna memperhatikan segerombolan orang yang telah melakukan olahraga basket.


Alenna memperhatikan dengan seksama orang-perorang. Sampai matanya bertemu dengan


"Owh jadi sekarang Sarah Olahraga" Kata Alenna. Ia tak berniat jahat, gadis itu hanya ingin menenangkan diri di sana. Tanpa Alenna sadari, Sarah juga melihat Alenna yang tengah duduk dekat lapangan.


Dekat dengan keberadaannya sekarang. Senyum licik terlihat di wajahnya.


Sasaran empuk


Alenna memejamkan matanya menikmati angin yang menerpa wajahnya dengan mengayunkan kaki.


Jujur sebenarnya Alenna tidak enak badan saat berangkat sekolah, tapi itu bukanlah masalah bagi Alenna.


Perlu di ketahui, Alenna berangkat lebih awal dari biasanya. Karna ia malah bertemu dengan keluarga bahagia dirumahnya, kalian pasti sudah tahu siapa. Di tambah, ia tak sanggup menatap mata Johan. Jangan lupakan bahwa ia juga muak melihat sepasang ibu dan anak itu di rumah nya.


Masih dengan posisi yang sama, Alenna berusaha menulikan telinganya dari kebisingan di lapangan. Ia butuh ketenangan.


"Alenna awas!"


Buk!


Alenna menutup hidungnya yang sangat sakit dan mengeluarkan darah, ditambah pusing karna terkena bola basket yang melayang ke wajahnya. Lebih tepatnya ke hidung. Darah terus mengalir bebas dari hidungnya. Alenna melihat siswa-siswi menghampirinya dengan pandangan yang kabur. Wajahnya pucat seperti mayat.


Sampai akhirnya, ia merasa bahwa ada seseorang yang menggendong nya pergi dari lapangan. Alenna tak tahu jelas siapa orang itu, tetapi di saat yang bersamaan pandangannya menjadi gelap gulita.

__ADS_1


🍁🍁🍁


__ADS_2