BROKEN

BROKEN
peringatan Kenzo


__ADS_3

"*Jangan sampe larut malam"


Kata Alenna.


"Siap tuan putri!" Alenna tersenyum. Steven pun ikut tersenyum saat melihat Alenna tersenyum lewat kaca spion*.


🍁🍁🍁


"Tenang Alenna... Rileks..." Ucap Alenna menghela pelan. Ia tengah berdiam diri di ambang pintu, perlahan langkahnya memasuki rumah yang sudah sehari, oh atau lebih tidak ia datangi.


"Hahahaha!! Papa bisa aja!"


Langkah Alenna terhenti saat mendengar suara gelak tawa Sarah yang tengah berada di ruang tamu, bersama 'keluarganya'.


Alenna tersenyum miris melihatnya. Sungguh, ia sangat menginginkan hal yang terjadi pada Sarah terjadi juga padanya. Sekarang ia sadar, bahwa ia iri dengan Sarah. Gadis itu mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya, berbanding terbalik dengannya.


Hei Alenna! Memangnya apa yang telah kau berikan kepada papa mu?


Terkadang Alenna merasa hanya menjadi benalu di keluarga ini.


Dia hanya bisa membuatnya sedih, khawatir, dan marah. Tak jarang juga Alenna berkata hal yang tidak pantas untuk di dengar.


Tapi percayalah, Alenna merindukan kehangatan di keluarganya... Sungguh.


Jika boleh meminta, Alenna hanya ingin keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang kepadanya. Bukan malah terpecah belah seperti ini.


Kenapa hanya Sarah?


Apa yang Sarah ingin kan darinya?


Kasih sayang, harta, dan cinta, bisa sangat ia dapatkan dengan mudah... Tapi kenapa ia masih membenci Alenna?.


Alenna diam mematung memperhatikan mereka yang membelakanginya. Mereka menonton TV dengan sofa panjang yang mengarah kesana. Tak sadar, air mata Alenna mengalir entah dari kapan. Segera ia menghapusnya dan melangkah menuju kamar.


"Alenna!" Panggil Johan saat sadar Alenna telah kembali. Alenna menghentikan langkahnya dan berbalik, melihat Johan yang berjalan menghampiri nya dengan raut wajah khawatir sekaligus lega.


Alenna hanya diam.


"Kamu dari mana aja nak?. Papa khawatir sama kamu" Ingin rasanya Alenna menangis mendengar kata dan nada 'khawatir' dari sang papa. Namun ingat, Alenna tidak mau membuat keadaan semakin kacau karna menangis tidak jelas seperti itu. Lebih baik ia tahan.


"Kamu kemana sayang?. Kamu gapapa kan?" Tanya Johan lagi.


Pah... Kalau bisa, terus khawatirin Alenna kayak gini pah.


Batin Alenna meronta.


Sarah dan karin hanya menyaksikan kejadian tersebut tanpa bersuara.


"Alenna baik baik aja. Jangan khawatir" Jawab Alenna datar. Seperti yang ia bilang pada Amel,ia tidak suka melihat orang lain khawatir. Namun karna Johan sangat jarang seperti ini, jadi ia merindukannya. Baiklah Anggap saja Alenna anak yang labil.


Johan segera memeluk anak gadisnya itu. Alenna memejamkan matanya merasakan kehangatan dari dekapan sang ayah. Namun ia tak membalas pelukan Johan.


Ia rindu... Sungguh. Kapan terakhir kali Alenna di peluk seperti ini oleh papanya? Alenna sendiri tidak ingat.


Alenna pun melepaskan pelukannya perlahan.Β 


"Alenna capek, mau tidur" Alenna berbalik dan berjalan masuk menuju kamar. Johan hanya memperhatikan anaknya sampai benar-benar masuk kedalam kamar.


Makasih pah... Makasih pelukannya. Alenna anggap, sebagai penyemangat dari papa.


Batin Alenna. Tangisnya pecah saat sudah masuk kedalam kamar.


Ia merosot di belakang pintu, laku memeluk kedua dengkul nya dan menangis terisak.


Gue mau keluarga gue yang dulu!. Tapi kenapa susah?!.


Kenapa lo gak ngungkapin semuanya aja?!. Kenapa?!. Lo bodoh Alenna, lo bodoh!!.


Alenna mengusap air matanya dengan kasar lalu berdiri dan berjalan menuju lemari baju miliknya. Diapun membuka lemari tersebut dan mengambil sesuatu didalamnya.


Kamera. Ya, kamera yang waktu itu pernah bi Ajeng jatuhkan. Tapi tidak sampai rusak.


Gadis itu duduk di sisi ranjang dan mulai mengutak-atik kamera nya sampai menampilkan sebuah Video disana.

__ADS_1


Terlihat ada dua perempuan tengah mengendap-endap di dekat sebuah mobil. Mereka tampak merencanakan sesuatu.


Perlahan, mereka mengutak-atik mobil tersebut, entahlah mereka sedang apa. Mereka melakukannya cukup lama. Sampah akhirnya selesai, mereka ber-high five ria. Lalu mereka pergi entah kemana.


Setelah itu, layar kamarnya kembali menjadi hitam.


Alenna mengeram pelan. Alenna tahu siapa mereka. Alenna sangat paham apa yang mereka lakukan. Namun ia baru menyadarinya sekarang. Karna dulu, ia masih kecil dan tidak tahu apa-apa dengan tindakan yang mereka lakukan. Jadi ia hanya, merekamnya saja.


Alenna sangat bersyukur... Iya dia sangat bersyukur mempunyai kamera ini. Semua barang bukti ada disini.


Bicara soal kamera, ini adalah pemberian Leski. Ya memang pemberian nya. Karna itulah banyak sekali kenangan Leksikon, David, dan Alenna sewaktu kecil.


Alenna terdiam, pikirannya kalut.


"Gak, Gue harus ngungkapin semuanya sekarang" Gumam Alenna berdiri dan melangkah menuju pintu. Namun tepat saat sudah memegang knop pintu, ia berhenti.


Alenna sayang.... Jangan gegabah


Biarkan saja, bersabarlah dulu


jika kamu mengungkapkan sekarang, semuanya bisa jadi bahaya


Tenanglah nak...


Alenna mengerutkan alis. Entah darimana suara itu datang. Alenna mendengar suara ibunya, Vinna.


Tapi kenapa bisa? Entah Alenna tidak tahu.


Perlahan, ia menarik tangannya dari knop pintu dan mengurungkan niatnya.


Ia menghembuskan napas gusar.


Sebenarnya ia bisa saja melakukannya sekarang, namun entah kenapa hatinya berasa...


Rasa khwatir tiba-tiba menghinggapi perasaan nya.


Ia pun kembali menuju lemari dan menaruh kamera tersebut disana, lalu menutupinya dengan beberapa baju. Setelah itu ia berbaring di kasur dan terlelap tidur. Ingatkan Alenna untuk mengganti baju dulu setelah pulang sekolah.


🍁🍁🍁


Ketukan jari seseorang membuat suasana semakin menegang.


Dua orang pria tengah duduk berhadapan tanpa berbicara sepatah kata pun. Cafe, disana lah mereka berada. Namun tempat tersebut tidak terlalu ramai.


"Ada apa?" Tanya pria satunya kepada pria di hadapannya dengan datar. Jarak Mereka dipisahkan dengan sebuah meja bundar yang berada di tengah-tengah.


"Kalau gak ada urusan, lebih baik saya pergi. Tunangan saya telah menunggu"


Pria itu bergegas ingin pergi dari sana.


"Apa maksud anda terus mengikuti Alenna?" Pertanyaan pria itu membuat pria yang ingin bergegas pergi jadi mengurungkan niatnya lalu menatap pria itu lagi.


"Siapa anda sampai bertanya hal seperti ini kepada saya?" Tanya pria itu, kembali duduk. Pria yang ditanya hanya memberikan smirk.


"Kenzo zerral Agantra dan kau siapa?"


Tanya lagi pria itu.


"Leksi"


Ada rasa terkejut di hati Kenzo saat tahu siapa orang yang ada di hadapannya ini.


Ia teringat perkataan Amel saat di rumah sakit.


"*Sejak saat itu Alenna gak punya siapa-siapa selain kakaknya David dan bang Leksi, sahabat bang David. Cuman sekarang kak David lagi kuliah di luar negeri. Jadi deh Alenna gak punya siapa-siapa lagi di rumahnya"


"Terus Leksi?"


"Dia gak tau kemana, terakhir ketemu. Di acara pesta keluarga nya Steven. Cuman kata Alenna sifatnya beda gitu, dan yang paling mengejutkan Leksi adalah tunangan kakak perempuan nya Steven*"


Ya, Kenzo ingat jelas Amel bilang begitu. Dengan cepat Kenzo dapat menangkap kenapa Leksi sering mengikuti Alenna. Namun, Kenzo masih penasaran. Ia butuh lebih banyak penjelasan.


"Ternyata anda Leksi"

__ADS_1


"Ya itu saya, kenapa?"


"Tidak, hanya saja... Kenapa kau berubah sikap kepada Alenna?"


"Saya tak perlu menjawab. Karna anda bukan lah siapa-siapa"


Jawab Leksi dingin.


"Saya calon suami nya Alenna. Saya tidak akan membiarkan Alenna di ikuti seperti ini terus tanpa ada alasan yang jelas" Kata Kenzo yang membuat Leksi menaikkan satu alisnya.


"Calon suami?. Tidak mungkin" Leksi tersenyum remeh. Kenzo mengerutkan alis.


"Apanya yang tidak mungkin, saya mencintai dia" Ucap Kenzo.


"Anda memang mencintai nya. Tapi apa Alenna juga mencintai anda?. Jadi Jangan terlalu berharap lebih" Tutur Leksi dengan mudah membuat Kenzo menggertakkan gigi. Rahangnya mengeras.


"Saya akan membuat Alenna mencintai saya. Dengan tulus" Kata Kenzo yakin.


"Terserah anda saja. Saya cuma mau bilang, kalau Alenna sudah mencintai orang lain"


"Siapa?" Tanya Kenzo menuntut.


Leksi tersenyum miring.


"Steven"


Rahang Kenzo mengeras seketika. Apa yang ia dengar sangat jelas. Steven. Ya itulah yang di katakan Leksi. Tangan kanan Kenzo mengepal. NamunΒ  ekspresi nya tetap datar.


"Mereka sudah resmi berpacaran hari ini" Lanjut Leksi. Hening.


"Jadi... Anda sudah kalah telak tuan Kenzo Zerral Agantra"


"Jadi lebih baik mundur"


Sepertinya Leksi sangat menikmati wajah datar Kenzo. Walau ia tahu, pasti Kenzo sangat marah sekaligus kaget.


"Ck, anda bukan Tuhan yang bisa membuat saya menyerah. Anda hanya masa lalu Alenna yang datang secara tiba-tiba" Kenzo berhenti sejenak.


"Dimana anda saat Alenna tersakiti? Anda mengaku anda abangnya Alenna, tapi dimana anda saat dia terpuruk?. Bahkan anda berubah sikap saat bertemu dengannya"


Tanya Kenzo sinis. Kini bergantian, Leksi terdiam.


"Tau dari mana anda masalah itu?"


"Itu tak penting. Yang penting sekarang adalah... "


"Jangan pernah berbuat macam-macam kepada Alenna!. Kalau sampai anda berbuat yang tidak-tidak, saya akan turun tangan. Ingat itu tuan Leksi"


Setelah mengancam, Kenzo bangkit dari duduknya dan keluar dari cafe dan pergi meninggalkan Leksi yang terdiam.


Beberapa saat, Leksi pun pergi dari cafe dan menghampiri Stephanie yang tengah khawatir menunggunya.


"Sayang! Kamu darimana sih? Lama banget!" Omel Stephanie kepada Leksi yang baru saja kembali. Leksi tersenyum tipis lalu mengelus kepala Stephanie.


"Maaf, tadi kan akau dari toilet" Bohong Leksi.


"Lama banget"


"Ya maap"


"Yodah, lanjut ke toko di sana yuk!" Ajak Stephanie menarik lengan Leksi. Tanpa basa-basi, Leksi pun mengikuti Stephanie. Namun sebenarnya, pikirannya sangat tidak fokus. Yah terlepas pembicaraan nya dengan sang pengusaha muda tersebut. Jangan tanya kenapa Leksi tau, tentu saja. Siapa yang tidak kenal orang yang bermarga Agantra tersebut. Ya walaupun Leksi tak pernah liat langsung, baru kali ini.


Satu hal yang Leksi tangkap dari obrolan nya tadi adalah...


Ternyata anda mengawasi saya tuan kenzo~Leksi


Jadi kamu sudah punya pacar Alenna. Baiklah, lihat... Apa yang bisa saya lakukan~Kenzo


Aduh...bangun bangun Kok kuping gue panas sih?~Alenna


Gue kok curiga ya?~Stephanie


🌺🌺🌺

__ADS_1


Β Hai guys, Voment novel ini. kasih support kalian dengan memberikan vote. terima kasih, πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


~i purple you


__ADS_2