BROKEN

BROKEN
club


__ADS_3

Dengan satu tarikan napas Alenna menjawab.


"Oke, Alenna bakalan ikut abang ke Amerika"


🌺🌺🌺


Alenna mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menetralkan penglihatannya. Sepertinya ia tertidur tadi setelah percakapannya dengan David. Sekarang ia sudah berada di ranjang miliknya, siapa lagi jika bukan David yang menggendongnya ke ranjang.


Alenna melirik alarm di sebelahnya. Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Artinya Alenna harus bersiap-siap sekarang. Jika kalian bertanya untuk apa Alenna bersiap-siap? Tentu saja Alenna tidak ingin menyia-nyiakan waktu untuk bertemu Steven dan menjelaskan semuanya.


Ia pun berlarian menuju kamar mandi. Tak butuh waktu lama, Alenna sudah siap untuk bertemu Steven. Pakaian yang ia kenakan nampak sederhana dan tidak terlalu mencolok seperti biasanya.


Alenna mengambil handphone diatas laci lalu mencoba menelpon seseorang. Pada dering kedua, telepon tersebut sudah di angkat.


"Hallo kak Stephanie"


"Eh Alenna. Kenapa len?"


"Steven udah boleh pulang ke rumah belum ya?"


"Udah pulang ke rumah kok Steven. Kenapa emangnya?"


"Alenna mau ketemu"


"Ohhh tapi Steven langsung pergi ke luar rumah, gak tau kemana"


Alenna mengerutkan alisnya bingung.


"Oh gitu ya kak"


"Nanti kalau dia udah pulang kakak bilangin deh"


"Iya kak, makasih kak"


"Iya sama-sama"


Sambungan telepon terputus. Alenna nampak berpikir sejenak.


"Steven kemana? Dia kan baru sembuh... Nanti kalau kenapa-kenapa gimana?" Monolog Alenna sambil menggenggam ponsel di tangannya.


Tok! Tok! Tok!


Alenna segera berjalan menuju pintu dan membukannya. Nampak lah Johan di balik pintu lalu memberikannya senyum manis.


"Kenapa pah?" Tanya Alenna lembut. Johan sempat tersentak saat mendengar suara Alenna yang lebih halus dan tidak ketus seperti biasanya. Setelah itu, Johan mengelus rambut Alenna lembut. Bukan hanya Johan yang tersentak, Alenna juga sama tersentak nya saat Johan mengelus kepalanya. Ia sangat merindukan ini.


"Kamu sudah di tunggu di bawah" Ucap Johan masih dengan senyum yang tak pudar.


"Di tunggu? Siapa?" Tanya Alenna.


"Kalau kamu turun. Kamu pasti tahu siapa orangnya" Alenna semakin penasaran. Johan pergi dan Alenna mengikutinya dari belakang.


Sampailah ia di tangga terakhir, matanya langsung menangkap ada Kenzo dan Leksi di ruang tamu. Alenna semakin bingung karna kehadiran mereka. Ia melangkah mendekati Leksi dan Kenzo yang duduk di sofa, bersebelahan.


"Ekhem... Kalian?" Ucap Alenna. Mereka semua menengok kearah Alenna dan berdiri. Alenna menatap keduanya bergantian.


"Kalian mau apa kesini?" Tanya Alenna hati hati. Mereka terdiam sebentar, lalu Kenzo dan Leksi saling tatap.


Kenzo melangkah mendekati Alenna. Tanpa Alenna duga, Kenzo menarik tangan Alenna tiba-tiba dan membawanya berjalan keluar rumah, di ikuti dengan Leksi yang berada di belakang Alenna.


"Eh mau bawa gue kemana?" Tanya Alenna bingung. Ia berusaha menahan, tapi apalah daya. Tenaganya lebih kecil dari Kenzo.


Hingga akhirnya ia disuruh Kenzo masuk kedalam mobil.


Posisinya adalah, Kenzo berada di samping Alenna dan duduk di kursi penumpang, sedangkan Leksi duduk di kursi kemudi. Mobil pun melaju entah kemana, Alenna tidak tahu.

__ADS_1


"Kita mau kemana?"


Tak ada yang menjawab. Alenna menggerutu kesal.


Ini sih namanya terjebak di antara dua es batu.


Batin Alenna. Mengingat sikap Kenzo yang dingin dan Leksi yang juga tak jauh berbeda.


"Kalian gak niat nyulik gue kan?" Tanya Alenna lagi. Tapi tidak ada yang jawab. Kenzo masih menatap jalanan dari kaca mobil dan Leksi masih fokus menyetir.


Alenna melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap kesal keluar kaca mobil di sebelah nya.


Tak sepengetahuan Alenna, Kenzo dan Leksi mencuri curi pandang kearahnya. Karna tiba-tiba saja Alenna berhenti mengoceh dan bertanya.


"Apa liat liat?!" Ketus Alenna yang ternyata sadar bahwa ia sedang di perhatikan. Segera Kenzo dan Leksi mengalihkan matanya ke arah lain.


"Kamu ingin bertemu Steven dan memperbaiki semuanya kan?" Tanya Kenzo tiba-tiba. Alenna menoleh kearah Kenzo.


Kok Kenzo tau?


Batin Alenna menatap Kenzo curiga.


"Kok lo tau?" Tanya Alenna penuh selidik.


"Kami akan bantu" Saut Leksi yang sedaritadi diam. Alenna berpikir sejenak. Beberapa saat kemudian Alenna mengerti apa yang mereka maksud.


"Be-beneran?" Tanya Alenna mencoba memastikan.


"Iya" Jawab mereka berbarengan. Alenna tersenyum senang mendegar ada yang ingin membantunya. Lagi pula jika di pikir-pikir, penyebab Alenna dan Steven bertengkar kan juga ada sangkut pautnya dengan Leksi dan Kenzo. Jadi sepertinya akan sangat membantu mendapatkan bantuan dari mereka.


"Makasih banyak" Alenna memberikan senyum paling manisnya kepada mereka berdua.


Kenzo yang melihat senyum Alenna yang sangat manis di matanya, membuat hatinya menghangat dan ikut tersenyum tipis, walaupun tidak ia tunjukkan. Sedangkan Leksi, hatinya tak jauh berbeda dengan yang Kenzo rasakan, ia sangat senang melihat Alenna tersenyum manis lagi. Senyum yang membuat siapa saja akan luluh dan membuat pria mana saja berani bunuh-bunuhan untuk mendapatkan nya.


Keadaan kembali hening, Alenna kembali menatap jalanan lewat kaca mobil dengan senyum yang tak pudar.


~Leksi


Menyerah? Tidak saya tidak menyerah. Saya hanya belajar untuk mengikhlaskan kamu dengan Steven, walaupun saya harus mengorbankan perasaan saya, tak masalah asalkan kamu bahagia. Saya hanya ingin lihat apakah dia bisa membahagiakan kamu atau sebaliknya. Jika nyatanya dia menyakiti kamu bahkan membuat kamu menangis, saya bersumpah bahwa saya tidak akan membiarkan kamu kembali lagi padanya. Bagaimanapun juga.


~Kenzo


🌺🌺🌺


"Kita sudah sampai" Ucap Leksi lalu keluar dari mobil. Jangan berpikir bahwa Kenzo akan membukakan pintu untuk Alenna, tentu saja Alenna menolak. Ia bukan seorang ratu/putri/bahkan tidak mempunyai tangan sampai tidak bisa membuka pintu mobil sendiri.


Alenna dan Kenzo keluar secara bersamaan.


Saat Alenna turun dari mobil dan melihat tempat di sekitarnya. Ia terkejut karna mereka berada di tempat yang bisa dibilang, tempatnya para pemabuk.


"Kok kita kesini?" Tanya Alenna bingung.


"Memang di sini tempatnya" Jawab Leksi yang berada di samping kanan Alenna.


"Kenapa?" Tanya Kenzo yang berada di samping kiri Alenna.


"Katanya kita mua ketemu Steven kan? Tapi emangnya Steven ada disini?" tanya Alenna memastikan.


Gak mungkin Steven ke tempat kayak gini. Apalagi sampai melakukan hal yang tidak-tidak disini.


Batin Alenna menepis pemikiran seperti itu.


"Mangkannya, kita pastiin sama-sama" Ucap Leksi.


Mau tak mau Alenna menurut untuk memastikan nya.

__ADS_1


Mereka pun masuk kedalam, masih dengan posisi yang sama dimana Alenna berada di tengah-tengah dan ke dua pria itu berada di masing-masing sisi Alenna.


Suara musik berdentum kencang, bau alkohol sangat menyengat di indra penciuman Alenna, dan tentunya banyak sekali orang yang bersuka ria di dalam sana. Saat mereka memasuki club tersebut, tak sedikit pasang mata yang memperhatikan Alenna, Leksi, dan Kenzo. Terutama kaum hawa yang terpesona dengan ketampanan pria yang bersama Alenna saat ini, terlihat jelas dari sorot matanya. Namun Leksi dan Kenzo seakan 'bodo amat' dengan mereka semua dan fokus berjalan.


Alenna menutup hidungnya saat bau alkohol menyebar kemana-mana. Kenzo yang sadar, segera mengeluarkan sapu tangan dari sakunya dan memberikannya kepada Alenna. Dengan senang hati Alenna menerima dan segera menutup hidupnya dengan sapu tangan tersebut.


Kenzo tersenyum tipis melihat Alenna yang tidak terbiasa dengan tempat seperti ini.


Dugaan ku tepat sasaran, gadis ini pasti tidak suka tempat seperti ini. Kau memang tidak salah memilih Kenzo.


Batin Kenzo.


"Hey manis..." Panggil seseorang di belakang Alenna. Tadinya Alenna tidak peduli namun tangannya di tarik orang yang tadi memanggilnya di belakang. Otomatis ia berbalik dan melihat seorang pria yang tengah mabuk menatapnya instens.


Alenna mencoba melepaskan tangannya dari pria itu, namun sulit.


Kenzo dan Leksi hanya diam memperhatikan. Sebenarnya Leksi tak sabar ingin menghajar orang itu, namun Kenzo menahan bahu Leksi agar tidak langsung bertindak ceroboh.


"Dia mabuk" Ucap Kenzo memberitahu Leksi agar Leksi mengerti.


"Lepas!" Desis Alenna menarik tangannya.


"Ayolah manis, kita bersenang-senang" Ucap pria mabuk itu. Mulutnya sangat bau alkohol. Alenna terus meronta. Bahkan sekarang mereka menjadi pusat perhatian.


"Lepaskan tangan kotor mu darinya!" Ucap Kenzo memberikan suara dingin dan tatapan tajam kepada si pemabuk.


"Siapa lo? Berani-beraninya nyuruh-nyuruh gue!" Sombong orang tersebut menantang Kenzo. Tapi tak melepas cekatan tangannya pada Alenna.


"Saya bilang lepas!" Tekan Kenzo sekali lagi. Tapi orang tersebut justru menarik Alenna dan menggenggam tangannya sampai pergelangan tangan Alenna merah.


"Akh" Rintis Alenna kesakitan karna tangannya yang di cekal terlalu kuat.


**Buagh!


Buagh!


Buagh**!


Kenzo menghajar pemabuk tersebut sampai jatuh ke lantai dan menimbulkan kericuhan. Jangan lupakan darah yang keluar dari wajahnya. Untunglah tangan Alenna berhasil lepas dari pria mabuk itu, segera Leksi menarik Alenna dan memeluknya. Alenna tidak menangis, ia hanya sedikit terkejut.


Leksi menenangkannya.


Mereka semua menyaksikan bagaimana Kenzo menghajar pemabuk tersebut, karna kasihan melihat pemabuk yang sudah babak belur, Alenna menghentikannya.


"Ken, udah" Alenna menarik lengan Kenzo. Akhirnya Kenzo berhenti lalu melontarkan tatapan tajam kepada pemabuk tersebut.


"Brengsek!" Kesal Kenzo kepada pemabuk itu yang sudah tidak berdaya di lantai. Tak ada yang berniat membantunya karna takut dengan keganasan Kenzo.


Setelah itu Kenzo berbalik menghadap Alenna dan memeriksa tangannya.


"Kamu gapapa? Sakit?" Tanya Kenzo tulus. Masih dengan napas yang memburu. Alenna menggeleng pelan.


"Enggak kok gapapa. Udah yuk" Ucap Alenna berjalan menarik tangan Kenzo. Meraka pun melanjutkan perjalanan mencari Steven, menelusup setiap sudut club tersebut.


Sampai akhirnya, mata mereka bertemu dengan sosok Steven yang duduk di salah satu dekat nar tender dan meneguk beberapa minuman. Alenna sangat terkejut, Steven mabuk.


Alenna, Leksi, dan Kenzo pun berjalan ke arah Steven. Namun langkah mereka berhenti padahal belum sampai tujuan, Alenna benar-benar sakit saat melihat pemandangan yang tidak ia duga selama ini.


Tes! Air matanya menetes saat melihat kekasihnya sedang... Berciuman bersama seseorang yang sangat ia kenal, yaitu Sarah.


🌺🌺🌺


i'm back guys... tau nih lagi rajin update hahaha


jangan lupa comment dan vote ceritanya ya🙏 biar cepet update hehehe.

__ADS_1


minimal 10 comment, author bakalan update lagi. secepatnya amin...


__ADS_2