
Malam pun tiba... Alenna masih setia dengan batin dan fikiran nya. Saat ini ia sedang berada di kamar dengan diselimuti ke sunyi-an.
Ia masih bingung, apa yang akan ia lakukan dengan semua rencananya dan ia harus memulai dari mana dulu?.
Ngecek!
Batin Alenna yang telah menemukan apa yang sedaritadi ia cari di otaknya.
"Pertama-tama, gue harus ngecek dulu Sarah sama temen-temen nya masih ada disini atau udah pulang. Kalau mereka masih ada disini pasti bakal lebih seru. Tapi kalau mereka udah pulang! Jadi gak seru" Monolog Alenna. Ia pun bangkit dari kursi yang tadi ia duduki lalu menuju lemari.
Ganti baju dulu deh.
Ia pun mengambil beberapa baju simpel di dalam lemarinya lalu mengenakan pakaian tersebut. Jangan lupakan juga, kalau Alenna membawa baju sekolah untuk besok sekaligus baju ganti.
Setelahnya, ia berjalan menuju lemari kecil yang berada di samping ranjang dan mengambil beberapa kunci disana.
Kartu garasi ada
Kunci pintu ada
Kunci mobil ada
Kayaknya udah semua.
Sejenak Alenna mengecek satu persatu kunci yang akan ia bawa.
Bukan Alenna namanya jika tidak mempunyai semua kunci dan kartu itu. Kartu garasi dan kunci pintu rumah masing masing memiliki kunci/kartu cadangannya.
Alenna memasukkan semua kunci tersebut kedalam tasnya dengan cepat. Setelah itu, ia berjalan keluar kamar untuk mengintip keadaan sekitar.
Seulas senyum kemenangan terlihat di wajah cantik Alenna. Ia merasa rencananya kali ini akan berjalan sesuai keinginannya. Yap! Sarah dan teman-teman nya masih berada di sini, jadi pasti akan lebih seru.
Ia kembali masuk kekamar dan mengambil tas selempang yang berada di atas ranjang lalu kembali keluar dan turun menuju ruang tamu.
Oh! Hampir saja Alanna melupakan sesuatu, sepertinya Johan belum pulang ke rumah, sepertinya Johan akan pulang besok.
Dan permainan akan semakin seru...
Batin Alenna yang merasa sangat senang dengan rencananya.
πππ
Semua mata tertuju ke pada Alenna saat ia telah berjalan melewati mereka semua dengan tatapan dingin dan lurus, seakan mereka tidak ada.
Lihat sar, gue bakal bales lo.
Alenna pun keluar dari rumah begitu saja tanpa memperdulikan Sarah dan kawan-kawan yang sedang membicarakannya bahkan meledek, atau menjelekkan nya.
Dengan langkah pelan, Alenna menuju ke garasi lalu mengambil kartu garasi dari tasnya setelah itu menempelkan kartu tersebut ke tempatnya.
Tak butuh waktu lama, pintu garasi pun terbuka secara otomatis ke atas.
Segera Alenna masuk ke dalam sana dengan hati-hati karna tak ingin menimbulkan suara.
Alenna berjalan menuju sebuah kotak MCB untuk melancarkan rencananya. Namun sebelum menurunkan MCB, Alenna kembali mengendap-endap menuju pintu rumah yang tertutup rapat itu, lalu mengambil kunci di dalam tasnya. Ia pun mengunci pintu itu dengan sangat pelan, setelah selesai ia kembali menuju garasi.
Dengan penuh hati hati, ia menurunkan MCB itu. Lalu mencabuti semua kabel yang terpasang disana, sekaligus memutus sambungan wifi dan telepon rumah.
Jleb!
Seketika semua lampu mati dengan serentak di rumah tersebut.
"AKHHH!!!" berbarengan dengan itu semua. Sarah dan teman-temannya berteriak histeris karna lampu yang padam. Alenna tertawa terbahak bahak, sampai ia harus menutup mulutnya agar tidak bersuara.
__ADS_1
"*****! Lampunya mati lagi"
"Eh sumpah, gue takut banget. Pulang aja yuk"
"Sar, lampunya nyalain dong, gelap woy!"
"Ini mati lampu apa emang ada yang ngerjain kita sih?"
"Gue takut... Hiks"
"Gue juga kali"
Kira-kira seperti itulah yang mereka katakan. Untunglah mereka masih tetap bersama, yaitu di ruang tamu dekat meja dan soffa.
"Eh bentar, mending kita pakek senter HP aja" Mereka semua langsung mencari letak handphone mereka yang tidak terlalu jauh dari posisi mereka sekarang.
Lampu senter pun menyoroti sebagian sisi ruang tamu yang sangat-sangat gelap.
"Terus kita mau ngapain?"
Tanya salah satu teman Sarah.
"Pertama, lo semua harus nemenin gue ke kamar mama" Ujar Sarah memerintahkan. Tanpa banyak tanya, mereka menuruti perintah Sarah dan pergi menuju kamar karin.
Skip~
Sampailah mereka di kamar Karin.
Segera Sarah mengetuk pintu, namun tidak ada yang menjawab atau membuka pintu berwarna coklat tersebut.
"Ma! Mama, keluar dong! Mati lampu nih" Teriak Sarah masih dengan terus mengetuk pintu. Namun hasilnya tetap nihil.
"Yah Sarah, gimana dong nih? Gue takut banget sumpah... Mana ini udah malem lagi. Gue ngeri"
"Emang bener kan?. Gue yakin lo semua juga pada takut" Apa yang dikatakan teman Sarah memang benar, tapi ia harus menjaga image atau jaim dalam bahasa gaul.
"Udah! Sekarang mending kita cari MCB nya, kali aja ini cuma turun"
πππ
"Kenapa Sar?"
"Pintunya gak bisa ke buka"
Sontak mereka semua langsung menghela napas berat.
"Loh kok bisa sih? Bukannya tadi gak ada yang ngunci pintu ya?"
Mereka mulai merasa ada kejanggalan disini. Merekapun kalut dalam pikiran masing-masing.
Bagaimana bisa pintu yang semula tidak terkunci, sekarang malah sebaliknya?. Itulah yang mereka fikirkan sekarang.
"Gue rasa, ada yang sengaja ngelakuin ini deh" Pendapat Sarah yang kini memecah keheningan.
"Iya, gue rasa juga gitu. Soalnya aneh banget"
"Udah mikirin itunya nanti aja, sekarang kita mikirin dulu gimana caranya keluar dari sini" Yap! Tepat, itulah yang akan mereka lakukan sekarang.
Mereka mencoba berbagai cara, tetapi tetap hasilnya nihil. Lampu masih tidak hidup dan pintu tidak bisa terbuka. Mereka mulai putus asa sekarang.
Disisi lain, Alenna tertawa puas melihat itu semua. Tidak mau berlama lama, ia berjalan mendekati salah satu mobil di garasi itu, lalu menggunakan mobil itu dan pergi begitu saja dari rumah. Alenna berharap, mereka tidak mendengar suara yang di timbulkan oleh mobilnya.
Tanpa sepengetahuan Alenna, ada seseorang yang tengah memperhatikannya dari kejauhan. Orang itu tersenyum penuh arti di balik wajahnya yang tampan?.
__ADS_1
"Alenna Alenna... Ternyata kamu orangnya usil juga ya... "
Ujar pria itu masih terus memperhatikan Alenna sampai Alenna telah pergi bersama mobilnya. Barulah pria itu pergi.
Mangkannya, jangan mengusik gue kalau lo gak mau gue usik balik.
Batin Alenna yang sedang menyetir mobil dengan ditemani lagu yang di putar oleh radio.
Skip~
"Sar, lo denger suara mobil gak sih?. Apa gue cuma halu?"
"Iya, gue juga denger. Tapi mobil siapa sih?" Saut teman Sarah yang ikut menyadari hal itu.
Sarah hanya terdiam dengan pikirannya.
Aneh, pertama lampu mati tiba tiba, kedua pintu kekunci sendiri, dan sekarang ada suara mobil.
Jangan-jangan, gue lagi di kerjain.
Batin Sarah yang merasakan hal yang sangat janggal.
"Eh sumpah, gue pengen balik kerumah... Gue takut, gelap banget"
"Sama gue juga... Plisss nyala dong lampunya"
"Sarah, mending lo telpon bokap lo deh"
Yah... Sepertinya itu lebih baik.
Sarah segera menelpon Johan.
'Maaf nomer yang anda hubungi, sedang tidak aktif. Silahkan hubungi beberapa saat lagi'.
Bukannya suara Johan yang terdengar tapi malah suara operator. Sekali, dua kali, sampai tiga kali, masih tetap sama. Tidak aktif.
"Sarah... Gimana dong?"
"Coba deh lo telpon siapa aja dan minta tolong"
Mereka semua dengan sigap langsung menelpon siapapun yang dapat membantu, namun...
Cling!
"Kenapa?" Tanya Sarah yang mendengar suara dari handphone temannya.
"HP gue low... " Ucap gadis berambut keriting itu dengan wajah kecewa.
Mereka menghela napas berat secara bersamaan.
"Akh! Wifi pakek acara mati segala lagi!" Kesal Sarah yang membuat mereka semakin putus asa. Bagaimana ini, sekarang sudah tengah malam, tapi mereka belum berhasil menyalakan lampu dan membuka pintu.
"Coba lo" Titah Sarah menyuruh temannya untuk mencoba menelpon seseorang.
'Maaf pulsa anda tidak mencukupi untuk melakukan panggilan ini, sisa pulsa yang anda miliki senilai 0 rupiah'.Β
"Sorry sar... Gue gak punya pulsa"
Ucap gadis itu dengan cengiran yang terlihat samar. Mereka melakukan segala upaya, tetapi hasilnya tetap nihil, hingga saatnya...
"Sarah!!!!!"
πππ
__ADS_1