BROKEN

BROKEN
ASLM (Ketahuan)


__ADS_3

Sarah menghentikan langkah kakinya saat sudah berada di luar penjara. Ia menghirup udara segar yang selama 3 tahun ini tidak pernah ia rasakan.


Ia tersenyum sambil melihat sekeliling dan langit-langit yang cerah nan udara yang sangat sejuk.


Ia menyipitkan kedua matanya saat melihat sebuah mobil berwarna hitam terparkir di hadapan nya, seolah telah menunggu gadis itu.


Tak lama Hendrick keluar dari dalam mobil itu dan menghampiri Sarah.


"Nona Sarah, mari saya antar ke rumah anda" Tawar Hendrick sopan. Sarah menatap bingung Hendrick.


"Anda siapa?" Tanya Sarah heran. Hendrick tersenyum tipis.


"Saya Hendrick, tangan kanan tuan Kenzo. Mari, nona" Sarah terkejut saat mendengar itu, ia menggeleng tak percaya. Sedangkan Hendrick sudah membukakan pintu untuknya.


Masih dengan rasa bingung, Sarah berjalan perlahan memasuki mobil dan Hendrick menutup pintu tersebut dan kembali ke kursi pengemudi.


Mobil pun pergi menuju tempat tinggal Sarah, rumah Johan.


Tangan kanan Kenzo?. Kenapa harus ada sangkut pautnya sama Kenzo?. Apa dia yang udah ngeluarin gue dari penjara?.


Batin Sarah bertanya-tanya. Ia masih tak paham dengan situasi seperti ini.


Hingga tibalah ia di kediaman Johan. Sarah keluar dari mobil dengan tatapan yang menjelajah ke segala penjuru rumah yang tampak sangat sepi seperti tak berpenghuni.


Air matanya menetes tanpa sadar. Ia menatap Hendrick yang masih berada di dalam mobil dengan jendela mobil yang setengah terbuka.


"Terima kasih" Hendrick mengangguk.


"Bersiaplah untuk besok" Kata Hendrick memberitahu.


"Kenapa?"


"Tuan Kenzo ingin bertemu anda" Jawab Hendrick. Sarah tak membalas dan masih bingung harus merespon seperti.


Jujur ia masih mencintai Kenzo, namun dalam hatinya seolah berkata bahwa ia tak pantas untuk pria bernama Kenzo Zerral Agantra. Karna itulah, ia tak merasa senang lagi saat mendengar nama Kenzo disebut.


Ia akhirnya mengangguk pelan. Hendrick pun menyalakan mobilnya dan pergi dari pekarangan rumah Johan.


Sarah berjalan memasuki rumah tersebut dan mengetuk pintu.


Tok! Tok! Tok!.


Pintu pun terbuka, menampilkan sosok Johan yang kini bertambah tua dan renta. Sarah langsung memeluk Johan dan begitu dengan Johan yang membalas pelukan Sarah. Pria paruh baya itu masih tak percaya bahwa putrinya sudah kembali ke rumah.

__ADS_1


"Sarah..." Ucap Johan pelan sambil mengelus rambut Sarah.


Gadis itu menangis.


"Maafin Sarah pah, Sarah mohon maaf" Mohon Sarah dengan sesegukan.


"Sudahlah nak, papa sudah memaafkan kamu. Ayo masuk" Sarah melepaskan pelukan nya dan menghapus air matanya perlahan, lalu mengikuti Johan masuk kedalam rumah.


🌺🌺🌺


"Tuan, saya sudah mendapatkan data panti asuhan itu. Sesuai perintah anda" Ucap Hendrick sambil memberikan sebuah dokumen kepada Kenzo yang duduk di ruang kerjanya dengan wajah dingin.


Entahlah, semenjak kejadian Alenia pergi meninggalkan pria itu, sikap Kenzo bertambah dingin dan terkesan sangat menyeramkan. Tidak seperti biasanya, bahkan Hendrick tak pernah melihat Kenzo tersenyum lama sampai hari ini. Ada rasa kasihan pada boss nya itu, namun mau bagaimana lagi?. Nyatanya Moodbooster Kenzo sudah pergi untuk selama-lamanya...


"Baiklah, pergi sana" Respon Kenzo sangat dingin. Hendrick mengangguk lalu pergi keluar dari ruang kerja Kenzo.


Kenzo membuka satu persatu dokumen tersebut dan membacanya dengan teliti.


Entah sudah berapa halaman yang ia baca, namun pria itu masih tak menemukan yang ia cari.


Ia ingin informasi mengenai gadis itu, ya gadis yang pergi ke panti asuhan itu. Namun di dokumen ini tidak ada sama sekali keterangan gadis itu.


"AKH!" Dengan marah Kenzo melempar semua dokumen tersebut ke lantai, membiarkannya berceceran dan mengacak-acak rambutnya frustasi.


"Alenna..." Gumam Kenzo sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan dan bersender pada kursinya.


Skip~


Keesokan paginya Kenzo memutuskan untuk kembali ke restoran kemarin dengan tujuan untuk mengikuti gadis yang tengah menjadi incarannya sekarang.


Kenzo melirik arloji di tangan kirinya.


Dimana gadis itu?. Bukankah kemarin dia datang jam segini?.


Batin Kenzo merasa resah karna takut gadis itu tak datang ke restoran, padahal Kenzo sangat yakin bahwa gadis itu akan kembali lagi untuk membeli makanan.


Mata elangnya tak lepas dari pintu restoran yang sedari tadi tertutup. Ia mengharapkan gadis itu membuka pintu restoran itu.


10 menit kemudian...


Kenzo hendak beranjak dari duduknya dan pergi dari restoran itu. Namun niatnya terhenti saat pintu restoran kembali terbuka dan menampilkan sosok yang sangat di nantikan oleh Kenzo.


Ia menghampiri meja kasir dan memesan makanan. Kenzo menghela napas lega dan tersenyum melihat gadis itu.

__ADS_1


Look, i'm right...


Batin Kenzo tersenyum puas. Feeling nya tak salah kali ini.


Setelah pesanan telah di dapatkan gadis itu, segera ia keluar dari restoran. Tentu saja Kenzo mengikuti dari belakang dengan hati-hati, takut gadis itu menyadarinya.


Seperti kemarin, gadis itu kembali mengikatkan kain pada pinggangnya untuk menutupi kaki jenjang dan pahanya yang terekspos bebas.


Jika dia tak mau terbuka aurat nya, kenapa memakai baju seperti itu?.


Batin Kenzo heran.


Gadis itu kembali ke panti asuhan dan membagikan makanan yang telah ia bagi. Kenzo kembali tersenyum melihat itu.


Anak-anak bermain dengan gadis itu. Kenzo bisa menebak bahwa mereka sedang bermain petak umpat. Anak-anak berlarian mencari tempat persembunyian.


Salah satu dari anak itu datang menghampiri Kenzo sambil menaruh jari telunjuk di depan mulutnya dan mengumpat di belakang Kenzo.


"Kakak ganteng, jangan bilang-bilang ya" Ucap anak perempuan itu kepada Kenzo. Pria itu bingung harus merespon seperti apa.


Nyatanya ia juga seperti sedang mengumpat agar tidak ketahuan. Mau tak mau Kenzo dan anak perempuan itu sama-sama mengumpat di balik tembok batu bata yang terdapat di dekat panti asuhan.


"Kakak ganteng lagi ngumpet juga?" Tanya anak perempuan itu polos kepada Kenzo. Kenzo menoleh kebelakang, ia malah bingung harus menjawab apa.


"Iya" Jawab Kenzo singkat.


Ia kembali memperhatikan kearah depan, dimana gadis itu berada. Namun nyatanya gadis itu sudah tidak ada di sekitar panti asuhan. Kenzo mengerutkan alis mencari sosok gadis itu.


Kemana gadis itu pergi?.


Batin Kenzo mencari-cari.


Tanpa Kenzo sadari, ada seorang gadis yang berdiri di belakang anak perempuan yang sedang mengumpat tadi. Gadis itu menyuruh anak perempuan itu untuk diam dan pergi dari sana. Alhasil tersisa lah Kenzo dan gadis itu disana.


Gadis itu mendekati Kenzo dengan kedua tangan yang terlipat di depan dada.


"Woy!" Ucap gadis itu sukses membuat Kenzo terkejut bukan main. Ia membalikkan badan dan menemukan sosok yang sedaritadi ia cari.


Kenzo menatap tak percaya sekaligus terkejut kepada gadis itu. Sedangkan gadis itu menatap Kenzo dengan tatapan tajam sekaligus curiga.


🌺🌺🌺


stay terus ya... jangan lupa untuk komentar nya readers πŸ˜˜πŸ™

__ADS_1


__ADS_2