
Alenna, Kenzo, Angga, dan Amel turun dari pesawat dengan santai dan di sertai senyum. Mereka senang karna dapat berlibur ke Swedia walaupun hanya dua hari saja. Setidaknya, mampu mengurangi beban stress.
Kenzo menggandeng tangan Alenna berjalan keluar bandara dengan kedua sahabatnya di belakang yang sibuk dengan snack di tangan mereka. Banyak sekali oleh oleh yang dibeli Kenzo dari Swedia. Entahlah, Alenna tidak memeriksanya.
Hendrick berjalan menghampiri Kenzo sambil membungkukkan badan sejenak lalu tersenyum kearah Alenna ramah.
"Mobil sudah siap dan semua barang-barang sudah kami ambil" Ujar Hendrick yang di angguki oleh Kenzo.
"Baiklah" Ucap Kenzo dan Hendrick mengangguk. Lalu segera ia pamit pergi entah kemana.
"Ayo, kita pulang" Alenna, Amel, dan Angga mengangguk setuju dengan ucapan Kenzo. Segera mereka memasuki mobil dengan Kenzo yang menyetir. Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang, membawa mereka menyusuri jalanan jakarta yang tidak terlalu padat pagi ini.
"Kak, kapan resepsinya di mulai?" Tanya Amel kepada Kenzo. Kenzo berpikir sejenak lalu menjawab.
"Nanti malam" Jawab Kenzo yang mendapat anggukan mengerti dari Amel.
"Kita pergi bersama-sama" Kata Kenzo. Amel dan Angga yang berada di kursi penumpang, saling pandang lalu memberikan kode-kode lewat tatapan mata.
"Eh gak usah kak. Amel sama Angga aja, nanti kak Kenzo bareng Alenna" Tolak Angga gugup. Mereka tak mau terus menganggu kebersamaan Alenna dan Kenzo.
"Gapapa Mel. Kita bareng aja" Kini Alenna yang berada di samping Kenzo, bersuara. Ia tidak keberatan jika Amel dan Angga ikut pergi bersama, toh akan menjadi ramai suasananya nanti.
"Gak usah, len. Kita juga mau pergi ke suatu tempat. Yakan, ang?" Kata Amel sambil memberikan kode agar Angga menjawab 'iya'.
"I-iya. Kita mau ke suatu tempat" Jawab Angga gugup.
"Mau kemana?" Tanya Alenna sambil menoleh sedikit kebelakang. Amel dan Angga memikirkan jawaban yang tepat dikepala mereka.
Kemana ya Jawabnya?.
Batin Amel bingung sendiri.
Nah kan. Lo sih, ngada-ngada kalau bohong.
Batin Angga menyalahkan Amel yang sembarangan bicara.
"Ada deng..." Sembunyi Amel dengan cengiran. Alenna memicingkan matanya curiga lalu tersenyum jahil.
"Jadi ceritanya ada yang mau ngedate nih??" Goda Alenna meledek. Amel dan Angga kompak melambaikan tangan cepat.
"ENGGAK KOK!!" Teriak Amel dan Angga bersamaan membuat Alenna semakin gencar menggoda mereka.
__ADS_1
"Acieee samaan, couple goals nih..." Goda Alenna. Kenzo yang sedaritadi fokus menyetir, mendengar candaan dari Alenna dan kedua sahabatnya, membuat senyum pria itu mengembang.
"Couple goals? Amit-amit!" Jawab mereka bersamaan lagi. Alenna tertawa terbahak-bahak karna melihat tingkah Sahabat nya.
"Lo apaan sih? Ngikutin gue mulu!" Kata Amel kesal. Angga melotot tidak Terima.
"Enak aja! Lo kali yang ngikutin gue!. GR banget" Ketus Angga membuat Amel merotasikan matanya malas.
"Siap juga yang ke GR-an" Kata Amel tak terima.
"Udah, jangan berantem mulu. Tar lama-lama gue nikahin nih..." Goda Alenna sambil menengahi. Amel dan Angga menatap Alenna yang sedang terkekeh dengan tatapan horror.
"Enak aja!. Lo duluan aja sono!" Kata Angga asal. Alenna langsung terdiam. Entah kenapa ia jadi malu. Tanpa di sadari, Kenzo menyunggingkan senyum tipis di wajah tampannya.
"Iya, nanti saya duluan dan Alenna yang akan menikah. Setelah itu baru kalian" Saut Kenzo membuat Alenna tambah malu dan kini pipinya telah merona.
Bisa gak sih gak bikin gue malu?.
Batin Alenna. Kini ia benar-benar salah tingkah.
Amel dan Angga sudah menatap Alenna dengan senyum jahil.
"Iya deh, yang udah lamaran. Tinggal tunggu nikah doang, ya kan?" Celetuk Amel.
Alenna merutuki dirinya sendiri. Padahal ia berniat menggoda Amel dan Angga, tapi sekarang malah ia yang termakan godaan dari kedua sahabatnya.
"Terserah" Kata Alenna memilih untuk diam untuk menyembunyikan sikap salah tingkahnya dan memilih berhenti menggoda Amel juga Angga.
"Kita sudah sampai" Kata Kenzo. Benar saja mereka sudah sampai di rumah Amel. Amel segera turun dari mobil, diikuti oleh Angga.
Lewat kaca jendela mobil, Amel berbicara kepada Kenzo.
"Makasih banyak ya kak!. Nanti perginya sama Alenna aja, gak usah mikirin kita" Kata Amel berterima kasih. Kenzo mengangguk setuju, lalu setelahnya Amel kembali berjalan menuju rumah diikuti Angga. Mungkin pria itu akan pulang kerumah nanti, ia ingin bersantai sejenak. Mobil nya pun sudah terparkir manis di halaman rumah Amel, jadi hanya tinggal pulang saja.
"Tunggu sebentar, ken" Kata Alenna.
Saat Amel dan Angga hendak masuk kedalam rumah Amel, Alenna turun dari mobil dan menghampiri Amel dengan sedikit berlari. Kenzo yang melihat itu hanya memperhatikan Alenna dengan kening yang mengkerut.
"Amel!" Amel dan Angga menoleh kebelakang, langkah mereka terhenti dengan kening yang mengkerut.
"Kenapa?" Tanya Amel. Kini Alenna sudah berada di hadapan gadis itu.
__ADS_1
Bukannya menjawab, Alenna malah merogoh saku celananya dan mengeluarkan secarik lipatan kertas dari sana, lalu memberikan kepada Amel.
Amel masih belum menerimanya, gadis itu bingung apa yang di berikan Alenna.
"Ini apaan?" Tanya Amel kepada Alenna dengan dahi mengkerut.
Angga hanya bisa diam dan memperhatikan interaksi antara kedua sahabat perempuan nya.
"Tolong, kasih ini ke papa gue. Kalau ada sesuatu yang terjadi sama gue, plisss" Kata Alenna membuat Amel semakin dibuat bingung.
Maksud Alenna apa?.
Batin Amel.
"Ma-maksud lo apa sih?. Kenapa gak lo aja yang ngasih?" Tanya Amel sungguh heran dengan Alenna.
Alenna menggeleng pelan lalu tersenyum.
"Tolong Mel kasih ke papa kalau nantinya ada sesuatu yang terjadi sama gue dan tolong jangan lo baca ya?" Mohon Alenna dengan penuh harap. Amel terdiam berpikir sejenak, mencoba untuk mencerna semuanya. Ia masih tak mengerti kenapa Alenna melakukan ini. Angga yang melihat kejadian tersebut, juga ikut bingung dengan ucapan Alenna.
Terjadi sesuatu? Emangnya ada apaan lagi?.
Batin Angga bingung.
Akhirnya Amel menerima kertas tersebut dengan ragu dan memperhatikan nya sebentar lalu memasukkan kedalam saku celana miliknya. Alenna tersenyum.
"Makasih, Mel. Gue balik dulu ya, sampai ketemu nanti malam!" Kata Alenna. Nada suara Alenna lebih ceria dari yang sebelumnya saat ia memberikan secarik kertas itu.
Amel mengangguk sekali. Alenna pun melambaikan tangan kepada Angga lalu berjalan menuju mobil dan pergi bersama Kenzo.
Tersisa lah Amel dan Angga yang saling menatap bingung.
"Maksudnya Alenna apa sih?" Tanya Angga kepada Amel. Gadis itu hanya mengedikkan bahu tidak tahu.
"Lo mau mampir dulu?" Tanya Amel. Angga mengangguk. Amel dan Angga pun memilih untuk bersantai dulu di teras rumah Amel. Itu mereka lakukan, karna takut ada yang memergoki mereka tengah berduaan didalam rumah oleh warga. Mereka tak mau terjadi kesalah pahaman. Jadilah mereka memilih untuk di teras rumah, bersantai sejenak sebelum Angga kembali kerumah.
Ya Tuhan... Perasaan apalagi ini?.
🌺🌺🌺
BACA CERITA KU YANG JUDULNYA
__ADS_1
'THE MOST WANTED' YA?. TINGGALKAN JEJAK KALIAN DISANA. SAMPAI JUMPA😘