BROKEN

BROKEN
selamet


__ADS_3

Cahaya mentari pagi menelusup masuk kedalam kamar Amel melalui celah celah jendela. Alenna membuka matanya perlahan lalu mengusap usap matanya sambil mengoptimalkan cahaya yang masuk.


Ia melihat Amel masih tertidur di sampingnya. Alenna mengalihkan pandangannya dan melihat jam yang berada di dinding.


06.10


Mata Alenna terbelalak, segera ia bangun dengan gerasak-gerusuk.


***** udah jam segini.


Alenna berlarian menuju meja yang terdapat tasnya di atas sana.


Alenna mengambil seragam sekolah nya terburu-buru lalu berlari menuju kamar mandi dengan kecepatan sonik.


5 menit kemudian.


Alenna keluar dari kamar mandi lengkap dengan seragam yang ia kenakan. Memang fitting room milik Amel terdapat di dalam kamar mandi, berbeda dengan fitting room Alenna yang berada di luar kamar mandi.


Kembali ke topik utama, Alenna melihat Amel yang masih tertidur dengan memeluk bantal guling. Sesekali Amel mengeluarkan liur dari mulutnya.


IyuhhhπŸ˜–


Alenna yang melihat itu langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain. Sungguh, pemandangan yang menjijikkan bagi Alenna di pagi yang cerah seperti ini.


Alenna mengambil tasnya tersebut dan mengenakan sepatu. Ingat, Alenna telah menyisir rambutnya serapih mungkin, walau ia tidak jambi bahwa itu bisa di bilang rapih atau bukan. Alenna tidak peduli. Ingat Alenna tidak peduli. Yang ia pedulikan sekarang adalah, bagaimana caranya agar ia tidak telat dan tidak di marahi oleh guru hari ini.


"AMEL!!!"


"Amel bangun!"


"Bangun Mel, ayo sekolah! Kita bisa telat nih! Ayo bangun, GC!" Alenna membangunkan Amel dengan kasar dan heboh agar Amel bangun.


Ayolah, ia tidak sejahat itu untuk tidak membangunkan Amel.


"Ayo bang-"


"Aduhhhh apaan sih? Malem malem heboh banget" Potong Amel dengan mata yang masih tertutup, ia merasa terusik.


Malem? Gila kali nih orang ya?


Alenna membuka mulutnya lebar, terperangah dengan perkataan Amel. Alenna berjalan menuju jendela lalu membukanya lebar. Alhasil cahaya matahari masuk kedalam kamar Amel. Alenna berharap, Amel bangun setelah ini. Namun...


"What the ****? Woy! Bangun! Malah ngumpet di balik selimut lagi!. Bangun woy, lu gila ya? Ini tuh udah jam 6 lewat!. Bangunnnn" Oceh Alenna seperti ibu-ibu yang tengah membangunkan anaknya pergi kesekolah.


Alenna menarik selimut Amel dengan paksa, namun Amel menahannya.


"Ish! Apaan sih len? Gue masih ngantuk" Cerutu Amel di balik selimut.Β 


"Gak bisa! Lo harus bangun sekarang. Ayo sekolah!" Tolak Alenna dengan tegas. Terjadilah tarik menarik antara Amel dan Alenna.


Wah bener bener nih anak!


Beberapa saat kemudian


"Huh... Yodah lah, capek gue bangunin lu! Dasar kebo!" Alenna menyerah, ia pun pergi meninggalkan Amel yang masih tertidur dan tidak peduli.


Dasar kebo! Di bangunin susah banget sih! Sia-sia dong gue bangunin tuh anak kalau ujung-ujungnya gue yang telat!. Damn you Amel!.

__ADS_1


Gerutu Alenna saat ia keluar rumah Amel.


Udah lah, gue berangkat sendiri aja.


Persetan sama hukuman yang bakalan gue dapetin.


Alenna menaiki mobilnya dan pergi menuju sekolah.


Disisi lain


"Dia udah pergi"


"Dia pergi kemana?"


"Gue yakin dia pergi kesekolah"


"Owh bagus, sekarang lo jalanin tugas lo. Jangan sampe ada yang tahu!. Kalau sampe itu terjadi, lo tahukan akibatnya?"


"Iya gue tau"


"Bagus!. Sekarang Tunggu apalagi? Ayolakuin"


"Iya iya"


Orang itu mematikan sambungan teleponnya dan pergi entah kemana.


🍁🍁🍁


Akhirnya sampe juga... Mana tadi macet banget lagi.


Alenna melirik arloji di tangan nya.


Gapapa lah...


Ia pun melepas sabuk pengaman lalu turun dari dalam mobil.


Dilihatnya lingkungan sekolah yang sudah sepi ini. Alenna menebak bahwa semua siswa-siswi sudah masuk kedalam kelas.


Segera Alenna berlari menuju kelasnya yang berada di lantai 3 dengan menaiki tangga, yang pastinya tangga itu untuk perempuan.


Alenna berlari menaiki tangga tersebut. Terhitung sudah 2 tangga yang ia naiki, tersisa 1 tangga lagi.


Ayo Alenna! Fighting!


Batinnya menyemangati diri sendiri.


Sampailah ia di lantai 3.


Alenna berhenti sebentar sambil memegang lututnya yang terasa pegal dengan napas yang memburu.


Aduh gila... Capek banget😒


Bisa makin kurus nih gue.


Alenna pun berjalan santai menuju kelasnya.


Alenna berhenti tepat di jendela kelas lalu mengintip.

__ADS_1


Lucky girl


ternyata belum ada guru yang datang ke kelasnya. Untunglah, ia jadi tidak dapat dihukum.


Untung aje.


Alenna melanjutkan langkahnya. namun baru satu langkah, Alenna merasa ada yang menarik tas nya dari belakang. Alenna berhenti dan menoleh ke belakang.


"Hayooo kamu pasti terlambat kan?" Ucap seorang pria paruh baya yang menarik tas Alenna.


Aduh! ****** gue, ada pak Dwi lagi!.


Mati aja udah...


Alenna hanya menyengir paksa.


"Ehh pak Dwi, bapak baru dateng pak?" Basa basi Alenna mengalihkan pembicaraan sambil membalikkan badannya menghadap pak Dwi.


"Iya saya baru dateng, kenapa emangnya?" Tanya pak Dwi melepaskan tas Alenna yang ia tarik tadi.


"Eng-enggak kok pak, saya cuma nanya aja pak hehehe"


Siapapun tolongin gue.


Anak anak di kelas Alenna, hanya menyaksikan lewat kaca jendela kelas dari dalam. Mereka menertawakan Alenna yang tertangkap basah telat masuk oleh pak Dwi.


"Dasar, terus kenapa kamu baru dateng? Kamu udah telat 5 menit nih!" Oceh pak Dwi ke Alenna sambil menunjuk pergelangan tangannya seperti sedang memakai jam, padahal mah tidak ada.


"Ma-maaf pak, tadi saya kejebak macet di jalan" Jawab Alenna sambil meyakinkan pak Dwi.


"Emang nya kamu naik apa kesini?" Tanya pak Dwi.


"Mobil pak" Jawab Alenna.


"Pantes aja! Lagian siapa suruh makek mobil, apalagi kamu cuma sendiri. Dasar Kamu nih bikin Jakarta tambah macet aja!" Omel pak Dwi menyalahkan Alenna.


"Maaf Pak" Ucap Alenna menunduk.


"Lain kali kalau kamu makek mobil tuh jangan sendiri, ajak ajak bapak dong! Kan bapak bisa numpang. Lumayan irit ongkos" Alenna mendongakkan kepalanya tak percaya apa yang pak Dwi bilang.


Lah, malah nyari kesempatan.


"Iya deh pak, nanti lain kali saya ajak. Tapi saya mohon pak izinin saya masuk kelas dan gak kena hukuman" Pinta Alenna memanfaatkan kesempatan.


"Loh kamu nyogok saya?" Tanya pak Dwi berburuk sangka. Alenna dengan cepat menggelengkan kepala.


"Enggak kok pak, saya kan cuma mohon bukannya nyogok. Lagian bapak baru dateng ini kan, pelajaran juga belum di mulai jadi boleh dong saya masuk" Cerocos Alenna tak mau kalah. Tak memang benarkan?.


"Hmm bener juga... Yodah kamu boleh masuk. Tapi lain kali jangan telat lagi. Walaupun cuma sedetik!, ngerti gak?"


Akhirnya... Selamet selamet.


Batin Alenna kegirangan.


"Ngerti pak!" Hormat Alenna dengan semangat.


"Yodah, ayo masuk" Pak Dwi berjalan duluan ke kelas dan diikuti oleh Alenna.

__ADS_1


Yes! Gak dihukum...


🍁🍁🍁


__ADS_2