
Cahaya Matahari mulai masuk lewat jendela kamar Alenna yang sedikit memiliki celah. Suasana pagi menyambut kesadaran Alenna yang mulai terbangun dari tidurnya.
Ia perlahan membuka mata dan mulai memposisikan tubuhnya menjadi duduk.
Alenna merenggangkan tubuhnya seperti menggerakkan kepalanya ke kiri dan kanan. Setelah itu gadis itu terdiam sebentar mengumpulkan nyawa dan memulihkan kesadaran diri.
Beberapa saat kemudian, ia berjalan menuju kamar mandi yang berada langsung di kamar itu dan mulai mencuci muka. Setelah itu ia kembali keluar dari kamar mandi dan membuka lemari pakaian yang besar dengan warna coklat serta cermin fullbody yang menempel pada lemari tersebut.
Di bukannya lemari itu dan dilihatnya banyak sekali pakaian wanita terdapat di sana dengan susunan yang sangat rapih. Kenzo benar dengan ucapannya. Tapi kenapa harus sebanyak ini? Mereka kan hanya beberapa hari disini. Tapi yasudah lah, yang penting ia bisa menggunakannya untuk beberapa waktu disini.
Alenna memilih salah satu baju dari dalam lemari. Tentu saja yang tidak terlalu mencolok dan terkesan sederhana. Ia ingat perkataan Kenzo yang akan mengajaknya berjalan-jalan hari ini, jadi setidaknya ia perlu berpakaian rapih.
Gadis itu berjalan menuju kamar mandi dengan tangan yang membawa handuk dan mulai melakukan kegiatannya di dalam sana.
20 menit kemudian
Alenna sudah selesai dengan kegiatannya di dalam kamar mandi dan segera memakai pakaian pilihannya. Melihat pantulan dirinya sendiri di cermin, membuatnya sudah berpikir bahwa ini cukup dan mungkin dengan memoles beberapa kosmetik di wajahnya tak apa. Alenna pun kembali ke meja rias lalu merias diri sendiri.
Tapi entah kenapa, ada yang mengganjal di hatinya. Kalian tau? Kemarin adalah hari ulang tahunnya Alenna. Tetapi semuanya terlihat sama dan tidak ada yang istimewa. Bahkan tidak ada yang mengucapakan selamat ulang tahun untuknya. Jujur, Alenna sedih saat tahu tidak ada yang mengingat hari kelahirannya.
Tapi mau bagaimana lagi, toh itu sudah lewat sehari. Jadi mau di apakan?.
Bang David lupa hari ulang tahun gue kali ya?. Bang Leksi juga, apa mungkin dia terlalu sibuk sama urusan pernikahannya sampe ngelupain gue?. Hmmm sad banget rasanya kalau jadi gue.
Batin Alenna yang merasa sedih.
Pasalnya, setiap ia berulang tahun. David akan selalu memberikannya kejutan atau pun hanya sekedar memberikan ucapan selamat ulang tahun. Leksi dulu juga begitu, namun sekarang tidak ada yang melakukan itu. Bahkan walau hanya sekedar mengucapakan selamat ulang tahun saja tidak ada. Alenna tidak terlalu berharap hadiah, namun jika ada orang yang ia sayangi bersamanya, itu sudah cukup. Walau mereka hanya mengucapakan selamat ulang tahun, Alenna.
Ceklek!.
Alenna menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang membuka pintu. Terlihat jelas ada sosok pria yang merupakan Hendrick, tangan kanan Kenzo. Alenna bangkit dari kursi meja rias nya dan perlahan berjalan menghampiri Hendrick. Pria paruh baya itu menunduk hormat saat melihat Alenna.
"Pak Hendrick, ada apa ya?" Tanya Alenna sopan saat sudah di depan Hendrick.
"Nona, tuan Kenzo sudah menunggu anda di parkiran" Jawab Hendrick sopan. Alenna mengangguk.
"Baiklah ayo" Kata Alenna.
"tapi nona, sebaiknya anda menggunakan jeket atau sweater. karna diluar turun salju" Alenna lupa bahwa mereka kesini pada musim salju. tentu saja harus menggunakan pakaian yang hangat.
"baiklah, tunggu sebentar" kata Alenna. gadis itu mengambil sweater tebal dari dalam lemari, memakai kupluk, dan sarung tangan. setelah itu ia kembali menatap Hendrick.
"sudah selesai. ayo!" kata Alenna bersemangat.
"Mari saya antar" Alenna mengangguk setuju lalu berjalan bersama Hendrick menuju parkiran di mana Kenzo berada.
πΊπΊπΊ
Alenna menghampiri Kenzo yang tengah bersandar di depan mobilnya dengan kacamata hitam yang nampaknya berbeda dari kacamata kemarin. Ya, Alenna rasa kacamata hitam Kenzo terlihat berbeda saja.
My Girl is coming.
Batin Kenzo menyambut kedatangan Alenna yang sudah berada di hadapannya sekarang. Hendrick tangan kanan nya hanya mengantar lalu kembali lagi menjalankan beberapa tugas yang sudah di perintahkan Kenzo.
Alenna tersenyum lihat Kenzo, begitu pula sebaliknya.
"Siap bersenang-senang?" Tanya Kenzo yang di angguki oleh Alenna sebagai jawaban.
Kenzo segera berjalan menuju pintu kemudi lalu masuk kedalam mobil, begitu juga dengan Alenna yang memasuki mobil dan duduk di kursi paling depan, berdampingan dengan Kenzo.
Mereka pun pergi menyusuri jalan Swedia yang masih sepi di temani suasana sejuk nan menyegarkan disebabkan ini masih pagi, serta salju yang cukup banyak di terdapat di tepi jalan. hanya beberapa orang yang terlihat beraktivitas dengan pakaian yang tebal. Alenna tidak tahu, Kenzo akan membawa nya kemana dengan cuaca seperti ini.
Alenna membuka kaca mobil di sampingnya lebar dan membiarkan angin sejuk masuk kedalam mobil. Alenna tersenyum, betapa senangnya ia dapat terbebas dari semua masalah dan untungnya semua telah terjadi.
Memang bagi kalian di usia Alenna yang masih muda dan masih duduk di bangku SMA kelas 11 memanglah tidak masuk akal mendapatkan masalah sebesar itu, sampai menyangkut hal berbau pembunuhan. Namun itulah yang terjadi di kehidupan Alenna. Lika-liku datang silih berganti, alur cerita tidak lancar seperti di cerita fiksi kebanyakan dan novel-novel yang terjual di toko buku. Jauh berbeda, karna itulah Alenna berusaha agar kehidupannya berjalan seperti semestinya tanpa harus melakukan tindakan seperti seorang mafia yang terjalin tindakan kriminal.
__ADS_1
Alenna juga tidak menginginkan hal itu, namun jika Sarah dari usia dini telah di ajarkan Karin membantunya menjalankan niat jahat, maka pembunuhan pun tak pandang umur atau usia, mau dia duduk di sekolah tingkat apapun tidak dapat menyangkal bahwa tindakan kriminal bisa saja terjadi.
Alenna sudah cukup tenang bisa menghirup udara segara tanpa harus memikirkan beban yang selama ini ia tanggung.
"Kita mau kemana, ken?" Tanya Alenna tanpa menoleh pada Kenzo dan terus menatap jalan lewat jendela mobil dan membiarkan rambutnya bergerak-gerak karna tersapu angin.
Kenzo melirik Alenna sekilas.
"Kiruna dan Queen street"
Jawab Kenzo membuat dahi Alenna mengkerut karna tidak tau tempat seperti apa itu.
"Kamu tau?" Tanya Kenzo dan Alenna menjawab dengan gelengan kepala.
"Enggak" Jawab Alenna.
"Karna itu, saya bawa kamu kesana" Kata Kenzo membalas sedangkan Alenna hanya menurut.
Keadaan di mobil kembali hening, hingga akhirnya Kenzo menyalakan radio mobil dan terputarlah beberapa lagu. Salah satunya lagu berjudul until you Were gone milik The Chainsmokers, Tritonal, ft. Emily Warren.
Thought that I'd be better off
If I were on my own
I tried to put my finger
On the moment we went wrong
But the taste turned bitter
Alenna yang tahu lagu tersebut pun mulai menyanyikan beberapa liriknya.
So I pulled the trigger
Not so easy to move on
Ice cold, I freeze up when I see ya
Left you just to find out that I need ya
Terus bernyanyi dan bernyanyi hingga beberapa tubuhnya ikut tergerak.
So far, I wanna pull you closer
I wish we could start the whole thing over
Ever since I left you
I've been trying to get you back
And it keeps getting worse
I'm burning on the inside
And the truth is that I didn't know
how good you were
Kenzo yang mendengar Alenna menyanyi pun ikut bernyanyi bersama.
Alenna tidak tahu bahwa Kenzo bisa bernyanyi, begitu juga dengan Kenzo yang tidak tau bahwa Alenna bisa bernyanyi dan bahkan suaranya terdengar bagus.
Until you were gone
Until you were gone
__ADS_1
I was always told that only time would heal the pain
And even though it's been so long, it still hurts just the same
Yeah you know I'm finding that the break was binding
I take back everything I said, ooh, won't you just come home?
Ice cold, I freeze up when I see ya
Left you just to find out that I need ya
Sejauh perjalanan ini, Alenna dan Kenzo habiskan dengan bernyanyi bersama. Di selingi canda dan tawa. Untunglah lagu yang di putarkan mampu mencairkan suasana yang tadinya hening menjadi hangat dan menyenangkan.
So far, I wanna pull you closer
I wish we could start the whole thing over
Ever since I left you
I've been trying to get you back
And it keeps getting worse
I'm burning on the inside
And the truth is that I didn't know how good you were
Until you were gone
Until you were gone
Until you were gone
Until you were gone
πΊπΊπΊ
(anggap saja lagi musim salju ya guysπ)
Sampailah mereka di jalan panjang dengan bangunan-bangunan di sisi kiri dan sisi kanannya, yaitu Queen Street atau Drottninggatan. Lokasi yang terbentang dari jembatan Riskbron hingga Observatorielunden, ini memang hanya dapat digunakan oleh para pejalan kaki. Jadi tidak ada kendaraan yang lewat. Ini adalah lokasi yang sering di jadikan pusat berbelanja, dan mencicipi berbagai kuliner yang ada jajaran restoran, cafΓ© atau bahkan gerai lain yang ada di sepanjang jalan. Di lokasi ini,Β juga bisa terlihat aneka bangunan kuno nan megah yang didirikan sejak tahun 1640an.
Tak mau kehilangan kesempatan, Kenzo mengajak Alenna untuk berbelanja dan makan di beberapa restoran yang berada di Queen street tersebut. Untunglah mobil milik Kenzo telah ia parkiran di lahan yang kosong dekat Queen street yang tak jauh dari sana.
"Excuse me, Can i picture with you?" Suara wanita menghentikan langkah Kenzo dan Alenna yang berniat memasuki sebuah restoran.
Alenna mengerutkan alis saya melihat wanita berpakaian tak jauh berbeda dengan nya bediri di samping Kenzo sambil memegang ponsel di tangannya.
Teman teman wanita itu menunggu sambil memperhatikan interaksi antar Kenzo dan wanita itu. Alenna berani taruhan jika mereka juga ingin berfoto dengan Kenzo. Resiko orang tampan...
Kenzo melihat Alenna sebentar seolah meminta persetujuan Alenna. Gadis itu hanya menaikkan kedua bahunya sebentar, menandakan bahwa ia tidak tau.
"Sorry, i can't" Jawab Kenzo lalu langsung menarik tangan Alenna ke dalam restoran. Wanita asing itu hanya memasang wajah sedih karna Kenzo telah menolak ajakannya berfoto.
"Too bad, even though that guy is very handsome. Somehow, I envy that woman" Ucap wanita itu kepada temannya sambil memandang Alenna dan Kenzo sebentar lalu pergi dari sana
Alenna yang mendengar ucapan wanita itu, tersipu malu dan pipinya memerah karna itu.
Seberuntung itu kah gue? Bisa deket sama Kenzo.
Batin Alenna
πππ
__ADS_1
maaf ya updatenya lamaπππ