
Alenna tersenyum melihat batu nisan yang ada di hadapannya, dengan Kenzo yang berada di samping gadis itu, berjongkok. Alenna mengelus batu nisan nya beberapa kali.
Kenzo melihat nama yang tertera disana.
Vinna Patricia, calon ibu mertua saya.
Tak sadar, Kenzo membatinkan klimat itu, ia sendiri tidak tau dari mana pemikiran tersebut berasal. Tapi menurutnya itu juga tidak salah, karna memang sebentar lagi Alenna akan ia jadikan istri dan ibu kandung nya akan menjadi ibu mertua Kenzo, semoga saja.
"Mah, sesuai janji Alenna. Alenna bakalan selesain ini semua dan sekarang semuanya sudah berakhir. Karin dan anaknya, sudah masuk penjara sekarang dan mama bisa tenang disana" Ucap Alenna seolah-olah ada sosok Vinna di depannya. Kenzo hanya diam mendengarkan, ia juga akan melakukan hal yang sama seperti Alenna jika pria itu berada di makam kedua orang tuanya.
"Alenna gak tau apa yang bakal terjadi selanjutnya, tapi seenggaknya Alenna udah berhasil membawa mereka ke pihak yang berwajib, biar mereka jera dan Itupun dengan bantuan Kenzo yang udah bantu Alenna banyak banget" Alenna melihat Kenzo sekilas. Pria itu hanya tersenyum sekilas lalu Alenna kembali menatap batu nisan ibunya.
"Cowok di samping Alenna ini namanya Kenzo, mah. Dia yang udah bantu Alenna, dia yang selalu ada buat Alenna kalau Alenna lagi jatuh, dan dia juga yang udah sabar ngehadapin sikap Alenna. Dia Kenzo Zerral Agantra" Kenzo tersenyum malu saat mendengar ucapan Alenna yang sedang memujinya itu.
Untuk pertama kalinya, Kenzo melihat sisi lain Alenna yang sangat lembut dan nampak sangat berbakti kepada ibunya. Kenzo tidak bisa memperkirakan seberapa besar rasa cintanya Alenna kepada ibunya dan Kenzo juga tidak bisa membayangkan betapa hancurnya Alenna saat tau ibunya meninggal.
"Hallo tante Vinna. Saya Kenzo, calon suami nya Alenna. Saya janji akan terus berusaha membuat Alenna bahagia dan selalu ada di sampingnya. Tolong beri Saya dukungannya, tante" Kenzo melirik Alenna sekilas yang tengah malu-malu karna ucapan nya barusan. Tapi ia tak pernah berniat hanya mengeluarkan kata kata 'omong kosong' yang biasa di lakukan pria kebanyakan. Semua yang keluar dari mulut Kenzo, sudah ia pertimbangkan dengan baik, dan pria itu akan berusaha menempatinya. Seperti ucapannya barusan.
"Mama denger sendiri kan?. Dia tuh pinter banget membualnya, sampe bikin orang gak tau kalau dia lagi membual" Saut Alenna dengan kekehan. Kenzo berdecak sebal.
"Membual dari mananya? Saya ngomong jujur kok. Kamu nya aja yang selalu menganggap itu hanyalah sebuah omong kosong. Padahal saya serius" Pipi Alenna kembali memerah karna Kenzo, lagi.
Pria itu seperti tak ada habisnya 'menggoda' Alenna dengan ucapan-ucapan manisnya. Alenna sampai bingung harus menjawab seperti apa lagi.
"Jan serius serius, nanti baper" Kata Alenna yang membuat Kenzo menatapnya bingung.
Baper?.
Batin Kenzo bertanya-tanya. Pasalnya pria itu tak tau arti dari kata itu.
"Kenapa?" Tanya Alenna yang melihat wajah penuh tanya Kenzo.
"Baper apa?" Alenna menahan senyumnya karna mendengar pertanyaan polos dari Kenzo.
Gue lupa, nih orang kan google. Mana ngerti bahasa kekinian.
Batin Alenna mengejek.
"Mau tau?" Kenzo mengangguk sekali.
"Cari di google!" Ujar Alenna meledek. Kenzo memutar bola matanya malas lalu mencubit pipi Alenna lumayan kencang. Alenna segera menampik tangan Kenzo dari pipinya membuat pria itu tersenyum gemas.
"Jangan kayak gitu, malu sama mama" Kata Alenna mengalihkan.
Kenzo segera melirik batu nisan di sampingnya lalu tersenyum tanpa dosa.
"Iya, maaf" Kata Kenzo dengan cengiran.
"Yaudah. Mah, Alenna pamit ya. Sebisa mungkin Alenna bakal sering dateng kesini buat ketemu sama mama. Mama yang tenang disana ya, jangan khawatirin Alenna" Ucap Alenna sambil tangannya mengelus batu nisan.
"Saya dan Alenna akan sering berkunjung kesini dan sesuai janji saya tadi. Saya akan membahagiakan Alenna dan akan terus menjaganya. Kalau saya sampai melanggarnya, tante boleh datang ke alam mimpi saya" Alenna mengerutkan alisnya bingung.
Lah... Ngapain emak gue dateng ke mimpi dia? Mau reuni?.
Batin Alenna bertanya-tanya.
"Mau ngapain?" Tanya Alenna masih dengan alis yang mengkerut.
"Ya marahin saya, maki-maki saya, jambak saya, pukul saya, Tendang saya, dan tusuk saya pun boleh, bahkan bunuh saya pun boleh. Saya ikhlas" Kata Kenzo sambil menirukan gerakan memukul, menendang, dan menjambak dengan menarik rambutnya sendiri. Alenna tertawa karna melihat tingkah konyol Kenzo yang benar-benar jarang pria itu tunjukkan.
"Yakin?" Tanya Alenna dengan wajah meremehkan.
"Tentu. Kan yang penting didalam mimpi, bukan di dunia nyata. Jadi walaupun sekalinya tante membunuh saya, saya tidak akan mati" Alenna menepuk dahinya.
Apa yang di katakan Kenzo memanglah selalu benar. Alenna yang salah dan Kenzo selalu benar.
"Apa kata lo aja deh. Gue join aja" Final Alenna menyerah. Kenzo menyengir tanpa dosa. Alenna terkekeh melihat Kenzo dan mengingat tingkah konyol pria itu.
Kenzo ikut senang melihat Alenna yang kembali tersenyum.
Semoga saya bisa terus melihat senyum itu, Alenna.
Batin Kenzo.
Semoga lo bisa bikin gue terus senyum, ken.
Batin Alenna.
🌺🌺🌺
"Ayo dimakan. Kok cuma diam?" Suara Kenzo menyadarkan Alenna dari lamunannya. Alenna melihat Kenzo yang berada di depannya dengan garpu yang ada di depan pria itu.
Kini mereka tengah berada di sebuah restoran setelah pergi dari pemakaman.
"Iya" Jawab Alenna mengambil beberapa makanan yang berada di hadapannya. Gadis itu pun memakannya.
"Gimana sama sekolah mu?. Kapan masuk sekolah lagi?" Tanya Kenzo membuka topik pembicaraan.
Alenna berpikir sejenak sebelum menjawab.
"Mungkin sekitar 2 minggu lagi" Terka Alenna tanpa melihay Kenzo.
"Masih lama. Kalau gitu, Gimana kalau kita liburan ke luar negeri aja?" Alenna menghentikan makanannya dan menatap Kenzo dengan alis yang mengkerut.
"Kemana?" Tanya Alenna penasaran.
"Swedia" Jawab Kenzo singkat. Alenna terdiam.
"Kenapa kesana?" Tanya Alenna lagi.
"Kan kamu bilang ingin ke Swedia" Kata Kenzo yang membuat Alenna berpikir.
Gue kapan bilang mau ke Swedia?.
Batin Alenna heran. Kenzo yang sadar dengan ekspresi Alenna pun langsung menjelaskan.
__ADS_1
"Kan saya pernah nanya, kamu pengen kemana. Tapi kamu jawab ke Swedia. Masa lupa?" Alenna kembali mengingat dalam otak. Di detik berikutnya Alenna langsung tersadar dengan ucapan Kenzo.
Memang Kenzo pernah bertanya seperti itu saat mereka hendak ke taman hiburan dan dengan asal Alenna menjawab negara Swedia.
"Eh iya, baru inget" Kenzo menggeleng tak habis pikir. Alenna menyengir tanpa dosa.
"Jadi besok kita kesana" Alenna membulatkan matanya mendengar ucapan Kenzo.
"Besok?!. Tapi gue butuh persiapan" Kata Alenna terkejut. Kenzo menatap Alenna dan menghentikan makannya.
"Masalah pakaian, paspor, dan yang lainnya sudah saya siapkan dari jauh-jauh hari. Jadi tinggal berangkat aja" Kata Kenzo santai membuat mulut Alenna sedikit terbuka karna kagum.
"Jadi maksud lo, semua pakaian gue udah lo siapin?" Kenzo mengangguk dan Alenna mengangguk.
"Sudah saya siapkan semuanya. Bahkan pakaian dalam dan pembalut pun sudah siap"
*****... Malu gue!. Nih orang nyebelin banget. Ngomongnya spontan lagi, kayak gak punya dosa.
Batin Alenna kesal mendengar ucapan spontan Kenzo.
"Apasih!. Jangan bikin malu dong" Ucap Alenna salah tingkah dan Kenzo hanya terkekeh melihat wajah Alenna yang memerah. Oh ayolah, siapa yang tidak malu jika barang privasi seorang wanita di sebutkan secara spontan oleh seorang pria.
"Intinya tak perlu khawatir lagi" Kata Kenzo. Alenna hanya menghela napas pelan.
"Kita berapa hari disana?" Tanya Alenna lagi. Kenzo nampak berpikir sejenak.
"Terserah kamu, saya mah ikut aja" Alenna juga ikut bingung. Masalahnya jika Alenna menghabiskan waktu disana, semua kebutuhan sekolahnya akan terhambat. Seperti mempersiapkan peralatan, seragam, dan hal lainnya untuk bersekolah. Lebih tepatnya hari pertamanya duduk di bangku kelas 12 SMA dan Steven sudah lulus, mungkin.
Alenna juga tidak tau apa yang akan di lakukan Steven setelah lulus. Yang jelas, pria itu pasti sudah bahagia bersama pacarnya itu dan ia tak perlu pusing-pusing memikirkan pria yang sudah memiliki kekasih. Ya, Alenna harus belajar melupakan Steven dan fokus pada satu pria di hadapan nya ini.
"Itu nanti aja di pikirin nya. Kita makan dulu, abis itu kita jalan-jalan lagi" Kata Kenzo membuyarkan lamunan Alenna. Gadis itu mengangguk dan lanjut menyelesaikan makannya.
🌺🌺🌺
Taman Mini Indonesia Indah adalah taman hiburan ikonik bertemakan Indonesia yang populer sejak tahun 90-an dan di tempat inilah Kenzo dan Alenna berada.
Mereka menikmati berbagai wahana dan fasilitas seperti misalnya Anjungan Daerah, kereta gantung, Teater 4D, museum, Teater IMAX Keong Mas, dan masih banyak lagi.
Disini adalah tempat dimana berbagai kalangan bertemu,
terutama pelancong yang membawa anak.
Alenna dan Kenzo datang kemari menaiki bus transjakarta, karna permintaan Alenna. Jujur Alenna lebih suka naik angkutan umum dari pada kendaraan pribadi. Terlebih mereka bisa bersosialisasi dan mengurangi pencemaran lingkungan karna asap kendaraan.
Kenzo tak bisa menolak jika Alenna yang meminta, jadilah ia menyuruh anak buahnya untuk membawa mobil silver nya dan sewaktu-waktu Kenzo akan menyuruh anak buahnya untuk memberikannya lagi pada pria itu.
Di sepanjang wahana, Alenna tersenyum bahagia dan tak henti-hantinya bertingkah lucu sekalipun di depan Kenzo. Alenna tak peduli, yang jelas ia sangat senang karna dapat menikmati waktu liburan tanpa beban pikiran yang berlebihan. Bukan berarti Alenna tak pernah kesini, tapi ia hanya mengekspresikan rasa senangnya saja.
"Gimana, masih mau lanjut?" Tanya Kenzo. Gadis itu sudah memegang kedua lututnya karena lelah berjalan. Alenna mengatur napasnya.
"Mah-sih dong... Huhh..." Ucap Alenna terengah-engah. Ini salahnya sendiri karna terus bermain kejar-kejaran dengan Kenzo.
"Kenzo! Lo mau ngapain?. Malu woy! Diliatin banyak orang" Kata Alenna yang memberontak saat Kenzo menggendong nya.
Kenzo tak menggubris dan terus menggendong Alenna di punggungnya tanpa merasa berat. Tentu saja, tubuh pria itu sangat lah kekar dan baginya mengangkat Alenna bukan lah apa-apa.
"Diam saja. Kau sudah lelah, kita cari tempat lain" Kata Kenzo berjalan dan membawa mereka keluar dari Taman Mini Indonesia Indah dengan berjalan kaki. Alenna pun menurut dan mengalungkan kedua tangannya di leher Kenzo.
mereka akan ke tempat tujuan selanjutnya menggunakan bus transjakarta lagi.
🌺🌺🌺
Kalian pasti sudah tahu bukan tempat apa ini?. Yap benar! Dufan atau dunia fantasi. Taman hiburan keluarga yang berada di Taman Impian Jaya Ancol.
Alenna dan Kenzo tak mau melewatkan tempat satu ini untuk mencetak sebuah kenangan.
Saat sampai disini, mereka segera bermain beragam wahana, mulai dari yang menegangkan seperti Tornado, Halilintar dan Hysteria, hingga yang cocok untuk semua umur seperti Rumah Miring, Poci-Poci, Turangga Rangga, dan Pontang-Pontang.
Alenna dan Kenzo juga tidak melewatkan wahana dengan tema khusus, misalnya Ice Age Arctic Adventure, Treasureland, Dufan Glow, Fantasy Lights: Magic of Dufan, dan Hello Kitty Adventure. Efek suara, cahaya, dan penampilan dari robot animatronik serta aktor yang membuat wahana-wahana ini semakin meriah.
Hari yang sangat menyenangkan menghabiskan waktu di tempat-tempat seperti ini. Ramai orang membuat tempat ini semakin meriah dan menyenangkan. Walaupun Alenna sendiri kurang menyukai berada di tempat ramai, tapi ia menikmatinya.
Keduanya sama-sama menikmati saat saat seperti ini. Bahkan Alenna dan Kenzo sering mengabadikan momen tersebut dengan berfoto, entah itu di handphone atau bahkan di foto box yang sering berada di tempat itu.
Karna saking asiknya bermain dan bersenang-senang, Kenzo dan Alenna sampai lupa waktu. Sekarang sudah petang, sekitar pukul 5 sore.
Alenna dan Kenzo pun memutuskan untuk pergi dari sana setelah sebelumnya Kenzo menelpon anak buahnya untuk membawa mobil miliknya kesini.
Mereka pun pergi dari taman hiburan tersebut, dan waktu bersenang-senang pun berakhir.
🌺🌺🌺
"Makasih ya, buat hari ini. Gue seneng banget" Kata Alenna berterima kasih dengan menghadap Kenzo yang tengah menyetir. Kedua sudut bibir Kenzo terangkat tapi pandangannya tetap terfokus kearah jalanan.
"Bagus kalau kamu senang. Kita akan sering-sering seperti ini" Kata Kenzo membuat Alenna ikut tersenyum.
Beberapa saat kemudian, mereka sampai di depan rumah Alenna. Gadis itu hendak turun dari mobil tapi tangannya di cekal oleh Kenzo membuat niatnya terurung.
"Kenapa?" Tanya Alenna kembali duduk.
Kenzo merogoh sesuatu di saku celananya. Kenzo menyodorkan sebuah kotak dan memberi kode kepada Alenna untuk membukannya.
Alenna pun membukannya dengan penuh tanda tanya.
Alenna mengerutkan alisnya bingung melihat ada kedua jam yang sama/couple.
__ADS_1
Alenna menatap Kenzo heran.
"I-ini-"
"Kamu satu saya satu" Potong Kenzo cepat. Alenna hanya diam saat Kenzo mengambil salah satu jam tersebut yang berukuran kecil dari yang satunya. Lalu Kenzo mengambil tangan kiri Alenna dan memasangkannya di pergelangan tangan Alenna. Alenna hanya diam.
Lalu setelah memasang di pergelangan tangan Alenna, Kenzo mengambil jam satunya lagi yang lebih besar dan memasang di pergelangan tangan kirinya sendiri.
Alenna melihat jam di tangan kirinya dan seulas senyum terbit begitu saja di wajah cantik gadis itu. Jam nya sangat cocok di tangan Alenna dan terlihat sangat manis. Ia baru tau alasan kenapa Kenzo memberikan jam tangan yang lebih kecil dari miliknya, karna pergelangan tangan Alenna kecil dan berbeda dengan pergelangan tangan Kenzo yang kekar.
"Suka?" Tanya Kenzo menatap mata Alenna. Alenna hanya tersenyum manis lalu mengangguk.
"Makasih" Kata Alenna.
"Oh ada satu lagi" Ujar Kenzo merogoh saku celananya lagi dan mengeluarkan sebuah kotak persegi panjang dari dalam sana. Alenna mengerutkan alisnya.
"Ini" Kenzo menyodorkan kotak tersebut kepada Alenna. Gadis itu hanya diam dan belum menerima kotaknya.
"Ini apa lagi?" Tanya Alenna menatap Kenzo bertanya-tanya.
"Buka ini di kamar dan tenang, semuanya sudah saya siapkan" Kenzo kembali menyodorkan nya di tangan Alenna. Alenna pun menerima masih dengan wajah yang bingung.
menyiapkan apa?.
batin Alenna bingung.
"Masuk sana, sudah malam. Besok saya suruh orang untuk menjemput kamu" Alenna mengangguk dan seketika ia mematung saat Kenzo mengelus rambutnya tiba-tiba selama beberapa saat.
"Yodah, gue masuk dulu ya. Lo hati-hati di jalan, jangan ngebut-ngebut dan makasih sekali lagi" Kenzo mengangguk dan Alenna pun keluar dari mobil Kenzo.
Alenna melambaikan tangan dan Kenzo pun pergi dengan mobilnya.
Alenna segera masuk kedalam rumah saat mobil Kenzo sudah tak terlihat.
Alenna melihat rumahnya sangat sepi, ia tidak tau kemana papanya. Mungkin Johan belum pulang kerja. Alenna segera masuk kedalam kamar dan mendudukkan dirinya di sisi kasur.
Ia tersenyum-senyum sendiri saat mengingat hal-hal yang baru saja ia lewati bersama Kenzo. Ia akan terus mengingat kenangan tersebut. Gadis itu tersenyum saat melihat jam tangan pemberian Kenzo.
Tak lama, ia teringat kotak pemberian Kenzo tadi. Alenna segera membuka kotak tersebut dan lumayan terkejut dengan isinya. Sebuah handphone yang Alenna yakini ini adalah handphone berkelas dan tentu saja terbaru. Bahkan kartu dan memori nya pun sudah langsung terpasang. Handphone itu sudah siap pakai.
Alenna menyalakan ponselnya dan berapa terkejutnya dia saat melihat layar tersebut. Ya, dilayar wallpaper tersebut menampilkan foto Alenna dan Kenzo yang tengah bergaya cute.
Entah untuk keberapa kalinya Alenna tersenyum hari ini. Namun saat gadis itu ingin melihat-lihat lagi, ternyata ponselnya terdapat password. Alenna mengerutkan alisnya.
"Lah... Kok di kunci?. Apaan password nya ya?" Tanya Alenna sambil terus mencoba membuka password tersebut.
"Alenna patricia?" Salah.
"Alenna?" Salah.
"Patricia?" Salah.
"Duh, salah terus lagi. Kenzo gak jelas ma-" Mulut Alenna terbuka saat menyadari akan sesuatu.
Segera ia mengetikkan nama
'Kenzo Zerral Agantra' di layar tersebut. Dan...
"Ngomong kek dari tadi, kalau passwordnya itu" Ujar Alenna final saat berhasil membuka kunci handphone tersebut.
Jari-jari tangan Alenna bergerak lincah di layar handphone tersebut. Ia membuka galeri dan ternyata sudah terdapat banyak foto Alenna bersama Kenzo di sana, bahkan foto terbaru mereka yang tadi siang pun ada.
Ia tak habis-habisnya tersenyum bahagia karna hal itu. Sungguh, pria itu penuh dengan kejutan. Alenna jadi tak habis pikir.
Tak lama, sebuah panggilan masuk di handphone tersebut dengan nama 'mine'. Alenna segera mengangkatnya.
"Gimana? Berhasil buka passwordnya?" Suara Kenzo yang terdengar dari sebrang sana. Alenna memutar bola mata.
"Udah kebuka"
"Memang passwordnya apa?"
"Kenzo Zerral Agantra, yakan?"
"Good, jangan di ubah"
"Kenapa?"
"Gapapa. Pokoknya jangan di ubah"
"Oke. Eh tapi lo udah sampe rumah emangnya?"
"Belum"
"Terus kenapa malah telponan?. Udah matiin aja, fokus nyetir dulu. Bahaya!"
"Jangan, Sebentar lagi saya sampai"
"Gak! Lo masih di jalan. Udah dulu teleponan nya. Nanti kalau udah sampe baru boleh nelpon lagi"
"Yasudah, kamu tidur saja. Good night, my mine"
"Ya, good night too"
Tuts!.
Telepon pun terputus dan Alenna meletakkan ponselnya di atas laci samping ranjangnya. Lalu membaringkan tubuhnya di kasur lalu memejamkan matanya dan tertidur.
one day with you, mr. Kenzo Zerral Agantra.
batin Alenna.
🌺🌺🌺
kesel deh, reviewnya lama banget... maaf ya
__ADS_1