
Now I know, how important you are in my life. I need you and you everything for me.
I realize Kenzo, that I have an implied feeling in you.
๐บ๐บ๐บ
Kenzo membawa Alenna menuju kamarnya dan menidurkan gadis itu di atas ranjang miliknya. Kenzo mengelus kepala Alenna lembut. Ia memperhatikan wajah cantik gadis yang telah membuatnya tergila-gila, sampai akhirnya ia melihat luka bekas cengkraman di leher Alenna. Kenzo pun segera pergi untuk mengambil air hangat dengan handuk yang di basahi disana. Tak butuh waktu lama ia sudah kembali ke kamar Alenna dengan membawa sebaskom air hangat dan handuk.
Kenzo duduk di sisi ranjang dan mulai mengobati luka di leher Alenna dengan lembut.
"Sepertinya saya memang tidak bisa meninggalkan kamu sendirian" Ucap Kenzo berbicara sendiri sambil tangannya terus mengobati Alenna.
"Kamu terlalu cantik, jadi banyak yang memperebutkan kamu, Alenna" Sambung Kenzo lagi.
Dirasanya sudah cukup, Kenzo menaruh handuk yang tadi ia gunakan di atas laci milik Alenna.
Kenzo memperhatikan wajah Alenna sekali lagi, kedua sudut bibirnya tertarik membentuk senyuman. Setelah puas memperhatikan, Kenzo pun berdiri dan pergi meninggalkan kamar Alenna.
Tanpa sepengetahuan Kenzo, Johan sedaritadi memperhatikan nya dari celah pintu yang sedikit terbuka. Karna takut ketahuan, Johan segera pergi sebelum Kenzo melihatnya.
Kenzo menuruni tangga untuk sampai ke lantai bawah. Saat sudah sampai, Kenzo melihat ada Johan dan Karin di ruang tamu.
Kenzo berjalan santai menghampiri mereka.
"Kenzo... Tadi Alenna kenapa?" Tanya Karin dengan wajah khawatir. Bukan berburuk sangka, tapi Kenzo merasa bahwa ekspresi Karin di buat buat seolah ia sedang khawatir. Menurut Kenzo.
"Dia hanya ketiduran" Jawab Kenzo tenang. Johan dan Karin mengangguk paham.
"Kenzo kemarilah, duduk" Pinta Johan menyuruh Kenzo duduk di sofa. Kenzo segera menurut dan duduk disana.
"Ada yang ingin saya bicarakan" Kata Johan.
"Katakanlah"
"Bagaimana dengan pertunangan mu dan Sarah?" Tanya Johan membuat rahang Kenzo mengeras saat mendengar nama Sarah disebut lagi. Jujur ia sudah terlanjur tidak suka dengan Sarah.
"Maaf, tapi saya tidak bisa bertunangan dengan Sarah" Karin dan Johan menatap Kenzo tak percaya, mereka terkejut. Sedangkan Kenzo hanya memasang wajah biasa saja.
"Ke-kenapa Kenzo?" Tanya Karin masih dengan ekspresi terkejut.
Kenzo tersenyum miring lalu merogoh saku celananya dan mengeluarkan handphone miliknya dari sana.
Setelah itu ia menyodorkan kan nya kepada Johan. Johan menerimanya dan melihat sebuah foto yang di tunjukkan oleh Kenzo.
Tentu saja itu foto yang ia ambil di club tadi yang menampilkan Sarah dan Steven sedang bercumbu mesra. Ditambah dengan pakaian Sarah yang lumayan terbuka seperti itu.
__ADS_1
Johan terkejut bukan main melihat foto itu, ia menggeleng pelan tidak percaya sambil menatap Kenzo.
"Tidak mungkin Sarah seperti ini" Bantah Johan.
Kenapa dia lebih percaya pada anaknya yang satu ini? Kenapa dia sulit percaya pada Alenna?. Sungguh orang tua yang aneh...
Batin Kenzo tak habis pikir.
"Tidak mungkin bagaimana?. Jelas-jelas bukti sudah di depan mata Anda, apa lagi yang Anda ragukan?" Tanya Kenzo tegas. Ia harus membuat Johan percaya, karna memang tidak ada alasan bagi Johan untuk membantah.
"Dan asal Anda tahu, Alenna hampir saja di perkosa karna putri kesayangan anda itu" Tambah Kenzo membuat Johan terkejut bukan main kali ini. Nafasnya memburu, matanya merah, dan rahangnya mengeras.
Johan terdiam sebentar, lalu ia kembali memberikan handphone Kenzo setelahnya dia berdiri.
"Baiklah, aku Terima keputusan mu. Putriku memang bersalah. Jadi, Pertunangan mu dan Sarah akan di batalkan!" Putus Johan lalu pergi begitu saja menuju kamar Alenna.
Karin yang mendengar itu semakin di buat bingung dan kesal dengan keputusan Johan. Sedangkan Kenzo tersenyum senang karna pertunangan nya batal. Kenapa Kenzo seperti itu? Karna dari awal memang Kenzo tak ikhlas dengan pertunangan itu, ia menyetujui nya karna ia pikir bisa membalas budi Johan yang pernah berbuat baik padanya. Tapi nyatanya ia salah, itu sama saja membohongi perasaan nya sendiri.
"Kalau begitu, saya pamit. Permisi" Karin diam saja, Kenzo pun pergi keluar dari rumah Alenna.
Disisi lain, Johan perlahan masuk kekamar Alenna dan menghampiri anak gadisnya yang tengah tertidur di atas ranjang.
Johan duduk di sisi ranjang. Ia memperhatikan wajah Alenna yang damai di tidurnya. Sampai matanya melihat ada luka di sudut bibir Alenna dan di lehernya. Johan meneteskan air mata, ia ingin sekali memeluk sang anak yang sudah lama tidak ia perhatikan. Sungguh Johan ingin melakukannya.
Maafin aku Vinna, aku gak bisa bersikap adil pada anak kita.
Batin Johan sambil matanya terus menetes. Karna takut anaknya terbangun, Johan pun bangkit lalu mengusap kepala Alenna sekali, dan setelahnya dia keluar dari kamar Alenna.
๐บ๐บ๐บ
"Sarah! Dari mana aja kamu?!" Tanya Karin geram melihat anaknya baru pulang jam 2 malam. Bayangkan jam 2 malam!. Ayolah, anak gadis mana yang pulang jam segitu?.
Sarah tak menjawab, ia terus berjalan gontai menuju kamarnya.
Karin menahan kedua bahu Sarah dengan tangannya.
"Jawab! Kamu dari mana?" Tanya Karin lagi kesal. Sarah menatap Karin sayu.
"Apa sih mah? Sarah capek nih. Mau tidur" Jawab Sarah malas. Karin mencium bau alkohol dari mulut Sarah. Ia menatap anaknya tak percaya. Lalu...
Plak!
Karin melayangkan tamparan keras di pipi Sarah hingga pipinya merah padam. Johan yang melihat kejadian itu hanya diam tak bertindak, ia tahu bahwa itu pantas itu Sarah.
Sarah menatap Karin kecewa.
__ADS_1
"Ma-mama kenapa nampar Sarah?" Tanya Sarah sambil memegang pipinya yang barusan di tampar oleh Karin.
"Berani beraninya kamu pergi minum alkohol!. Siapa yang nyuruh kamu Sarah?!. Mama gak pernah ngajarin kamu buat kayak gini!. Kalau kamu benci Alenna silahkan, tapi jangan sampe buat diri kamu sendiri rugi!. Kamu ini perempuan, Sarah!" Bentak Karin di depan wajah Sarah.
"Oh jadi mama marah sama Sarah dan ngebela sih cewek murahan itu hah?!" Bentak Sarah balik.
"Bukan be-"
"SARAH! KELUAR KAMU DARI RUMAH INI!" Teriak Johan marah mendengar Alenna di hina perempuan murahan.
Karin melotot tak percaya Johan mengusir Sarah.
"Pah... " Ucap Karin lirih memohon.
"Tidak Karin! Anak ini sudah kurang ajar. Dia menghina anakku! Aku tidak terima!" Tolak Johan dengan emosi yang memuncak.
"Oke! Sarah bakalan pergi dari rumah ini" Ucap Sarah melangkah menuju kamarnya untuk mengambil barang-barang.
"satu lagi, pertunangan mu dan Kenzo di batalkan!" Lanjut Johan membuat langkah Sarah terhenti. Ia berbalik menghadap Johan yang tengah memungunginya
"Papa boleh ngusir Sarah, tapi jangan batalin pertunangan Sarah sama Kenzo!" Protes Sarah pada Johan. Johan berbalik menghadap Sarah.
"Kenapa enggak boleh?. Kamu saja berciuman dengan pacarnya Alenna di club malam dan memakai pakaian tak pantas seperti ini" Balas Johan yang membuat Sarah mengeram kesal.
"Kakak macam apa yang berciuman dengan pacar adiknya sendiri. Padahal dia sendiri sudah bertunangan" Sambung Johan menyindir Sarah.
Sialan! Papa tau lagi!. Ini pasti karna Kenzo yang ngasih tau!. Cih sialan!. Rupanya gue udah nganggep lo remeh Alenna. Liat, gue akan balas semua perbuatan lo.
Batin Sarah dengan dendam yang menggebu-gebu.
"Jadi, cepatlah kau pergi dari sini" Usir Johan, setelah itu pergi berjalanย menuju kamarnya.
Najis! Dasar tua bangka!
Batin Sarah mengumpat.
Sarah kembali berjalan kearah kamarnya dan mengemaskan barang-barang nya.
Karin yang melihat itu, menatap Sarah sendu. Ia tak mau anaknya pergi, tapi di sisi lain ia tak bisa menggangu keputusan suaminya.
"KARIN!" Panggil Johan dari dalam kamar. Karin tersadar dari lamunannya menyahut.
"Iya sebentar!"
๐บ๐บ๐บ
__ADS_1