BROKEN

BROKEN
club(2)


__ADS_3

Tes! Air matanya menetes saat melihat kekasihnya sedang... Berciuman bersama seseorang yang sangat ia kenal, yaitu Sarah.


🌺🌺🌺


Alenna menutup mulutnya tak percaya. Pemandangan macam apa ini? Kenapa begitu menyakitkan?. Apa ia masih bisa memperbaiki nya?. Alenna sudah menangis dengan sangat deras, namun ia berusaha untuk tidak terisak. Namun sepertinya Kenzo dan Leksi menyadari hal itu, merekapun langsung menatap satu sama lain dan rahang mereka berdua mengeras.


"Brengsek!" Desis Leksi yang juga ikut menyaksikan hal tersebut. Ia menatap Leksi seolah memberi isyarat kepada Kenzo. Mengerti isyarat tersebut, Kenzo mengeluarkan benda pipih dari dalam sakunya dan mengabadikan kejadian tersebut kedalam ponselnya, lalu setelahnya segera memasukkan ponselnya kedalam saku celana. Kenzo mengangguk kepada Leksi.


Kenzo dan Leksi berjalan menuju tempat Steven beserta Sarah berada. Sampailah mereka di hadapan Steven dan Sarah, masih belum sadar keberadaan Alenna, Leksi, dan Kenzo disisi mereka, kedua sejoli itu masih melanjutkannya aktivitas nya.


Sedangkan Alenna menangis tersedu-sedu perlahan ia berjalan menghampiri Steven dan Sarah.


"Ekhem" Mereka berdua tersadar saat mendengar seseorang berdehem di dekat mereka, dan itu adalah Leksi.


Steven membelalakan matanya saat melihat siapa yang ada di hadapannya ini, Leksi dan Kenzo. Tak kalah kaget, Sarah juga ikut membelalakan mata sambil melongok saat kepergok tengah bercumbu mesrah dengan Steven.


"Ke-kenzo" Ucap Sarah gugup.


"Bang Leksi... " Ucap Steven juga.


Leksi dan Kenzo menaikkan sebelah alis mereka.


"Gak saya sangka kamu se brengsek ini" Sarkas Leksi kepada Steven.


"Dan kamu, murahan sekali. Wanita mana lagi yang lebih menjijikkan dari pada kamu?" Sarkas Leksi kepada Sarah yang kini menunduk karna malu.


Steven kembali terkejut saat melihat Alenna yang datang dengan berderai air mata dan menatapnya kecewa. Ada rasa penyesalan di hati Steven, namun ngingat bahwa alasan Steven kesini karna ia stress setelah melihat foto tersebut. Ia tahu ini salah, tapi jujur ia tak bermaksud membuat Alenna tersakiti. Tapi disini Steven juga tersakiti.


"Alenna?" Ucap Steven tak percaya Alenna ikut hadir memergokinya disini. Alenna hanya diam dan menunduk. Kenzo mengepalkan tangannya saat melihat air mata Alenna mengucur begitu jelas, ingin sekali rasanya ia menghancurkan club ini sekarang. Tapi ia harus mengontrol dirinya agar tidak mengambil tindakan ceroboh.


"Kenapa? Kamu takut kepergok karna bermesraan disini?. Jujur saya kecewa sama kamu Steven. Kamu melakukan hal yang sangat menjijikkan, apalagi sama perempuan ini" Ketus Leksi sambil memberikan tatapan tajam kepada Sarah yang terus saja menunduk.


Steven sangat ingin meminta maaf kepada Alenna, sungguh ia tak mau melihat Alenna menangis, tapi pada akhirnya ia di kuasai oleh egonya sendiri. Ia memilih untuk menentang perasaannya.


"Kenapa emangnya kalau bermesraan? Kalian mau nyalahin gue?. Terus gimana dengan kalian yang malah lebih dekat sama Alenna dari pada gue?. Main ke taman hiburan, pelukan di cafe, dan antar jemput. Kalian pikir gue gak tau" Leksi dan Kenzo tak kaget lagi saat Steven mengucapkan itu, karna mereka sudah tahu dari David yang memberitahu mereka. Karna itulah mereka membantu Alenna untuk membenarkan kesalahan pahaman antara mereka.


"Jadi siapa yang lebih menjijikkan?" Tanya Steven sambil menatap Alenna sinis.


Hati Alenna kembali sakit mendengar ucapan Steven yang benar-benar menusuk hatinya kali ini.

__ADS_1


"Gak usah nangis kayak gitu, Alenna. Gue tau lo cuma pura-pura, walaupun lo bawa mereka berdua, gue gak takut sama sekali. Kalau lo mencari pembelaan silahkan, gue gak peduli" Alenna menangis sejadi-jadinya disini. Steven kini seolah menatapnya hanya seonggok sampah yang tidak bermutu.


"Mending kalian pergi deh. Gak usah ngurusin hidup gue lagi!" Usir Steven. Alenna tahu bahwa Steven tengah di bawah pengaruh alkohol mangkannya dia bersikap seperti itu.


Tapi Karna sudah tidak kuat, Alenna pun pergi begitu saja. Kenzo menarik lengan Alenna membuat Alenna menoleh.


"Lepas ken, gue mau sendiri" Tepis Alenna melepaskan tangan Kenzo dari lengannya. Tapi tak berhasil.


"Saya antar"


"Gak usah ken, gue bisa sendiri" Tolak Alenna dengan isak tangis.


"Udah Kenzo, biarin dia tenangin diri dulu" Bisik Leksi kepada Kenzo. Akhirnya Kenzo mengalah dan melepaskan cekatan nya pada lengan Alenna lalu membiarkan gadis itu pergi dari club sendiri.


Jangan berpikir Kenzo dengan mudah membiarkan Alenna pergi sendiri tanpa pengawasannya, nyatanya kalian salah. Karna Kenzo segera menyuruh orang suruhannya untuk memantau dan menjaga Alenna selagi Kenzo tak ada disisinya. Jadi tenang saja.


Kenzo kembali beralih kepada Steven yang masih memasang tampang maboknya karna ia kembali meneguk sebotol alkohol.


"Steven, kamu harus tau apa alasan kami kesini" Kata Leksi membuat Steven menatapnya.


"Untuk membuktikan bahwa gue lebih menjijikkan. Yakan?" Tuduh Steven sembarangan.


"Ayo kita pindah ketempat yang lebih nyaman" Mereka pun pindah ketempat yang lebih sunyi agar bisa lebih nyaman.


"Itu adalah foto Alenna dan saya waktu kecil" Steven melihat Leksi terkejut. Memang benar, di foto ada gambar Alenna kecil dan Leksi kecil yang tersenyum manis.


"Kita sudah mengenal satu sama lain dari kecil dan Alenna sudah saya anggap sebagai adik saya sendiri, begitu juga sebaliknya. Biar saya ceritakan sama kamu" Leksi menjelaskan semuanya kepada Steven agar anak itu tidak salah paham lagi. Tadinya ada keraguan, tetapi Steven sadar bahwa ini sungguhan. Setelah Leksi selesai menjelaskan ia membiarkan Steven berpikir.


"Jadi, kalian... Kakak adik?" Tanya Steven memastikan.


"Bisa di bilang begitu"


Jleb!


Kakak adik?


Batin Steven.


Ada sesuatu yang mencelos di hati Steven mendengar kenyataan bahwa itu salah paham. Tapi ia tak semudah itu percaya, pandangannya beralih pada Kenzo yang sedaritadi diam.

__ADS_1


"Terus gimana dengan dia?" Tanya Steven menunjuk Kenzo dengan dagunya.


Songong sekali bocah ini.


Batin Kenzo kesal.


"Foto yang kamu dapatkan, itu semua memang benar. Itu saya dan Alenna. Tapi foto itu diambil jauh sebelum kamu dan Alenna berpacaran, jadi saya gak salah dalam hal ini sebelumnya.


"Tapi yang menjadi masalahnya adalah, si pengirim ini beralibi bahwa kejadian itu baru saja terjadi dan baru dikirim ke kamu baru-baru ini" Jelas Kenzo menatap Sarah sekilas. Steven tak menjawab, matanya mencoba mencari kebohongan dari mat Kenzo. Tapi tak ketemu.


"Ya tapi sama ajalah"


Ujar Steven.


"Beda, sebelum itu kamu gak punya hubungan sama Alenna. Jadi saya masih sah sah aja deketin dia" Balas Kenzo mengutarakan. Steven terdiam.


"Emang siapa pengirim foto itu?" Tanya Steven kepada Leksi dan Kenzo.


"Siapa lagi kalau bukan perempuan licik nan murahan itu" Tunjuk Leksi kearah Sarah yang sedari tadi menunduk.


Steven menatap Sarah tak percaya. Sedetik kemudian ia bangkit dari duduknya diikuti dengan yang lain, kecuali Sarah.


"Terima kasih penjelasannya. Gue permisi" Sebelum Steven pergi, Kenzo menahan bahunya.


"Secepatnya selesaikan masalah mu dengan Alenna. Saya gak akan biarkan kamu menyakiti Alenna untuk yang kedua kalinya. Karna kamu gak akan tahu apa yang bisa saya lakukan jika hal itu sampai terjadi" Bisik Kenzo tepat di telinga Steven. Suara dingin nan berat membuat Steven sedikit bergidik ngeri, tapi ia tetap tak gentar dan memilih untuk langsung melangkah pergi.


"Tugas kita selesai. Sekarang tinggal gimana mereka menyikapinya" Ucap Leksi menepuk bahu Kenzo pelan. Kenzo hanya diam.


"Ayo kita pergi dari tempat ini" Ajak Kenzo berjalan duluan. Leksi hendak menyusul, tapi ia menghentikan langkahnya sebentar dan menoleh ke belakang, kearah Sarah.


"Oh ya dan kau, Tunggu kejutan yang menanti mu besok" Setelah itu Leksi pergi menyusul Kenzo yang sudah dulu keluar dari club.


Lagi lagi gara lo Alenna! Kenapa sih lo itu selalu beruntung?!!. Sialan lo!


Batin Sarah kesal.


🌺🌺🌺


hiii guys I'm back lagi!!!

__ADS_1


kasih comment dan vote cerita ini ya...


kalau comment nya melebihi 15, author akan update lagi. sampai nantiπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ‘‹


__ADS_2