BROKEN

BROKEN
raja gombal


__ADS_3

Tanpa disadari, Alenna melihat Kenzo yang tengah tersenyum sendiri. Alenna bergidik ngeri.


Idih... Nih orang kenapa? Senyum-senyum sendiri. Ih creepy.


Batin Alenna heran.


🌺🌺🌺


"Yakin mau pulang sekarang?. Tapi kondisi lo belum pulih pasti" Tanya Alenna sekali lagi. Karna ia ragu dengan keinginan Kenzo yang ingin langsung pulang. Alenna takut luka di perut Kenzo belum sembuh betul.


Kenzo tersenyum lalu mengangguk.


"Yakin" Jawab Kenzo yakin. Alenna menghela napas karna bingung dengan cara apalagi melawan si keras kepala ini.


"Yaudah sini" Ucap Alenna ingin membantu Kenzo berjalan. Kenzo mengerutkan alis.


"Mau ngapain?" Tanya Kenzo kepada Alenna yang ingin membantunya berjalan keluar kamar rumah sakit. Semua barang-barang sudah di kemas oleh anak buah Kenzo, jadi mereka tinggal pergi meninggalkan tempat ini saja.


"Bantuin lo jalan lah" Ketus Alenna menatap Kenzo kesal.


"Gak usah, kan perut saya yang sakit. Bukan kaki yang lumpuh" Ucap Kenzo menolak Alenna membantunya.


Bener juga sih... Kok gue jadi aneh gini sih?.


Batin Alenna menyadari kebodohannya.


"Oh yaudah bagus, Bisa jalan sendiri" Ucap Alenna lalu nyelonong meninggalkan Kenzo sendiri. Kenzo terkekeh lalu memanggil nama Alenna.


"Alenna!. Tunggu saya!" Panggil Kenzo tapi tak di indahkan oleh Alenna. Jujur saja Alenna sedang malu sekaligus kesal sekarang.


Niat baiknya malah di sia-siakan oleh makhluk bernama Kenzo Zerral Agantra itu. Menyebalkan.


Mereka pun pergi kerumah Kenzo. Alenna? Gadis itu memilih untuk ikut kerumah Kenzo. Hanya mengunjungi dan siapa tau saja Kenzo butuh bantuannya. Anggap saja ini untuk membalas kesalahan nya pada Kenzo. Walau Alenna tidak tahu pasti apa kesalahan nya.


🌺🌺🌺


"Lo mau makan apa? Biar gue masakin" Tanya Alenna kepada Kenzo yang tengah duduk di sofa. Mereka sudah sampai di rumah Kenzo yang sangat-sangat megah dan mewah. Ini pertama kalinya Alenna kerumah Kenzo, karna sebelum nya pria itu tidak pernah mengajak dan Alenna tidak pernah meminta.


Sungguh, Alenna bingung ingin mendeskripsikan nya bagaimana keadaan rumah ini. Yang jelas ini benar-benar mewah dan megah. Terdiri dari 4 lantai dan 3 kolam renang.


"Kamu bisa masak?" Tanya Kenzo membuat Alenna merotasi kan bola mata.


Wah... Ngeremehin nih orang.


Batin Alenna kesal dengan pertanyaan Kenzo yang seolah sedang menyindir nya, padahal tidak.


"Tar lo juga tau" Ucap Alenna santai. Kenzo mengangguk lalu tampak berpikir sejenak.


"Cepetan, lo mau makan apa?" Tanya Alenna gemas. Kenzo masih berpikir.


"Hmm saya mau steak aja" Alenna mengangguk paham.


"Dapur di mana?" Tanya Alenna kepada Kenzo.


"Itu ada lorong, lurus aja. Nanti di ujung ada dapur" Tunjuk Kenzo memberitahu Alenna. Alenna mengangguk paham lalu mengikuti petunjuk dari Kenzo. Alenna pun pergi ke dapur tersebut setelah sebelumnya melewati lorong yang cukup panjang.


Di sepanjang lorong tadi, Alenna bisa melihat foto keluarga dan foto seorang anak laki-laki yang Alenna yakini adalah Kenzo. Karna mirip dengan Kenzo. Di foto itu, Kenzo kecil terlihat tersenyum lebar menunjukkan kebahagiaan nya bersama kedua orang tuanya yang berada di samping Kenzo.


Alenna jadi bertanya dalam hati.


Orang tuanya Kenzo kemana? Lagi pergi? Atau gak tinggal satu rumah sama dia?.


Batin Alenna.


Tak mau buang waktu, Alenna pun kembali menyelesaikan pekerjaannya di dapur. Ia memasak dengan sangat lihai, seperti seorang koki profesional. Alenna sudah biasa memasak sedari kecil untuk ibunya. Jadilah sekarang, Alenna yang pandai memasak.


Disisi lain...


Kenzo tengah duduk di sofa yang sama lalu merogoh saku belakang celananya dan mengeluarkan dompet hitam miliknya.


Pria itu membuka dompetnya lalu mengambil sebuah foto yang terselip disana.


Foto yang menampilkan gambar seorang anak kecil dengan ayah dan ibu di samping nya. Anak kecil itu tersenyum lebar di tengah orang tuanya, begitu juga dengan sang ayah dan ibu. Tak sadar, Kenzo tersenyum memperhatikan foto tersebut sambil mengusapnya sesekali.


"Bu... Lihat. Kenzo kecil sudah tidak kesepian lagi. Karna sudah ada dia disini, gadis dengan sejuta kejutan yang mampu membuat Kenzo kecil mencintai nya" Monolog Kenzo bergumam sambil tersenyum-senyum sendiri.


"Ayah, Kenzo kecil sudah jadi pemberani sekarang. Karna Kenzo sudah berani melakukan hal gila hanya untuk gadis yang sedang memasak itu. Ya, hal gila apa saja" Monolog Kenzo lagi sambil melihat Alenna yang mundar-mandir di ujung lorong, lebih tepatnya di dapur.

__ADS_1


Setelah lumayan lama hanyut dalam pikirannya, Kenzo memilih untuk menaruh kembali foto itu di dalam dompetnya dan merebahkan badannya di sofa panjang itu. Sesekali ia merasakan nyeri di perutnya karna mungkin lukanya belum pulih sepenuhnya.


Kenzo baru saja ingin memejamkan matanya, tapi suara langkah Alenna membuat Kenzo mengurungkan niatnya dan membuka matanya secara tiba-tiba.


"Astaga! Kaget gue" Terkejut Alenna karna melihat Kenzo yang tiba-tiba membuka mata.


Alenna berjalan mendekat sambil membawa sebuah piring yang berisi steak yang baru saja selesai ia masak. Kenzo merubah posisinya menjadi duduk dan Alenna duduk di sofa sebrang Kenzo.


Gadis itu menaruh piring berisi steak di atas meja dan tersenyum-senyum sendiri melihat hasil jeri payahnya yang memuaskan. Kenzo yang sadar betul dengan Alenna yang tersenyum pun ikut tersenyum-senyum juga.


"Ngapain lo senyum-senyum sendiri ngeliatin gue?" Tanya Alenna yang juga tersadar Kenzo sedang tersenyum sambil memandangnya.


"Kamu juga, ngapain senyum-senyum ngeliatin makanan. Mending senyumnya pas ngeliatin saya aja"


Parah sih... Pipi gue panas lagi.


Batin Alenna yang pipinya sudah merah.


"Idih..." Ucap Alenna raut wajah jijik. Alenna pun mengalihkan pandangannya sedangkan Kenzo memperhatikan steak yang di bawa Alenna tadi.



"Ini beneran kamu yang masak?" Tanya Kenzo tak percaya. Alenna melihat Kenzo lalu menghela napas.


"Iya tuan Kenzo. Gak percaya?" Tanya Alenna balik.


"Saya percaya tapi... Tampilannya kayak masakan ibu saya" Jawab Kenzo membuat Alenna terdiam.


Masa sih? Perasaan kayak steak pada umumnya.


Batin Alenna.


"Yaudah, dimakan gih" Kenzo mengangguk lalu memakan steak tersebut. Alenna memperhatikan raut wajah Kenzo. Alenna takut Kenzo tidak menyukainya, apalagi Alenna menambahkan bumbu cabai. Siapa tau pria itu tidak suka.


"Gimana rasanya? Lo suka pedes gak?" Tanya Alenna penasaran. Kenzo menatap mata Alenna cukup lama sebelum menjawab. Alenna hanya diam menanti jawaban Kenzo.


Wah... Jangan jangan gak enak lagi.


Batin Alenna takut.


"Rasanya... Sama seperti buatan ibu saya" Kata Kenzo yang membuat Alenna semakin bingung dan seketika terdiam.


"Rasanya enak" Alenna tersenyum senang mendengar respon Kenzo yang positif. Alenna menghela napas lega.


"Thanks. Yaudah, abisin" Kata Alenna. Kenzo mengangguk dan kembali memakan makanannya. Alenna hanya diam memperhatikan Kenzo yang sedang makan.


"Ken... "


"Hm" Jawab Kenzo karna sedang mengunyah.


"Orang tua lo pada kemana?" Tanya Alenna tiba-tiba. Kenzo langsung menatap mata Alenna membuat gadis itu sedikit gelisah.


Alenna menggigit bibir bawahnya. Takut salah bertanya.


"Gue liat, rumah lo sepi" Lanjut Alenna menambahkan.


"Mereka... Sudah meninggal karna sebuah kecelakaan 12 tahun silam" Mulut Alenna sedikit terbuka tak percaya. Ia jadi merasa tidak enak dengan Kenzo.


"So-sorry" Maaf Alenna membuat Kenzo tersenyum manis lalu kembali melanjutkan makannya.


Alenna melihat Kenzo dengan pikiran yang menelisik jauh.


12 tahun? Berarti waktu Kenzo masih kecil dong?. Gak nyangka dia bener bener cowok yang mandiri.


Batin Alenna terkagum-kagum dengan pria di depannya ini.


"Kenapa cuma ngeliatin saya? Kamu gak makan?" Alenna kembali tersadar dari lamunannya. Lalu menggeleng.


"Gak, lo aja yang makan" Tolak Alenna sambil tersenyum tipis.


Kenzo mengangguk. Tapi di detik berikutnya, Kenzo kembali menatap mata Alenna membuat yang di tatap bingung.


"Kenapa?" Tanya Alenna.


"Rumah ini memang sepi, tapi saat kita sudah berumah tangga. Rumah ini akan berubah menjadi sangat ramai saat anak-anak kita lahir nanti" Alenna melongok mendengar ucapan Kenzo. Pipinya merah dan ia sudah tidak tau harus menanggapi pria ini bagaimana lagi.


"Apaan sih, gak jelas kalau ngomong" Kata Alenna salah tingkah.

__ADS_1


Aduh... Please jangan merona... Jangan merona.


Batin Alenna menahan diri.


"Saya serius, saya gak pernah main-main sama ucapan yang keluar dari mulut. Prinsip saya, kalau saya udah dapet yang pas, gak bakal saya lepas dan akan saya bawa dia sampai ke pelaminan" Alenna menggigit bibir bawahnya karna sudah tak tahan dengan ucapan Kenzo. Ingin sekali ia memaki pria ini karna berhasil membuat pipinya merah seperti kepiting rebus, tapi disisi lain ekspresi wajah Kenzo terlihat sangat serius. Membuat Alenna benar-benar salah tingkah.


"Iya deh... Apa kata lo aja"


"Lagipula, kamu mencintai saya juga kan?. Jadi tunggu apalagi?" Mata Alenna sedikit terbuka karna ucapan Kenzo.


Jadi dia denger?.


Batin Alenna terkejut.


"Lo udah ta-"


"Kamu sendiri yang bilang di rumah sakit. Perlu saya ulang?" Alenna menunduk karna malu. Untuk pertama kali dalam hidupnya, ia dibuat sangat salah tingkah hanya karna sebuah lisan yang di ucapkan oleh seorang Kenzo. Alenna tak bisa menyangkal perasaannya pada Kenzo. Tapi ayolah, jangan terlalu spontan.


Sungguh menggemaskan, pipinya merah.


Batin Kenzo sambil tersenyum melihat Alenna yang sedang malu.


"Yaudah kalau gitu, udah tau ini kan" Ucap Alenna menetralkan wajah dan hatinya. Menjadi terlihat seperti biasa saja, walaupun hatinya masih tidak sinkron dan berkoar-koar.


"Yaudah kalau gitu, ayo nikah. Udah cinta ini kan"


Mama... Tolongin Alenna...


Cowok ini kurang ajar, udah bikin Alenna terbang...


Batin Alenna yang sudah menjerit.


"Kenzo... Mending lanjutin makannya, abis itu minum obat, dan baru istirahat. Nanti aja ngobrol lagi, oke?" Kata Alenna mengalihkan arah pembicaraan. Salah satu caranya agar Alenna tidak terus salah tingkah, ya cuma ini.


Kenzo tersenyum penuh arti.


"Kamu penuh perhatian, saya makin gak sabar jadiin kamu istri saya"


Bugh!


Alenna melempar bantal kecil yang ada di sofa kearah Kenzo dengan sangat Kenzo. Dengan sigap, Kenzo menangkapnya lalu terkekeh.


Dasar lelaki!! Raja gombal!.


Batin Alenna kesal lalu memilih untuk berjalan ke dapur meninggalkan Kenzo yang masih terkekeh.


dia menganggap nya gombalan, padahal saya beneran serius mau ngajak dia membangun rumah tangga, tapi rupanya dia belum siap. tak apa, saya tunggu sampai dia benar-benar siap.


batin Kenzo.


Alenna... jangan terbawa suasana. inget, masih banyak harus lo. lakuin. jangan mikir yang aneh-aneh, apalagi ke makan sama gombalan mau sih Kenzo. yang ada lo bisa sakit hati, inget lo baru aja gagal dalam sebuah hubungan.


batin Alenna


disisi lain...


kurang ajar! bisa bisanya dia mengancam dengan cara ini!.


batin Karin.


gak kapok-kapok tuh anak. udah di kasih pelajaran tapi malah makin kurang ajar sampe kerja sama, sama anak buahnya Kenzo. sialan!


batin Sarah.


aduh dek... kamu dimana sih?. kenapa handphone nya gak aktif?. abang khawatir...


batin David.


maafin gue Alenna... gue gak bermaksud buat nyakitin hati lo. gue sayang dan cinta sama lo. maafin gue Alenna, gue udah bikin lo kecewa sama sikap gue.


batin Steven.


🌺🌺🌺


**apa kabar guys?


buat kalian yang ingin masuk grub, silahkan masuk ya. aku gak maksa kok, tapi kalau kalian mau ya silahkan. mungkin nanti akan ada pengumuman tentang cerita ini di grub itu. Terima kasih banyak.

__ADS_1


jangan lupa vote, comment, dan share cerita ini ke teman-teman kamu ya...


byeπŸ‘‹πŸ˜**.


__ADS_2