BROKEN

BROKEN
i can't


__ADS_3

Hari sudah menjelang malam dan matahari sudah mulai terbenam. Alenna masih sibuk memilih pakaian untuk ia gunakan saat mendatangi pernikahan Leksi.


Alenna terus mencari-cari baju di dalam lemari nya dan sesekali mencocokkan kearah cermin.


"Pakek yang mana ya?" Gumam Alenna bingung.


Ting nong!.


Saat Alenna sedang memihak pakaian, sebuah pesan masuk kedalam ponselnya. Segera gadis itu mengambil handphone di atas laci kecil dan membuka pesan yang ternyata dari Kenzo.


Kenzo:


Aku sudah di depan rumah mu.


Keluar lah...


Alenna segera membuka tirai saat membaca pesan tersebut. Benar saja, Kenzo sudah berada di depan rumahnya dengan bersender di mobil silver milik pria itu.


Alenna kembali menutup tirai dan buru-buru mengambil baju lalu memakainya serta merias diri di cermin. Alenna tidak tahu apakah ini cocok dengannya atau tidak, yang jelas ia tak mau membuka Kenzo lama menunggu. Tak apalah, yang penting masih layak di gunakan dan Alenna nyaman menggunakannya.


Sekilas Alenna melihat pantulan dirinya sendiri di cermin fullbody. Ia rasa cukup, Alenna segera turun menuju lantai bawah rumahnya.


Saat ia sampai di tangga, terlihatnya Johan tengah termenung di ruang tamu. Perlahan Alenna menghampiri Johan.


"Pah..." Panggil Alenna dan Johan pun menoleh sambil tersenyum kecut. Alenna mengerutkan alis, bingung.


"Papa dari mana?" Tanya Alenna kepada Johan. Alih-alih menjawab, Johan malah memberikan sebuah berkas kepada Alenna. Dengan linglung, Alenna menerimanya.


"Apa ini?" Tanya Alenna.


"Surat perceraian" Alenna sempat terkejut mendengar penuturan Johan. Namun segera ia membuka berkas tersebut dan membacanya.


Setelah membaca beberapa, Alenna mengerti bahwa mulai saat ini, Johan dan Karin sudah bercerai. Sarah akan ikut bersama Karin dan Alenna ikut bersama Johan. Sedangkan harta warisan, Karin turut mendapatkan nya walau hanya sebagian.


Alenna kembali menutup berkas tersebut dan memberikannya kepada Johan. Ia tersenyum tipis.


"Kalau menurut papa ini yang terbaik, Alenna cuma bisa dukung" Kata Alenna masih dengan senyum ya. Johan berdiri dari duduknya dan mengelus kepala Alenna lembut.


"Terima kasih, nak. Maafkan papa selama ini, papa gak bisa jaga kamu dan Vinna dengan baik. Papa menyesal, Alenna" Air mata Johan mulai turun sekarang. Alenna yang melihat itu segera memeluk Johan dengan erat. Ia mengusap punggung rapuh Johan.


"Papa gak usah nyesel, percuma. semuanya udah terlambat. Yang terpenting, papa harus jaga kesehatan sekarang, jangan sampai sakit. Kalau Alenna, papa gak usah pikirin. Alenna bisa jaga diri sendiri, dan lagi ada Kenzo yang selalu ada buat Alenna" Jelas Alenna menenangkan Johan. Perlahan tangisan Johan mulai terhenti. Alenna pun melepaskan pelukannya.


"Sekarang Alenna mau pergi ke pesta pernikahan bang Leksi. Papa gak kesana?" Tanya Alenna. Johan menghapus jejak air matanya sebelum menjawab.


"Papa nanti nyusul" Alenna mengangguk mengerti lalu berpamitan kepada Johan sebelum pergi.


Segera ia menghampiri Kenzo yang sedaritadi menunggu. Alenna tersenyum manis saat melihat Kenzo.


"Maaf lama" Ujar Alenna. Kenzo tersenyum lalu mengelus kepala Alenna lembur.


"Gak masalah. Ayo" Alenna mengangguk. Gadis itu memasuki mobil dan duduk di samping Kenzo.


Berangkatlah mereka ke gedung dimana Leksi dan Stephanie menikah. Mereka tak sabar ingin melihat bagaimana tampilan Leksi dan Stephanie yang menjadi pengantin baru.


🌺🌺🌺


Sampailah mereka di Gedung tenang Leksi menikah. Alenna turun dari mobil, begitu juga dengan Kenzo.


Alenna melihat sekitar, sangat mewah nuansa pernikahan ini. Alenna tersenyum manis. Kenzo menggandeng tangan Alenna masuk kedalam. Acara resepsi sudah dimulai sejak 10 menit yang lalu.


Saat memasuki pintu utama, banyak pasang mata yang melihat kearah Alenna dan Kenzo dengan berbagi bisikan.


"Lihat, mereka sangat serasi ya?"


"Benar, mereka cocok satu sama lain"


"Bukankah itu Tuan Kenzo dari perusahaan Agantra?. Terus siapa perempuan disampingnya?"


"Pasangannya cantik sekali"


"Mereka sangat tida mau cocok!. Tuan Kenzo tampan, tapi perempuan itu biasa-biasa saja. Tak ada yang istimewa"


Kira-kira seperti itulah ocehan dari para tamu melihat kearah Kenzo dan Alenna. Ada yang menyindir, namun tak sedikit juga orang yang memuji keserasian mereka.


Seolah menutup telinga, Kenzo dan Alenna memilih untuk tidak menggubris ucapan dari para tamu yang menjadikan mereka objek.

__ADS_1


"Kita salaman sama Leksi dan Stephanie dulu" Bisik Kenzo kepada Alenna. Gadis itu hanya mengangguk setuju.


Sampailah mereka di hadapan Leksi dan Stephanie di pelaminan. Leksi dan Stephanie tersenyum melihat kehadiran Kenzo serta Alenna di pernikahan mereka. Begitu juga sebaliknya.


"Selamat ya kak, semoga bahagia selalu" Kata Alenna mengucapkan selamat sambil bercepika-cepiki dengan Stephanie.


"Makasih banyak ya Alenna" Kata Stephanie tersenyum manis kepada Alenna.


"Siapa ini?" Tanya Stephanie melirik Kenzo yang berdiri di samping Alenna. Kenzo tersenyum tipis kepada Stephanie.


"Saya Kenzo, calon suami Alenna. Selamat atas pernikahannya" Kata Kenzo memperkenalkan diri. Lirikan jahil Stephanie kepada Alenna membuat gadis itu tersipu malu. Alenna hanya menunduk karna malu. Ia menyenggol lengan Kenzo cukup kuat.


"Wah... Cepet cepet nyusul ya" Goda Stephanie senang karna sukses membuat Alenna merona. Kenzo melirik Alenna lalu tersenyum.


Mudah sekali tersipu nya...


Batin Kenzo melihat Alenna tersipu.


"Seterah deh kak" Final Alenna. Kini Alenna menatap Leksi yang tengah melihatnya. Alenna tersenyum manis kepada Leksi. Ia senang melihat Leksi senang. Hari ini, Leksi sudah resmi melepas status lajangnya karna sudah menikah dengan kakak dari mantan kekasih Alenna.


"Selamat ya bang, jagain kak Stephanie sama kayak bang Leksi ngejagain Alenna. Semoga kalian bahagia" Kata Alenna tulus. Leksi hanya diam mendengar ucapan Alenna, lalu sedetik kemudian tangannya tergerak untuk mengelus kepala Alenna lembut.


"Semoga Tuhan selalu memberikan kamu kebahagiaan, Alenna. Janji sama bang Leksi, jangan pernah sedih lagi?" Tersirat seulas kesedihan di mata Leksi. Alenna tersenyum lalu mengangguk.


Alenna gak janji, bang.


Batin Alenna.


"Alenna janji, bang" Kata Alenna berdusta pada hatinya sendiri. Leksi mengangguk, lalu tatapannya beralih kepada Kenzo.


"Jaga dia baik-baik. Jangan pernah membuat dia menangis atau bahkan sedih lagi. Saya gak jamin bisa terkendali jika itu terjadi" Tutur Leksi berpesan kepada Kenzo. Kenzo hanya mengangguk.


"Tidak akan" Kata Kenzo. Ada perasaan lega di hati Leksi saat mendengar ucapan Kenzo yang penuh dengan keyakinan. Ia rasa Kenzo lebih baik menjaga Alenna ketimbang Steven. Karna itulah, ia merelakan Alenna pada pewaris perusahaan Agantra ini.


"Terima kasih" Kata Kenzo.


Keadaan menjadi hening seketika, itu yang di rasakan Stephanie sekarang.


"Eh tunggu apa lagi?. Ayo dimakan hidangannya" Ujar Stephanie mencairkan suasana. Alenna tersenyum lalu mengangguk.


"Alenna ingat, jangan pernah jauh dari Kenzo" ujar Leksi memperingati Alenna. gadis itu terdiam sebentar menatap Leksi. entah kenapa, Alenna merasa perasaan yang kurang menyenangkan lagi. namun, segera ia mengembangkan senyum.


"iya, bang" kata Alenna mencoba tenang. Leksi terdiam sejenak lalu mengelus kepala Alenna lembut.


"Yasudah, sana makan yang banyak!" Kata Stephanie sambil mendorong-dorong Alenna dan Kenzo untuk turun dari pelaminan dan memakan hidangan yang ada disana. Alenna hanya terkekeh pelan lalu turun bersama Kenzo.


"Kamu mau makan?" Tanya Kenzo kepada Alenna. Alenna berpikir sejenak lalu menggeleng.


"Kenapa?" Tanya Kenzo karna Alenna tidak mau makan.


"Gapapa, aku cuma mau minum aja" Kenzo sempat terkejut mendengar Alenna menggunakan aku-kamu padanya. Seulas senyum muncul di sudut bibir Kenzo.


"Kenapa?, Kok senyum-senyum sendiri?" Tanya Alenna heran melihat Kenzo senyum sendiri.


Kenzo langsung bersikap cool kembali saat mendengar pertanyaan Alenna.


"Enggak kok, gapapa. Yaudah ayo kita minum" Alenna mengedikkan bahunya lalu membiarkan Kenzo merangkulnya, membawa gadis itu pergi untuk mengambil minuman.


Minumlah mereka sambil berbincang-bincang. Saat tengah asik mengobrol, seorang pria paruh baya datang menghampiri Kenzo dan Alenna.


"Tuan Agantra?" Kata pria itu kepada Kenzo. Alenna mengerutkan alis.


Siapa orang ini?.


Batin Alenna.


Kenzo mengerutkan alis sebentar sambil mengingat-ingat siapa pria paruh baya di depannya ini. Seketika ia ingat siapa pria ini.


"Tuan Clayton?" Balas Kenzo mengingat rekan satu bisnisnya.


"Selamat malam, Mr.Agantra" Sapa pria itu kepada Kenzo.


"Selamat malam juga, Mr Clayton" Balas Kenzo. Mr Clayton melirik Alenna dan tersenyum ramah, gadis itu pun membalasnya dengan senyum canggung.


"Siapa nona manis ini?" Tanya Mr Clayton pada Kenzo.

__ADS_1


"Perkenalkan, ini Alenna Patricia. Calon istri saya" Alenna mengangguk dan tersenyum ramah. Mr Clayton mengangguk.


"Tak saya sangka anda sudah punya calon istri, Cantik pula" Goda Mr Clayton membuat Alenna tersenyum kikuk dan menunduk. Kenzo tersenyum tipis.


"Terima kasih, Mr" Kata Alenna.


"Sama sama, Mrs Alenna" Balas Mr Clayton ramah.


"Mr. Kenzo, ada yang ingin saya bicarakan mengenai bisnis. Bisakah kita bicara empat mata?" Tanya Mr Clayton. Kenzo melihat Alenna sebentar dan Alenna mengangguk pelan.


"Kamu tunggu disini, jangan kemana-mana. Saya akan kembali" Kata Kenzo sambil memegang wajah Alenna. Gadis itu hanya menurut dan tersenyum.


"Iya"


"Saya pinjam Mr. Kenzo dulu ya, Mrs. Permisi" Alenna mengangguk menanggapi ucapan Mr Clayton. Setelah itu, Kenzo pun pergi bersama Mr. Clayton untuk membahas masalah bisnis.


Tinggalah Alenna sendiri sambil memegang segelas es jeruk di tangannya.


Ia memainkan ponselnya untuk menghilangkan rasa jenuh. Namun, dirasanya ada seseorang di dekat gadis itu. Alenna memalingkan tatapannya dari ponsel dan menatap sekeliling.


Sampai matanya bertemu dengan sesosok pria yang selama 2 bulan lalu berpacaran dengannya. Pria yang telah mengkhianatinya serta telah meninggalkan Alenna. Steven, pria itu Steven.


Alenna tak mau ambil pusing, ia bersikap seolah olah tidak melihat keberadaan Steven. Walau ia yakin, Steven sedang memperhatikan nya sekarang. Namun Alenna tidak peduli.


Sial!.


Umpat Alenna saat matanya bisa melihat bahwa Steven berjalan mendekatinya dan berdiri tepat di hadapan Alenna. Mau tak mau, mata Alenna bertemu dengan mata Steven lagi.


"Hai" Kata Steven menyapa. Alenna hanya memasang wajah datar.


"Hai" Balas Alenna dingin.


"Alenna, aku minta maaf" Kini tatapan Steven menjadi sendu melihat Alenna. Tapi gadis itu berusaha agar tidak menatap Steven.


"Gak usah di bahas lagi" Kata Alenna dingin. Jujur, Alenna tak mau mengungkit masalah itu lagi, ia sudah mengikhlaskan Steven. Karna posisi pria itu sudah terganti dengan sosok Kenzo yang menjadi tunangannya sekarang.


"Alenna, aku mohon. Beri aku kesempatan lagi" Alenna menatap Steven dengan tatapan tak percaya.


Apa? Kesempatan?.


Batin Alenna tak percaya dengan ucapan Steven.


"Sorry, Steven. Gue gak bisa" Kata Alenna dengan nada sangat dingin lalu pergi meninggalkan Steven yang masih terpaku.


Ia harus menghindar dari Steven. Ia tak mau orang-orang salah paham, termasuk Kenzo.


"Alenna!" Teriak Steven. Pria itu mengejar Alenna lalu menarik tangan Alenna, menahannya untuk pergi. Gadis itu menepis dengan kasar tangan Steven.


"Lepas!. Lo apa-apaan sih? Gak usah maksa!" Geram Alenna menatap Steven marah.


"Alenna, aku mohon. Jangan kayak gini, kita bisa mulai dari awal. Aku stress karna mikirin kamu terus, aku mohon Alenna. Tolong, kasih aku kesempatan" Jelas Steven frustasi. Alenna menggeleng pelan.


"Gak, Steven. Gue udah punya pengganti lo!. Gue udah punya Kenzo!. Gue gak bisa nerima lo lagi!" Jelas Alenna membuat Steven bungkam seketika. Tatapannya nanar, begitu juga dengan Alenna. Napas mereka sama-sama memburu. Steven shock mendengar penjelasan Alenna.


"Kalau gitu, tinggalin Kenzo dan balik sama gue" Alenna tak pernah menyangka bahwa Steven orang yang sangat egois.


"Lo egois!. Sampe kapan pun, gue gak mau balik sama lo lagi. Gue gak akan pernah ninggalin Kenzo. Sorry" Setelah mengucapkan itu, Alenna pergi meninggalkan Steven yang sakit hati mendengar ucapan gue.


Namun dia tidak menyerah, Steven bertekad bulat untuk mendapatkan Alenna. Jadilah pria itu mengejar Alenna yang sudah berada di luar gedung, lebih tepatnya di jalanan dekat gedung pernikahan Leksi.


"Alenna!" Alenna tidak menggubris panggilan Steven dan terus berjalan dengan cepat. Ia tak mau berurusan dengan Steven lagi. Steven berlari mengejar Alenna saat melihat gadis itu mulai berlari menghindarinya.


Pergi!. Gue gak mau ketemu lo lagi!.


Jerit Alenna dalam hati.


Namun saat Alenna ingin menyebrang jalan, sebuah mobil datang dari arah lain dengan kecepatan yang sangat kencang.


Steven yang melihat itu, segera meneriaki Alenna.


"ALENNA!!!"


TIN! TIN!.


🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2