BROKEN

BROKEN
kepercayaan


__ADS_3

"*Ah tau ah! Pusing!" Nyerah Steven berdiri lalu berjalan ke kamar.


"Dih... Bocah!" Stephanie menatap Grace tengah anteng di duduk dengan meminum segala teh hangat. Sadar diperhatikan Stephanie, Grace membalas tatapannya balik. Lalu mengangkat kedua bahu, acuh*.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


"Ish! Kenzo kemana sih?. Masa gak ada kabar gini?, pergi kemana coba?" Gusar Sarah menantikan Kenzo. Pasalnya, seharian Sarah menelpon dan mengirim pesan kepada Kenzo, tapi tidak ada balasan sedikitpun. Ia jadi merasa curiga dan sedikit frustasi.


"Alenna juga gak keliatan tuh disekolah. Apa mungkin mereka?" Terka Sarah. Secepat mungkin, gadis itu menepis sekelibat pikiran yang tidak tidak.


Ehhh, tapi kan Kenzo yang bawa Alenna pergi pas dia pingsan.


Itulah yang membuatnya semakin bingung, sesungguhnya ia...ย  Cemburu. Ya, dalam artian seperti itu. Mungkin.


Tok! Tok! Tok!


Sarah segera berjalan menuju pintu dan membukanya.


"Eh papa, kenapa pa?" Tanya Sarah kepada sang ayah yang telah mengetuk pintu.


"Kamu liat Alenna pulang?. Apa dia belum pulang?" Tanya Johan. Wajahnya terlihat sedikit khawatir.


Ohhh kirain apaan... Gak taunya dia lagi๐Ÿ˜’


"Sarah gak tau tuh pah... Kan dari tadi Sarah di kamar" Jawab Sarah santai.


Aduhhh males banget kalau begini.


"Ohhh tapi kamu liat Alenna kan di sekolah?" Tanya Johan lagi. Sarah memutar bola mata jengah.


"Enggak tuh. Mungkin dia bolos sekolah" Johan menggeleng, tidak mungkin Alenna bolos sekolah tanpa ada alasan yang jelas.


"Kalau gitu Sarah masuk dulu ya pah, mau belajar" Pamit Sarah. Johan mengangguk dan mengelus kepala Sarah lembut.


"Yasudah, belajar yang benar" Sarah mengangguk lalu masuk kedalam kamar. Iapun menutup pintu, tepat saat menutup pintu Sarah terdiam dibaliknya.


Hell, belajar? Males banget. Masa bodo sama ujian 2 minggu lagi, tinggal nyontek juga kelar. Gak perlu pusing-pusing.


Batin Sarah. Alih-alih belajar, ia malah berbaring dengan santai di atas ranjang dan tertidur.


"Dimana kamu nak?" Gumam Johan frustasi karna tak kunjung bertemu dengan Alenna. Pasalnya, bi Ajeng bilang ia bertemu Amel tadi siang. Amel pergi ke kamar Alenna dan membawa beberapa kantong yang diduga pakaian milik Alenna dengan tergesa-gesa. Saat di tanya dimana Alenna, Amel hanya bilang bahwa ia sedang buru-buru. Jadilah sekarang, Johan tambah khawatir.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


**Ting nong!


From: my brother


Dek, abang tunggu kamu di cafe malaka. Sekarang**!


Alenna terkejut melihat isi pesan dari David tersebut. Yang benar saja...


Alenna menghembuskan napas kasar. Kalau begini jadinya, ia mau tak mau harus bertemu David, kalau tidak David akan semakin curiga padanya. Atau bahkan lebih parahnya lagi, ia akan mencari keberadaan Alenna sekarang. Alenna tak mau itu terjadi.


Ia pun beranjak turun dari bangsal rumah sakit dengan pelan. Ia sudah merasa sehat, sepertinya. Di kamar hanya ada Alenna sendiri, Amel sudah pulang sejam yang lalu, dan Kenzo tengah pergi keluar entah kemana. Dia bilang ada urusan sebentar, tapi Alenna tak tahu jelas.


Alenna harus mengganti baju rumah sakit ini dengan baju biasanya.


Alenna melangkah menuju sebuah kantong yang Amel bawa tadi. Ia tahu bahwa itu bajunya, karna itu ia segera mengambil beberapa pakaian dan segera mengenakannya di kamar mandi.


Ceklek!


Kenzo masuk, namun matanya terbelalak saat tidak melihat keberadaan Alenna di bangsal rumah sakit. Ia melangkah masuk dengan khawatir.


Matanya mengedar keseluruh sisi kamar rumah sakit tersebut mencari Alenna.


"Alenna?!" Panggil Kenzo. Beberapa saat kemudian, pintu kamar mandi terbuka menampilkan sosok Alenna yang telah rapih dengan pakaian biasanya.


"Eh udah dateng?" Tanya Alenna terkejut melihat Kenzo yang telah kembali.


Tatapan Kenzo yang tadinya penuh kekhawatiran, kini perlahan berubah menjadi lembut dan ia menghela napas lega. Kenzo tersenyum dan berjalan mendekati Alenna. Alenna terpaku.


"Saya pikir kamu pergi" Kata Kenzo mengelus lembut kepala Alenna. Alenna terkejut.


"Iya, abis ini" Jawab Alenna membenarkan.


"Kemana?" Kening Kenzo berkerut.


"Tadi bang David ngechat. Katanya dia mau ketemu aku di cafe malaka. Mangkannya aku mau kesana" Jujur Alenna.


"Mau ngapain?"


"Main catur"


"Serius"


"Jan serius serius, tar baper lagi"


"Alenna..."


"Ya mau ketemu lah. Kangen... Kan bang David dari Amerika. Jadinya pengen ketemu" Jawab Alenna akhirnya.


"Tapi kamu mas-"


"Gue baik-baik aja kok. Gue udah mendingan. Jadi biarin gue ketemu bang David" Potong Alenna cepat. Kenzo memiringkan kepalanya seolah mencari sesuatu yang di sembunyikan oleh Alenna.


"Apa?"


"Kamu nyembunyiin sesuatu dari saya?"


Aduh... Nih orang susah banget di boongin sih?


Batin Alenna. Menarik napas danย  Menghembuskan napas, itulah yang dilakukan Alenna sekarang.


"Iya, gue gak mau bang David semakin khawatir dan curiga sama gue. Sifat bang David udah gue hapal. Dia bakal nyari gue kemanapun, termasuk disini. Kalau dia tahu gue disini, bisa gawat urusannya" Jelas Alenna panjang. Kenzo mengangguk paham.


"Udah ya, gue mau pergi dulu" Pamit Alenna sambil melangkah mengambil tasnya yang berada di atas lemari kecil dekat bangsal. Kenzo memperhatikan gadis itu. Saat Alenna ingin melewati nya, Kenzo menahan lengan Alenna.


Alenna berbalik dan menatap Kenzo.


"Kenapa?"


"Kamu saya antar"


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ

__ADS_1


"Bang David!!!" Teriak Alenna kencang saat sudah memasuki cafe tersebut. Yang terpanggil pun menoleh dan bangkit dari kursi yang ia duduki tadi dan tersenyum lega menatap adiknya, yang perlahan berjalan mendekatinya dengan senyum semringah. Untung saja suasana di cafe ini sedang sepi, jadi mereka tidak menjadi pusat perhatian.


Grep!


Alenna langsung memeluk David erat.


"Huhhh Alenna kangennn" Kata Alenna melepas kerinduan.


"Abang lebih kangen sama kamu dek" Balas David mengeratkan pelukannya.


Mata David memandang aneh seorang pria yang ikut berjalan kearah mereka.


Pria itu tersenyum kearah David.


Merasa pelukan David sedikit melonggar, Alenna melepaskan pelukannya dan menangkap ekspresi wajah David yang seolah bingung. Ia pun mengikuti arah tatapan David. Kenzo. Ya, disana ada Kenzo.


David menatap Alenna. Tatapannya seolah bertanya, siapa dia?.


Alenna yang paham akan tatapan itupun mulai memperkenalkan David dengan pengusaha muda itu.


"Oh ya bang kenalin, ini Kenzo Zerral Agantra" Kata Alenna memperkenalkan Kenzo kepada David.


Tunggu... Agantra?. Jadi dia si Kenzo yang di ceritain papa...


Sadar bahwa nama tersebut tak asing. David sempat terkejut dengan orang di hadapan nya ini. Bukan karna orangnya, melainkan fakta bahwa di hadapannya ini adalah seorang pengusaha muda yang sangat terkenal tersebut. Bodoh Jika dia tidak sadar siapa orang di hadapannya ini. David tahu jelas siapa pria ini.


"Kenzo, ini bang David" Lanjut Alenna. Kenzo menjulurkan tangan dan dibalas oleh David. Mereka pun bersalaman singkat.


"Silahkan duduk" Mereka pun duduk. Posisinya seperti biasa, Alenna di tengah, kenzo di samping kiri Alenna, dan David di samping kanan Alenna. Dengan menghadap kearah jendela besar, menampilkan jalanan kota.


Kok jadi aneh ya?~Alenna Patricia


Canggung. Itulah kata yang sangat mudah membuat Alenna jengkel. Gadis itu tidak suka keadaan seperti ini.


Gc otak cari topik!


"Hmmm bang, Kapan bang David ke Indonesia?" Tanya Alenna mencoba untuk memulai percakapan. David yang tatapan nya tak lepas dari Kenzo, kini beralih kearah Alenna.ย 


"Kemarin malam" Alenna mengangguk pelan mendengar jawaban singkat David. Lagi-lagi canggung.


"Oh ya, bang David kenapa ngajak aku kesini?" Tanya Alenna lagi.


"Iseng Aja pengen ketemu kamu. Kangen... "


"Kemarin malam kamu kenapa gak pulang?" Tanya bang David. Alenna diam sejenak.


"Kan udah Alenna bilang, Alenna nginep di rumah Amel" Jawab Alenna. Kenzo menatapnya, Alenna pun memberikan kode mata agar Kenzo tetap diam.


"Oh ya? Kok malem-malem bang David kerumah Amel, kamunya gak ada?"


"HAH?!!!"


"Wusssshhh nyelow dong. Ngegas segala"


"Eh maap, maksudnya abang kerumah Amel?" Tanya Alenna lagi.


"Iya, kata Amel kamunya gak ada"


Skakmat!


Ish! Sialan nih Amel... Kenapa gak ngomong coba!.


"Enggak kok bang, Alenna didalem kamarnya Amel. Mungkin Amel nyawanya belum ngumpul pas ketemu bang David, jadinya gitu deh" David mengangkat kedua bahunya acuh.


Sialan banget sih Amel!.


Aduh... Gue gak suka suasana kayak gini lagi!. Kenapa sih bang David? Kok ngeliatin Kenzo gitu amat?.


Batin Alenna terus menggerutu.


Gadis itu tampak bingung harus mencairkan suasana seperti apa lagi.


"Bang, Alenna ke toilet dulu yah. Kalian ngobrol aja dulu, biar santai" Izin Alenna. David mengangguk.


"Hati-hati" Kata bang David.


"Yaelah, kayak mau kemana aja pakek Hati-hati" Alenna memutar bola mata malas.


"Yakali lo nanti dikunciin. Kan berabe"


"Ada ada aje"


Alenna pun pergi berjalan menuju kamar mandi dan meninggalkan David dan Kenzo yang masih terlihat terdiam saat Alenna menoleh kebelakang sejenak.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


"Kenzo Zerral Agantra. Nama anda sudah tidak asing lagi di telinga" Kata David menyebut nama lengkap Kenzo.


Kenzo menatapnya bingung sebentar, lalu ekspresi nya berubah lagi menjadi lebih santai.


"Tentu saja. Anda pasti mengenal saya, tuan David" Balas Kenzo santai.


"Gak usah manggil tuan, gue takut ketampanan gue bertambah. Jadi David aja udah cukup kok" Canda David yang membuat Kenzo sedikit lebih rileks.


"Sorry sorry nih, gue ngomongnya bahasa non baku. Maklumin lah... Gue bukan Google Translate"


"Santai, saya paham"


"Bagus... "


"Jadi anda kembali ke Indonesia, hanya untuk bertemu Alenna?" Tanya Kenzo. Namun sebelum David menjawab, seorang pelayan datang dengan satu gelas kopi dan satu jus. Sebenarnya, David telah memesan sebelum Alenna dan Kenzo datang. Tapi entah kenapa baru datang sekarang.


"Kopi?" Tawar David kepada Kenzo. Kenzo menggeleng pelan.


"Tidak, Terima kasih"


"Gak usah malu-malu elah"


"Benar, tidak usah"


"Yakin? Gratis lohhhh ini. Gue bayarin masa nolak?"


"Yakin"


"Serius, gue yang bayar. Gak percayaan amat" Kenzo menggeleng

__ADS_1


"Enak loh ini" Bujuk David setelah meminum nya setenggak.


"Iya saya tahu"


"Beneran gak mau?"


"Tidak David" Geram Kenzo lama-lama.


Kok ngeselin ya?


Batin Kenzo kesal dengan sikap David yang bisa di bilang, memaksa?


"Baiklah, dompet gue aman" Enteng David. Ia pun kembali meminum kopinya. Saat meminum, matanya melihat Kenzo yang hanya memperhatikan nya, seolah menunggu jawaban dari pertanyaannya tadi.


David menaruh gelas kopinya lagi.


"Tentu, gue kesini cuma mau ketemu Alenna. Kangen aja gitu" Final David menjawab pertanyaan Kenzo.


"Sepertinya anda sangat menyanyangi dan mencintai Alenna" Kata Kenzo memberikan kesimpulan. David mengangkat sebelah alisnya.


"Ya pastilah... Dia adek satu-satunya yang gue punya. Tentu aja gue sayang dan cinta sama dia" Poles David. Kenzo mengangguk paham.


"Lo sendiri?" Tanya David tiba-tiba. Kenzo mengerutkan alis bingung.


"Apa?"


"Kayaknya lo sayang dan cinta sama Alenna"


Deg!


Kenzo terdiam mendengar pertanyaan itu, ralatโ€“pernyataan.


David masih terdiam menunggu jawaban.


"Tentu, dia satu-satunya perempuan yang-" Kenzo tidak melanjutkan kalimatnya.


"Yang?" Tanya David penasaran.


"Yang saya cinta dan saya sayangi"


"Yakin?"


"Tentu"


"Satu-satunya perempuan?"


"Ah ralat, perempuan kedua yang saya cintai dan saya sayangi"


"Kok labil?. Terus siapa yang pertama?"


"Ibu saya"


David terdiam lalu mengangguk.ย 


Ia sudah bisa mengambil kesimpulan, bahwa pengusaha muda ini telah jatuh cinta kepada adiknya tersebut. Yah... Itu yang bisa David tanggap.


"Oke, gue ngerti"


"Ngerti apa?" Tanya Kenzo polos.


Alih alih menjawab, David malah bangun dari duduknya. Otomatis, Kenzo ikut terbangun. David sedikit berjalan mendekat kearah Kenzo lalu menyentuh sebelah bahu pria itu.


"Gue gak lama di Indonesia, beberapa hari lagi gue balik ke Amerika"


"Sebagai seorang abang, gue cuma mau yang terbaik buat Alenna. Gue emang percaya sama lo, tapi belum sepenuhnya. Jadi tolong lo jaga Alenna sebaik-baiknya, jangan sampe dia luka, apa lagi sampe bikin dia nangis. Selagi gue gak ada di sisinya, gue kasih kepercayaan gue ke lo. Tolong lo lakuin dengan baik"


"Gue butuh bantuan lo bro"


David menepuk bahu Kenzo beberapa kali. Kenzo masih terdiam mematung, mencerna perkataan David barusan.


"Gue pergi dulu" Baru saja David ingin pergi. Alenna tiba-tiba sudah datang dari kamar mandi dan menatap bingung mereka.


Lah ini kenapa dah?. Apa mereka berantem?.


Tanya Alenna dalam hati.


"Loh... Abang mau kemana?" Tanya Alenna bingung. Tak terjadi sesuatu.


D


avid menghampiri adiknya.


"Abang ada sedikit urusan. Abng pergi dulu"


"Kok mendadak?" Tanya Alenna heran.


"Tau nih"


"Ya-yaudah"


David mengelus lembut rambut adiknya dan memeluknya erat dan mencium puncak kepala Alenna. Alenna bingung. Dilihatnya Kenzo yang hanya memperhatikan.


"Kamu nanti balik sama Kenzo ya, jangan kemana-mana. Jangan kelayapan mulu" Titah David melepas pelukannya.


"Iya bawel" David mencubit hidung mancung adiknya itu gemas.


"Yodah, sampe nanti!. Bro gue duluan ya!" Pamit David kepada Kenzo dan Alenna. Alenna hanya melambaikan tangan saat kakaknya keluar dari cafe.


Tatapannya beralih ke Kenzo.


"Ada apa sih?" Tanya Alenna masih tidak mengerti sekaligus penasaran. Ia punย  mendekat menuju Kenzo.


"Gak tau" Jawab Kenzo singkat.


Alenna terdiam.


"Yuk pulang!" Ajak Kenzo menarik tangan Alenna keluar dari cafe.


Sebenernya bang David sama Kenzo kenapa sih? ~Alennaย 


Kepercayaan? Apa maksudnya? ~Kenzo


*Gue emang bukan tipe abang yang bisa nunjukin rasa sayang gue ke elo dek... Tapi gue punya cara sendiri untuk selalu buat lo bahagia dan percaya sama gue


Bahagia selalu adekku Alenna*...

__ADS_1


~David


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


__ADS_2