BROKEN

BROKEN
kebetulan kah?


__ADS_3

Mereka pun berangkat ke mall menaiki kendaraan mobil milik Amel. Di jalan memang lah sedikit macet karna biasanya jam-jam segini waktunya orang pulang bekerja. Jadi wajar jika banyak kendaraan.


🍁🍁🍁


Dua gadis cantik tersebut sampai di mall yang mereka tuju. Masuk kedalam dan melihat sekeliling itulah yang di lakukan mereka sebelum memasuki beberapa toko untuk di jajal.


"Kemana nih?" Tanya Amel kepada Alenna. Alenna hanya mengedikkan bahu tidak tahu.


"Eh ada toko lucu tuh disana! Kesono dulu yok len" Amel menarik tangan Alenna. Yang ditarik hanya pasrah mengikuti dari belakang.


Sampailah mereka di sebuah toko yang di maksud Amel.


Toko bernuansa pink yang cute di tambah beberapa barang yang terpampang jelas di etalase toko tersebut, menampilkan barang menggemaskan yang di jual di toko tersebut.


Alenna melihat sekeliling toko.


Menggemaskan


Hanya itulah yang ada di otak Alenna saat memasuki toko tersebut.


Amel? Ia sudah berburu barang-barang di toko itu. Alenna tidak mempermasalahkan Amel yang belanja barang sangat banyak atau barang dengan harga fantastis.


Tapi ia suka kesal jika melihat barang-barang tersebut nantinya akan terbengkalai karna Amel tidak merawatnya dengan baik. Ya itu sering terjadi.


"Alenna liat deh... Ya ampun gemes banget!" Alenna melihat sebuah boneka sapi yang Amel sodorkan kepadanya. Alenna hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Iya gemes" Saut Alenna seadanya.


"Lo gak mau beli?" Tanya Amel.


"Enggak. Gue banyak boneka di rumah" Jawab Alenna. Ya memang banyak, mulai dari yang kecil sampai yang besar ada di kamar Alenna. Bahkan boneka pemberian dari kenzo saja masih ia simpan dengan baik. Tepatnya ia letakkan boneka itu di sampingnya saat ia tidur.


"Yang lain gak mau?" Tanya Amel lagi.


"Gak tau" Jawab Alenna seadanya. Amel mengangguk paham. Sahabatnya ini memang tipe orang yang jarang berbelanja dan ia suka bingung ingin membeli apa saat sedang di ajak belanja. Bahkan saat ada diskon sekalipun. Gadis itu akan belanja saat ada yang ia butuhkan saja, selebihnya tidak.


Setelah beberapa lama di toko tersebut, Amel pun keluar dengan beberapa paper bag yang lumayan banyak. Alenna sampai bingung apa saja yang di beli gadis itu.


"Mau kemana lagi nih kita?" Tanya Amel kepada Alenna.


"Ke atas aja yuk, coba liat-liat" Kata Alenna. Amel mengangguk dan mengikuti Alenna dari belakang. Mereka pun naik eskalator untuk naik ke lantai atas.

__ADS_1


Entah kebetulan atau bagaimana, Alenna dan Amel tidak sadar bahwa ada Kenzo dan Darah berada di belakang mereka. Jarak antara mereka tidak terlalu jauh, namun sukses membuat mereka tidak sadar.


Tepat saat di ujung eskalator, Alenna dan Amel berbelok kearah kanan sedangkan Kenzo dan Sarah ke sebelah kiri. Mereka masih belum menyadari satu sama lain.


"Akh! Diskon!" Histeris Amel berlari menuju salah satu toko yang terdapat pajangan "diskon" Di depan pintunya.


"Amel tunggu" Alenna menyusul. Ini lah yang membuat Alenna malas, setiap kali Alenna menemani Amel belanja, pasti deh ia di tinggal karna diskon.


Beberapa saat kemudian...


"Aduh... Capek juga ya!" Kata Amel keluar dari toko tersebut dengan beberapa paper bag tambahan. Alenna menggeleng melihatnya.


"Capek ngapain juga?" Tanya Alenna bingung.


"Rebutan" Jawab Amel singkat. Kalian taulah seperti apa jika sebuah toko mengadakan diskon. Pasti pelanggan nya akan berebutan. Itulah yang di lakukan Amel bersama pemburu diskon lainnya.


"Len... " Panggil Amel. Alenna mengangkat sebelah alisnya.


"Apa?"


"Bantuin bawa dong" Pinta Amel dengan cengirnya.


"Ogah! Bawa aja sendiri" Alenna pergi begitu saja meninggalkan Amel yang kesusahan membawa banyak bawaan.


Lagian siapa suruh beli barang banyak-banyak.


Batin Alenna. Senyum geli terlukis di wajahnya. Langkahnya entah membawanya kemana, yang jelas, ia ingin berkeliling mall. Siapa tahu ia tertarik akan sesuatu.


Alenna mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru. Sebenarnya ia tidak suka berada di keramaian, namun untuk kali ini saja ia mencoba menghilangkan rasa stress di kepalanya. Banyak yang bilang jika kita belanja, maka sedikit demi sedikit stress kita dapat berkurang.


Tapi menurut Alenna, kalau kita belanja sedikit demi sedikit uang kita berkurang. Betul tidak?.


Alenna terus berjalan dengan Amel yang tertinggal jauh di belakang.


Sepersekian detik, langkah Alenna terhenti. Matanya menatap lurus dua orang yang sangat ia kenal tengah berbelanja, dengan diselingi canda tawa?.


Alenna terdiam, Jarak antara Alenna dan mereka tidaklah terlalu jauh. Namun dua orang itu tidak sadar bahwa ada yang memperlihatkan nya dari jauh.


Ternyata ada mereka juga di sini.


Kata Alenna dalam hati. Alenna menyaksikan Kenzo dan Sarah yang tengah asik memilih baju, lebih tepatnya Sarah yang terlihat senang memilih beberapa baju. Entah kenapa Alenna merasa langkah nya berat untuk pergi dari sana.

__ADS_1


"Alenna!!! Tunggu dong. Jalannya cepet bangett sih! Udah tau g-" Ucapan Amel terpotong saat Alenna menatapnya horror.


Amel mengerutkan alisnya. Ia baru saja berhasil menyusul Alenna, jadi dia tidak tahu apa apa.


Baru Alenna ingin menghampiri Amel, namun niatnya terhenti karna merasakan ada seseorang yang menyentuh bahu kanannya.


"Alenna" Panggil orang itu. Alenna menoleh. Gotcha!. Tepat sasaran. Alenna tahu bahwa Kenzo akan mengetahui keberadaan nya.


"Hai" Sapa Alenna kaku. Kenzo tersenyum manis kepadanya.


"Lagi ngapain kesini?" Tanya Kenzo.


Lah... Kok pakek nanya? Ya lagi jalan jalan lah.


"Lagi belanja lah, yakali lagi jogging" Jawab Alenna tak santai.


Bener kan gue?


"Belanjaannya mana?" Tanya Kenzo lagi.


Lah iya ya? Kan gue gak belanja. Yang belanja Amel... Udah bye aja!.


Batin Alenna kesal pada dirinya sendiri.


"I-itu tuh, di bawain" Tunjuk Alenna kepada Amel.


"Apaan lu, ini punya gua!" Protes Amel memeluk barangnya erat. Seolah ingin menunjukkan bahwa. Ini. Barang. Gue. Kepada Alenna.


Alenna menatap Amel tajam. Sedangkan Amel tidak peduli.


Nih anak, gak bisa di ajak kerja sama banget sih.


Batin Alenna kesal. Melihat wajah Alenna yang merah karna salah tingkah Kenzo tersenyum gemas.


Alenna... Alenna... Lucu banget sih.


Batin Kenzo.


"Barengan yuk!"


🍁🍁🍁

__ADS_1


Eaaa gantung lagi... Hahhaha maafkan author laknat ini teman-temanπŸ™πŸ€£


__ADS_2