BROKEN

BROKEN
lebih baik diam


__ADS_3

"GUE SIAP NGABISIN JAJANAN KANTIN KOK KAK!"


Mereka bersorak-sorak senang. Sedangkan Alenna dan Steven hanya terdiam mematung sambil tatap-tatapan terkejut. Yang benar saja, kelas Alenna dan kelas Steven ditraktir sepuasnya.


Dikira gue bank duit apa ya? ~ Steven-Alenna 2019


Namun mau tidak mau, jadilah mereka mentraktir kedua kelas seluruhnya. Sepuasnya. Saat bel istirahat berbunyi.


🍁🍁🍁


"Ohhh jadi ini yang baru jadian" Sindir seorang gadis dan beberapa teman perempuannya saat Alenna dan Steven berjalan melewati lorong. Mereka dari arah kantin. Alenna tak menyangka bahwa satu sekolah akan tahu kalau mereka sudah resmi berpacaran.


Hei! Tentu saja akan jadi trending di sekolah. Orang yang bersangkutan adalah Steven, sang most wanted di sekolah ini. Pastilah menjadi bahan perbincangan hangat antar pelajar.


Percaya atau tidak, bahkan guru pun munkin akan tahu.


Jangan kan menggubris, menoleh saja enggan. Alenna terus saja berjalan terus dengan Steven yang berada di sampingnya. Kesal karna tak di gubris, Sarah semakin getir mencemooh Alenna.


"Abis di bawa kabur sama Kenzo sampe gak pulang kerumah dan sekarang gak ada angin gak ada hujan, jadian sama most wanted sekolah. Freaking bitch banget" Nyinyir Sarah mengundang banyak pasang mata untuk melihat kejadian tersebut. Mendengar itu, Alenna terdiam sebentar dengan tangan terkepal. Steven yang menyadari hal tersebut merasa gerah dan segera berbalik kearah Sarah dengan tatapan yang sangat tajam.


"Jaga ucapan lo. Gak usah ngada-ngada deh. Mulut sampah lo mending potong aja, yang ada jadi limbah masyarakat" Balas Steven tajam. Mereka sudah menjadi pusat perhatian. Alenna berbalik dan mencoba untuk mengajak Steven pergi.


"Wah wah... Di belain pangerannya nih. Nanti siapa lagi yang bakalan belain lu? Kenzo?, David?, atau bahkan Leksi?" Alenna melotot. Darimana Sarah tahu Leksi?, bagaimana bisa?. Yang tadinya Alenna ingin pergi, kini Langkahnya malah berhenti dan kembali menatap Sarah dengan tatapan yang susah di artikan.


"Kenapa? Kaget kenapa gue bisa tahu Leksi? Hmm?" Alenna menggeram dalam hati.


"Secara lo ini kan mau sana sini, siapa sih yang gak tahu sifat lo yang udah kayak pelacur?" Alenna mencoba untuk bersabar dan bersabar.


Inget Alenna... Percuma lo ngelawan dia, gak akan ada habisnya. Mending lo gak usah ladenin.


Batin Alenna menenangkan hatinya sendiri.


"Gak gue sangka, selera lo udah berubah ya Steven... Jadi lebih murahan!. Padahal dulu sama gue cocok banget, eh sekarang malah sama cewek murahan kayak gini!" Sarah terus melontarkan kata-kata pedas, yang mampu membuat siapapun yang mendengarkan bisa tergores hatinya.


Bagaimana dengan Alenna?. Oh tenang, Alenna sudah kebal mendapat cacian seperti ini. Walau pastinya akan tetap sakit.

__ADS_1


"bangga ya pacaran sama bekas gue? hahaha buat gue mantan itu kaya sampah, ibarat sampah yang lupa dibuang" Alenna terhentak. Satu fakta telah terbongkar. Bahwa Sarah adalah mantan Steven. Oh oke, dramatis sekali.


"Terus lo bangga jadi mantan gue?" Tanya Steven tiba-tiba. Sarah terdiam.


"Gini ya... Denger baik-baik. Gue gak pernah nganggep lu sebagai mantan. Bahkan jadi pacar pun gak pernah sedikitpun terlintas di otak gue. Jadi jangan kepedean!"


Jleb!


Hati Sarah terasa sakit mendengar ucapan tajam dari Steven, sampai-sampai mulutnya sedikit terbuka.


"Banyak orang terlalu pintar menilai orang lain, tapi sayang dia terlalu bodoh untuk menilai dirinya sendiri" Usai mengucapkan kalimat itu, Steven menarik tangan Alenna secara tiba-tiba dan membawanya pergi dari segerombolan orang. Lebih tepatnya dari kantin yang kini telah berubah seperti tempat konser, sangat ramai.


Setelah Alenna dan Steven pergi, mereka semua mulai pergi. Seperti telah usai menonton sandiwara di atas panggung.


Sarah dengan hati yang berkecamuk pergi bersama beberapa temannya.


🍁🍁🍁


"A-aku masuk dulu ya" Pamit Alenna. Jujur, ia tak terbiasa dengan ucapan "aku" Dan "kamu". Tapi ya sudahlah.


"Kenapa?"


"Soal tadi, gak usah di pikirin" Alenna terdiam, lalu mengangguk paham.


"Iya" Jawab Alenna singkat. Steven punΒ  memperbolehkan Alenna masuk kedalam kelas. Setelah Alenna benar-benar masuk, barulah Steven kembali berjalan menuju kelasnya.


"Alenna, lo baik baik aja kan?" Tanya Amel saat Alenna baru masuk ke kelas. Untung saja belum ada guru yang masuk kelas untuk memulai pelajaran terakhir.


"Iya"


"Lo kenapa gak ngelawan coba?. Mauan aja di caci maki depan banyak orang" Kata Angga yang berdiri di samping Amel ikut bersuara.


"Bukannya mau... Tapi percuma gue ngelawan dia. Yang ada gak selesai-selesai masalahnya" Jawab Alenna. Ya memang itulah yang membuat Alenna malas berdebat/adu bacot dengan Sarah, karna masalahnya tidak akan pernah selesai. Tau lah kalian bagaimana Sarah jika dilawan.


"Ya tapi seenggaknya lo ngebela diri"

__ADS_1


"Ngapain?. Yang ada kalau gue ngebela diri, semakin keliatan kalau gue emang sesuai dengan apa yang dia bilang, dan berusaha buat nutupin"


"Mending diem aja" Lanjut Alenna.


Jujur, Angga dan Amel geregetan saat melihat Alenna yang diam saja saat di caci maki, ingin rasanya mereka meneriaki Alenna agar gadis itu mau bersuara. Tapi ya sudahlah, itu sudah menjadi pilihan Alenna. Lebih baik diam.


"Terus mau sampe kapan lo diginiin?" Tanya Amel. Berharap Alenna kehabisan kata-kata untuk terus bersikap tegar.


Ya Amel ingin melihat sisi Alenna yang lain. Bukan yang tegar, tapi sisi rapuhnya. Karna sejauh ini, ia tak pernah melihat sisi 'paling' rapuh dari seorang Alenna.


Gadis yang di tanya hanya tersenyum tipis.


"Sampe dia berhenti ngomongin kejelekkan gue, sampe dia capek sendiri ngoceh, dan sampe gue udah bener bener letih" Jawab Alenna penuh dengan arti tersendiri.


Amel merasa ada yang janggal dengan ucapan Alenna. Tiba-tiba hati nya di penuhi rasa khawatir, dengan cepat ia mengenyahkan pikiran kacau tersebut.Β 


Disaat yang bersamaan, guru pun datang ke kelas.


"Hmm iya deh" Respon Amel memilih untuk kembali ke tempat duduknya. Diikuti dengan Angga.


"Oke class kita lanjutin materi kemarin, sekalian ibu mau ngasih kalian kisi-kisi untuk ujian yang akan di selenggarakan pada hari senin depan. Jadi kalian catet dan perhatikan apa yang akan ibu jelaskan!. Paham?" Kata bu Endang selaku guru bahasa.


"Paham bu"


"Asiap ulangan"


Benar apa yang di katakan bu Endang dan teman sekelasnya yang bernama Ibrahim. Memang benar, senin depan mereka akan ada ujian kenaikan kelas. Sekarang Alenna harus fokus kepada pelajaran, tidak perlu banyak berpikir, dan menenangkan diri, itulah yang akan Alenna lakukan.


Setidaknya, Alenna tidak mau memalukan Johan dan Vinna. Ia ingin sekali saja membuat Johan bangga dan tersenyum tulus kepadanya, walau itu sulit bagi Alenna. Jika kalian bertanya, apakah Alenna menyayangi Johan?. Maka Alenna akan menjawab, tentu saja Alenna sayang kepada Johan. namun keadaanlah yang memaksa Alenna untuk menjauh dan pergi dari sosok ayahnya tersebut.Β 


Baiklah, ikhlaskan apa saja yang telah Sarah lakukan, Alenna anggap itu semua sebagai tanda dukungan dan rasa 'sayang' dari Sarah.


Gue akan berhenti diam disaat gue udah bener bener gak kuat dan bener-bener letih. Tapi di saat yang bersamaan, gue akan pergi. Setelah itu, semua akan berjalan sesuai seperti semestinya.


🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2