BROKEN

BROKEN
tampil berbeda


__ADS_3

"Sekarang, masalah kamu masalah saya juga. Saya berjanji, gak akan ngebiarin kamu dalam bahaya walaupun hanya seujung jari!" Ucap Kenzo penuh dengan keyakinan dan tekad untuk... Melindungi?


🍁🍁🍁


Alenna menyusuri beberapa toko di mall tersebut. Namun pandangannya jatuh pada sebuah toko Aksesoris yang sangat lucu tersebut.


Alenna berjalan masuk kedalam toko tersebut.


Ia melihat sekeliling toko bernuansa gold tersebut. Nampak suatu barang yang menyita perhatian Alenna.Β 


Alenna menghampiri sebuah rak yang terdapat kotak musik disana.


Alenna mengambil salah satu diantara nya.



Indah...


Batin Alenna terpesona dengan kotak musik tersebut. Kotak musik itu memang tampak seperti bukan kotak musik, namun sebenarnya ada tombol untuk memutar musik di belakang nya.


Saking terpesona benda tersebut, Alenna memperhatikan kotak musik nya cukup lama dan sesekali tersenyum.


Namun ia teringat akan sesuatu


"Tapi, kakaknya Steven cewek apa cowok ya?. Gue tanya dulu deh... Tar kalau gue beli, ternyata kakaknya cowok, kan gak lucu" Ucap Alenna. Ia segera mengeluarkan handphone dan menelpon Steven.Β 


Pada dering pertama sudah diangkat oleh sang penerima telepon.


"Hallo Alenna, ada apa? Kangen ya?"


Heleh... PD amat...


Batin Alenna.


"Enggak kok"


"Terus kenapa?"


"Gue mau nanya, kakak lo cewek apa cowok?"


"Cewek, kenapa emangnya?"


"Gue mau beliin kado"


"Gak usah kali, len... Cukup lo dateng aja"


"Gak enak lah Steven sama kakak lo. Apalagi kan gue gak pernah ketemu dia"


"Yodah setelah lo aja. Nanti gue jemput lo pokoknya jam 7"


"Iya iya bawel"


"Oke, sampai jumpa"


"Ya"


Alenna mematikan sambungan teleponnya dan memasukan benda pipih tersebut kedalam tas.

__ADS_1


Satu harapan gue, semoga kakaknya Steven suka.


Alenna berjalan menuju kasir sambil membawa kotak musik yang lucu tersebut dan melakukan transaksi.


Pria dengan pakaian serba hitam memperhatikan dari luar toko lewat jendela dengan tatapan yang sulit diartikan, tanpa sepengetahuan Alenna.


🍁🍁🍁


Skip~dirumah


Berbicara soal pakaian yang Alenna kenakan untuk pergi ke pesta tersebut, ia lebih memilih untuk mengenakan warna yang kalem namun elegan, yaitu hitam.



Ia mengenakan dress brokat saltin dengan skor yang tidak terlalu panjang. Ditambah dengan motif di bagian atas dan polos di bagian bawah, menambah kesan cantik seorang Alenna Patricia.



Sedangkan Alenna memadukan rambutnya dengan sederhana dan di tambah hiasan bando yang menambah elegan dalam dirinya.


Alenna melihat dirinya di pantulan kaca. Seulas senyum terlihat di wajahnya. Sudah lama ia tidak serapi ini, biasanya ia hanya menggunakan pakaian casual yang nyaman. Namun sekarang, entah kenapa Alenna ingin tampil berbeda saja di hadapan keluarga Steven. Entah lah... Ia juga tidak tahu pasti akan hal itu.


"Kayaknya udah cukup" Monolognya. Alenna melirik arloji di tangannya.


6:50


Lima menit lagi Steven akan sampai. Alenna pun segera berjalan menuju kaca jendela untuk menutup gorden kamarnya.


Namun baru saja ia ingin menutupnya, Alenna telah melihat seseorang berada di depan pagar rumahnya dengan mobil yang Alenna tidak tahu punya siapa, namun Alenna kenal siapa orang yang tengah bersender di mobil itu.


Alenna segera menutup gorden dan turun berjalan menuju luar rumah.


Perlahan saat di ambang pintu, Alenna sungguh gugup entah kenapa. Terlihat jelas saat ia beberapa kali menutup mata dan menarik napas dan menghembuskan nya.


Ia pun membuka pintu, perlahan ia berjalan menuju pagar rumah dan membuka pagar tersebut.


Nampak lah Steven yang berpakaian hampir senada dengan pakaian Alenna. Entah itu kebetulan, atau bagaimana Alenna juga tidak tahu.


Steven tersenyum melihat wajah Alenna yang gugup menghampiri nya.


Ayo Alenna... Jangan gugup!. Lo ngapain gugup sih!.


Batin Alenna menenangkan dirinya sendiri.


Steven memperhatikan Alenna membuat yang dilihat semakin gugup.


"Ke-kenapa? Aneh ya... Sorry gue gak biasa makek pakean kayak gini. Hehehe" Ujar Alenna gugup setengah mati. Steven menggeleng lalu mendekati Alenna. Alenna yang bingung kenapa Steven tiba-tiba mendekat, sontak sedikit mundur.


Tanpa diduga Steven menyelipkan beberapa helai rambut Alenna di telinganya.


*****! Dia ngapain?. Kok gue deg-degan sih?.


Batin Alenna menjerit.


"Dah... Gini baru, cantiknya nambah. Lo cocok kok berpakaian kayak gini. Bahkan kalau lo gak make up sekalipun, tetep aja lo cantik" Ujar Steven tersenyum kearah Alenna.


Yeee bisa aje nih orang.

__ADS_1


Batin Alenna. Jujur ia berusaha untuk tidak terpancing dengan perkataan Steven, namun tetap saja dia ini kan perempuan yang lemah akan kata-kata manis. Jadi tolong jangan salahkan Alenna.


"Ceritanya lagi ngegombal nih masnya?" Ledek Alenna. Steven menggeleng lalu tersenyum.


"Gue serius. Jadi lain kali, lebih percaya diri lagi" Ucap Steven. Alenna hanya tersenyum dan mengangguk pelan.


"Steven, kok lo cepet banget sih datengnya. Perasaan masih ada waktu 10 menit lagi. Sejak kapan lo disini?" Tanya Alenna mengungkapkan rasa penasaran nya.


"20 menit yang lalu"


"What? Kok lo gak bilang sama gue. Emang lo gak cape apa nunggunya?" Tanya Alenna tak percaya.


"Enggak kok. Udah yuk!" Steven segera menarik tangan Alenna untuk masuk kedalam mobilnya. Alenna hanya menurut dan masuk kedalam mobil saat Steven membukanya pintu. Steven pun duduk di kursi kemudi dan Alenna di sebelahnya.


"Stev, tumben makek mobil. Biasanya makek motor" Ujar Alenna kepada Steven yang tengah menjalankan mobil dengan kecepatan sedang.


"Kenapa, gak suka?" Tanya Steven.


"Enggak bukan gitu, mak-" Ucap Alenna terpotong.


"Iya gue tau. Hari ini menurut gue hari spesial, karna orang tua gue balik dari Amerika. Dan kakak gue hari ini ulang tahun, jadi gak ada salahnya kan gue berpenampilan sedikit berbeda?" Jelas Steven memotong perkataan Alenna. Alenna mengangguk. Benar... Itu bukan lah masalah.


"Lo lebih suka naik motor atau mobil?" Tanya Steven tiba-tiba.


"Motor" Jawab Alenna tanpa pikir panjang dan yakin.


"Kenapa? Bukannya cewek pada suka naik mobil ya?" Tanya Steven lagi, ia kebingungan.


"Tau, tapi gak semua. Gue suka motor karna menurut gue lebih gampang aja dan kalau ada macet, gampang nyelip. Oh ya dan lagi, kalau naik motor gue bisa ngerasain angin dan gue bisa nikmatin hujan" Jelas Alenna panjang lebar.


"Lebih gampang? Terus siapa yang waktu itu jatuh di trotoar ya?" Ledek Steven pura-pura tidak tahu. Alenna memutar bola matanya malas.


Yaelah... Di bahas.


"Ya mungkin aja waktu itu gue gak beruntung. Jadinya nyungsep deh" Ucap Alenna mencari alasan. Steven cengengesan mendengar Alenna memberikan alasan yang kurang logis baginya.


"Tenang aja, gue pro. Jadi nanti gue ajarin" Ujar Steven membuat mata Alenna bersinar-sinar.


"Yang bener?"


"Iya beneran"


"Yessss!" Girang Alenna senang.


Ia senang karna ada yang mengajarkan nya naik motor lagi. Karna tidak ada yang bisa mengajarkan nya lagi selain David dan Leksi, namun 2 orang itu tidak ada disisinya saat ini. Jadi... Intinya ia sangat senang.


🍁🍁🍁


Hai guysss maaf nih ya kalau updatenya lamaaaa....


Itu semua terjadi karna banyak kegiatan di sekolah, mulai dari PR, ekschool, beres beres rumah, dan lain sebagainya. Jadi tolong yah di maklum kan author satu ini... πŸ˜…


Jadi nantikan chapter selanjutnya, kasih love di bawah dan komen di kolom komentar. Terimakasih


See you! πŸ€—


Bye bye! πŸ‘‹

__ADS_1


__ADS_2