
Kenzo berdiam diri dengan kacamata hitam yang menambah ketampanan nya. Menarik perhatian di sekeliling bandara. Tak sedikit yang menjadikannya objek bak seorang model yang sedang melakukan sesi pemotretan. Namun pria itu tak peduli, ia hanya terus berdiri menunggu Alenna datang di hadapannya.
Kenzo melirik arloji nya sekilas lalu kembali memasukkan kedua tangannya di dalam saku celana lalu bersender di dinding bandara. Sebentar lagi pesawat akan segera terbang menuju Swedia, tapi Alenna masih belum sampai.
"Gila! Tuh cowok ganteng banget"
"Ihhh mau foto"
"*****! Pacar gw kenapa nongkrong disini?"
"Pangeran dari mana nih?"
"Minta foto ah!"
Dan masih banyak lagi pujian pujian dari para kaum hawa yang berada di bandara tersebut, mereka terpesona dengan ketampanan Kenzo. Salah satu dari mereka bahkan menghampirinya untuk mengajak berfoto. Tapi Kenzo menolak dengan dingin, ia tak suka menjadi pusat perhatian.
Padahal jika dilihat, pakaian yang Kenzo kenakan juga terlihat santai dan tidak berlebihan. Hanya aksesoris kacamata yang ia gunakan. Itu saja. Tapi ia tetap menjadi pusat perhatian. Serba salah menjadi pria tampan.
Tak lama, Alenna sampai di bandara dengan dua bodyguard Kenzo di belakang. Ia berjalan mengikuti intruksi bodyguard nya agar bisa langsung menjumpai Kenzo.
Pria itu langsung membenarkan berdirinya menjadi tegak saat melihat kehadiran Alenna di sebrang. Kedua sudut bibir Kenzo terangkat saat sebentar lagi Alenna akan sampai di hadapannya.
Alenna tersenyum melihat Kenzo yang telah menunggunya. Ia melihat sekeliling. Banyak yang memperhatikan Kenzo, terutama kaum hawa. Mereka juga melihat Kenzo yang memperhatikan Alenna, otomatis Alenna juga jadi pusat perhatian. Suara-suara mulai bermunculan saat Alenna sudah berada di hadapan Kenzo.
"Yah... Potek nih hati"
"Itu ceweknya?. Cantik banget"
"Waduh... Couple goals ini mah"
"Barbie dan ken di dunia nyata"
Alenna malu saat mendengar ucapan orang-orang di sekitarnya. Sama halnya dengan Kenzo, Alenna pun tak suka jadi pusat perhatian.
"Selamat pagi" Sapa Kenzo berbisik kepada Alenna dan sedikit membungkuk. Alenna mengulum bibirnya karna merasa malu.
Masalahnya banyak orang yang memperhatikan Alenna dan Kenzo.
"I-iya, selamat pagi" Jawab Alenna gugup. Kenzo tersenyum lalu mengelus rambut Alenna pelan.
"Ahhh mau dong digituin..."
Alenna segera menyingkirkan tangan Kenzo dari kepalanya saat mendengar seseorang berkata begitu. Pipi Alenna memanas.
"Jangan kayak gitu, ken. Gw malu..." Kata Alenna menunduk. Kenzo merengkuh Alenna dalam dekapannya membuat pasang mata melihat kearah mereka.
"Kenzo! Jangan kayak gini" Tolak Alenna memukul tubuh Kenzo dan mencoba untuk lepas dari delapan pria itu. Tapi Kenzo terlalu kuat mendekap Alenna, alhasil Alenna menyerah.
"Kenapa? Kamu malu?. Untuk apa malu? Kamu kan pakai baju" Goda Kenzo membuat Alenna memutar bola matanya malas.
"Ya tapi liat noh. Diliatin banyak orang" Kata Alenna melihats sekilas beberapa orang yang memperhatikan mereka. Lebih parahnya, mereka sampai memotret Alenna dan Kenzo. Bayangkan, bahkan Alenna tidak mengenal mereka.
"Biarin saja. Mereka punya mata"
Kata Kenzo santai. Alenna mengumpat dalam hati sambil menunduk dengan sesekali memberontak agar di lepaskan.
Alih-alih melepaskan Alenna, Kenzo tambah memeluk Alenna erat dan bahkan pria itu mencium puncak kepala Alenna beberapa kali lalu mengajaknya berjalan memasuki pesawat. Benar, pesawat sebentar lagi akan berangkat. Jadi mereka harus segera memasuki pesawat.
Nih orang bener bener gak punya malu...
__ADS_1
Batin Alenna kesal.
Lalu mereka pun masuk kedalam pesawat. Dengan duduk berdampingan, Alenna di pojok dekat jendela pesawat dan Kenzo di samping kanan Alenna.
Semoga perjalanan ini menyenangkan.
Batin Alenna berharap.
๐บ๐บ๐บ
Selama perjalanan pesawat, keadaan terselimuti keheningan. Banyak para penumpang yang sibuk dengan aktivitas nya, seperti membaca koran, tidur, makan dan bahkan ada juga yang sedang melamun. Termasuk Alenna, gadis itu memilih untuk melihat keluar jendela pesawat yang menampilkan daratan dari ketinggian.
Kenzo? Pria itu sedang tertidur dengan posisi tegak dan tangan yang saling bertautan di atas perut. Alenna ingin tidur, tapi rasa-rasanya ia belum mengantuk saja.
Amel gimana kabarnya ya?. Kok dia gak nelfon gue?. Terus Angga lagi ngapain ya?.
Tanya Alenna dalam hati. Tiba-tiba ia teringat kedua sahabatnya itu. Ia masih khawatir kepada Amel atas kejadian itu. Alenna bahkan tidak tahu bagaimana keadaan Angga sekarang. Jujur, ada rasa bersalah tersangkut di hati Alenna.
Seharusnya gue ada disisi lo di saat lo terpuruk. Tapi gue malah milih pergi bersenang-senang. Maafin gue, Mel. Tapi jujur, gue juga butuh hiburan buat nenangin diri gue sendiri. Gue butuh waktu yang banyak dan nyaman buat memulai semuanya. Maafin gue Amel... Gue harap lo ngerti.
Kata Alenna dalam hati. Ia melirik Kenzo yang sedang tertidur sekilas. Senyum Alenna sedikit mengembang. Tangannya tergerak mengelus rambut Kenzo dan merapikan anak rambut pria itu.
Kacamata yang sedaritadi Kenzo pakai, sudah ia lepas. Tentu saja, sungguh aneh rasanya ketika di pesawat menggunakan kacamata.
Alenna memperhatikan wajah Kenzo dengan seksama. Jujur, pahatan wajah pria ini bisa di bilang sempurna. Dengan hidung mancung, rahang tegas, mata yang tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil berwarna biru, mempunyai kelopak mata, bibir yang berwarna pink alami, rambut berwarna coklat dan kulit yang putih. Tak heran jika banyak wanita yang mengantri demi pria ini. Entah beruntung atau apa, Alenna lah yang dipilih pria ini. Alenna merasa beruntung.
"Udah puas liatnya?" Alenna terkejut dan matanya membulat saat mendengar suara Kenzo. Pria itu masih menutup mata dan ia baru saja memergoki Alenna memperhatikan nya.
Kok bisa sih? Nih orang kan lagi tidur.
Batin Alenna.
Kenzo membuka matanya perlahan dan menatap Alenna dengan senyum tipis.
"Udah bangun karna kamu" Alenna terdiam sebentar.
"So-sorry" Ucap Alenna tak enak.
Kenzo memegang tangan kanan Alenna tiba-tiba dan menaruhnya di atas kepala pria itu. Lebih tepatnya di rambut, Kenzo menggerakkan tangan Alenna seolah olah Alenna sedang mengelus kepalanya.
Alenna terkejut melihat perlakuan Kenzo.
"Lakukan ini lagi, saya nyaman" Kata Kenzo meminta Alenna agar mengelus kepalanya lagi. Sempat kebingungan, Alenna pun sekarang mengerti maksud Kenzo dan kembali mengelus lembut kepala Kenzo membuat pria itu merasa nyaman dengan sentuhan Alenna.
Tiba-tiba datanglah seorang pramugari cantik menghampiri Kenzo dan Alenna. Dengan cepat Alenna berhenti mengelus kepala Kenzo.
"Permisi tuan dan nona. Apakah anda mau memakan sesuatu? Kami akan membuatkan nya" Tawar pramugari itu kepada Alenna dan Kenzo. Kenzo melirik Alenna seolah bertanya.
"Kamu mau makan?" Tanya Kenzo kepada Alenna. Alenna hanya mengangguk.
"Tolong buatkan bla bla bla. Terima kasih" Kata Kenzo kepada pramugari itu. Pramugari pun mengangguk dan kembali ke dapur untuk menyelesaikan pesanan Alenna.
"Lo gak makan?" Tanya Alenna pada Kenzo. Pria itu menggeleng.
"Kenapa?"
"Saya tidak lapar" Alenna mengangguk paham. Ia tak mau memaksa Kenzo selagi dia tidak mau. Lagipula Alenna bukanlah tipe wanita pemaksa.
"Gimana keadaan kakak mu?. Sepertinya dia jarang ada dirumah" Tanya Kenzo membuat Alenna melihat mata pria itu.
__ADS_1
Benar juga apa kata Kenzo, Alenna bahkan jarang bertemu David di rumah. Kemana kakaknya itu? Apa mungkin sudah kemabli ke Amerika?. Tidak, pasti jika benar itu terjadi, David akan memberitahu nya.
"Gue juga gak tau. Bang David jarang ada dirumah, gue aja jarang ketemu dia" Jawab Alenna apa adanya.
"Mungkin dia sudah kembali ke Amerika" Saut Kenzo menanggapi.
"Kalau dia pergi ke Amerika, pasti dia bilang sama gue" Bantah Alenna yang diangguki oleh Kenzo. Benar juga apa kata Alenna.
"Nona, ini makanannya. Silahkan di nikmati" Suara pramugari mengalihkan perhatian Kenzo dan Alenna. Alenna tersenyum ramah dan menerima makanan tersebut.
"Terima kasih" Kata Alenna. Pramugari itu mengangguk lalu pergi.
Alenna membaca doa dulu sebelum makan dan setelah selesai ia pun makan. Kenzo hanya memperhatikan Alenna yang sedang makan. Bagi Kenzo, Alenna yang imut jika sedang makan. Dengan makanan yang mengisi mulutnya, membuat pipi perempuan itu terlihat menggemaskan.
"Lo beneran gak mau?" Tanya Alenna di sela sela mengunyah tanpa melihat Kenzo dan terus memakan hidangannya.
"Tidak" Jawab Kenzo mengalihkan pandangannya.
"Kalau gue suapin?" Tanya Alenna menggoda. Kenzo kembali menatap Alenna dengan tatapan yang sulit di artikan. Alenna menaikkan satu alisnya.
"Yakin gak mau?" Tanya Alenna memainkan alisnya. Kenzo menghela napas pelan dan mengambil tangan Alenna yang tengah memegang sesuap sendok berisi makanan lalu mengarahkan ke mulut pria itu. Alenna tersenyum melihat perilaku Kenzo yang lucu baginya. Bilangnya tidak mau, tapi saat di suapin langsung mau. Dasar Kenzo...
Alenna pun menyuapi Kenzo sesekali. Alenna tidak makan? Tentu saja gadis itu makan. Tapi tidak satu sendok dengan Kenzo. Ia memilih untuk mengambil sendok lainnya.
Mereka pun menghabiskan makanan mereka dengan di selingi janda tawa. Beberapa penumpang mungkin terusik, tapi Kenzo tak peduli. Selagi Alenna senang, ia akan terus melakukannya. Masa bodoh dengan orang yang terganggu karna ulah mereka yang berisik.
Beberapa saat kemudian...
Kenzo mengelus kepala Alenna yang tertidur di bahunya. Selesai makan tadi, Alenna mengantuk dan akhirnya ia tertidur dengan menyenderkan kepala di jendela. Tapi Kenzo segera memindahkan letak posisi kepala Alenna menjadi bersandar di bahunya dengan hati-hati.
Keadaan kembali hening dan Kenzo juga mulai mengantuk jadi pria berambut coklat itu memilih untuk ikut tertidur dengan kepala yang menyender di kepala Alenna.
๐บ๐บ๐บ
"Semuanya udah siapkan sayang?" Tanya Stephanie kepada Leksi yang berada di sampingnya. Gadis itu mengalungkan tangannya di pinggang Leksi dan bertengger manis disana.
"Udah semua" Jawab Leksi membuat Stephanie tersenyum.
"Eh, kamu udah ngasih tau David sama Alenna?" Tanya Stephanie lagi. Kini mereka tengah berada di sebuah ruangan yang sangat besar dan sudah tertata indah. Lampu-lampu menghiasi ruangan tersebut dan meja meja tersusun rapih. Sungguh sangat indah.
"David udah, tapi Alenna belum" Jawab Leksi membuat Stephanie mengerutkan alisnya heran.
"Kok belum sih?. Yaudah nanti aku yang ngasih tau dia. Pokoknya Alenna harus dateng!" Tuntut Stephanie. Leksi mengelus kepala Stephanie lembut lalu mengangguk.
"Iya, dia akan datang" Jawab Leksi membuat Stephanie kembali memeluk Leksi manja. Ia tak sabar menantikan hari itu. Hari yang paling berarti untuk mereka berdua.
Bang Leksi berharap Kamu bisa datang Alenna. Maaf, abang gak ada disisi kamu saat kamu terpuruk akan masalah.
Batin Leksi. Mata nya terus menjelajah ruangan indah nan mewah itu.
Sedangkan Stephanie tak bisa menyembunyikan perasaan senangnya. Di wajahnya terukir senyumย bahagia mengembang.
Tinggal menunggu 2 hari lagi, maka mereka akan menjadi sepasang kekasih yang sesungguhnya.
๐บ๐บ๐บ
maaf ya lambat update๐๐
vote dan comment nya boleh dong... ๐
__ADS_1