BROKEN

BROKEN
khawatir


__ADS_3

"and.... I will continue to be by your side, whenever you need, I'm always ready, and I will protect you with all my might. so let me act the best for you. because i love you"


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


"Sudah papa bilang! Alenna harus pulang ke rumah sekarang!. Dimana dia sekarang?!" Marah Johan kepada Karin dan Sarah. Bungkam, mereka hanya bungkam. Karin menyenggol lengan Sarah. Alenna hanya mengedikkan bahu, masa bodoh.


"Sarah!. Dimana Alenna? Kamu gak ketemu di sekolah?!. Jawab! Jangan diem doang!" Tanya Johan kepada Sarah stabil mendekati Sarah dan memandangnya marah.


"Ke-ketemu pah" Jawab Sarah gugup sekaligus takut. Johan masih menatap nya marah.


"Terus kenapa kamu gak ajak pulang?!. Hah?!"


"Dia gak mau pah!. Sarah udah ajak dia! Tapi dia malah pergi sama Kenzo!" Johan terdiam mendengar penuturan Sarah yang sebenarnya tidak benar.


"Sarah kamu gak bohong kan?!"


"E-enggak pah!" Johan mengusap wajahnya gusar.


Dasar anak gak tau diri!


Bisa-bisanya dia malah pergi tanpa bilang!. Sebenernya aku ini apa di mata anak satu itu?.


Batin Johan tak habis pikir pada Alenna.


"Udah pah... Mungkin dia lagi 'asik' sama Kenzo, biarin aja" Saut Karin. Johan masih terdiam.


"Gak bisa gitu Karin, ini udah tengah malam!. Apalagi dia anak gadis!" Gusar Johan khawatir akan Alenna.


"Yaudah sih pa! Dia kan emang anaknya sering keluar malem. Jadi pasti dia udah kebiasaan dong. Lagian papa ngapain sih mikirin Alenna mulu?"


"Sarah kapan pah? Anak papa tuh bukan cuma Alenna, Sarah juga!. Sarah tuh udah capek bujuk Alenna buat pulang, Sarah udah sabar sama dia. Tapi kalau emang dasar anak nya kayak gitu, ya mau diapain lagi!"


Johan terdiam mendengar Sarah yang seakan iri kepada Alenna.

__ADS_1


Benar apa yang dikatakan Sarah, kenapa ia begitu khawatir kepada Alenna, sedangkan ia juga masih mempunyai Sarah disini. Anak yang lebih baik dan penurut dari pada Alenna. Pikir Johan.


"Ohhh jadi lo iri sama adek gue?" Suara laki-laki tiba-tiba terdengar dari ambang pintu. Semua pandangan mengarah kepada seseorang yang berjalan kearah mereka, sambil menarik sebuah koper di belakang.


"David?" Kata Johan tak menyangka bahwa anaknya ada disini sekarang.


Mereka menatap David tak percaya.


"Kak David? Kok bisa ada disini kak?" Tanya Sarah tak percaya. Mulutnya sedikit terbuka. David tersenyum miring. Meremehkan.


"Kenapa emangnya? Gak seneng lo?" Kata David sarkas. Sarah menggeleng cepat.


Gawat, kalau kak David denger ucapan gue tadi gimana?.


Batin Sarah takut.


"David kamu kok gak bilang kalau mau pulang?" Tanya Karin lembut kepada David. David pun menatap Karin yang tengah menatap nya juga.


Johan menatapnya marah. Menyadari itu David segera membalas.


"Emang bener kan"


"Jaga mulut kamu David!. Kenapa kamu jadi gak sopan gini? Emangnya di Universitas kamu di ajarin kayak gini?!" Omel Johan. David hanya memutar bola mata jengah.


"Udahlah. Sekarang Alenna dimana?" Tanya David mengalihkan pembicaraan nya. Sungguh ia rindu dengan sang adik. Ini lah yang dia sebutkan sebagai kejutan tempo hari kepada Alenna saat di telpon.


Seharusnya tadi siang dia sudah bisa sampai, namun karna ada sedikit kendala di perjalanan, jadilah ia telat. Tapi tak apa, yang penting ia sudah bisa bertemu Alenna.


Mereka semua terdiam mendengar pertanyaan kakak dari Alenna tersebut. Perlu di ketahui, sebenarnya David sudah tahu bahwa Alenna tidak berada dirumah, itu karna mendengar percakapan menyebalkan tadi.


Namun ia sengaja bertanya lagi, seolah ia tidak tahu. Karna David ingin tahu, alasan seperti apa yang akan di berikan 'keluarganya' ini.


"Napa pada diem semua? Bisu?" Tanya David tajam.

__ADS_1


"I-itu kak, Alenna pergi" Jawab Sarah takut-takut. David menaiki sebelah alisnya.


"Kemana?" Tanya David dingin.


"Gak tau kak. Dia pergi sama cowok" Kata Sarah lagi dengan menunduk.


Tch! Drama banget sih hidup lo.


Batin David yang geli melihat Sarah yang seolah-olah anak yang polos dan lugu. Padahal mah...


"Kenzo maksud lo?" Yap! David tahu mengenai Kenzo karna Johan pernah memberitahu nya mengenai perjodohan tersebut. Masalah setuju atau tidaknya, ia serahkan kepada Alenna. Sarah mengangguk sebagai jawaban.


"Oh" Tanpa berkata apapun lagi David menarik kopernya masuk kedalam dan hendak pergi meninggalkan Sarah, Karin, dan Johan.


"Kamu mau kemana?" Tanya Johan yang menyadari David hendak pergi. David berhenti melangkah.


"Kamarlah!" Jawab David tidak santai.


"Kita makan malem dulu ya David. Kamu pasti laper abis perjalanan jauh" Tawar Karin kepada David. David hanya tersenyum sinis.


"Thanks, gue udah makan di pesawat tadi. Kalian aja yang makan" Sarkas David menolak mentah-mentah. Semua nya terdiam. David kembali melanjutkan langkah menuju kamarnya yang bersebelahan dengan Alenna. Adik kesayangannya.


Setelah sampai kamar, ia segera menutup pintu, menaruh kopernyaย  di dekat lemari dan membanting tubuh nya dia atas kasur, sambil menghela napas lega. Ia pun memejamkan matanya.


Lo kemana sih dek? Udah malem juga. Kalau lo diapa-apain gimana? Kan gue khawatir. Cepet pulang dek, gue kangen lo.


Batin David. Karna lelah, ia pun tertidur dengan nyenyak.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


jangan lupa kasih love dan coment kalian, biar author tambah semangat nulisnya.


makasih๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2