
Gadis ini jauh berbeda dengan Alenna. Permintaannya membuat orang jengkel. Perkataannya juga menusuk.
Andai saja Jika Alenna yang meminta di suapin, dengan senang hati saya suapin. Tapi entah kenapa jika Sarah yang meminta, rasanya ingin sekali menolak. Wajar saja jika hati ini hanya berlabuh pada Alenna. Batin Kenzo.
πππ
Hari kedua ujian.
Alenna mengerjakan soal tersebut dengan sangat mudah. Entahlah, otaknya sedang encer sekarang.
Namun hatinya berkecamuk, satu nama terbayang bayang di hatinya.
Steven kamu dimana sih?
Itulah yang Alenna pikirkan sedari tadi.
Steven tak mengikuti ujian hari ini. Alenna bingung kemana perginya Steven. Yang Alenna tahu, Steven memang anak yang nakal tapi ia tidak main main dengan ujian kelulusan nya. Karna itu, tidak mungkin Steven membolos. Tapi nyatanya, tak ada kabar atau izin tidak kehadiran nya di sekolah. Membuat Alenna tidak konsen sekarang.
Sudah ia tanya kepada teman temanya, seperti Julio dan yang lain. Tapi sama saja, tidak ada yang tahu keberadaan nya sekarang.
Sungguh Alenna cemas sekarang.
"Aduh Steven kemana sih?"
Tanya Alenna sambil terus menggenggam ponsel di tangannya.
Alenna sudah menelpon kekasihnya namun tidak ada jawaban sama sekali.
"Mungkin dia lagi ada urusan jadinya gak masuk" Kata Amel.
Ujian telah berakhir dan mereka bergegas pulang. Amel dan Alenna pulang bersama menggunakan mobil Amel tentunya.
Selama di perjalanan, Alenna tak hentinya cemas.
"Tapi lo tau kan dia orangnya gimana? . Mana mau dia gak ikut ujian. Bisa bisa gak lulus" Bantah Alenna.
"Iya sih kata dia 'auto di coret dari KK kalau sampe gak lulus'. Bener juga sih" Kata Amel mengingat saat Steven mengucapkan itu jauh sebelum ujian akan dimulai.
"Nah mangkannya" Alenna kembali menghubungi nomer Steven namun tetap saja nihil.
"Mau ke rumahnya aja?" Tanya Amel yang dengan segera di angguki oleh Alenna. Amel menjalankan mobilnya menuju rumah Steven.
Beberapa saat kemudian, mereka sampai di rumah Steven. Namun nampak sangat sepi seperti tak berpenghuni. Alenna mengerutkan alis sambil berjalan menuju sekuriti penjaga rumah Steven.
"Permisi pak" Sapa Alenna kepada sekuriti tersebut.
"Ya ada apa?" Tanya sekuriti itu kepada Alenna.
"Hmm saya mau nanya pak, StevenΒ ada dirumah gak ya? Kok kelihatan sepi banget" Tanya Alenna sambil sesekali melihat rumah Steven dan masih sama sepi.
"Oh tuan Steven gak pulang kerumah non" Jawab satpam itu. Alenna mengernyit heran.
Loh... Steven kemana?
Batin Alenna bingung.
"Kemana pak?" Tanya Amel yang ikut bersuara.
"Wah bapak gak tau kemana perginya" Jawab satpam itu dengan gelengan kepala saat menjawab. Amel mengangguk paham.
"Kalau yang lain pak?" Tanya Alenna lagi.
"Oh mereka tadi pagi pergi gak tau kemana. Tapi keliatannya buru-bur banget. Ada tuan Leksi juga ikut" Jawab pak satpam. Alenna kembali di buat bingung dengan keberadaan Steven.
"Oh gitu ya pak, kalau gitu makasih banyak ya pak. Saya pamit dulu" Pamit Alenna kepada pak satpam sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
"Iya non sama-sama" Balas pak satpam dengan tersenyum ramah.
Alenna dan Amel pun kembali menuju mobil.
Selama di perjalanan Alenna terus saja melamun. Amel sadar perasaan Alenna sekarang, tapi mau bagaimana lagi.
Perasaan Alenna sungguh tak karuan. Terlihat berlebihan memang, tapi percayalah Alenna merasa ada sesuatu yang salah dengan Steven.
Ia mencoba untuk berpikir positif tapi tetap saja pikiran jahat menghantui dirinya.
"Lo yang tenang ya" Kata Amel menenangkan masih fokus pada jalanan di depannya. Alenna tak merespon, ia hanya melamun.
"Gue nginep di rumah lo ya, Mel" Ujar Alenna yang diangguki oleh Amel.
segera mereka melajukan mobilnya menuju rumah Amel.
πΊπΊπΊ
"Udah dong len. Tenang aja, udah malem nih. Mending lo tidur, besok masih ada ujian" Kata Amel yang resah melihat sahabatnya ini masih saja terjaga sambil terus bergumam dan bertingkah aneh. Amel tau Alenna sedang cemas, tapi ini sudah larut malam. Alenna butuh istirahat untuk ujiannya besok.
"Gue tau Mel, tapi hati gue rasanya gak tenang. Lo tidur aja duluan" Saut Alenna yang masih memilih duduk di sofa dekat jendela milik Amel.
Mendengar itu, Amel menarik napasnya
"Yaudah, tapi nanti lo juga harus tidur" Titah Amel yang diangguki oleh Alenna. Amel pun menarik selimutnya dan mulai masuk ke dunia mimpi.
Sedangkan Alenna masih saja melamun. Hatinya benar-benar kacau, perasaanya di penuhi rasa khawatir, dan otaknya tidak sinkron. Tidak biasanya Steven seperti ini, seharian penuh tidak ada kabar. Setidaknya pria itu bisa memberinya pesan walaupun hanya 'p' tanda itu yang dikirim kan. Dengan begitu Alenna tahu bahwa Steven masih baik-baik saja. Tapi ini tidak sama sekali, tolong jangan anggap Alenna berlebihan,Β bagaimana jika kalian berada di posisi Alenna sekarang, pasti kalian akan merasakan hal yang sama.
"Steven... Lo dimana sih?. gue cemas mikirin lo" Gumam Alenna pada dirinya sendiri. Karna tidak tahu harus melakukan apa lagi, Alenna pun melirik jam tangannya dan terpampang lah waktu yang menunjukkan pukul 00:23 malam.
Alenna menarik napasnya.
Alenna... Lo berdoa aja semoga gak terjadi apa-apa sama Steven.
Batin Alenna.
Sesekali ia menguap karna mulai mengantuk. Ia pun memutuskan untuk meletakkan handphone nya di atas laci dekat ranjang. Setelah itu, Alenna pun ikut berbaring di samping Amel dan ikut tertidur.
πππ
"FIGHTING GUYS!! 3 HARI LAGI!!. Ayo kakel-kakel semangat belajarnya, jangan menyerah demi kelulusan. Kami sebagai dekel akan mendoakan kalian dengan lapang dada kok" Seru teman sekelas Alenna yang bernama Ghiyats tersebut. Semua perhatian tertuju padanya, terkecuali Alenna yang memilih untuk segera pergi keluar dari kelas setelah merapikan alat tulisnya, diikuti Amel dan Angga. Untung saja ujian telah berakhir, jadi wajar saja kalau siswa-siswi kembali gaduh.
"Halah... Masih lama bujang... " Saut teman Alenna yang satunya lagi.
"Halah bacot"
"Gapapa, kan gue nyemangatin"
Balas Ghiyats.
"Gak perlu"
"Ettt dah, sombong amat"
"Weh dekel bacot banget sih. Berisik woy"
"Tau nih, berisik lo. Balik lo ke kayangan, ganggu amat!"
"Et dah ke kayangan, dikira gue mimi peri!"
"Emang. udah sono, bacot amat. Hush hush!"
"Ye awas aje ye, gak gue do'ain lulus baru nyahok lo!"
"Bodo amat. Udah sono! Banyak congor lo!"
__ADS_1
Kelas 11 yang berada di ruang tersebut pun pergi keluar dan bersiap untuk pergi dari sekolah, lebih tepatnya pulang sekolah.
Alenna yang masih berada di sekolah, memilih untuk ke kantin. Gadis itu duduk di salah satu meja kantin yang biasa mereka tempatkan. Mata nya menyalang melihat kakak kelasnya, lebih tepatnya teman tongkrongan Steven tengah duduk sambil tertawa terbahak-bahak. Alenna tidak melihat Steven, pria itu tidak masuk sekolah lagi. Sudah berulang kali Alenna bertanya pada teman-teman terdekat Steven, tapi tidak ada yang tau kekasihnya itu berada dimana. Termasuk Aldo.
"Gimana, masih gak tau Steven dimana?. Di bales gak sama dia?" Tanya Amel kepada Alenna. Alenna menggeleng sebagai jawaban. Amel mengusap bahu temannya itu agar tenang.
"Udah len lo tenang ya" Kata Amel. Alenna tidak menjawab, wajahnya tampak kusut dan terus menundukkan kepala.
"Eh len, pesen makanan yuk! Gue yang bayar nih!" Saut Angga berharap Alenna terhibur dan sedikit melupakan masalahnya. Amel diam diam memberikan isyarat kepada Angga dengan acungan jempol.
"Makasih" Kata Alenna sedikit mengangkat kepalanya lalu tersenyum manis. Angga dan Amel menghela napas lega, akhirnya...
Namun...
"Tapi gak usah, gue lagi gak mood" Lanjut Alenna. Angga mengusap wajahnya gusar dan Amel memijat pelipisnya karna bingung harus menghibur sahabatnya yang satu ini dengan cara apa lagi.
Lelucon, musik, hadiah, di ajak ke tempat menyenangkan, dan semuanya sudah dicoba, namun tetap saja gagal. Alenna masih badmood.
Amel terus memberikan kode secara diam-diam kepada Angga agar terus mencari akal supaya Alenna terhibur.
Drttttt drttttt drttttt
Tak berselang lama, handphone Alenna bergetar. Dengan excited Alenna mengambil handphone nya, berharap mendapat kabar dari Steven, terlihat dari wajahnya yang menaruh harapan.
Namun perlahan, ekspresi wajahnya berubah saat tau siapa yang menelpon nya dan itu bukanlah Steven. Amel dan Angga terdiam ikut penasaran.
Dengan malas, Alenna mengangkat telepon tersebut dan mendekatkan benda pipih itu ke telinga.
"Halo bang Leksi?"
Sapa Alenna pelan dengan sekilas melirik wajah Amel dan Angga bergantian.
"Kamu ada dimana?"
"Alenna ada di sekolah. Kenapa bang?"
"Kamu datang ke central hospital sekarang!"
Alenna mengerutkan alisnya bingung.
"Ngapain bang?"
"Steven... "
"Kenapa sama Steven bang?!!"
Tanya Alenna dengan suara bergetar saat mendengar nama Steven di sebut.
"Steven... dia di rumah sakit sekarang dan dia lagi koma"
Deg!
πππ
Hiii guyssss selamat tahun baru 2020. semoga di tahun ini, akan ada hal baru yang menyenangkan dan pastinya lebih baik dari pada tahun-tahun sebelumnya. Author sih cuma berharap, kalian masih setiap dengan novel ini dan terus memberikan dukungan kalian pada novel ini, amin...
Happy new year 2020πππγβ₯γπγπ
γπ γπγπ
β¨γοΌΌο½οΌγπΊ
Happy New Year!
πγοΌο½οΌΌγπ
__ADS_1
γβγ πΉγπγ
πγ πγ πΆ