BROKEN

BROKEN
masak bareng Alenna


__ADS_3

"Tenang, gue pasti bantu lo sebisa gue" Kata Amel. Alenna tersenyum senang. Sekarang tinggal menyusun rencana selanjutnya untuk nanti.


Gue gak sabar...


🍁🍁🍁


"Udah ah gue mau tidur capek... " Kata Amel yang sudah berbaring bebas di kasur dengan mata yang tertutup.


Alenna tersenyum melihat tingkah sahabatnya yang satu ini.


Bebrapa saat kemudian, Alenna memegang perutnya yang mulai bersuara.


Hehehe, udah laper ya?


Batin Alenna. Yang benar saja, tadi pagi ia belum sarapan, istirahat tadi ia juga tidak makan, sampai sekarang.


"Mel, gue ke dapur ya mau masak" Izin Alenna. Amel hanya mengangguk pelan dengan posisi yang masih sama.


Alenna pun keluar dan menuju dapur Amel. Sangat mudah bagi gadis itu menemukan dapur Amel, karna ia sudah sering di rumah ini. Jadi tidak mungkin ia bisa kesasar.


Saat sudah di dapur, Alenna berpikir sejenak.


"Masak apaan ya?" Gumamnya pada diri sendiri.


Seakan ada lampu yang menyala di atas kepalanya. Alenna segera tahu apa yang akan ia masak untuk makan nanti.


"Pizza!" Alenna tahu itu terdengar sederhana atau biasa-biasa saja, tapi ayolah... Alenna tidak mau berlebihan. Sebenarnya bisa saja ia membeli Pizza online. Namun karna ia pikir dari pada bosan, mending sekalian saja Alenna yang membuatnya dengan tangan sendiri.


Lebih irit🀣.


Alenna segera memasang bib apron/celemek di tubuhnya untuk menghindari sesuatu mengenai seragam sekolah. Salahkan Alenna karna tidak membawa baju ganti. Lain kali ingatkan Alenna untuk membawa baju ganti jika pergi kemana-mana.


Alenna mengambil beberapa bahan di kulkas seperti, tepung terigu, fermipan, gula pasir, garam, minyak sayur. Setelah itu Alenna mengambil mangkuk sebagai wadah dan mencampuri semua bahan tersebut kedalam mangkuk dengan takaran yang telah di tentukan. Alenna pun mengaduk adonan tersebut sambil menambah air sedikit demi sedikit sampai adonannya terbentuk.


Setelahnya Alena menutup adonan tersebut dan membiarkan nya beberapa saat. Langkah berikutnya Alenna menyiapkan wajan, lalu menumis bawang Bombay hingga harum dan menambahkan sosis sebagai topingnya. Alenna memasukkan saus tomat secukupnya.


Adonan yang telah cukup lama didiamkan lalu digilas agar berbentuk pipih. Alenna menentukan ketebalan adonan roti sesuai seleranya. Setahu Alenna Makin tipis adonan, maka makin renyah rasanya.

__ADS_1


Setelah adonan jadi, langkah selanjutnya yang perlu Alenna lakukan adalah menyiapkan wajan teflon, kemudian di panaskan dan cairkan 1 sdm mentega. Alenna meletakkan adonan pizza diatas wajan, lalu menaburinya dengan keju mozarella.


Selama memasak, Alenna menutup wajan dengan penutupnya, supaya benar-benar matang dan keju mencair dengan sempurna. Pizza masakan Alenna siap dihidangkan.


"Akhirnya selesai juga!" Alenna mngelap keringatnya. Sudah lama Alenna tidak memasak seperti ini. Biasanya ia selalu di Masaki oleh bi Ajeng atau... Leksi. Ya, Leksi selalu membuatkan makanan kesukaan Alenna dan David. Dulu.


Lupakan hal tersebut sejenak.



"Oh iya Amel" Alenna ingat Amel. Baru saja ia ingin kembali ke kamar untuk membangunkan Amel. Namun niatnya terhenti karna mendengar suara Amel.


"Widih! Enak tuh kayaknya" Puji Amel turun dari tangga dan berjalan menuju dapur. Alenna mengambil pizza tersebut dan menaruhnya di atas meja makan.


"Sini makan" Tawar Alenna.


Ukuran pizza tersebut lumayan besar, jadi cukup bagi mereka berdua.


Mata Amel bersinar-bersinar melihat pizza yang nampak sangat lezat tersebut.


"Yodah yuk makan!" Kata Alenna. Namun sebelum makan, budayakan membaca doa terlebih dahulu agar berkah...


"Amin" Amel segera mengambil sepotong Pizza tersebut dan melahap nya. Alenna pun ikut mengambil bagian.


"Gila! Enak banget Len... Gue baru tau kalau lo punya bakat masak. Kapan-kapan ajarin gue ya!" Puji Amel di sela-sela mulutnya yang mengunyah Pizza tersebut. Alenna hanya tersenyum dan mengacungkan jempol kiri sambil terus mengunyah.


Merekapun menikmati Pizza tersebut dengan nikmat.


"Btw, lo belajar masak dari siapa?" Tanya Amel tiba-tiba. Alenna berhenti mengunyah mendengar pertanyaan tersebut.


"Dari... Bang Leksi"


"Dia dulu sering bikinin makanan kesukaan gue dan bang David. Karna waktu itu orang tua gue jarang ada di rumah, jadinya cuma ada gue berempat di rumah" Lanjut Alenna. Amel mengangguk paham.


"Tapi bukannya ada bi Ajeng?. Kenapa gak minta bikinin sama dia aja?" Tanya Amel lagi.


"Iya, tapi gak tau kenapa, dulu gue demen banget ngeliat bang Leksi masak. Dan menurut gue rasanya juga lebih khas. Jadi karna gue penasaran, gue pun minta dia buat ajarin gue masak"

__ADS_1


"Emang sih dulu gue masih bocah, tapi gue paham kok semua apa yang dia ajarin ke gue" Jelas Alenna mengingat peristiwa dulu. Dimana ia masih bersama Leksi dan memasak bersama.


Amel tersenyum


"Kayaknya Leksi berperan besar di hidup loh, ralat berperan penting di hidup loh" Ujar Amel membuat Alenna terdiam seribu bahasa.


Benar... Apa yang di katakan Amel memang benar.


Alenna tersenyum manis


"Iya, penting banget"


🍁🍁🍁


Hari masih sore, Alenna dan Amel hanya menghabisi waktu menonton film, bermain handphone, main laptop, dan hal-hal lain yang membuat Alenna bosan.


"Mel! Bosen nih gue. Jalan-jalan yuk!" Pinta Alenna yang sudah kelewat bosan. Sedaritadi Alenna hanya menyala-matikan handphone, seolah ada notice masuk, padahal tidak ada. Sedih.


"Gue juga kali, tapi kemana?" Tanya Amel lagi. Mereka berdua tampak berfikir.


"Aha! Ke mall aja yuk!. Nyari diskonan" Saran Amel. Alenna memutar bola matanya malas. Ia baru ingat kalau sahabatnya ini, gila diskonan. Tapi yasudahlah, daripada bosen.


"Yaudah ayo" Amel mengangguk.


"Tapi tunggu deh... Masa iya gue ke mall pakek seragam sekolah?" Benar juga apa kata Alenna, sedaritadi kan ia belum ganti baju.


"Oh iye, yodah lo pakek baju gue dulu noh!, yang dilemari" Tunjuk Amel. Alenna segera berjalan menuju lemari yang di tunjuk Amel dan mengambil beberapa baju bergaya casual. Ia pun memakainya di kamar mandi.


"Udah yuk!"


Beberapa saat kemudian, mereka sudah selesai rapi-rapi. Amel yang sedaritadi telah berganti baju, kini ia juga berganti baju lagi. Katanya sih kurang cocok baju nya buat ke Mall.


Sebelum keluar rumah, Amel dan Alenna memastikan terlebih dahulu mobil yang mengikuti mereka tadi siang telah pergi. Dan benar, mobil itu sudah tidak ada di daerah sini. Mereka bersyukur karna bisa leluasa bisa pergi.


Mereka pun berangkat ke mall menaiki kendaraan mobil milik Amel. Di jalan memang lah sedikit macet karna biasanya jam-jam segini waktunya orang pulang bekerja. Jadi wajar jika banyak kendaraan.


🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2