BROKEN

BROKEN
not serious


__ADS_3

don't know what will happen tomorrow. I leave everything to you God


🌺🌺🌺


"Terus gimana keadaan dia sekarang?" Tanya Amel kepada Alenna yang tengah meminum es jus nya.


"Dia masih koma, gak tau kapan sadarnya" Jawab Alenna pelan sambil terus meminum jus nya. Amel dan Angga mengangguk paham.


Tadi Alenna sempat bercerita mengenai Steven yang mengalami kecelakaan. Tentu saja membuat Angga dan Amel bergidik ngeri sekaligus iba kepada Steven. Terlebih Steven kecelakaan saat ingin pulang setelah mengantarkan Alenna pulang kerumah.


Membuat Alenna menceritakannya semakin merasa bersalah.


Walaupun Amel dan Angga tidak menuding atau bahkan menyalahkan nya, tetapi tetap saja Alenna merasa bersalah.


"Yodah, nanti pulang sekolah kita jenguk Steven bareng-bareng. Gue ajak Aldo juga" Angga dan Alenna mengangguk setuju.


Tak lama, bell sekolah berbunyi menandakan bahwa waktu istirahat telah usai. Untung saja, Alenna dan kawan-kawan sudah selesai makan, jadi tidak perlu terburu-buru lagi.


Ini hari ke 3 mereka menjalankan ujian, sebentar lagi ini semua akan berakhir. Menimbulkan semua siswa yang akan sedikit tenang karna tak perlu berkutat lagi dengan soal-soal ujian yang menggemaskan.


Alenna, Amel, dan Angga pun kembali ruang ujian untuk melanjutkan ujian terakhir hari ini. Jujur saja, Alenna sangat malas mengikuti ujian di sekolah walaupun ia tahu itu penting. Tapi tak menutupi perasaannya, ia ingin sekali bersama Steven. Dan satu hal yang membuat hati Alenna memanas saat mengingat bahwa setelah ujian selesai, Alenna akan pergi bersama Kenzo ke Amerika. Bayangkan bagaimana perasaan sekarang.


"Husssh! Bengong aja" Ucap kakak kelas di sebelah nya membuat lamunan Alenna buyar seketika.


"Eh, eng-enggak kak" Cicit Alenna. Kakak kelas di sebelahnya terkekeh pelan.


"Enggak gimana? Orang dari tadi di panggilin juga. Tuh?" Tunjuk perempuan di sebelahnya dengan dagu. Alenna ngikuti arahnya dan mendapati bahwa kakak kelas di sebrang nya/sebelah kanannya tengah menyodorkan kertas ujian kepadanya untuk di oper.


Alenna menggaruk rambutnya yang tidak gatal. Lalu tersenyum kikuk.


"Hehe maaf kak" Ucap Alenna pelan lalu mengambil kertas itu dan memberikannya kepada kakak kelas di sebelahnya.


"Mangkannya jangan ngelamun!" Kata kakak kelasnya dengan senyum manis. Alenna hanya tersenyum tipis menyadari kebodohannya.


Alenna sekarang lo harus fokus ke nih ujian!. Lo jangan ngelamun! Jangan ngelamun! Fokus!


Batin Alenna.


Alenna pun mengerjakan soal ujian nya dengan tenang setelahnya.


Seperti biasa, Angga terus saja meminta jawaban kepada Alenna. Entahlah Alenna lelah bilang kepada Angga agar belajar dan jangan mengandalkan dirinya. Tetapi anak itu keras kepala, membuat Alenna berbohong. Ya seperti ini...


"Len, lo mah pelit banget. Nomer 22 apaan?" Tanya Angga yang berada di belakang Alenna.


Alenna memejamkan matanya sebentar menenangkan jiwa dan raganya agar tidak marah.


"Gak tau, gue belum selesai!" Itulah kebohongan Alenna kepada Angga. Kenapa Alenna bilang berbohong? Karna nyatanya Alenna telah selesai mengerjakan dan tinggal mengeceknya ulang.


"Yah... Gue gak yakin len"


"Terserah"

__ADS_1


Waktu terus berjalan. Alenna yang sudah selesai dari tadi hanya menenggelamkan wajahnya pada meja dengan dibantu kedua tangan yang menopang. Ia bosan... Sangat.


Otaknya terus memikirkan satu nama, yaitu Steven.


Alenna harap Steven segera sadar dan kembali bersamanya seperti semula. Ia tak butuh belas kasih orang di sekitarnya, tapi yang Alenna butuhkan adalah belah kasih Tuhan padanya dan juga Steven.


"Mohon perhatian, waktu ujian telah berakhir. Silahkan menyerahkan lembar ujian kepada pengawas di ruang ujian masing-masing. Para peserta ujian di persilahkan meninggalkan kelas"


Alenna tersenyum saat mendengar pemberitahuan bahwa ujian telah berakhir. Para murid yang telah selesai, bersorak senang namun berbanding terbalik dengan murid yang belum selesai, mereka mengutuk waktu ujian yang menurut mereka terlalu singkat.


Alenna terkekeh pelan saat mendengar kakak kelas dan teman sekelasnya menggerutu karna kesal, termasuk Angga. Bukannya souzon, tapi Alenna yakin bahwa Angga asal-asalan menjawab soal yang belum usai Atau bahkan ia melakukan cap-cip-cup/menghitung kancing baju untuk menentukan jawabannya. Ya, Alenna sangat mengenal Angga bahkan dengan kebiasaannya.


Alenna berjalan keluar setelah sebelumnya telah mengumpulkan kertas ujian. Ia tak sabar ingin bertemu Steven.


Amel dan Angga yang melihat Alenna, segera menyusul sahabatnya itu.


"Woy tunggu napa?" Kata Amel menahan Alenna dengan tangannya.


"Kalian jadikan jenguk Steven bareng gue?" Tanya Alenna berjalan menuju lokernya, begitu juga Amel dan Angga. Alenna mengambil tasnya dari sana, kedua sahabatnya itu juga melakukan hal yang sama.


"Jadi dong... " Kata Amel. Angga masih terdiam tak menjawab sekalipun. Alenna berani taruhan bahwa pria ini sedang merajuk karna dirinya tak kunjung 'membantu'. Kalian pasti taulah masalahnya.


"Yodah, katanya lo mau ngajak Aldo" Amel mengangguk dan mengeluarkan ponselnya dari dalam saku baju. Ia pun menelpon Aldo. Alenna dan Angga hanya diam memperhatikan, sesekali Alenna melirik Angga secara diam-diam. Ternyata Angga masih saja memasang tampang jutek kepadanya. Alenna mengulum bibir bawahnya.


"Apa lo liat liat?!" Kata Angga memergoki Alenna tengah curi-curi pandang padanya. Alenna segera membuang muka.


***** ketus banget!


Batin Alenna.


"Alesan aja terus Dasar pelit!. Hati hati, orang pelit kuburannya sempit. Waspadalah wahai orang pelit! " Ucap Angga membuat Alenna menatapnya tajam.


"Bodo! Daripada lo, dasar kang contek!. Bisanya nyontek doang tapi gak mau berusaha! Dasar!" Balas Alenna tak kalah tajam.


"Nyontek dari mana? Kan gue nanya!. Lo nya aja yang pelit"


"Nanya sama nyontek gak jauh beda. Sama sama minta jawaban!"


"Enggak lah beda!"


"Sama!"


"Beda!"


"Sama Angga!"


"Beda Alenna!"


"Sama!"


"Bed-"

__ADS_1


"Woi! Bacot *****!. Bisa diem gak sih lo pada?. Ribut mulu!, berisik dongo!!" Alenna dan Angga terdiam seketika saat mendengar omelan Amel yang menatap merah kesal.


"Abis die pelit!"


"***** kok gu-"


"UDAH STOP!" Ucapan Alenna terpotong. Amel berteriak keras karna tak habis pikir dengan Angga dan Alenna yang bertengkar seperti anak kecil.


"Udah, sekarang mending kita kerumah sakit sekarang" Ajak Amel menarik tangan Alenna. Namun Alenna menahannya.


"Aldo gimana? Gak ikut?" Tanya Alenna bingung bagaimana nanti dengan Aldo.


"Dia nyusul" Alenna mengangguk dan mengikuti Amel yang tengah menariknya menuju mobil. Angga dengan malas mengikuti kedua sahabat perempuan nya untuk menjenguk Steven yang tengah berada di rumah sakit.


🌺🌺🌺


"kamu sebenernya serius gak sih sama aku?!" Emosi sarah memuncak saat tahu bahwa Kenzo pergi bersama Alenna. Kalian masih ingat bukan, saat Alenna masuk rumah sakit dan Kenzo menemaninya tanpa pulang atau pergi bekerja. Bahkan Kenzo tak memperdulikan Sarah yang siap marah padanya. Karna sudah tak sabar, Sarah mencari tahu sendiri kemana Kenzo pergi. Walaupun ia sudah menduga Kenzo pasti pergi bersama Alenna. Namun dugaan nya terbukti.


"Kamu jahat Kenzo! Kenapa kamu malah sama cewek murahan itu!. Dia egois Kenzo!"


"Kamu jahat sama aku Kenzo! Kamu gak serius sama aku!"


"Kamu nanya saya serius sama kamu atau enggak?" Tanya Kenzo balik dengan santai. Sarah tak menjawab. Wajahnya terlihat sangat marah saat ini.


Kenzo menyeringai.


"Saya minta maaf sebelumnya. Tapi Kamu perlu tau, saya memang gak pernah serius sama kamu. Saya gak pernah menganggap kamu sebagai kekasih atau calon tunangan saya. Saya gak pernah bilang kalau saya memilih kamu sebagai pilihan saya. Kenapa? Karna saya gak punya perasaan barang sedikit sama kamu. Kamu tahu kenapa saya tidak menolak untuk tunangan sama kamu? Karna saya tidak enak hati sama tuan Johan. Saya berhutang budi sama dia. Saya pikir ini cara membalasnya, tapi ternyata saya salah, saya gak bisa!"


"Kamu pikir saya gak tau kamu membujuk tuan Johan untuk menjadikan saya kekasih kamu?. Saya tahu, bahkan saya tahu gimana perlakuan kamu sama Alenna dan itu benar-benar sudah keterlaluan. Saya tidak bisa mentoleransi masalah ini"


"Soal pertunangan, saya gak janji untuk tetap melanjutkan ini semua. Kemungkinan besar pertunangannya akan batal"


jelas Kenzo panjang. Kini Sarah telah menangis sejadi-jadinya, ia merasa sangat kecewa dan sedih mendengar perkataan Kenzo yang sangat menyakitkan.


"Dan satu hal lagi yang perlu kamu tahu" Kata Kenzo lagi. Sarah menatapnya penuh tanda tanya dengan mata yang sudah sangat sembab.


"Jangan pernah ganggu atau bahkan menyakiti Alenna!" Tekan Kenzo dengan sungguh-sungguh.


Sarah mengepalkan tangannya saat mmendengarkan ucapan Kenzo.


"Saya gak segan-segan membuat kamu hancur kalau sampai itu terjadi. Dan saya gak bermain-main dengan ucapan saya" Bisik Kenzo di telinga Sarah yang membuat gadis itu bergidik ngeri mendengar suara dingin Kenzo.


Setelah itu, Kenzo pun pergi meninggalkan Sarah yang menagis sejadi-jadinya sambil terus menatap kepergian Kenzo yang keluar dari rumahnya, bahkan sampai Kenzo sudah tak terlihat lagi. Tangan Sarah mengepal kuat.


Prang!


Sarah melempar vas bunga yang ada di atas meja ke lantai sampai menimbulkan suara yang cukup keras. Hancurlah vas bunga tersebut. Sarah terlihat bagaikan orang depresi sekarang, mata merah, hidung merah, mata sembab, dan rambut berantakan. Menambah kesan menyedihkan darinya.


"ALENNA! GUE BAKAL BALES LO!" teriak Sarah.


"Ini semua gara-gara lo sialan!. Gue bakal bales ini semua. Gue bersumpah akan bikin hidup lo menderita!!"

__ADS_1


Sumpah Sarah bersungguh-sungguh dengan semangat dan dendam yang membara. Setelah itu, ia pun tersenyum miring.


🌺🌺🌺


__ADS_2