BROKEN

BROKEN
Sama-sama psychopath


__ADS_3

"Sebisa mungkin gue tetep percaya dan ngebantu lo Alenna...


Gue yakin lo bisa" Ucap Amel berdiri lalu melihat kearah jendela yang menampilkan Alenna tengah berjalan keluar dari rumahnya".


"Semangat, len"


🌺🌺🌺


Alenna hendak berjalan menemui Kenzo hari ini dari rumah Amel. Tapi langkahnya terhenti saat hendak masuk kedalam rumah sakit. Alenna tersenyum miring saat ia melihat Sarah tengah mengikutinya di balik dinding bangunan rumah sakit.


Gue gak mau nyia-nyiain waktu. 2 hari lagi... Tepatnya hari dimana gue ulang tahun. Sekarang, mari selesaikan.


Batin Alenna. Ia berpura-pura masuk kedalam rumah sakit dan tentu saja ia tahu bahwa Sarah sedang mengikuti nya dari belakang. Tapi Alenna sudah punya rencana.


Selagi Sarah mengikuti nya dari belakang, Alenna mencari ruangan yang bertuliskan 'kamar mayat' dan untunglah ketemu. Alenna segera masuk kedalam sana tanpa pikir panjang lalu menutup pintu.


Sarah yang bingung kenapa Alenna masuk ke sana. Akhirnya gadis itu ikut masuk kedalam kamar mayat tersebut. Disana gelap dan Sarah sulit untuk menemukan keberadaan Alenna dengan pencerahan minim seperti ini.


Sarah meraba raba barang yang ada di sekitarnya dan Berhati-hati saat berjalan takut menimbulkan suara. Tapi sepertinya ia sudah berada di ujung, tapi masih belum bertemu dengan Alenna.


Kemana tuh cewek?!.


Batin Sarah kesal karna tak kunjung bertemu Alenna. Padahal... Sedari tadi Alenna berada di belakang gadis itu dengan sebuah tangan yang memegang sapu tangan yang telah ia beri cairan obat bius. Tanpa Sarah sadari, tas kecil yang ia pakai di punggung, telah Alenna ambil isinya dengan sangat hati-hati.


Disana ada flashdisk dan handphone milik Sarah.


Kita akui keahlian Alenna mengambil barang tanpa sepengetahuan orang lain. Sungguh luar biasa. Jangan lupakan sarung tangan yang Alenna gunakan untuk mengambil barang itu. Tenang, Alenna sudah mempersiapkan semuanya dari rumah. Sapu tangan, tali yang panjang, selotip, kamera, pistol, dan hal lainnya yang memungkinkan untuk membantu Alenna menjalankan aksi.


Apakah Alenna trauma dengan pistol? Tentu saja... Tapi hanya ini cara yang bisa ia lakukan untuk mengancam Sarah.


Kamar mayat ini sangat menakutkan. Tentu saja, sudah luas, gelap sekali walau ada beberapa lampu berwarna kung yang menyala, dan pastinya banyak mayat-mayat disini.


Kalau bukan karna nyari bukti, males banget gue nyolong... Tapi Lo bermain secara kasar... Dan ayo kita adu siapa yang lebih kasar!. Ingat, lo yang memulai.


Batin Alenna dengan seringai menyeramkan. Sarah mencari sesuatu di dalam tasnya. Tapi tidak ada apapun di sana.


"Ah sial! HP gue mana sih?" Geram Sarah tak kunjung menemukannya.


Alenna tersenyum miring.


"Nyari ini?" Sarah menoleh ke belakang dan melihat Alenna yang ada di belakangnya. Sarah terkejut. Namun keterkejutan nya tak berlangsung lama... Karna...


Blesss...


Alenna membengkap mulut Sarah dengan sapu tangan yang sudah ia beri obat bius. Bisa saja Alenna memukul kepala orang laknat di depannya ini, tapi ia tak mau sampai membuat kejahatan kriminal kekerasan. Jadi ia memilih cara ini. Tenang, kan Alenna sudah merencanakan semuanya. Dari rumah nya sampai rumah Amel. Sudah ia persiapkan.


Sarah tak sadarkan diri dan terjatuh di lantai. Segera Alenna mengeluarkan ponsel milik kenzo yang masih ada padanya dari dalam tas.


Alenna menelpon bodyguard Kenzo.


"Hallo?"


"Hallo... Ini Alenna"


"Ohh nyonya Alenna? Ada apa?. Anda butuh bantuan?"


"Ya, datanglah kerumah sakit Γ—Γ—Γ—Γ—. Dan datanglah ke kamar mayat"


"Kamar mayat?. Untuk apa?"


"Sudah datang saja"


"Baiklah. Kami akan segera datang"


"Jangan terlalu banyak orang"


"Baik"


"Terima kasih banyak"


"Sama sama nyonya, apa yang Anda perintahkan sama saja seperti tuan Kenzo yang memerintah"


"Baiklah. Saya tunggu"


Tuts!.

__ADS_1


Sambungan terputus oleh sebelah pihak. Alenna melihat wajah Sarah! Ia takut jika Sarah terbangun tiba-tiba. Jadi Alenna memilih menuangkan obat bius itu lagi ke dalam sapu tangan lalu kembali menyekap Sarah lalu melepasnya lagi.


Maklum... Baru pertama kali berbuat jahat. Gapapalah... Sekali kali jadi jahat buat kebaikan.


Batin Alenna yang was was.


Tak lama, pintu terbuka menampilkan beberapa orang anak buah Kenzo datang dan menghampiri Alenna dengan senter.


"Nyonya? Ini kenapa?" Tanya tangan kanan Kenzo.


"Orang ini yang telah menembak Kenzo. Kita harus paksa dia memberi keterangan, Bawa dia pergi dari sini" Perintah Alenna tak bisa di bantah. Mereka mengangguk lalu mengangkat tubuh Sarah dan membawanya pergi dari rumah sakit lantas pergi menaiki mobil. Anak buah Kenzo membawa sekiranya 3 mobil. Entah Alenna juga tidak tahu.


Mobil pertama adalah mobil yang membawa Sarah. Mobil kedua untuk Alenna dan tangan kanan Kenzo, karna ada yang perlu Alenna sampaikan pada tangan kanan Kenzo tersebut. Dan mobil ketiga untuk para anak buah Kenzo.


🌺🌺🌺


"Jadi gadis itu yang menembak tuan Kenzo?" Tanya tangan kanan Kenzo. Alenna yang berada di sebelah nya menoleh.


"Bukan. Tapi dia dalang dari semuanya. Karna itu, aku butuh bantuan kalian" Ucap Alenna.


"Tuan Kenzo bilang, apa yang Anda inginkan harus terpenuhi. Jadi katakanlah... Kami akan berusaha" Alenna lumayan terharu dengan ucapan pria paruh baya ini.


Kenzo...


Batin Alenna teringat Kenzo yang belum sempat ia temui tadi. Tak apa, setelah ini ia akan menemui Kenzo dan setelah itu, ia harus menemui Steven.


"Tolong jaga gadis bernama Sarah tadi. Jangan sampai dia lepas, dan terus desak dia agar mengakui semua perbuatan nya. Lalu kalian rekam semuanya, termasuk mencari si pembunuh bayaran itu" Pinta Alenna yang langsung diangguki tangan kanan Kenzo.


"Itu sangat mudah, baik akan kami kerjakan. Nyonya Agantra" Alenna terdiam merasa kurang nyaman dengan panggilan 'nyonya' ditambah dengan embel-embel 'Agantra'. Oh ayolah... Itu kurang pantas baginya.


"Dan satu lagi"


"Apa, nyonya?"


"Jangan panggil saya nyonya Agantra"


"Tapi itu perintah dari tuan Kenzo"


"Tidak, jangan panggil saya seperti itu. Terlalu berlebihan dan saya tak nyaman" Ucap Alenna menolak.


Alenna berpikir sebentar lalu mengangguk-angguk


"Setidaknya jangan pakai embel Agantra. Cukup itu saja"


"Baiklah nona"


🌺🌺🌺


Byurrr!.


Sarah terbangun saat merasakan tubuhnya di siram oleh air. Ia memicingkan mata saat melihat dimana ia sekarang.


"Gue dimana?!!. Siapa yang berani ngelakuin ini sama gue?!" Sarah terus memberontak dan terus memberontak. Tapi nihil, kedua kakinya di ikat, tangannya di ikat dan ia terduduk di sebuah kursi. Persis seperti Aldo saat itu.


"Gue" Jawab seorang wanita dengan sangat dingin lalu muncul di hadapan Alenna. Sarah menatap Alenna jijik sekaligus meremehkan.


"Lo! Cewek ******!. Lepasin gue! Lo gak puas dengan kematian Aldo?!. Apa lo mau Kenzo juga mati?!" Kata Sarah berteriak. Alenna tersenyum sinis.


"Kenapa lo smirk? Lo pikir lo bisa bunuh gue?!. Cewek murahan kayak lo mana punya nyali?!" Cerocos Sarah menjelekkan. Alenna menaikkan satu alis.


"Yakin?" Tanya Alenna memastikan. Lalu tak lama, ia melirik beberapa orang Kenzo untuk mengeluarkan senjata serempak kearah Sarah yang berada di tengah. Semua anak buah Kenzo memegang senapan dan mengitari Sarah.


najis! cewek sialan!. beraninya dia ngancem gue.


batin Sarah.


Mereka bersiap untuk membidik Sarah. Kini wajah gadis itu berubah menjadi sangat pucat dan ketakutan. Ia melihat Alenna sengit.


"Oh jadi lo udah kerja sama bareng anak buahnya Kenzo? Hebat banget lo... "


"Tapi inget, lo gak bakal bisa bunuh gue" Lanjut Sarah. Alenna menyeringai mengerikan membuat Sarah bergidik ngeri. Untuk pertama kalinya Sarah melihat ekspresi Alenna yang seperti memiliki sisi lain ini.


"Kenapa gak bisa?. Lo aja bisa nembak Aldo, oh lo juga bisa nembak Kenzo, dan lo juga bisa bunuh mama gue. Jadi kenapa gue gak bisa bunuh lo?" Sarah terkejut saat Alenna tau bahwa dialah yang membunuh Vinna, ibu kandung Alenna.


"Lo ta-"

__ADS_1


"Lo gak perlu tau. Yang jelas, sekarang lo harus ngakuin semua kesalahan lo. Atau lo bakalan mati dengan 1253 senapan dan 6217 timah panas. Silahkan pilih... "


"Gue masih baik untuk ngasih lo pilihan. Gue gak mau nyiksa lo sampai bertubi-tubi, ngotor-ngotorin tangan doang"


"Cepet pilih!!!" Teriak Alenna sambil menyuruh suruhan Kenzo untuk menembakkan pistolnya kearah atap agar Sarah menjadi takut.


"Satu... Dua... "


Dorr!.


"AKHH!"


Satu timah panas di lepaskan ke atap membuat Sarah berteriak kaget.


"Oke nyerah! Gue bakalan ngajuin semua kesalahan gue!" Alenna menyeringai penuh kemenangan.


"Sekarang, bawa dia ke ruang sebelah. Dan... Terus awasi dia. Kalau dia melawan, congkel saja kedua bola matanya. Biar gak bisa lihat apa-apa" Tutur Alenna tajam membuat Sarah dan yang lain bergidik. Namun mereka segera membawa Sarah pergi ke ruang yang di maksud Alenna tadi.


Jika kalian penasaran mereka ada dimana, jawabannya adalah di sebuah tempat rahasia milik Kenzo. Alenna juga tidak tahu tempat ini di gunakan untuk tempat apa, tapi kata anak buah Kenzo ini adalah tempat dimana tuan Kenzo menginterogasi para saingan bisnis nya yang berkhianat.


Alenna sempat berpikir bahwa Kenzo seorang pembunuh. Tapi tangan kanan Kenzo bilang, bahwa Kenzo tak pernah membunuh orang, paling hanya membuat orang tersebut babak belur.


Karna itulah, Alenna berani menggunakan tempat ini.


"Saya ke toilet sebentar Dan terus awasi dia"


"Baik nona, toilet ada di sebelah sana" Alenna pun pergi ke kamar mandi yang di tunjuk tangan kanan Kenzo tadi.


🌺🌺🌺


"Anak kurang ajar! Di telpon gak bisa!. Gak ngerti apa kalau disini mamanya khawatir?!" Geram Karin karna Sarah tak menjawab telpon nya.


Karin kembali mencoba menghubungi Sarah, tapi lewat pesan.


To Anakku:


Sarah! Kamu dimana sih?!. Kok gak aktif!. Misi kamu udah berhasil belum?. Mama gak mau tau, pokoknya kamu harus bunuh si Alenna. Kalau Kenzo mah gak usah di bunuh. Ambil aja uangnya yang penting anak Vinna itu di bunuh!. Cepat! Bales.


Tak lama setelah pesan terkirim. Balasan dari Sarah pun masuk ke ponsel Karin. Karin menghela napas dan membaca pesan tersebut.


From anakku:


Udah kok mah... Tenang aja. Alenna udah mati di tangan Sarah. Mama dateng ke Γ—Γ—Γ— aja. Biar mama bisa liat langsung hasil jeri payah anak mama ini.


Karin mengerutkan alisnya saat membaca pesan tersebut.


Lah... Tumben kalau ngirim pesan gak ada yang di singkat. Biasanya di singkat mulu. Mungkin dia udah belajar EYD.


Batin Karin.


Lalu kembali menulis balasan untuk anaknya yang satu itu.


To anakku:


Oke, mama kesana. Mama gak sabar buat ngeliat mayat anak itu... Setelah itu, kita pesta pesta...


Sarah menyeringai. Disisi lain...


"Iya... Gue tunggu"


Ucap Alenna bermonolog sambil tersenyum sendiri dengan pantulan dirinya di cermin kamar mandi.


"Anak ama emak sama aja. Sama sama psychopath"


Monolog Alenna.


🌺🌺🌺


Hai guys!


JANGAN LUPA VOTE


COMMENT


DAN SHARE CERITA INI KE TEMAN-TEMAN KALIAN YA... SUPAYA LEBIH BANYAK LAGI YANG BACA. TERIMAKASIH 😘

__ADS_1


__ADS_2