
akhirnya Alenna dan Steven sampai di acara pesta tersebut yang bertepatan di rumah Steven
Steven turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Alenna.
Alenna yang melihat perlakuan Steven, hanya diam dan turun dari mobil.
Jangan baper Alenna... Ini mah udah biasa.
Batin Alenna.
"Ayo masuk" Steven menggandeng tangan Alenna secara tiba-tiba dan membawanya berjalan masuk kedalam rumah Steven yang sangat megah dan indah tersebut.
"Steven, emangnya harus gandengan tangan ya?" Tanya Alenna yang sedikit risih sekaligus kaget. Sungguh ia malu, apalagi ia bukan siapa siapa Steven. Jika terlihat orang lain bagaimana?. Pikir Alenna.
"Iya" Jawab Steven santai.
Serius?
Alenna menyerah dan hanya menurut mengikuti langkah Steven yang sedikit cepat dari dirinya. Seulas Steven tersenyum menebak bahwa Alenna saat ini pipinya sedang merona.
Mereka pun telah tiba di dalam rumah Steven yang telah di tata sedemikian rupa sehingga menampilkan pemandangan yang sangat indah. Dentuman musik menggelegar di seluruh penjuru rumah. Begitu juga dengan jantung Alenna yang semakin berdentum kencang. Entah apa yang membuat Alenna merasa gugup, yang jelas ia harus bersikap normal seperti biasa.
Semua perhatian tertuju kearah Steven dan Alenna yang baru memasuki ruang pesta. Berbagai macam tatapan mereka lontarkan, namun Alenna tak mau ambil pusing akan hal itu.
"Steven!" Panggil seorang wanita paruh baya yang lumayan mirip dengan Steven. Wanita itu berjalan menghampiri Steven dan Alenna dengan senyum. Steven membalas senyuman tersebut dengan sangat tulus.
Alenna yang melihat itu sempat terpesona dengan senyum manis Steven saat ini, namun ia segera mengalihkan pandangannya dari Steven dan menatap wanita paruh baya itu.
"Ma..." Balas Steven.
Owh tante ini mamanya Steven...
Batin Alenna sudah dapat menebak.
"Kamu sama siapa, Steven?. Kok gak kenalin ke mama?" Mamanya Steven menatap Alenna lembut dengan tersenyum manis. Alenna membalasnya dengan senyum canggung.
"Baru mau di kenalin. Ini Alenna ma, dia temen sekolah Steven. Dan Alenna ini mama gue" Ucap Steven memperkenalkan Alenna dan mamanya.
"Saya Alenna Patricia tante" Alenna sedikit membungkuk sebagai tanda hormat. Mama Steven tersenyum, senang melihat perilaku sopan Alenna.
"Nama saya Grace Jangan panggil tante, panggil aja mama sayang" Balas mama Steven.
Ehhh...
"I-iya mama" Ucap Alenna gugup.
"Yodah masuk yuk!" Grace merangkul Alenna masuk kedalam dan meninggalkan Steven begitu saja.
Alenna hanya menurut dan sesekali ia menengok ke arah Steven. Alenna memberikan tatapan isyarat seperti
Gimana nih?.
Steven tersenyum dan mengangguk pelan seakan semuanya akan baik baik saja.
__ADS_1
Grace terus mengajak Alenna berbicara dan mengajaknya duduk di salah satu sofa yang telah di sediakan disana.
Pesta tersebut memanglah sangat ramai, Alenna saja sampai pusing melihat orang yang berlalu lalang di hadapannya. Ada yang masuk dan juga ada yang keluar.
"Alenna kamu udah sedeket apa sama Steven?" Tanya Grace kepada Alenna.
"Maksudnya apa ya ma?" Tanya Alenna bingung.
"Maksud mama, kamu udah sejauh mana deket sama Steven?" Jelas grace bertanya lagi.
"Owhh gitu, cuma temenan biasa kok. Gak lebih" Jawab Alenna.
Grace memicingkan mata, seolah mencari suatu kebenaran di balik mata Alenna.
Gue bener kan? Emang bener kita cuma temenan kan? Yakan?
Batin Alenna merasa terintimidasi oleh tatapan Grace.
"Kamu gak bohong kan?" Tanya Grace lagi masih tak percaya.
"Enggak kok, Alenna gak bohong" Jawab Alenna mencoba meyakinkan. Lama kelamaan tatapan Grace melembut, membuat Alenna sedikit tenang.
"Tapi mama maunya kamu jadi pacarnya Steven"
Are you kidding me? Ini gue salah dengerkan?.
Keget Alenna mendengar lontaran dari ucapan Grace yang sungguh membuatnya salah tingkah.
Benar, Alenna bingung.
"Hehehe, mama bercanda kok. Tapi kalau kamu mau, mama udah setuju kok" Lanjut Grace tertawa kecil. Alenna hanya tersenyum canggung.
"Owh ya, kamu gak operasi plastik kan?" Tanya Grace bertanya.
Kenapa nanya kayak gini?
"Eng-enggak kok ma, Alenna gak pernah oplas. Kenapa emangnya, ma...?"
"Enggak, soalnya kamu cantik banget. Ngalahin cewek-cewek Korea, hehehe. Mama jadi iri"
Ya Tuhan, gue pikir kenapa...
"Mama berlebihan banget. Semua cewek tuh cantik mah... Kalau ganteng baru gak wajar" Kata Alenna mencairkan suasana. Grace pun tertawa mendengar lontaran dari Alenna. Benar apa yang di katakan Alenna.
"Yodah, kamu nikmatin hidangannya dulu, jangan malu-malu ya.... Sekalian ada yang mau mama kenalin ke kamu. Tunggu sebentar ya... " Alenna hanya mengangguk.
Grace pun pergi entah kemana. Alenna hanya memperhatikan sekeliling. Pesta ini sangat megah, bahkan batang hidung Steven tak terlihat.
Bebrapa saat kemudian, Grace datang bersama seorang wanita yang terlihat seperti keturunan Eropa. Dia sangat cantik.
"Alenna, ini kenalkan dia adalah kakaknya Steven. Namanya Stephanie. Dan Stephanie ini Alenna, dia teman sekolahnya Steven" Kata Grace memperkenalkan Alenna dan gadis dengan warna mata biru itu.
Gadis itu mengulurkan tangan kepada dan dengan senang hati Alenna membalasnya.
__ADS_1
"Stephanie, nice too meet you" Sapa gadis itu dengan tersenyum ramah.
"Alenna, nice to meet you, too" Balas Alenna juga bersikap ramah.
"Ngobrolnya sambil duduk aja. Biar lebih rileks" Grace, Stephanie, dan Alenna pun duduk. Mereka berbincang-bincang santai. Terkadang juga mereka tertawa ria karna topik pembicaraan yang mereka bahas. Awalnya Alenna kira mereka akan bersikap canggung satu sama lain, ternyata ekspetasi dan realita jauh berbeda.
Yang Alenna rasakan adalah, kehangatan sebuah keluarga. Ia sangat merindukan kehangatan seperti ini di keluarga nya, namun sekarang hanya sekedar keinginan, dan nyata tak akan jadi kenyataan. Ya... Tak akan.
"Mah, papa kemana? Kok belum dateng?" Tanya Stephanie yang sedari tadi mencari sosok papanya.
"Tuh papa lagi ngobrol sama sahabat lainnya. Biarin aja" Jawab Grace. Stephanie hanya mengangguk paham.
"Steven?" Tanya Stephanie lagi.
"Gak tau deh kemana" Jawab Grace mengedikkan bahu.
"Aduh... Tuh anak, padahalkan ada tamu disini, kerjaannya keluyuran mulu. Heran gue" Kesal Stephanie yang tak enak hati kepada Alenna.
"Tau tuh anak" Saut Stephanie juga merasa kesal.
"Stephanie, tunangan kamu mana? Belum dateng?" Tanya Grace kepada Stephanie.
"Sebentar lagi nyampe kok" Alenna hanya mengamati percakapan tersebut. Sampai akhirnya...
"Nah... Itu dia!" Seru Stephanie menunjuk dengan dagunya. Alenna dan Grace pun mengikuti tatapan mata Stephanie.
Pria dengan kemeja berwarna putih di balut jas berwarna hitam, rambut tertata rapi, dan tubuhnya perawakan yang tinggi. Pria itu berjalan menghampiri mereka.
Dari jauh Alenna sulit untuk melihat jelas wajah pria itu, karna lampu yang berwarna-warni menyilaukan pandangannya, sampai ia harus menyipitkan matanya untuk memperjelas pengelihatan nya.
Lama kelamaan semakin jelas saat pria itu berjalan mendekat, lebih jelas...
Selangkah
Dua langkah
Dan tiga langkah...
Alenna terkejut setengah mati melihat sosok di hadapannya ini. Ia mematung, perasaanya campur aduk, jantungnya berdetak dengan cepat, matanya terbuka lebar tak percaya.
"Selamat malam ma..." Pria itu bersuara...
"Hai sayang" Lanjut pria itu tersenyum menatap Stephanie dan Grace. Sampai mata mereka bertemu, namun pria itu langsung mengalihkan pandangannya kearah lain, seolah tak ingin menatap Alenna.
Gak! Gak mungkin itu dia! Lo pasti berhalusinasi kan len? Yakan?. Gak, gak mungkin!!!. Tolong jangan bilang kalau itu dia!.
Batin Alenna memberontak. Terkejut dengan sikap dan tatapan dingin dari pria itu saat menatapnya.
"Hai sayang" Balas Stephanie tersenyum mendekat ke arah pria itu dan pria itu merangkul pinggang Stephanie.
"Hai Leksi... " Sapa Grace tersenyum hangat kepada pria itu...
πππ
__ADS_1