Bukan Janda Biasa (Hanya Status)

Bukan Janda Biasa (Hanya Status)
Makan Malam


__ADS_3

Waktu terus berjalan tanpa henti seperti matahari yang tak berhenti menyinari bumi. Menit berganti jam, dan jam pun berganti hari. Enam hari telah berlalu dan besok tibalah pada tanggal kelahiran Reyhan.


Dinda dan Dita sudah selesai dengan tugasnya dan mereka sudah memberitahukan para suami mereka setelah semuanya selesai.


Begitupun dengan Amel dan Felix yang sudah mempersiapkan sesuatu untuk pasangan REYSYA (Reyhan, Syafira)


Tidak lupa juga dengan Syafira, wanita yang sebentar lagi akan menjadi ibu itu sudah membuat kejutan untuk suaminya di tengah malam nanti.


Meskipun Syafira sangat sibuk dengan urusannya, namun ia tidak pernah melupakan tugasnya sebagai istri dan juga ibu.


Hubungan Sofi dan Nicho juga semakin hari semakin membaik. Perlahan namun pasti, Sofi bisa menerima Nicho di hidupnya dan trauma nya mulai sembuh karena Nicho terus berusaha.


Semua orang sudah berkumpul di rumah Rey dan tentunya Felix juga ikutan kecuali Reyhan yang sengaja di berikan tugas oleh Arman mengurus semua laporan pengeluaran dan pemasukan seluruh toko.


"Apa semuanya sudah siap?" tanya Fira pada mereka.


Mereka akan membuat kejutan di apartemen Fira dan Fira juga sudah menyiapkan hadiahnya di sana.


"Sudah, kita tinggal menunggu nanti malam dan Mama pastikan Rey pulang ke rumah nya," kata Dinda.


"Kalau gitu, aku mau bersiap dulu. Oh, iya, Felix, kamu mau ikut Bunda makan malam atau mau ikut mereka ke apartemen?" tanya Fira pada anaknya.


"Aku mau ikut mereka saja Bunda. Aku ingin memberikan waktu untuk kalian berdua." Felix ingin membuat kedua orang tuanya bahagia tanpa ada yang mengganggu.


"Kenapa? apa kamu merasa kalau kehadiran kamu mengganggu Bunda dan Ayah?" Fira menatap mata bening anaknya yang kebetulan ada di pangkuan dia.


"Bukan begitu, Bunda. Felix hanya ingin membuat waktu Ayah sama Bunda menjadi spesial. Selama ini Bunda sama Ayah belum pernah makan malam berdua, maka dari itu Felix ingin malam ini Bunda dan Ayah membuat momen spesial." Felix mengucapkan apa yang ada di pikiran dia dengan jujur.


Fira speechless mendengar ucapan sang anak. "Beneran tidak mau ikut?" tanya Fira kembali.


Felix menggeleng. "Tidak, Bunda."


"Ya, sudah. Bunda tidak bisa memaksamu kalau kamu sendiri tidak mau." Fira pasrah akan keputusan sang anak.


Setelah berbicara kesana-kemari sampai berusaha membujuk anaknya untuk ikut dan finalnya Felix ikut mereka, kini Fira sudah bersiap menyambut kedatangan sang suami. Sebelumnya Fira sudah memasak dan mendekor area taman belakang di bantu para anak buahnya.

__ADS_1


Fira sudah berdandan cantik, ia mengenakan mini dress berwarna merah di atas lutut dengan sedikit belahan di pinggir paha, tali kecil di pundak, pakaian cukup ketat, memperlihatkan kaki jenjangnya dan memperlihatkan punggung mulusnya.



(Kira-kira seperti itulah gambarannya. Maaf saya kurang bisa menggambarkan penampilan dalam bentuk tulisan. jadi mohon untuk di maklum)


Ting-tong


Suara bell berbunyi, Fira segera berlari untuk membuka pintunya sebab ia yakin kalau itu suaminya.


Fira membuka pintu dan tersenyum cerah saat sang suami menatap. "Mas."


****


Rey mengacak rambutnya, ia sudah merasa lelah, ia ingin cepat pulang dan istirahat.


"Papa benar-benar keterlaluan, toko berpuluh-puluh masa aku doang yang harus mengurus. Lalu, gunanya asisten apa kalau pada akhirnya aku yang langsung turun tangan?" Rey menggerutu kesal lalu dia melihat jam tangannya dan waktu sudah menunjukan pukul 8 malam lewat.


"Udah malam lagi. Bodo ah, besok lagi mengeceknya." Rey memutuskan untuk pulang karena merasa lelah dan tentunya kangen anak istri.


"Sayang!" Rey begitu terpesona, meski penampilan Fira sederhana dan simpel namun dimatanya terlihat sangat mempesona.


Fira langsung saja memeluk Rey. "Aku kangen kamu, Mas. Kenapa sampainya sangat lama? Aku udah nungguin kamu dari tadi." Fira berubah manja, dia tidak mau lepas dari pelukan Reyhan dan dia ingin terus mencium bau tubuh suaminya.


Rey tersenyum dan membalas pelukan sang istri. Dia mencium pucuk kepala istrinya. "Maaf, hari ini Mas banyak kerjaan jadi pulangnya malam." Reyhan mendorong masuk sang istri yang ada di pelukannya lalu menutup pintu kemudian menguncinya.


"Sayang, kamu cantik sekali. Aku suka melihat kejutan dari kamu. Aku jadi pengen." Tidak ada kata tidak pengen dalam kamus Rey jika sudah menyangkut istrinya.


"Aku juga pengen, Mas." Dengan malu-malu Fira membalas ucapan suaminya.


"Tapi kita makan dulu, pasti kamu belum makan malam, kan?" tanya Fira mendongak menatap sang suami.


"Belum, aku ingat kamu dan Felix. Aku ingin makan bareng kalian. Oh, iya, dimana Felix? apa dia sudah tidur?" Rey menguraikan pelukannya.


"Felix berada di rumah Mama. Dia ingin ikut Mama Dinda katanya." Fira dan Rey melangkah masuk ke kamar saling bergandengan tangan.

__ADS_1


"Kamu mandi dulu lalu kita makan! Pakaian nya sudah aku siapkan, Sayang." Fira mendorong pelan punggung suaminya kedalam kamar mandi.


"Mending kita main dulu baru nanti mandi." Rey membalikan badannya menarik pinggang sang istri dan mengecup singkat bibir Fira.


"No! Kamu mandi dulu! Ada kejutan buat kamu setelah ini." Fira kembali mendorong pelan tubuh Reyhan masuk kamar mandi.


"Kejutan apa?" Rey sampai lupa akan acara ulang tahunnya.


"Nanti kamu juga tahu. Buruan, Sayang! Kalau tidak mandi aku tidak akan memberitahukan kejutannya!" ancam Fira.


"Iya, iya." Rey pasrah.


Setelah Rey selesai mandi, Fira membawa Reyhan ke taman belakang.


"Sayang, kenapa kita malah ke arah taman? katanya mau makan malam?" Rey bingung.


"Ikut saja, Mas!" Fira terus menggandeng tangan suaminya.


Mata Reyhan terpaku dan tentunya terkejut melihat banyak kelopak bunga mawar menyerupai jalan. "Sayang!"


Syafira hanya tersenyum sambil terus melangkah ke area taman.


Sepanjang jalan menuju taman belakang di taburi bunga mawar. Ketika di pintu pun masih di hiasi kelopak bunga mawar serta lilin yang dibentuk hati agar terlihat semakin romantis.


Di tengah lilin-lilin berbentuk hati terdapat sebuah meja dan dua kursi yang juga sudah di dekorasi sedemikian rupa. Di atas meja itu sudah tersedia makanan dan minuman kesukaan Reyhan.


Rey semakin speechless saja, dia tidak menyangka istrinya bisa seromantis ini. "Ini kamu yang buat?"


"Iya, kita akan makan malam disini."


Keduanya sudah duduk, dan merekapun makan malam ala kadarnya. Setelah selesai makan, Rey memegang kedua tangan sang istri yang ada di atas meja. "Aku tidak menyangka kamu akan romantis ini. Seharusnya aku yang melakukan ini, tapi ini malah kamu."


"Aku melakukan ini atas keinginan ku sendiri. Aku ingin membuat kejutan untuk kamu sebagai tanda bahwa aku mencintaimu." Ucap Fira serius.


Rey mengusap pipi sang istri. Bibirnya tersenyum manis, ada binar bahagia di mata Reyhan. "Aku juga mencintaimu, sekarang, esok, dan selamanya." Rey memegang tengkuk sang istri dan mencondongkan tubuhnya kemudian mengecup pelan bibir istrinya menyesapnya, dan ******* penuh perasaan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2