Bukan Janda Biasa (Hanya Status)

Bukan Janda Biasa (Hanya Status)
Panik Dan Khawatir


__ADS_3

Bela berjalan kaki dari pagi sampai sore hari menyusuri setiap tempat. Penampilannya sudah terlihat berantakan, wajahnya kacau dan matanya sembab akibat kebanyakan menangis.


Banyak orang yang memperhatikan penampilannya dan menyangka dia orang gila baru. Bahkan tidak sedikit anak-anak meneriakinya gila namun Bela tidak peduli itu. Dia hanya bisa menatap kosong dan meratapi nasibnya. Bela menyesal telah memberikan segalanya kepada orang yang dulu ia cintai. Kini ia sadar bahwa apa yang telah ia lakukan salah. Sekarang nasib hidupnya menjadi kacau akibat ulahnya sendiri.


Bela merasa hidupnya tidak berguna lagi, dirinya sudah terlalu banyak melakukan dosa. Bahkan ayah dari anak yang di kandungnya pun tidak mau bertanggung jawab dan rencana penikahannya gagal akibat semua kesalahan ia terbongkar di depan umum.


"Aku ingin bahagia seperti mereka, namun mengapa rasanya sangat sulit? hidupku sudah tidak berguna lagi. Kini aku benar-benar hancur setelah Papa sambungku sendiri melakukan pelecehan terhadap diriku." Gumam Bela berjalan kaki di atas aspal panas tanpa alas kaki. Dia terus berjalan meratapi nasib hidupnya.


"Tuhan....Aku tidak sanggup lagi hidup kalau pada akhirnya aku menjadi budak **** papa sambungku." Bela teriak di atas jembatan dekat sungai. Kakinya mulai naik ke penyangga jembatan.


"Nona, apa yang kau lakukan? Turun dari situ! itu bahaya!" teriak salah satu pengendara.


"Lebih baik aku mati daripada hidup seperti ini!" teriak Bela prustasi.


"Bela, turun! Apa yang kau lakukan?" teriak salah satu wanita penuh ke khawatiran.


Bela menoleh ke asal suara. "Syafira, kau pasti puas melihatku hancur bukan? Aku akan mengakhiri hidupku agar kau lebih puas lagi!" pekik Bela.


Syafira kebetulan lewat jembatan itu dan melihat seorang wanita nekat ingin melompat ke sungai. Fira segera memberhentikan motornya dan menghampiri kerumunan. Matanya melotot kaget saat tahu siapa wanita itu.


"Aku tidak seperti itu. Justru aku merasa sedih kalau sampai kau nekat seperti ini. Turunlah!" Fira mengulurkan tangannya berusaha membujuk.


"Tidak! Aku lebih baik mati daripada hidupku seperti ini!" Teriak Bela menolak tegas ajakan Fira. "Aku ingin mati!" pekiknya nekat melompat dari atas jembatan ke sungai yang terlihat dalam.


"Bela....!" teriak Fira terkejut atas tindakan yang Bela lakukan. Fira panik, dia bingung harus ngapain.


"Aku harus apa? tidak mungkin aku membiarkannya mati begitu saja." Tanpa pikir panjang Fira nekat naik dan iapun menceburkan diri ke sungai untuk menolong Bela.


"Nona...!"


"Syafira..." orang-orang yang ada di sana terkejut melihat aksi nekat Fira yang menyusul Bela.


"Syafiraaa...! Tolong...tolong Kaka iparku?" Amel panik melihat Fira meloncat. Kebetulan juga Amel menuju toko yang di singgahi Reyhan dan ia tidak sengaja melihat motor Abangnya berhenti di situ. Mata Amel melotot terkejut melihat Syafira loncat.

__ADS_1


"Nona, Kaka ipar Anda menyusul seorang wanita yang ingin bunuh diri." Ucap salah satu orang yang melihat peristiwa dari awal.


"Apa?!" Amel panik, wajahnya terlihat khawatir. Amel berpikir harus ngapain? dia melihat ke bawah, Syafira belum terlihat juga. Amel pun mengambil benda persegi di dalam tasnya dan menelpon sang Abang.


****


Reyhan sedang melayani pembeli di bagian kasir. Handphone nya terus berdering menandakan panggilan masuk. Diapun mengangkatnya.


"Halo, Bang. Syafira...." Amel sudah panik, dan nada bicaranya pun menandakan kecemasan


"Syafira? kenapa dengannya?" Reyhan mulai panik mendengan nama istrinya di sebut. Dan ia takut terjadi sesuatu mendengar suara Amel yang terdengar khawatir.


"Syafira Bang, dia loncat dari atas jembatan ke sungai." Jawab Amel tercekat menahan tangis.


"Apa?! kamu dimana? Abang segera ke sana sekarang juga!" Reyhan terkejut dan sangat panik.


"Daffa, tolong loe layani mereka dulu! Gue pinjam motor loe!" pekik Rey pada Daffa setelah selesai menelpon.


"Ada apa dengan si Bos, Daf?" tanya Gilang kepo.


"Tidak tahu. Reyhan tidak bilang apapun. Tapi sepertinya ini sangat darurat karena wajah Rey terlihat panik." Kata Daffa yang memang tidak tahu apapun, Gilang mengangguk mengerti.


****


Amel sangat panik dan bingung, raut wajahnya khawatir, bahkan air mata menetes di pipinya takut sang Kaka ipar kenapa-kenapa.


Di dalam air Syafira terus mencari keberadaan Bela. Dia menyelam di kedalaman 3 meter lebih. Matanya kesana kemari mencari, dengan sangat lincah tubuhnya terus menyelam seperti mermaid. "𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯, 𝘥𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘥𝘪𝘢? 𝘣𝘦𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘯𝘪𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘬𝘢𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢!"


Meski Bela selalu jahat pada Syafira, namun Fira tidak pernah dendam kepadanya. Fira bisa melihat penyesalan dan rasa rapuh di mata Bela.


Fira melihat bayangan orang tenggelam ke dasar sungai, diapun segera berenang menuju bayangan itu dan semakin mendekat ia melihat tubuh Bela dengan mata yang sudah terpejam. Fira menangkap tubuh itu dan berusaha menarik Bela ke atas permukaan air.


"Amel, dimana Syafira?" Reyhan baru tiba dan langsung saja menghampiri kerumunan di dekat jembatan mencari Amel dan menanyakan keberadaan istrinya.

__ADS_1


Amel menoleh, gadis itu langsung memeluk Abangnya karena takut terjadi sesuatu. "Dia loncat ke bawah Bang. Aku takut dia kenapa-kenapa." Amel menunjuk ke arah bawah jembatan.


Reypun ikut melihat ke bawah. "Syafiraaa....! Dimana kamu?" pekik Rey mencari.


"Kenapa dia bisa nekat lompat? padahal kita tidak memiliki masalah apapun." Tanya Rey bingung namun raut wajahnya sangat khawatir.


"Aku juga tidak tahu, Bang. Kata orang dia nekat menolong seseorang yang ingin bunuh diri." jelas Amel mengucapkan kembali apa kata orang.


Amel dan Rey memperhatikan kebawah, mata keduanya mencari dan berharap Syafira bisa muncul. Begitupun dengan orang yang ada di sekitar berdoa untuk keselamatan nyawa Syafira.


"Syafiraa..." lirih Rey takut istrinya ikut tenggelam. "Abang mau mencarinya, Abang takut dia tidak bisa berenang, kalau dia kenapa-kenapa bagaimana?" Reyhan sudah ingin naik.


"Jangan, Bang! Kita tunggu saja beberapa saat lagi. Kalau tidak terlihat juga, kita lapor ke polisi," Amel mencegah.


"Tidak, Mel. Hati Abang tidak tenang sebelum..." Belum juga selesai bicara, orang-orang yang ikut memperhatikan berteriak.


"Itu mereka, mereka muncul kepermukaan."


Reyhan dan Amel ikut melihat kebawah. Seketika hati Reyhan menjadi lega melihat istrinya tidak kenapa-kenapa. "Syafira..." pekik Rey.


Syafira yang ada di bawah mendongak dan tersenyum. "Aku tidak apa-apa, Mas." teriak Fira untuk menenangkan Suaminya. Fira berenang ke tepi sambil salah satu tangannya memegang tubuh Bela dan membaringkan tubuh lemah Bela setelah sampai di pinggir sungai.


"Wahh, gadis itu berani sekali."


"Dia hebat bisa berenang di dalam air yang yang dalam."


"Syukurlah, keduanya bisa selamat." Ucap mereka yang ada di sana. Mereka terkagum akan keberanian Syafira menyelamatkan orang lain. Sebagian dari mereka ada yang merekamnya bahkan ada yang melakukan acara live streaming di sosmed mereka masing-masing.


Reyhan dan Amel ikut bersyukur. Reyhan mencari jalan menuju kebawah. Setelah menemukannya, Reyhan berlari menghampiri Istrinya begitupun dengan Amel ikut turun kebawah.


"Sayang..." Reyhan langsung saja memeluk sang istri dan mengecup seluruh wajah istrinya sebagai tanda syukur istrinya selamat.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2