Bukan Janda Biasa (Hanya Status)

Bukan Janda Biasa (Hanya Status)
Novel Baru : Sang Pelakor ( Kau selingkuh, Aku mendua )


__ADS_3


Tristan bangun dari rebahannya berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Honey, aku mau pulang dulu. Kamu tak apa kan ku tinggal sendirian di sini?" ucap Tristan memasang bajunya.


Emily yang sedang duduk di tepi ranjang berdiri memeluk Tristan dari belakang. "Aku tidak mau kamu tinggal sendiri, honey. Kan istrimu juga sudah tahu tentang kita lalu kenapa kamu pulang?"


Tristan terdiam tak mengerti dengan hatinya yang terus gelisah ingin segera pulang dan ingin memastikan istrinya baik-baik saja.


"Kalau aku tidak pulang Mama dan Papa akan curiga. Aku belum siap kalau sampai mereka murka dan mengetahui hubungan kita meski Mama sudah tahu aku selingkuh tapi tetap saja mereka tidak tahu wajah kamu."


"Tapi sampai kapan? aku sudah resmi bercerai dari Andrian dan tinggal menunggu kamu menikahiku."


"Secepatnya dan aku harap kamu bersabar, ya!" jawabnya melepaskan pelukan Emily kemudian mengambil ponselnya.


"Aku pergi dulu, honey."


********


"Kita mampir dulu di sini, saya lapar belum makan," katanya memarkirkan motornya di dekat warung pecel ayam.


Naya mengikutinya, dia juga memang terasa lapar tapi ia tak berani memesan makanan mengingat yang yang di pegang tinggal lima puluh ribu.


"Kamu mau pesan apa?" tanya pria itu duduk di salah satu kursi yang ada di pojok.

__ADS_1


"Aku tidak lapar, kau saja yang pesan," jawab Naya menyender ke tembok.


"Mas pesen dua ya, kumplit." ucap sang pria ke penjual pecel ayam.


"Oh, iya, namaku Aldo. Kamu?"


"Kanaya..."


"Nama yang bagus sebagus wajahmu," pujinya dengan jujur.


"Aku tahu wajahku jelek banyak jerawatnya, tapi tidak usah menghina seperti itu," jawab Naya membenarkan letak kacamatanya.


"Saya bicara apa adanya, Nay. Setiap orang pasti pernah berjerawat emang salah ya? lagian apa yang saya bicarakan dari dalam hati saya, wajahmu memang bagus cantik dan manis."


"Ini mas, mbak, makanannya. Silahkan di nikmati!" ujar pemilik warung menghidangkan pesanan Aldo.


Aldo mulai menyantap makanannya, ia melirik ke arah Naya yang hanya terdiam menatap makanan di depannya.


"Ayo makan! Saya tahu kamu juga lapar. Enggak usah sungkan, semuanya saya yang bayar."


"Kamu serius?"


"Saya serius, kalau mau nambah tinggal bilang sama Mas penjualnya!"


Naya tersenyum memperlihatkan sedikit lesung pipi di sebelah kiri membuat Aldo sempat mematung. Menurutnya Naya cantik.

__ADS_1


********


"Terima kasih sudah mengantarkan saya pulang," ucap Naya tulus.


"Sama-sama, nanti saya bantu kamu mencarikan pekerjaan." Jawab Aldo sebab tadi mereka berbincang-bincang sehingga Aldo tahu kalau Naya sedang mencari pekerjaan.


"Sekali lagi terima kasih." Naya membalikkan badan kemudian masuk ke dalam rumah sedangkan Aldo sudah langsung pergi setelah Naya masuk.


"Pulang dengan siapa kamu?" sentak seseorang duduk di kursi tamu.


Naya menoleh. "Bukan urusanmu," jawabnya simpel melanjutkan langkahnya ke kamar.


Tristan berdiri menarik tangan Naya dan menatap tajam matanya. "Jadi gini kelakuan kamu di belakangku? kamu selingkuh dengan pria lain bahkan kalian jalan bareng dan pulangpun di anterinnya."


Naya menghempaskan tangan Tristan secara kasar. "Apa urusanmu sampai kamu mencerca pertanyaan kepadaku? mau aku selingkuh ataupun tidak itu urusanku," sentaknya.


"Kau...!" Tristan mengangkat tangannya.


"Ayo tampar! Pukul aku semaumu! Aku sudah tidak peduli lagi dengan hubungan ini. Kamu selingkuh aku mendua. Kamu bersama yang lama dan aku bersama yang baru. Jadi jangan pernah ikut campur urusanku, Tristan!" sentak Naya mendorong dada Suaminya.


"Kau itu istriku dan kau tidak boleh selingkuh dengan siapapun!" sentak Tristan tak terima ada pria lain yang mendekati Naya.


Naya menoleh tersenyum sinis, "Kamu juga suamiku, tapi kamu selingkuh bahkan kalian melakukan hubungan intim tanpa adanya tali pernikahan. Jadi jangan pernah salahkan aku selingkuh sebab kaulah yang memberikan contohnya!" tunjuk Naya tak lagi hormat dan santun kepada suaminya.


Naya berjalan kemudian masuk kedalam kamarnya dan, blug.... Naya membanting pintu kamar secara kasar.

__ADS_1


Tristan mematung melihat sikap Kanaya yang berubah. Dia mengacak-acak rambutnya tak terima Naya berubah apalagi selingkuh darinya


__ADS_2