
Syafira berpamitan kepada keluarga Reyhan, sebab mobil nya sudah berada di depan rumah Rey.
Kemarin Daffa mendadak ada urusan keluarga sehingga ia tidak cepat membawa mobil angkot ke rumah Rey.
"Maaf, kemarin gue gak langsung kesini karena ada urusan keluarga dulu," kata Daffa.
"Santai saja kali, aku tidak sedang di buru-buru," balas Fira.
"Om, Tante, aku pamit dulu ya. Terima kasih sudah bersedia aku repotkan," ucap Fira sambil menyalami tangan Arman dan Dinda.
Ketika ingin menyalami Saras, tangannya di tepis oleh Saras. Fira tersenyum kecut akan perlakuan Saras.
"Kau memang merepotkan, cepat pergi!" usir Saras.
"Bu," tegur Arman, Saras malah cuek masuk ke dalam rumah.
"Kamu tidak merepotkan, Fira. Lain kali menginap lagi ya!" ucap Dinda.
"Emang boleh Oma? Nanti ada yang malah sama kita," celetuk Felix.
"Siapa? Gak akan ada yang marah ko," sahut Arman.
"Nenek-nenek yang tadi pasti akan malah sama Bunda," jawab Felix.
"Jangan dengarkan dia! Yang punya rumah 'kan Opa," balas Arman.
Felix mengangguk.
"Pa, Ma, aku sama Amel berangkat dulu," ucap Reyhan menghampiri orang tuanya di teras rumah.
Reyhan mematung sejenak saat matanya tertuju pada Fira, ia cukup malu jika bertemu dengannya. Dia teringat akan peristiwa malam tadi.
Fira sendiri memalingkan wajahnya saat bertatapan dengan Reyhan, dia juga merasakan malu yang luar biasa. Untung saat itu dia tersadar. Kalau tidak, entah apa yang akan terjadi.
Flashback :
Sunyi di keheningan malam dan waktu terus semakin larut. Sebagian dari mereka sudah terlelap tapi tidak dengan Fira dan Rey yang tidak bisa tidur.
Fira mengelus kepala Felix, dia terus memikirkan setiap yang terjadi kepadanya akhir-akhir ini.
"Sejak pindah ke sini banyak sekali peristiwa yang ku alami. Cemoohan orang, hinaan orang, semuanya serba tiba-tiba, dan juga siapa aku sebenarnya? Kenapa mereka menginginkan nyawaku?" gumam Fira.
Karena haus, Fira memutuskan untuk mengambil minum ke dapur.
Di kamar, Reyhan terus uring uringan memikirkan ucapan neneknya. Dari pada pusing, dia memutuskan pergi ke dapur untuk mengambil makanan.
Ketika di dapur, ia melihat seseorang berdiri di dekat kulkas. Rey berpikir jika itu pencuri karena lampu dapur mati.
"Siapa kau?" tanya Reyhan sambil berjalan pelan-pelan.
Fira seketika mematung, dia pikir semuanya sudah tidur.
Hap...
Reyhan mencekal pergelangan tangan Fira, membalikan tubuhnya berniat meninju, dengan replek Fira memejamkan mata. Tapi, kepalan Rey tertahan di udara saat melihat wajah Syafira.
Reyhan terpukau akan wajah Fira bak boneka hidup. Alis sejajar rapi, mata sedikit besar dengan bulu mata lentik mempercantik matanya, pipi putih seperti susu, hidung mancung di tindik, bibir merah nan sexy, dagu lancip dengan belahan di tengah dagunya. "๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต, ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ค๐ข๐ฏ๐ต๐ช๐ฌ," ๐ฃ๐ข๐ต๐ช๐ฏ ๐๐ฆ๐บ.
__ADS_1
Perlahan Fira membuka mata dan mata mereka saling pandang hingga beberapa detik.
Reyhan terhipnotis oleh kecantikan Fira, entah setan dari mana? tiba-tiba dia mendekatkan wajahnya, mata dia terfokuskan pada bibir mungil merah nan alami.
Dan.....
Saat wajah Reyhan semakin mendekat Fira terhenyak kaget.
Dan....plak...
Fira menampar pipi Reyhan.
Rey terlonjak kaget, ia memegang pipinya. "Kenapa kau menamparku?" pekik Rey.
"Hehehe, maaf. Ada nyamuk di pipimu," ucap Fira tanpa rasa bersalah.
Fira mendorong Reyhan hingga mundur beberapa langkah.
"Kuasai dirimu, jangan biarkan nafsu menghancurkanmu," ucap Fira menatap mata Reyhan serius. Kemudian Fira pergi meninggalkan Rey sendiri.
Jantung Reyhan berdegup kencang, dia malu, wajahnya memerah, jika ada yang melihatnya pasti dia akan di tertawakan.
Flashback end.
"Hei hei, ada apa dengan wajahmu Rey? Jangan-jangan kau memikirkan sesuatu yang tidak senonoh?" ucap Daffa memicingkan mata curiga ketika melihat Rey tertunduk malu.
"Sialan loe, pikiran gue gak sekotor itu kali," kata Rey mencoba berkilah.
"Siapa taju aja yang loe pikirkan tentang Syafira," tebak Daffa.
Rey gugup, "Kenapa kalian melihatku seperti itu? Aku tidak memikirkan apapun, beneran."
"Tak perlu gugup gitu juga bro, jadi kelihatan banget kalau gitu mah," goda Daffa sambil tertawa dan yang lain menatap curiga.
Rey menggaruk tengkuknya sambil cengengesan.
****
Kontrakan Fira.
Syafira dan Felix sudah tiba di depan rumah kontrakannya. Ketika turun, mereka melihat seseorang, wajahnya tersenyum bahagia.
"Uncle om!" pekik Felix dengan girang.
Felix berlari menghampiri Doni, dan Doni berjongkok merentangkan kedua tangannya. Mereka berpelukan layaknya anak dan ayah.
"Uncle om kangen kamu," ucap Doni.
"Aku juga kangen," balas Felix.
"Kepadaku tidak nih?" celetuk Fira.
Doni mendongak, dia tersenyum bahagia bisa melihat wanita yang ia sayangi.
"Kayaknya ada yang cemburu, kamu lepas dulu pelukannya ya!"
"Hihihi Bunda cembulu sama anak kecil," ledek Felix terkekeh.
__ADS_1
Fira mencebik kesal di ledek oleh anaknya.
"Apa kau merindukanku?" tanya Doni serius.
"Sangat, paman," balas Fira menampilkan senyum manisnya.
"Peluk dong! Masa rindu gak di peluk."
Fira menghambur kepelukan Doni, kemudian Felix juga ikut memeluk.
Ada beberapa tetangga yang melihat Fira berpelukan.
"Jeng, lihat deh! Itukan janda muda, siapa yang dia peluk ya?" kata Bu Ratih yang kebetulan lewat.
"Saya juga gak tahu, sodaranya mungkin," timpal yang lain.
"Masa sodara mesra begitu? Ini pasti salah satu prianya."
"Gak tahu saya, udah ah, saya duluan jeng Ratih," pamitnya.
Bu Ratih mendelik kesal, dia terus memperhatikan gerak gerik Fira kemudian dia memotretnya.
"Hasil yang bagus, wajah dia kelihatan. Tapi sayang, wajah prianya gak kelihatan."
"๐๐ฏ๐ช ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ต๐ข ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ถ๐ด๐ช๐ณ๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ด๐ช๐ฏ๐ช!" ๐ฃ๐ข๐ต๐ช๐ฏ ๐๐ข๐ต๐ช๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ด๐ฆ๐ฏ๐บ๐ถ๐ฎ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ฉ ๐ฎ๐ช๐ด๐ต๐ฆ๐ณ๐ช.
Sementara di dalam kontrakan, Doni sedang mengumpulkan keberaniannya untuk memberitahukan segalanya.
Saat ini mereka sedang duduk di halaman belakang rumah sambil menemani Felix bermain kelinci kesayangan bocah itu.
"Syafira," panggil Doni.
"Iya." Jawab Fira, tapi matanya menatap ke arah Felix
"Ada yang harus kamu ketahui tentang siapa dirimu."
"Aku? emang siapa aku?" tanya Fira menoleh ke Doni.
"Kamu Aurelia Syafira, keponakanku." Ucap Doni serius.
"Hah, kau aneh paman. Sudah tahu aku ini Aurelia Syafira keponakanmu, masih saja bertanya siapa aku." Fira menggelengkan kepala, dia terkekeh merasa lucu akan ucapan pamannya.
"Paman serius!"
"Bercandanya tidak lucu, Paman. Udah ah, aku mau ke luar sebentar. Aku titip Felix ya!"
Fira pergi meninggalkan Doni dan Felix
Doni menatap Fira dengan tatapan yang sulit di artikan. "๐๐ข๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ฐ๐ฏ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ, ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฌ๐ข ๐ฌ๐ถ," ๐ฃ๐ข๐ต๐ช๐ฏ ๐๐ฐ๐ฏ๐ช.
Bersambung..
wajah cantik Fira yang bikin babang Reyhan terpana.
Maaf jika tidak sesuai ekspektasi kalian๐
__ADS_1