Bukan Janda Biasa (Hanya Status)

Bukan Janda Biasa (Hanya Status)
Loe Lagi!


__ADS_3

"Astaga! Dompet gue kan ada di dalam tas. Di saku gak ada uang lagi! Bagaimana gue bayar angkot kalau uangnya tidak ada?"


"Ongkosnya mas!" kata Fira menamprakkan tangannya.


"Aduh, mbak maaf, dompet saya ketinggalan." ucap Reyhan meraba saku, yang awalnya menunduk lalu mendongak.


Fira yang sedang menyender ke pintu dan sedang menghitung uang mendongakkan kepalanya, matanya melotot tak percaya.


"Loe!" keduanya melototkan mata karena sama-sama terkejut.


"Iisshh, loe lagi! Gue pasti sial ketemu loe." Rey mengacak bagian belakang kepalanya karena merasa prustasi ketemu cewek gila.


"Mana ongkosnya?" Fira kembali meminta ongkos dari Reyhan.


"Dompet gue ketinggalan, gue gak bawa duit!" dengus Rey kesal.


"Laah, gimana sih? Masa gak dibayar? Lima ribu juga uang, bagi kita itu berharga. Apa jangan-jangan si Masnya penipu lagi?" tuding Fira memicingkan mata penuh curiga.


"Waaah, jangan sembarangan kalau ngomong, gue bukan penipu, dompet gue beneran ketinggalan." Rey merasa tidak terima di bilang penipu.


"Mana ada maling ngaku."


"Kau!" tunjuk Rey kesal.


"Apa? Jangan tunjuk-tunjuk saya! Kamu fikir saya takut? Sini kalau berani?" tantang Fira dengan wajah songongnya.


"Dasar cewek gila." umpat Rey sambil berlalu meninggalkan Syafira.


"Wooy, bayar dulu wooy!" Teriak Fira.


Fira mendengus, "kan sayang, lumayan buat jajan tahu bulat."


****


Di toko mainan.


Reyhan masuk dengan wajah kesal, kemudian dia duduk di dekat meja kasir.


"Kenapa loe? Muka lo kusut bener!" tanya Daffa teman sekaligus salah satu pegawai Reyhan.


"Ketemu cewek gila gue."


"Ko bisa? cantik gak? Kalau cantik jadiin istri saja!" goda Daffa.


"Ck, ngeselin loe ya. Bukannya menghibur malah bikin mood gue ancur." cebik Rey, mendelik tajam ke arah Daffa.


"Santai bro! Gue cuman aneh aja, tumben ada cewek yang gak terpesona sama pesona loe?"


"Gak tau gue, kesel gue, tiap ketemu pasti apes."


"Tiap ketemu? pasti sering dong? Waah, jodoh loe tuh, Rey." Sahut Daffa antusias.

__ADS_1


"Gue sama dia? Ogaahhh."


"Hati-hati, benci dan cinta beda tipis. Uhuuyy, jodoh babang Rey sudah otw nih." Goda Daffa kembali, dia paling suka jika menggoda bosnya dalam hal apapun.


"Bisa diam gak sih!" Reyhan tambah kesal.


"Jodohku...maunya ku dirimu..." Daffa malah meledek Rey dengan menyanyikan lagu jodohku.


"Udah ah, gue mau istirahat bentar. Jangan ada yang ganggu gue!" ucap Rey sambil berjalan ke ruangan dia.


"Ck, mentang-mentang bos seenak jidatnya istirahat, gue juga mau bos!" cibir Daffa.


"Daffa, kerja yang bener! Gue denger ocehan loe." Teriak Rey dengan keras.


"Iya bos, maaf 'kan daku tuan." Sahut Daffa, lalu ia terkekeh melihat tingkah bosnya.


****


Syafira masih belum beranjak dari pusat kota, ia masih menunggu penumpang penuh.


"Bunda, aku hauc. Aku juga pengen cemilan." Ucap Felix yang cadel huruf S, dia duduk di pangkuan Dita.


"Ya udah, kalian tunggu dulu! Bunda ke supermarket sebentar. Bu, pak, saya tinggal sebentar, barang kali ada yang mau menitip?" Tanya Fira pada sebagian penumpang. Ternyata ada dari mereka yang menitip minuman.


Kemudian diapun pergi, sesampainya di dalam, ia memilih minuman dan beberapa cemilan. Sambil menunggu antrian dia menerima panggilan dari seseorang.


"Halo, Ra. Apa kamu sudah melihat lokasi Cafe nya?" tanya Doni.


Fira keluar sambil menelpon, setelah selesai ia mematikan panggilannya dengan menunduk tanpa melihat jalan. Fira sedikit berlari agar segeca sampai. Ketika di parkiran ia bertubrukan dengan dada seseorang.


Duugg


"Aawww," Fira meringis memegang keningnya.


"Maaf, maaf, tadi saya buru-buru." kata Rey meminta maaf.


Fira yang menunduk mendongak, mata keduanya melotot kaget.


"Kamu!"


"Loe!"


Ucap mereka berbarengan.


"Loe lagi, loe lagi! Kenapa sih gue harus ketemu loe lagi? Apes banget gue ketemu sama loe," ucap Reyhan.


Tadi Rey berniat membeli cemilan dan minuman buat dia dan pegawainya.


"Yang ada gue yang apes karena kau tidak mau bayar, rugi gue." jawab Fira tak mau kalah, dia menatap tajam Reyhan.


"Dasar penipu." Kata Fira dengan nada yang sedikit tinggi.

__ADS_1


Rey replek membekap mulut Fira, tubuh mereka hampir menempel.


"Loe kalau ngomong jangan kencang-kencang! Entar orang kira gue beneran penipu." Kesal Rey yang masih membekap mulut Fira.


Mata mereka bertemu, keduanya sejenak saling pandang, mereka tertegung saling mengakui jika Fira cantik dan Rey tampan.


Namun semuanya buyar, ketika Fira menggigit tangan Reyhan, dan menginjak kakinya dengan keras.


"Aawww," Rey menjerit kesakitan, dia mengibaskan tangannya, dan mengangkat satu kakinya karena kesakitan.


"Jangan mentang-mentang saya cewek se enak jidatnya kamu pegang-pegang. Minggir kau!" bentak Fira.


Fira mendorong tubuh Rey hingga ia mundur kebelakang.


Reyhan menatap tubuh Fira, dia menyunggingkan sudut bibirnya dalam hati berkata, "Cantik and menarik."


****


Dika kembali mencari keberadaan istrinya, dia menanyakan ke setiap orang.


"Permisi, maaf, apa kalian pernah melihat orang ini?" Dika bertanya kepada segerombolan mahasiswa.


"Ini ibu yang tadi di dalam angkot!" katanya.


Mahasiswa itu sempat menaiki mobil Fira dan melihat Dita.


"Dimana kalian melihatnya?" Dika bertanya dengan semangat.


Mereka menunjuk mobil yang sedang mengetem.


"Di dalam angkot itu, Tuan."


Dika menoleh ke arah yang mereka tunjuk, wajahnya seketika menjadi cerah karena dia akan menemukan istrinya.


"Terima kasih, atas informasinya."


Dika pamit, dengan langkah terburu Dika menghampiri mobil Fira.


"Tunggu!" Dika mencegahnya dari depan saat Fira akan melaju.


Dan ternyata benar, Dika melihat istrinya berada di dalam. Dengan perasaan lega dia membuka pintu mobil kemudian memeluk sang istri.


"Maaf, Bapak siapanya?" tanya Fira penasaran.


"Kenapa om peluk-peluk uti aku?" Felix yang ada di pelukan Dita mendorong Dika.


Hardika menlihat ke asal suara perempuan yang ada di sebelah istrinya.


Deg!...Dika tertegun ketika melihat wajah Syafira.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2