
Kenapa kau menolakku, hah? bukannya tadi kau juga seperti itu bahkan kalian melakukan hubungan badan!" bentak Nicho mengcengkram kuat bahu Sofi.
"Aku bukan Ellen! Le lepasin aku!" Sofi sudah ketakutan, dan dia berusaha melepaskan cengkraman Nicho. Tapi kali ini tenaga Nicho lebih kuat dari Hendra.
Nicho menarik kembali tengkuk Sofi bahkan tangannya sudah menjamah kemana-mana. Sofi berusaha lepas dari dekapan Nicko. Nicho berusaha menarik setiap helai benang yang ada di tubuh Sofi.
"Jangan lakukan itu! Ku mohon!"Jerit Sofi pilu berusaha menahan pakaian nya.
"Diam! Akan ku buktikan aku juga bisa melakukannya. Ini kan yang kau mau? ini kan yang selama ini kau minta dariku? aku akan memberikannya sesuai yang kau inginkan."
Tenaga Sofi mulai melemah. Semakin kuat ia berusaha berontak, semakin habis pula tenaganya. "Lepasin aku! Aku bukan Ellen! Jangan lakukan itu!" pekik Sofi pilu dengan air mata terus mengalir deras ketika Nicho mulai menyatukan milik mereka.
Nicho tidak peduli dengan permohonan Sofi, karena hasrat yang semakin menuntut dan akibat pengaruh Alkohol, Nicho menyatukannya dengan sekali hentakan miliknya berhasil masuk.
"Aaaaaa, sakiittt!" Sofi berteriak kencang saat Nicho berhasil mengambil mahkota yang selama ini ia jaga. Hancur, hati Sofi hancur berkeping-keping. Dunianya terasa runtuh tar kala seorang pria menghancurkan harga dirinya. Ia tidak bisa menjaganya, ia lemah tak berdaya, kini ia tidak memiliki apapun untuk suaminya kelak. Sofi hanya bisa menangis sesegukan, tangisnya begitu pilu menyayat hati.
"Kamu!" Nicho terkejut saat dia berhasil. Dia mendongak dan seketika matanya melolot kaget setelah tersadar bahwa di bawahnya bukan Ellen, tunangan yang mengkhianatinya. Nicho bingung antara ingin melanjutkan atau berhenti. Jika di lanjutkan maka akan semakin menyakiti gadis yang ia nodai, jika berhenti hasratnya semakin meronta minta di selesaikan. "Aku akan bertanggung jawab!" ucap Nicho ketika hasrat semakin kuat dan dia melanjutkan menuntaskan apa yang terjadi.
"Kalau kau melanjutkannya, a aku sumpahkan punyamu akan impoten sampai aku benar-benar memaafkanmu." Ucap lirih Sofi menahan sakit dan di sela tangisnya.
__ADS_1
Nicho tidak peduli dan tidak percaya, dia melanjutkannya penuh gairah. Sungguh ini pengalaman pertama bagi Nicho. "𝘔𝘢𝘢𝘧𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘯𝘰𝘯𝘢, 𝘪𝘯𝘪 𝘴𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘯𝘪𝘬𝘮𝘢𝘵. 𝘚𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘢𝘯𝘨𝘨𝘶𝘯𝘨𝘫𝘢𝘸𝘢𝘣 𝘢𝘵𝘢𝘴 𝘴𝘦𝘨𝘢𝘭𝘢𝘯𝘺𝘢." 𝘉𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘕𝘪𝘤𝘩𝘰 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘫𝘶 𝘮𝘶𝘯𝘥𝘶𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘶𝘣𝘶𝘩𝘯𝘺𝘢.
Sofi memejamkan mata sesegukan, dia tidak mampu lagi mencegah. Dunianya terasa hancur tak tersinya ketika Nicho mengulanginya berkali-kali.
𝙁𝙡𝙖𝙨𝙝𝙗𝙖𝙘𝙠 𝙚𝙣𝙙
Sofi menangis sesegukan di dalam pelukan Fira. Fira juga ikut menangis mendengar cerita hidup Mamanya.
"Maafkan aku, ka. Aku tidak bisa menjaga kehormatan ku." Ucap Sofi di sela tangisnya.
Arman memejamkan mata, tangannya mengepal kuat, hatinya sakit melihat adiknya di perlakukan seperti itu. Jadi selama ini harta yang ibunya punya hasil dari penjualan Sofi. Arman tidak menyangka demi harta sang Ibu tega mengorbankan anak kandungnya. Segitu berartinya kah sebuah harta dan tahta bagi ibunya? "Ibu.." gumam Arman menahan amarah.
"Aku pergi ke kota M bersama wanita baik yang mau membantuku. Di sana aku mulai hidup baru bersama anakku. Segala macam pekerjaan aku kerjakan sampai ku bertemu dengan keluarga angkat Syafira yaitu Bu Marni dan Mita. Mereka pula yang membantuku dalam segalanya. Aku melahirkan seorang putra dan kuberi nama Rio Nicholas Saputra agar anakku tahu bahwa nama belakangnya adalah ayahnya. Titik terendah ku dimana tiga orang preman ingin menodai ku kembali. Aku, aku.." Sofi sesegukan.
"Aku hampir saja kembali di perkosa secara bergilir oleh mereka. Untungnya ada anak muda yang menolongku dan dia adalah Doni. Sampai pada akhirnya Rio beranjak dewasa dan menikah dengan Mita Kaka angkat Syafira. Di sanalah tragedi kecalakaan terjadi dan dalangnya Mahendra. Aku harus kehilangan Anak dan menantuku. Untungnya anak yang ada di kandungan Mita terselamatkan dan anak itu adalah Felix yang dirawat dan di besarkan oleh Syafira."
"Maafkan aku jika aku mengecewakan Ka Arman, maafkan aku kalau aku membentak, memarahi dan membongkar aib Ibu di hadapanmu bahkan semua orang. Aku tidak bisa lagi menyembunyikan segalanya di saat keponakanku kembali menjadi korban ke egoisan Ibu. Jika ka Arman mau memarahiku menamparku atau tidak mau mengakui ku sebagai adikmu aku terima." Sofi meminta maaf atas perbuatannya. Dia sadar bahwa dia melakukan hal yang salah. Sejahat-jahatnya orang tua, kita sebagai anak tidak boleh menyakiti mereka apalagi seorang Ibu.
"Tidak, kamu sudah melakukan hal benar. Akulah yang seharusnya meminta maaf padamu karena tidak bisa menjagamu dan lebih percaya pada cerita yang Ibu buat." Kata Arman menatap sakit wanita yang ia sayangi. Sakit membayangkan kehidupan sang adik, sakit karena Ibunya lah akar setiap masalah yang terjadi.
__ADS_1
"Hatimu terlalu baik, di saat seperti inipun kamu masih meminta maaf dan menyesali perbuatan mu. Akulah yang bersalah karena tidak peka dan tidak becus menjagamu." Arman ikut meneteskan air mata.
"Mungkin semuanya sudah menjadi takdirku. Aku harus mengalami perjalanan hidup yang menyakitkan sampai di pertemukan dengan orang-orang baik seperti mereka." Sofi menatap silih berganti Syafira dan juga Dita. "Aku percaya di balik ini semua akan ada hikmah yang Tuhan berikan untukku. Walaupun ku tahu dalang dari setiap permasalahan yang ku alami adalah Ibu."
"Ada yang tidak ku mengerti. Kenapa Syafira bisa menjadi anak kandung Dika dan Dita? bukankah anak kalian dinyatakan meninggal terbawa arus?" tanya Dinda penasaran."
"Aku merancakan segalanya dan menitipkan Syafira kepada Bu Marni ART ayahku dengan alasan demi keselamatan Syafira sendiri. Aku melakukan itu supaya Hendra tidak bisa menyakiti putriku karena hanya dia pewaris tunggal Albern Alexander. Perusahaan yang Hendra curi milik Syafira dan ada satu lagi perusahaan berlian. Tapi, perusahaan berlian tidak berhasil di curi sebab sudah di amankan terlebih dulu oleh ayahku sebelum Hendra beraksi." Dita menjelaskan.
"Jadi Fira orang seorang pewaris tunggal dan dia orang kaya raya?" Dinda terkejut.
Dita mengangguk mengiakan.
"Ko Papi tidak tahu?" sahut Dika yang juga tidak tahu menahu akan perusahaan milik Syafira.
"Ayah sengaja menyembunyikannya karena takut banyak orang yang mengincar Syafira demi hartanya," jawab Dita.
"Benar-benar bukan janda biasa." Celetuk Reyhan murung. Fira memperhatikan raut wajah suaminya.
"𝘈𝘥𝘢 𝘢𝘱𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘔𝘢𝘴 𝘙𝘦𝘺𝘩𝘢𝘯? 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘸𝘢𝘫𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘮𝘶𝘳𝘶𝘯𝘨?" 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘍𝘪𝘳𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢."
__ADS_1
Bersambung...