Bukan Janda Biasa (Hanya Status)

Bukan Janda Biasa (Hanya Status)
Mbak Kun!


__ADS_3

Pantai.


Syafira masih betah berada di sana menikmati sunyi malam sendirian, meski waktu sudah menunjukan pukul tujuh malam, ia enggan untuk kembali pulang.


Ketika sedang asyik memejamkan mata dan fokus mendengarkan ombak, tiba-tiba sebuah botol melayang ke kepala bagian bagian belakang.


"Aduhhh!" pekik Fira memegang kepala bagian belakang.


Orang yang membuang botol sembarangan celingukan, ia kaget, ia kira tidak ada orang. Matanya melotot saat melihat seseorang sedang duduk memakai pakaian putih serta rambut panjang tergerai sampai pinggang.


"Siapa di situ?" tanya dia gemeteran. "Apakah kau hantu? Jika hantu, maafkan saya, mbak Kun! Suerr saya tidak sengaja," cerocos dia tanpa rem.


Fira yang mendengarnya mengernyit. "Dia kira gue mbak kun, maksudnya kuntilanak gitu? Wah, parah. Gue cantik gini di samain dengan kuntilanak," lirih Fira sangat pelan.


"Gue kerjain saja loe," Fira sudah cekikikan sendiri. "Hihihihihihi," Fira bersuara sambil menahan ketawa saat mempraktekan suara mbak Kun.


"Tuh kan be benar dia ku kuntilanak!" gumamnya terbata. Pria tadi semakin gemeteran, ia paling takut jika soal hantu, baginya itu menyeramkan. Perlahan dia melangkah mundur untuk kabur, akan tetapi langkahnya terhenti saat hantu yang di maksud mbak Kun batuk.


"Hihihihihihi ukhuu ukhuu," suara Fira tiba-tiba terbatuk. "𝘚𝘪𝘢𝘭𝘢𝘯, 𝘱𝘢𝘬𝘢𝘪 𝘣𝘢𝘵𝘶𝘬 𝘭𝘢𝘨𝘪, 𝘣𝘶𝘪𝘴𝘢 𝘨𝘢𝘨𝘢𝘭 𝘥𝘰𝘯𝘨 𝘳𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯𝘢 𝘨𝘶𝘦," 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘦𝘳𝘶𝘵𝘶 𝘬𝘦𝘴𝘢𝘭.


Pria itu mengernyit heran, "𝘔𝘢𝘴𝘢 𝘮𝘣𝘢𝘬 𝘬𝘶𝘯𝘵𝘪 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘣𝘢𝘵𝘶𝘬?"


Kemudian dia melempar kembali menggunakan sendal yang ia kenakan tepat ke punggung Fira, dan Fira kembali mengaduh.


"Aduhh, wooy, kalau mau ngelempar sampah jangan sembarangan! Di sini ada orang, loe kira gue hantu apa!" pekik Fira kesal.


"Suaranya kayak kenal?" gumam dia berfikir. "Loe beneran orang 'kan, bukan mbak kunti?" tanya dia memastikan.


"Gue orang," balas Fira sambil menoleh.


"Loe?" ucap mereka bersamaan.


"Eh cewek gila, ngapain loe malam-malam di sini?" tanya Reyhan.


"Bukan urusanmu," jawab Fira cuek.


Reyhan kesal, dia mendekat ke arah Fira dan ikut duduk di samping Fira.


"Gue 'kan cuman nanya? Gak baik cewek keluyuran malam sendiri."


"Kamu sendiri, ngapain keluyuran malam?" tanya Fira balik.


"Diihhh, di tanya malah balik nanya."

__ADS_1


"Ya, terserah. Mau jawab silahkan, enggak juga terserah," balas Fira acuh. Dia kembali memejamkan mata menengadahkan wajahnya ke atas langit.


Reyhan memperhatikan Syafira dengan seksama. "Apa kau baik-baik saja?"


Fira hanya menjawab dengan deheman.


"Apa terjadi sesuatu?" tanya Rey kembali.


"Hmmmm."


"Raut wajah loe kaya banyak beban?"


"Hmmm," lagi dan lagi Fira hanya menjawab dengan deheman.


"Loe kenapa sih? dari tadi cuman jawab ham ham hem hem doang, sariawan loe? Jawab ke, sambil merem juga bisa 'kan loe bicara. Sambil jalan di atas laut juga boleh," Rey mencebikkan bibirnya kesal tapi masih menyelipkan candaan.


Fira menoleh dan berkata, "Terus gue harus jawab apa? Semua yang loe katakan emang bener. Masa gue harus jawab sambil jalan di atas laut? sakti dong gue."


"Sekalian aja loe jadi penghuni laut!" celetuk Reyhan.


"Nyi Roro Kidul dong gue, iiihhh seram" balas Fira.


"Ehh, udah ah, bahas yang lain aja!" Rey menjadi merinding saat mendengar kata seram.


"Loe kenapa ada di sini?" Reyhan bertanya tapi matanya memandang ke arah laut lepas.


"Emang seberat itu, hingga loe harus di sini malam-malam?"


"Bisa di bilang iya, terkadang kita tidak bisa menebak apa yang akan terjadi pada diri kita. Entah itu sebuah kebahagiaan atau sebuah kesedihan kita tidak akan pernah bisa menebaknya."


"Hanya Tuhan yang tahu akan segalanya, Ra. Kadang juga dunia ikut kejam terhadap kita," ucap Reyhan yang ikut serius.


"Dunia tidak pernah kejam, tetapi para penghuninya lah yang teramat kejam. Mereka selalu melakukan berbagai macam cara agar dunianya terpenuhi. Padahal dunia saat ini baik, tapi di mata kita dunia tidak baik-baik saja," balas Fira.


"Kata siapa dunia baik? Buktinya masih banyak banjir, longsor, kebakaran, sunami dan lain sebagainya."


"Itu semua ulah manusia, Rey. Mereka yang merusaknya dan mereka juga yang mendapatkan akibatnya. Karena nafsu dunia, mereka melakukan hal yang membuat alam murka. Itu semua mereka lakukan agar keinginannya tercapai dan merasa puas. Hingga terjadilah seperti yang kamu sebutkan tadi," jawab Fira bijak.


"Karena ulah mereka sendiri, dunia tidak baik-baik saja," kata Rey.


"Yap, bisa jadi. Ehh, tadi ngapain kamu disini?" Fira memicingkan mata menatap Reyhan penuh curiga.


Reyhan yang di tanya dan di tatap seperti itu seperti itu cengengesan menggaruk tengkuk yang tidak gatal.

__ADS_1


"Hehehe, gue abis buang air kecil. Abisnya gue kebelet," kata Rey malu.


Fira melotot terlonjak kaget lalu berdiri.


"Kamu pipis sembarangan?"


Reyhan mengangguk.


"Di sembarang tempat?"


Reyhan kembali mengangguk malu.


"Kenapa tidak di toilet, Reyhan?"


"Gu gue tidak sempat menemukan toilet," jawabnya terbata karena gugup dan malu.


"Waahhh, loe parah. Bagaimana jika nanti ada yang sedang duduk loe pipisin?" Wajah Fira berubah khawatir atas kecerobohan Reyhan.


"Maksudnya?" Rey mendongak menatap Fira bingung.


"Reyhan, kita sebagai manusia harus punya sopan santun dan etika agar tidak pipis sembarangan. Mahluk itu bukan kita saja, tapi masih ada mahluk yang tidak kasat mata di sekeliling kita. Mereka juga memiliki perasaan, jika mereka marah bisa membuat kita tiba-tiba sakit, kerasukan, muntah secara tiba-tiba, dan lain sebagainya." Fira meluapkan emosi atas apa yang di lakukan Reyhan.


"Jangan nakutin dong, Ra?" ucap Reyhan celingukan.


"Aku serius, tanpa kita sadari, itu memang ada, Rey," kata Fira serius.


"Loe pasti bohong?" Rey menatap Fira curiga.


"Sumpah, Rey. Aku serius, kita memang tidak di bolehkan melakukan hal-hal yang membuat mereka marah."


"Ah, yang benar, Fir?" Reyhan menatap ke sekeliling tempat. Pantai itu memang terasa sepi bila di malam hari, Rey menjadi merinding jika di tempat itu ada penghuni tak kasat mata. "Terus gue harus bagaimana jika mereka marah sama gue?" tanya Rey mulai ketakutan, tangannya mengusap tengkuk yang sudah berdiri bulu roma.


Fira hanya mengangkat kedua bahunya, saat melihat Rey gadis itu memiliki ide untuk mengerjai lelaki di hadapannya.


"Reyhan, di belakangmu," Fira pura-pura kaget.


"Di belakangku, ada apa?" tanya Rey yang sudah merasa deg degan.


"Han han," Fira berkata sambil mundur kebelakang.


"Han hantu?" tanya Rey gugup dan ikut berdiri berjalan menghampiri Syafira karena takut.


"Han han hanya bayanganmu, hahaha." Fira tertawa sambil berlari menjauh.

__ADS_1


Reyhan mematung, "Syafiraaa! Loe ngerjain gue!" Pekik kesal Reyhan ikut berlari mengejar Syafira.


Bersambung...


__ADS_2