Bukan Janda Biasa (Hanya Status)

Bukan Janda Biasa (Hanya Status)
Terkejut


__ADS_3

"Mas," panggil seseorang. Reyhan mendongak.


Deg..! Dia tertegun melihat wanita yang ia cintai berdiri dengan derai air mata.


"Sayang..!!!" Reyhan segera berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Fira. "Aku bisa jelasin semuanya." Reyhan panik takut Fira meninggalkannya. Reyhan ingin memegang tangan sang istri malah ditepis secara kasar.


Semua orang yang berada disana memperhatikan keduanya termasuk para awak media yang sudah standby di sana untuk meliput secara langsung acara ini.


"Jadi ini alasan kamu meninggalkan ku di rumah sendirian? kamu menyuruhku diam menunggu sedangkan kamu malah asyik menikahi wanita lain?" lirih Fira kecewa serta air mata terus menetes.


"Gila, akting gue bagus bener. Sudah cocok belum ya jadi aktris?" batin Fira memuji diri sendiri.


"Maafkan aku, tapi aku bisa jelasin yang sebenarnya, sayang." Reyhan sudah prustasi melihat kesedihan dimata sang istri.


Bela merasa panas, dia pun berdiri menghampiri keduanya lalu mendorong Syafira secara tiba-tiba. "Reyhan suamiku, sekarang pergi dari sini! Tidak ada yang mengharapkan mu di sini janda murahan!" Bentak Bela.


Reyhan segera menarik Fira agar tidak jatuh dan membawanya ke dalam dekapan. "Dia bukan janda murahan. Kaulah yang murahan!" Reyhan sudah muak dengan semuanya.


"Lepasin aku!" Fira berontak dari dekapan Rey. "Aku mau pergi dari sini dan apa yang dikatakan Bela benar, aku memang murahan telah merebut mu darinya, tidak ada yang mengharapkan ku di sini bahkan kamu sendiri tidak menginginkanku." Fira mulai memancing kejujuran Reyhan di hadapan semua orang.


"Siapa bilang kamu murahan? kamu tidak pernah merebutku darinya, justru dia yang berusaha merebut ku darimu jadi dia yang murahan bukan kamu."


"Reyhan..!" Pekik Saras. "Jangan kau sebut Bela murahan! Dia jauh lebih baik dan sempurna di bandingkan janda miskin ini!" cibir Saras dengan sinis.


"Anda benar nyonya, aku memang murahan, aku memang janda miskin. Saking murahannya aku sampai terbujuk rayu oleh cucumu. Aku emang janda miskin yang tidak punya apa-apa di bandingkan wanita pilihanmu." Balas Fira tersedu.


"Tidak sayang, aku yang terus mengejarmu bukan kamu. Kamu memang janda, janda perawan. Aku sendiri yang membuktikannya bahkan akulah lelaki pertama yang menyentuhmu." Reyhan membongkar status Fira di hadapan semua orang, ia tidak mau istrinya terus di hina. (Kau tidak tahu saja istrimu sedang sandiwara)


"Apa?! Berani sekali kau menyentuh wanita lain setelah kau menghamili putriku?" sahut Elsa tidak terima anaknya di perlakukan seperti itu oleh Rey.


Semakin riuh saja suasana di sana, acara yang tadinya sakral berubah menjadi drama seperti di ikan terbang.

__ADS_1


"Ternyata anaknya pemilik toko mainan kelakuannya seperti itu ya." bisik-bisik tetangga mulai terdengar di telinga mereka.


"Saya berani bersumpah bahwa saya tidak pernah menyentuhnya. Mungkin saja itu anak orang lain lalu saya di jadikan kambing hitam oleh kalian." Jawab Reyhan marah.


"Cukup, Reyhan! Kenapa kau tidak mengakui anakmu setelah yang kita lewati? Kita sering berbagi ranjang karena kita sama-sama suka." Bela menyela pembicaraan mereka dan mengeluarkan air mata biawaknya.


"Janda sialan, kau pergi dari sini! Kau bikin kacau saja. Reyhan sudah menikah dengan Bela, kau itu pelakor, janda miskin tidak tahu malu." Bentak Saras menunjuk-nunjuk wajah Fira.


"Cukup! Dia istriku, tidak ada yang boleh menyuruhnya pergi dariku selain aku sendiri!" Reyhan mengakui Fira sebagai istrinya di hadapan semua orang.


Bela, Saras dan yang lainnya terkejut mendengar penuturan Reyhan. Dan Fira senyum menyeringai. "Sebentar lagi," batinnya.


"Dasar janda murahan! Berani sekali kau merebut suamiku, hah!" Bentak Bela marah.


"Siapa bilang dia suami mu? dia suami Sah ku yang berusaha kau rebut Arabela." Jawab Fira serius menatap tajam Bela.


Perubahan raut wajah Fira sungguh terlihat jelas, tadi dia terlihat sangat terluka dan kecewa. Namun kali ini wajahnya terlihat menyeramkan bak harimau mencari mangsa.


"Oh ya? masa? ck, aku capek bila harus bersandiwara seperti ini." Fira mencebik kesal.


Reyhan bingung dengan apa yang terjadi barusan. Istrinya sungguh sulit di tebak. "Sayang.!" lirih Rey menatap bingung ke arah Fira. Fira hanya menoleh sebentar.


"Reyhan, sekarang juga kamu pilih dia atau Bela? atau rekaman ini." Belun juga Saras selesai Fira sudah mencela.


"Rekaman seorang wanita yang diarak keliling kampung hanya memakai pakaian dalam saja?" celetuk Fira mengejutkan Bela dan Saras. "Dari mana dia tahu?" batin keduanya.


"Pasti kalian sedang bertanya darimana saya mengetahuinya?" sindir Fira tepat sasaran.


"Saya akan menyebarkannya." Ancam Saras.


"Nek, jangan!" Reyhan panik.

__ADS_1


"Biarkan saja! Sebelum Anda menyebarkannya lihat dulu pertunjukan ini!" Ucap Fira serius. "Bang Leo, Bang Alex, " panggil Fira.


Seseorang berdiri, dan mereka memperhatikan semuanya. "Buka penyamaran kalian!"


Orang yang menjadi penghulu dan saksi membuka janggut, kumis, dan kacamata mereka. Semua orang melotot kaget karena itu penghulu palsu. Reyhan juga terkejut namun sedetik kemudian wajahnya tersenyum bahwa dia tidak benar-benar menikahi Bela.


"Sayang, jadi aku tidak beneran menikahinya?" tanya Rey sumringah.


"Emangnya mau? jangan harap orang yang sudah menjadi milikku di rebut orang lain! Tidak akan ku biarkan itu." kata Fira tegas.


Dengan hati yang lega Reyhan mengecup Fira di depan umum. Para penonton dan mediapun histeris di suguhkan adegan romantis secara live. (Lebai)


Saras, Bela, dan Elsa mengepalkan tangan. Mereka sudah marah menahan amarah dan merasa di permainkan. Sedangkan Dinda dan orang tua Fira diam menyaksikan. Dan Mahendra sendiri terdiam syok melihat secara langsung keponakan yang selama ini ia incar kekayaan nya dan ia incar nyawanya.


"Janda murahan....! Berani sekali kau mengacaukan acara cucuku!" pekik Saras marah, Saras ingin menampar Fira tapi tangannya di cekal seseorang. Saras semakin terkejut melihat wanita itu. Tubuhnya tiba-tiba gemetar, bibirnya terasa kelu tak bisa berkata, ada rasa rindu dan penyesalan menjadi satu.


"Sofi..!!" lirihnya terkejut dalam diam.


Sofi menghempaskan tangan Saras. "Jangan pernah Anda gunakan tangan Anda untuk menampar orang yang ku sayangi!" ucap Sofi dingin.


"Ka kamu masih hidup anakku?" Saras ingin memeluk tubuh Sofi tapi Sofi mundur.


"Anakku? anak mana yang kau maksud nyonya? anak yang kau tampar pipinya sampai memerah dan kau usir dari rumah mu hanya karena anak itu hamil sudah mati saat itu juga."


"Rupanya dari dulu Anda tidak pernah berubah. Anda selalu bersikeras melindungi kehormatan Anda tanpa peduli dengan keluargamu. Anda selalu saja memaksakan kehendak Anda sendiri demi uang. Anda bahkan mengusir anak kandung sendiri hanya karena takut nama Anda tercoreng. Hal sama pula Anda lakukan kepada cucumu demi sebuah kehormatan dan harta." tekan Sofi.


"Sofi...!" pekik Arman terkejut adiknya berubah.


"Kenapa, kau mau marah aku seperti ini pada Ibuku sendiri? alasan nya karena di yang sudah menghancurkan hidupku..! Dialah penyebab segalanya..! Dialah yang membuat ku seperti ini! Dia pula yang menyodorkan ku kepada Mahendra karena harta dan tahta. Aku berusaha kabur dari Mahendra yang ingin menodai ku tapi takdir harus mempertemukan ku dengan baj***ang itu!" teriak Sofi tersedu mengungkapkan semua yang pernah di alaminya.


Deg....!

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2