Bukan Janda Biasa (Hanya Status)

Bukan Janda Biasa (Hanya Status)
Rencana


__ADS_3

"Kita mau kemana?" tanya Sofi.


Nicho akan membawa Sofi ke suatu tempat dimana ia akan memulai langkah pertama untuk membuat wanita di sampingnya bahagia.


"Ke suatu tempat dimana kamu akan merasa bahagia."


Dan merekapun tiba di tempat yang Nicho tuju.


"Cafe?! kenapa membawaku ke sini?"


"Kita makan dulu, saya lapar belum makan."


Keduanya pun sudah ada di dalam Cafe. Nicho menarik kursi guna mempersilahkan Sofi untuk duduk dan Sofipun duduk.


Cafe tersebut sudah di dekorasi sedemikian rupa agar terkesan romantis. Nicho memotong steak daging lalu memberikannya ke Sofi karena Sofi diam saja tak makan apapun.


"Aaa buka mulutmu! Saya suapin kamu."


"Tidak perlu, saya sudah kenyang."


"Ayolah! Sekali saja aku mohon!" Nicho memohon dan dia memperlihatkan wajah penuh harap.


Dan akhirnya Sofi pun menerima suapan itu sebab ia merasa tidak tega. Keduanya larut dalam suasana romantis seperti pasangan yang sedang kencan. Nicho terus menyuapi Sofi di temani sebuah lagu-lagu romantis yang di nyanyikan oleh para penyanyi cafe yang ada di situ.


****


"Din, semua masalah sudah selesai, kapan kita membuat resepsi untuk anak-anak kita? aku tidak mau orang lain berpikir yang tidak-tidak terhadap keduanya karena mereka belum ada yang tahu kalau Rey dan Fira sudah menikah."


"Satu Minggu lagi ulang tahun Reyhan, bagaimana kalau kita buat resepsi untuk mereka di hari ulang tahun Rey?" Usul Dinda menyuarakan idenya.


"Hmmm, boleh juga. Tapi aku yang handle supaya Syafira tidak curiga dengan rencana kita."


"Aku juga mau ikut menangani, Dita. Ini juga acaranya anak menantuku jadi aku harus ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini."


"Hmmm baiklah, asal kamu harus benar-benar bisa menyembunyikan rencana ini dari mereka berdua. Kau tahu kan, Syafira tidak mudah di bohongi." Ucap Dita mengingatkan siapa Syafira.


"Aku tahu dan aku akan berusaha menyembunyikan nya." Dinda yakin bisa dan mampu kalau Syafira tidak bisa menebak rencana mereka.


Dan keduanya kembali berdiskusi mengenai dekorasi, gedung, makanan, undangan dan lain sebagainya tanpa memberitahukan para suaminya.


****


Amel dan Felix sempat menguping pembicaraan dua wanita dewasa itu. Mereka semua ada di kediaman Dita atas undangan Dita sendiri. Sedangkan Dika sudah berangkat mengurus restoran nya.

__ADS_1


Amel sedang menemani Felix belajar sebab sebentar lagi Felix menjalankan pendidikan anak usia dini.


"Aunty, resepsi itu apa?" tanya Felix sambil belajar menulis huruf kapital.


Amel berpikir dulu bagaimana cara menyusun kata yang baik untuk anak kecil. "Resepsi merupakan kegiatan suatu pesta yang dihadiri oleh para undangan atau tamu undangan. Contohnya seperti acara ulang tahun yang di hadiri banyak orang. Acara resepsi hanya ada ketika dua orang berbeda jenis melaksanakan pernikahan."


Felix mengangguk mengerti. "Berarti Ayah sama Bunda akan mengadakan acara resepsi ya? mereka kan sepasang suami istri."


"Betul, ternyata kamu pintar juga."


"Aunty, boleh aku minta bantuan sama Aunty?" Felix menatap wajah Amel penuh harap supaya mau di bantu.


"Selagi Aunty bisa, Aunty akan membantu Felix dalam hal apapun. Memangnya bantuan apa?"


"Aku ingin memberikan kejutan di hari resepsi Ayah sama Bunda." Dan Felix menjelaskan idenya lalu minta bantuan Amel untuk melakukan apa yang Felix inginkan.


Amel tersenyum takjub. Dia pun mengiakan apa yang di inginkan Felix.


****


Syafira baru saja keluar dari rumah sakit untuk memastikan segalanya. Dan ternyata dia memang benar-benar hamil dan usia kandungannya 7 Minggu.


"Mbak." Fira langsung saja memeluk Rani saat tiba di parkiran. Dia menangis bahagia di pelukan Rani.


"Ada apa?" tanya Rani penasaran.


"Aku beneran hamil, Mbak. Aku bahagia dan Mas Rey juga pasti bahagia mendengar berita ini." Fira mengurai pelukannya dan menghapus air mata dia.


Rani ikut bahagia melihat kebahagiaan sang bos. "Syukurlah, aku ikut bahagia atas kehamilan kamu. Kamu harus lebih menjaga diri, jangan terlalu capek, jangan berkelahi, dan jaga dia!" Rani memperingati sang bos.


Rani sudah mengetahui semuanya sebab tadi Fira menceritakan tentang kisah pernikahan Fira dan Rey.


"Pasti, Mbak. Aku akan selalu mengingat ucapan Mbak Rani."


****


"Mel, kami berangkat dulu. Tolong kamu jaga Felix dan diam di rumah saja jangan kemana-mana!" Dita memberikan pesan kepada Amel sebab dia dan Dinda akan mulai menjalankan rencana mereka.


"Iya, Mih." Balas Amel mengerti dan menurutinya.


"Felix, Uti sama Nenek pergi dulu. Kamu jangan bikin Aunty Amel susah ya, Sayang!" kata Dita pada Felix.


"Siap, Uti." Felix memberikan hormat.

__ADS_1


Dinda dan Dita tersenyum, mereka silih berganti mengecup pipi Felix saking gemasnya. Keduanya pun pergi meninggalkan Amel dan Felix berdua.


"Aunty, apa bisa kita merekamnya sekarang?" Felix bertanya mengenai rencana yang ia dan Amel diskusikan tadi.


"Ayo, kita ke kamar kamu saja dan kamu bisa mulai bicara apa yang kamu mau di depan kamera nanti sisanya Aunty yang kerjakan."


"Ok, siap. Ayo ke kamar aku!" dengan semangat Felix menarik tangan Amel ke kamarnya.


Amel mendandani terlebih dulu Felix supaya terlihat rapi dan tentunya tambah ganteng, kemudian dia mengarahkan kamera handphone untuk merekam kegiatan Felix dan Felix pun mulai melakukan apa yang di inginkan olehnya.


Amel terharu, ia sampai meneteskan air mata kala mendengar setiap ucapan yang di lontarkan oleh keponakannya. Jika orang tua Felix ada, mereka pasti akan merasa bangga kepada anaknya.


****


Toko Mainan


"Rey, beneran gue masih penasaran sama kalian berdua. Kenapa kalian tiba-tiba saja sudah nikah tanpa memberitahukan kita?" tanya Daffa teman sekaligus pegawai Reyhan.


"Bener banget. Gue nih, kaget bener pas lihat loe sama Syafira lagi melakukan adegan kissing. Di situ gue berasumsi bahwa kau lelaki kurang ajar." Timpal Gilang.


Ketiganya berada di dekat meja kasir. Rey sedang duduk, Daffa berdiri di hadapan Rey cuma terhalang meja, sedangkan Gilang juga duduk di kursi plastik di hadapan Rey.


"Kalian tahu kan waktu gue akan di jodohkan sama bela di saat gue sudah jatuh cinta sama Syafira?"


"Tahu." Jawab Daffa dan Gilang.


"Di saat itu juga gue memutuskan menikahi Syafira, awalnya gue hanya ingin nikah siri dulu dan meminta bantuan Om Dika. Eh, tak tahunya Om Dika malah beneran nikahin kita sah secara agama dan negara di malam itu juga." Reyhan menjelaskan awal mula dia sama Syafira bisa nikah.


"Oh, gitu ceritanya. Pantesan tidak ada yang tahu. Lalu, lalu, kau sudah merasakannya ya? gimana rasanya los apa terjepit?" Daffa menaik turunkan alisnya.


Rey mengernyit. "Merasakan apa?" dia tidak mengerti maksud Daffa.


"Masa loe gak tahu, merasakan itu?" Gilang menimpali sambil kedua jari telunjuknya di ketuk-ketukan. (👉👈)


"Itu apaan, gue beneran tidak mengerti?" Rey benar-benar tidak tahu kode dari keduanya.


"Hadehh, itu loh Rey, hubungan suami istri." Daffa gemas sendiri, sang bos pura-pura polos apa benaran polos.


Rey seketika mengerti, ia tersenyum menyeringai. "Rasanya luar biasa. Dia janda perawan bro, beeehhh punya gue sampai terjepit banget, rasanya luaaaaarrr biasaaaa bikin merem melek, aahhh gue jadi kangen bini gue, pengen itu." Rey sampai merem membayangkannya.


"Dasar bos sableng." Ucap keduanya kesal melihat wajah Reyhan.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2