
Amel bergidik ngeri melihat tatapan tajam itu. "A aku janji!" ucap Amel menunduk karena takut .
Doni mengatur nafasnya sejenak. "Kamu adalah keturunan Albern Alexander, cucu kandungnya. Ibu kandungmu menitipkan dirimu kepada salah satu ART Albern, Bu Marni ibunya Mita.
Ibumu sengaja menyembunyikan mu agar nyawamu selamat, Om mu terus berusaha melenyapkan dirimu sedari kau masih berumur 6 bulan."
"Om mu melakukan itu hanya karena sebuah harta warisan. Padahal Om mu sudah mendapatkan bagian meski dia bukan anak Albern. Keluargamu terutama dirimu mendapatkan bagian cukup besar."
"Karena ambisi ingin kaya, Om mu sampai nekat mencuri warisan milik Ibumu dan berusaha untuk melenyapkan dirimu karena warisan yang ia curi akan jatuh ke tangan kamu setelah kamu berumur 18 tahun."
"Itulah sebabnya Mita selalu merekomendasikan setiap guru ilmu bela diri agar kau bisa melawan jika suatu saat dirimu dalam bahaya. Bahkan, kau mau melakukan semua yang Mita perintahkan mulai dari memanah, menembak, sampai bermain pedangpun kau lakoni."
Fira dan Amel terus menyimak semua perkataan Doni tanpa mau menyela.
"Jiwa bisnis yang ada pada dirimu menurun dari sang kakek. Makanya dalam waktu dekat kau mampu mengembangkan SUNSHINE CAFE & RESTO ke berbagai kota bahkan terkenal se Asia."
Amel membekap mulutnya, dia terkejut sekaligus syok jika wanita di sampingnya seorang pengusaha cafe dan restoran yang terkenal itu. "Gila, gue berteman dengan pengusaha Cafe dan Restoran? Dia juga benar-benar cucu Albern Alexander pengusaha berlian se Asia!" batin Amel.
"Aku tidak percaya!" Fira masih belum percaya pada perkataan Doni, dia belum melihat bukti yang akurat.
"Jika kamu tidak percaya kita bisa bertemu dengan orang tua kandungmu. Kita juga sudah melakukan tes DNA dan hasilnya ada di tanganku!"
Flashback end
****
Amel tersadar dari lamunan ketika di rumah sakit.
"Sudah ku bilang jangan asal nuduh, Bu! Fira kamu masuk dan istirahat di sini saja!" titah Arman.
"Ibu tidak suka dia disini! Mending kau pergi janda miskin!" bentak Saras mendorong Fira.
Reyhan merangkul pundak Fira agar tidak jatuh. "Ayo masuk!" ajak Rey.
"Tidak Rey, aku pulang saja! Om, Tante, aku pamit pulang. Maaf sudah bikin keributan."
"Kamu istirahat saja di sini, Ra!" cegah Amel.
"Amel! Jangan mencegahnya! Biarkan janda miskin itu pergi! Dia tidak sepadan dengan kita!" bentak Saras menekankan setiap kata yang ia lontarkan.
Fira menatap Reyhan penuh permohonan untuk mengizinkan dirinya pulang. Rey mengerti jika Fira merasa tidak nyaman, apalagi ada Felix yang mungkin saja akan ketakutan dan menangis lagi.
"Aku antar kamu pulang! Tidak ada penolakan!"
__ADS_1
"Ngapain kamu ngantar dia? Nenek tidak mengijinkan mu pergi bersamanya!" cegah Saras.
"Rey," panggil Arman. Arman mengkode Reyhan untuk mengantarkan Fira pulang dan Rey mengangguk mengerti.
"Ayo!" Reyhan merangkul pundak Fira.
"Reyhan! Jangan jadi pembangkang kamu!" teriakan Saras menggema di depan pintu masuk.
"Nenek akan menyesal jika tahu dia yang sebenarnya." gumam Amel pergi meninggalkan mereka.
"Ibu sudah berubah!" ucap Arman meninggalkan Saras sambil menggandeng Dinda.
****
Keesokan harinya.
Tibalah pada waktu yang Fira tunggu, yaitu pembukaan Sunshine Cafe & Resto di kota J. Sebelum memulai bekerja, Doni mengumpulkan seluruh karyawan barunya di salah satu Cafe yang ia siapkan, Tepatnya di pusat kota, sebagai acara tatap muka.
Fira sudah di temani oleh Doni, Pak Heru, dan Rani sebagai asistennya Fira.
"Apa kamu gugup?" tanya Doni.
"Banget," jawab Fira. "Semangat, Bunda!" Felix yang sedang di tuntuk Fira memberikan semangat kepada Bundanya.
Meski sudah berpengalaman tampil di depan karyawan, tapi Fira masih merasakan kegugupan.
"Selamat pagi semuanya," sapa Doni saat mereka sudah berada di dalam.
"Pagi," balas mereka.
"Saya mengumpulkan kalian di sini bukan tanpa alasan, sebelum kalian memulai bekerja, saya selaku kepercayaan pemilik Cafe akan memperkenalkan kalian kepada pemilik sah Cafe ini, Aurelia Syafira, silahkan!" Doni mempersilahkan Fira untuk memberikan sambutan.
Fira yang berada di samping Doni mengangguk, kemudian dia membuka masker dan penutup wajahnya.
Sebagian dari mereka ada yang tak berkedip akan kecantikan Fira bak boneka hidup itu, ada yang kaget dan tidak percaya saat bisa melihat pemilik Sunshine Cafe & Resto yang terkenal di kota M bahkan terkenal se Asia, namun tak pernah menunjukan wajahnya.
"Dia sangat cantik," bisik-bisik para karyawan.
"Aku senang sekali, akhirnya bisa melihat perempuan tangguh, cantik dan baik, pemilik SC and R seperti yang beredar di sosial media," bisik lainnya.
"Ehemmm," Fira berdehem.
Mereka terdiam.
__ADS_1
"Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada pak Doni yang sudah memperkenalkan saya sebagai pemilik SC and R," ucap Fira tersenyum.
"Buat kalian semua, selamat bergabung bersama kami di SC and R. Semoga kalian betah, dan untuk yang jomblo, semoga kalian dapat jodoh di sini," ucap Fira terkekeh.
"Emangnya ibu sudah dapat jodoh?" celetuk karyawan.
Para pengawal serta Doni menatap tajam orang yang berani menyela ucapan Fira.
"Hehe...belum sih, mungkin jodohnya kena macet," kata Fira, tertawa akan ucapannya sendiri mencairkan suana yang sempat mencekam.
Yang lain pun jadi ikut terkekeh.
"Kali ini saya serius! Di sini, kalian akan di bagi menjadi dua shift. Masing-masing shift bekerja selama 6 jam, di mulai buka dari jam 9 pagi, hingga tutup jam 9 malam. kami juga menyediakan tempat tinggal bagi kalian yang jaraknya cukup jauh. Nanti pak Heru dan asisten saya yang akan mengurusnya, dan kalian bisa bertanya-tanya kepadan mereka," ucap Fira serius.
"Kalian juga akan saya beri uang jajan satu Minggu sekali, ya...lumayanlah buat beli bakso," lanjut Fira sesekali menyelipkan guyonan agar suasana tidak terlalu serius.
"Soal makan, kalian tidak usah khawatir, kami juga menyediakan makanan buat kalian. jadi, tidak perlu beli! Tapi, mau beli makanan saya juga tidak apa-apa, lumayan buat nambah penghasilan saya," ujar Fira terkekeh.
"Ibu mah bisa ae," celetuk salah satu karyawan sambil terkekeh dan Fira tersenyum ramah.
"Di sini, saya harap kalian bisa tangguh dalam menghadapi segalanya, baik menghadapi kami, atau para pembeli. Ramah dalam melayani pembeli, dan ramah kepada semua orang. Mudah beradaptasi kepada semua orang yang kita temui, dan terakhir Rajin, rajin dalam segala hal. Tapi jangan rajin yang negatif ya! Misalnya rajin berbohong, mencuri, atau korupsi."
"Jika kinerja kalian bagus, saya akan kasih kalian bonus, atau kemungkinan menaikan jabatan kalian."
"Mungkin cukup dari saya, mohon maaf jika ada yang tidak berkenan, dan jika nanti ada yang tidak kalian pahami, kalian bisa bertanya kepada pak Heru atau kepada asisten saya mbak Rani."
Fira mengulurkan tangannya kedepan, kemudian di ikuti oleh Felix, Doni, Heru, dan Rani.
Awalnya para karyawan tidak mengerti, tapi kemudia Fira berkata. "Kalian semua, kemari! ulurkan tangan kalian bergabung bersama kami!"
Mereka semua mengikuti perintah Fira, ikut mengulurkan tangannya.
"Saya harap kita semua menjadi team yang selalu kompak, saling menghargai, saling menghormati dan yang pasti kita adalah satu keluarga," ucap Fira tegas.
"SC and R!" pekik Fira.
Doni, Bambang, dan Rani menjawab, "Berkah, berkah, berkah."
"SC and R!" pekik Fira kembali.
"Berkah, berkah, berkah," jawab kompak semuanya.
Bersambung....
__ADS_1