
Semua orang sedang menikmati hidangan prasmanan, dan tiba-tiba saja lampu mendadak mati.
"Kenapa lampunya mati? ini gimana sih cara kerja mereka?" Dita ingin bangkit dari duduknya untuk menemui WO nya.
Tentunya semua orang terkejut cuman tak lama kemudian, sorot layar proyektor menyorot ke arah dinding yang dimana telah di persiapkan oleh Amel.
Semua orang terkejut dan bingung. Mereka saling berbisik ingin tahu akan ada apa.
Rey dan Fira juga ikut menoleh ke arah sorot itu begitupun dengan para orang tua mereka.
Tayangan video mulai berputar memperlihat seorang bocah kecil berambut kriting bermata bulat tak lain dan tak bukan ialah Felix.
"Halo, Bunda. Sebelumnya, aku ucapkan selamat atas hari bahagia Bunda dan Ayah. Semoga kalian berdua selalu bersama sampai tua."
"Untukmu Ayah terbaik. Ayah, terima kasih sudah hadir di dalam kehidupan kami, terima kasih sudah menjadi Ayah yang baik dan bertanggung jawab, terima kasih sudah menyayangi aku setulus itu. Kehadiranmu menambahkan kebahagiaan bagi kami, engkau adalah pelindung dan tempat bersandar kami di kala kami bersedih. Aku harap, Ayah tetap akan menjadi Ayah terbaik selamanya dan aku harap Ayah tidak akan mengecewakan kami. Terima kasih atas kasih sayang dan cinta yang telah Ayah berikan untuk aku dan Bunda. Kami akan selalu bersama Ayah dan akan selalu menyayangi Ayah sampai umur di makan usia."
Syafira dan Rey terharu melihat ungkapan Felix, semua tamu undangan juga ikut terharu bahkan sebagian dari mereka ada yang meneteskan air mata. Reyhan merangkul tubuh istrinya menatap pokus pada tayangan di depan mereka.
"Untukmu Bunda terhebat. Engkau bagaikan pelita yang menerangi jalan di setiap kegelapan, tiada kata lelah dalam hidupmu membesarkan, merawat, mengajarkan aku dalam segala hal."
"Bunda, engkaulah orang pertama yang memperkenalkanku pada dunia, engkau orang pertama yang menuntunku untuk bisa berjalan dan engkau akan sigap menjagaku di saat aku terjatuh."
"Bunda, engkau adalah orang pertama yang selalu melindungiku dari orang-orang yang ingin berbuat jahat padaku. Engkau mengorbankan segalanya demi aku, engkau rela di hina, di caci maki, bahkan di katai janda demi aku. Banyak yang menyakitimu di saat engkau membela ku. Terima kasih, Bunda. Jasamu tak akan pernah ternilai dan tak akan pernah terganti sampai ku mati."
"Bunda, terima kasih atas kasih sayang yang engkau berikan untukku, terima kasih sudah membesarkan ku dan sudah merawatku. Bunda, aku mencintai Bunda karena engkau telah memberikanku segalanya. Engkau beri aku cinta, engkau beri aku jiwa, dan engkau memberiku seluruh waktunya."
"Bunda, Felix menyanyangimu sampai akhir hidupku, meski Felix tahu Felix selalu mengecewakanmu, selalu nakal dengan tingkah Felix. Maafkan Felix yang belum bisa membuatmu bahagia."
"Thank you for being such a great mom. I love you sooo much!" (Terima kasih sudah menjadi ibu yang hebat. Aku sangaaat mencintaimu!)
Fira sudah menangis tersedu di pelukan suaminya, dia tidak bisa menahan air mata. Setiap kata setiap ucapan yang Felix tujukan untuknya sungguh menyentuh relung hati paling dalam. Fira tidak menyangka anak berusia 5 tahun mampu menyusun kata yang apik, ia tidak menyangka Felix akan memberikan kejutan untuknya. Ini adalah kali pertama Felix mengungkapkan perasaan sayang di depan semua orang.
Begitupun dengan Dita, Dinda, Amel yang juga sudah ikut menangis mendengar ungkapan hati Felix. Sofi juga sudah berderai air mata di pelukan Nicho. Dia salah satu saksi kehidupan keduanya jadi Sofi tahu apa yang Fira dan Felix alami.
Proyektor itu pun mati, namun lampu masih juga belum menyala. Kemudian salah satu follow spot menyala dan menyorot ke atas panggung penyanyi menyoroti Felix yang sudah berdiri di dekat piano bareng Amel.
"Bunda, aku persembahkan lagu ini untuk Bunda. Bunda we love you." Mata Felix tertuju pada sang bunda.
Alunan piano pun mulai mengiri Felix.
Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Kupandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda
__ADS_1
Pikirku pun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku
Kata mereka diriku selalu dimanja
Kata mereka diriku selalu ditimang
Nada-nada yang indah
Selalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya
Tangan halus dan suci
Telah mengangkat tubuh ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Kata mereka diriku selalu dimanja
Kata mereka diriku selalu ditimang
Oh, bunda ada dan tiada
Dirimu 'kan selalu ada di dalam hatiku
Pikirku pun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku
Kata mereka diriku selalu dimanja
Kata mereka diriku selalu ditimang
Oh, bunda ada dan tiada
__ADS_1
Dirimu 'kan selalu ada di dalam hatiku
Lagu Bunda karya melli Goeslaw mengalun indah di bibir mungil itu. Felix begitu menghayati setiap kata setiap bait dari lagu tersebut. Di detik bait-bait terakhir, Fira dan Rey naik ke atas panggung memeluk tubuh mungil yang ia sayangi. Felix tak bisa lagi melanjutkan lagunya sebab Felix sudah menangis di pelukan sang Bunda. Baitan terakhir dilanjutkan oleh para tamu undangan secara bersamaan.
Tidak dapat digambarkan dengan kata-kata, rasa sayang dan cinta ibu memang tiada duanya. Apalagi jika mengingat perjuangannya untuk seorang anak, terkadang bikin kalian jadi terharu.
Bagi seorang anak, tiada yang lebih berharga selain kedua orang tuanya. Salah satunya sosok ibu yang telah berjuang buat kalian sejak masih dalam kandungan. Menjadi seorang ibu memang tidaklah mudah. Namun menjadi ibu adalah pekerjaan mulia yang diimpikan semua wanita.
Ya, dari sosoknyalah kalian belajar arti cinta, menyayangi dan memberi dengan tulus. Bagi ibu, anak adalah segalanya bahkan hidupnya. Tak heran apabila seorang anak ingin membalas semua jasa ibu meski hal itu belum sebanding dengan perjuangannya.
Sembilan bulan membawa kita dalam tubuhnya, hingga menjerit kesakitan agar kita bisa terlahir ke dunia. Merawat dengan penuh kasih sayang sejak kita tidak bisa berdiri hingga kita bisa berlari.
Tak pernah sekalipun keluar kalimat lelah yang muncul dari bibirnya. Dirinya begitu ikhlas tanpa pamrih. Tidak peduli bagaimana kondisinya, senyumnya selalu terkembang bahagia.
Namun terkadang, seorang anak kesulitan untuk mengungkapkan rasa terima kasih atau rasa sayang mereka kepada ibu.
Kepada kalian yang masih memiliki orang tua, berbaktilah selagi masih ada terutama ibu. Kamu akan merasa kehilangan dan menyesal ketika orang tuamu sudah tiada. Tidak ada doa yang mustajab selain doa orang tua terutama doa ibu. Bahagia orang tua maka kalian akan semakin berjaya selamat di dunia. Janganlah kalian menyakiti hati orang tua karena jika mereka tersakiti susahlah hidupmu. Maka dari itu hormatilah, berbaktilah, bahagiakanlah kedua orang tuamu terutama IBU selagi mereka masih ada.
TAMAT...
****
Huuffhhh, tidak terasa ceritaku sudah memasuki bab 104. Aku tanpa kalian bukanlah apa-apa, aku tanpa kalian bagaikan sepasang sendal jepit yang akan terus beriringan kemanapun kita melangkah.
Terima kasih sudah selalu setia menemaniku dan setia menunggu ceritaku. Semoga waktu dan kuota/WiFi yang kalian gunakan untuk membaca ceritaku di gantikan dengan rezeki yang semakin berlimpah.
Aku ucapkan beribu-ribu terima kasih kepada kalian atas segalanya. Semoga kalian sehat selalu, panjang umur, dimudahkan rezekinya dan di lancarkan dalam segalanya tentunya rezekinya semakin berlimpah supaya bisa membeli kuota dan membaca ceritaku. 🤣🙏
Maaf apabila ada kata dan ucapan yang menyinggung kalian karena aku tidak berniat seperti itu.🙏🙏
Maaf jika ceritanya kurang memuaskan karena aku masih belajar dan tentunya manusia tidak sempurna. Apalah daya, aku hanyalah seorang author remahan rengginang sisa lebaran (bubukna) jadi ceritanya acak-acakan.🙏🙏
Cerita ini ku tutup sampai di sini, dan masih akan ada cerita Bella di novel berikutnya yang berjudul TERNYATA AKU MENCINTAIMU. Tetap pantengin terus bersama author Arion Alfattah (Aisah)
Jalan-jalan ke kota Batu
Jangan lupa jajan tahu
Sampai jumpa di lain waktu
Tentunya di ceritaku yang baru
Bye, bye, ✋sampai berjumpa kembali 🙏🙏🙏
End....
__ADS_1
Aduuhhh jadi ceurik euy Mun tos nyaritakeun indung. (Aduuhhh jadi nangis kalau sudah menceritakan Ibu)😭😭😭🤧