Bukan Janda Biasa (Hanya Status)

Bukan Janda Biasa (Hanya Status)
Keserempet


__ADS_3

Kediaman Mahardika


"Huuaaa mau ketemu Felix, mau Fira."Dita menangis kencang layaknya anak kecil. Dia ingin ingin sekali bertemu keduanya, katanya ingin bermain dengan Felix.


Dika memijat pelipisnya, dia merasa pusing akan permintaan sang istri. "Nanti siang ya, ini masih terlalu pagi." Bujuk Dika karena takut mengganggu Syafira.


"Sekarang, aku mau sekarang!" Pekik Dita berlari keluar rumah.


Dika mengejar istrinya dan memeluk tubuh Dita agar istrinya tenang. "Iya, iya, sekarang kita kerumah Fira. Tapi, kamu jangan bikin keributan di sana ya! Kasian Firanya, nanti dia kena hujat para tetangga."


"Janji, aku janji." Dita begitu girang saat di perbolehkan oleh Dika. Dia bertepuk tangan karena merasa bahagia. (Namanya juga agak gila pasti semaunya)


****


Dika sudah sampai di depan kontrakan Fira, terlihat jika Fira sedang mengunci pintu. Kemudian keduanya menghampirinya. "Syafira, Felix," pekik Dita.


Keduanya menoleh lalu tersenyum. "Uti." pekik Felix menghambur memeluk kaki Dita.


"Maaf, Nak. Istriku ingin sekali bertemu kalian," kata Dika merasa tidak enak hati.


"Tidak apa, aku juga senang Tante menemui kami, iya kan sayang?" tanya Fira pada Felix.


"Iya, aku juga senang. Aku mau belmain dengan Uti, Bunda. Beleh ya?" izin Felix. Perasaan anak kecil selalu peka, mereka akan mengetahui mana orang baik atau hanya pura-pura baik.


"Iya, Bunda izinin kamu main sama Uti. Nanti pulangnya Bunda jemput." Fira mengusap Felix penuh sayang. Dia tidak begitu saja lepas tangan karena dari jauh dia sudah menyuruh seseorang untuk mengawasi anaknya.


Dika merasa terharu melihat kebaikan Fira dan anaknya. "𝘒𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘮𝘶𝘭𝘪𝘢 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘬𝘦𝘢𝘥𝘢𝘢𝘯 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪𝘬𝘶."


Lalu Dika dan istrinya pamit membawa Felix setelah mengantarkan Fira bekerja.


****


Sunshine Cafe & Resto


Syafira begitu sibuk mengecek kesediaan bahan baku, memperhatikan semua karyawan nya, bahkan dia sendiri yang langsung turun tangan untuk memasak.


"Mbak Rani, ikut aku bertemu supplier yuk!" ajak Fira saat berada di meja resepsionis.


"Sekarang?" tanya Rani.


"Iya, mbak. Ayo!"


"Tapi siapa yang jaga di sini?" Rani celingukan sebab semuanya begitu sibuk di bagiannya masing-masing.


Mata Fira juga ikut mencari seseorang, akhirnya dia menemukan orang yang menurutnya cocok untuk menjadi resepsionis sementara.

__ADS_1


"Mbak Sari," panggil Fira melambaikan tangannya.


Sari yang kebetulan sedang mengambil piring kotor menoleh dan menghampiri Fira.


"Iya, ada apa ya?"


"Mbak, tolong jaga di sini dulu ya, aku sama mbak Rani mau ketemu supplier dulu."


"Tapi...." Bukannya Sari tidak mau, dia merasa kurang percaya diri sebab dia hanyalah pelayan cafe.


"Aku percaya sama kinerja Mbak, tenang saja, nanti aku kasih bonus, dan gak usah minder," kata Fira meyakinkan.


Dan akhirnya Sari pun mau menerima karena Fira terus meyakinkan, setelahnya Fira dan Rani berangkat menemui kliennya.


****


Lestoran


Fira dan Rani sudah membahas tentang pemasukan bahan baku untuk Cafenya.


"Deal ya nona, dengansaya memutuskan untuk bekerja sama dengan anda, dan terima kasih sudah mempercayai produk dari kami," kata klien Fira menyodorkan tangannya.


"Iya, pak, sama-sama. Semoga kedepannya usaha Bapak juga semakin lancar aamiin," balas Fira menerima uluran tangan Bapak itu.


Fira dan Rani pun pamit undur diri.


"Apa kamu yakin akan bekerjasama dengan dia? padahal masih banyak supplier yang lebih baik darinya," kata Rani setelah mereka berada di depan parkiran.


"Aku yakin, Mbak. Kita harus memberikan mereka kepercayaan agar mereka bisa mengembangkan usahanya. Dan terkadang banyak yang baru jauh lebih baik dari yang lama," balas Fira.


"Kamu benar juga, yang pasti kita tidak boleh meragukan yang baru."


"Nah, itu mbak Rani tahu. Eh.. aku mampir ke toko mainan dulu Mbak," ucap Fira saat melihat toko mainan di sebrang jalan. Dia jadi teringat kepada anaknya.


Rani mengangguk, sedangkan Fira menyebrang. Namun tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju kencang kearah Fira.


Rani yang melihat gelagat aneh mobil itu langsung teriak, "Syafira awaasss!!!"


Fira yang mendengan teriakan Rani segera menghindar. Tapi sayang, dari arah berlawanan ada motor hingga membuat dia terserempet motor dan terjatuh.


"Syafiraaa!!!!" Teriak seseorang lalu berlari menghampiri Fira yang terduduk di aspal.


Rey yang ingin pulang terkejut mendengar seseorang memanggil nama Syafira, kemudian dia menoleh dan melihat sebuah motor sudah menyerempet Fira dengan kencang.


Kebetulan toko mainan itu milik Arman yang ada di tempat berbeda. "Ra, kamu gak apa-apa?" Tanya Rey panik, lalu dia memeluk Fira penuh khawatir.

__ADS_1


Fira menggelengkan kepalanya dan dia berusaha berdiri di bantu Reyhan, tapi kakinya terasa sakit karena membentur aspal dengan keras.


"Awww," ringis Fira.


"Ya ampun! lututmu berdarah!" pekik Rani.


Rey menunduk, kemudian menyingkap rok Fira sedikit, matanya melotot melihat lutut Fira sobek mengeluarkan darah.


"Kita harus kerumah sakit, aku gak mau terjadi apapun sama kamu!" ajak Rey.


"Jangan khawatir, aku tidak apa-apa."


"Tidak hawatir bagaimana, Syafira? lihat lutut mu berdarah, dan mana lagi?" Rey meneliti Fira, dia membalikan tubuh Fira. "Lihat! tanganmu juga terluka, pokok nya kita kerumah sakit titik!"


Tanpa di duga Rey menggendong Fira ala bridal style, Fira terlonjak kaget dan malu.


"Turunkan aku, aku tidak apa-apa," pinta Fira.


"Mbak, tolong kamu bawa tas Syafira!" ucap Rey kepada Rani tanpa mendengarkan perkataan Fira.


Lalu Rey membawa dia ke mobil dan mendudukannya dengan perlahan, dia juga memasangkan safety belt nya, setelahnya Rey memutari mobil dan masuk kemudian meluncur pergi ke rumah sakit dengan wajah yang terlihat khawatir.


Sedangkan orang yang di dalam mobil tadi geram, dia memukul stir mobil dengan marah, "Sial, padahal sedikit lagi saya akan menabraknya, tapi gagal gara-gara teriakan orang, semoga dia mati ketabrak motor itu, hahahaha," katanya dengan tawa yang jahat.


****


Fira begitu kesal dan malu saat Rey menggendongnya saat masuk kedalam rumah sakit, bahkan saat keluarpun Rey menggendongnya


"Rey, turunin aku! Apa kamu gak malu kita jadi bahan pertontonan mereka?" ucap Fira kesal, dia terus berontak dari Rey.


"Ra, bisa diam gak? nanti kamu jatuh!" kata Rey dengan terus berjalan ke luar.


"Aku tidak peduli! Turunin!" Fira masih saja berontak, dia menggerak-gerakkankan kakinya dan memukul dada Reyhan.


Tapi tenaga Reyhan sangat kuat hingga tak mampu membuat Fira terlepas.


Batin Fira berkata, "𝘚𝘪𝘢𝘭, 𝘵𝘦𝘯𝘢𝘨𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘶𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪."


"Seseorang tolong aku! Dia mau menculikku," teriak Fira dengan kesal.


Orang yang berada di area parkiran menoleh memperhatikan mereka.


"Turunin mas!" ucap seseorang.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2