Bukan Janda Biasa (Hanya Status)

Bukan Janda Biasa (Hanya Status)
Mendadak Nikah


__ADS_3

"Hari ini?!" keduanya semakin terkejut.


"Om, tolong bantu aku mengatur semuanya. Hanya Om yang bisa membantuku saat ini. Aku tidak mau kehilangan Syafira." Kata Reyhan serius memohon.


Dika Dan Fira saling pandang. "Apa alasanmu ingin menikahi Syafira?" tanya Dika ikut serius.


"Pertama karena aku mencintainya, kedua aku tidak mau berpisah dengannya, dan ketiga dia jodoh yang Tuhan kiramkan untukku." Jawab Rey simpel.


"Itu bukan alasan kuat, Reyhan." Dika geli melihatnya.


"Bagiku tidak ada alasan dalam mencintai seseorang. Cinta sesungguhnya tidak memerlukan alasan. Cinta itu perasaan dalam hati yang tidak bisa dilukiskan lewat kata-kata yang diciptakan manusia. Aku tak punya alasan kenapa aku mencintainya. Hanya satu yang aku tahu, aku bahagia saat bersamanya. Aku mencintainya tanpa tahu kenapa atau di mana atau dari mana itu berasal. Aku hanya mencintainya tanpa masalah atau kebanggaan. Aku mencintainya seperti ini karena aku hanya merasa sangat nyaman saat bersamanya." Reyhan berucap sambil menatap bola mata gadis pujaannya dan menggenggam erat tangan sang pujaan.


Fira sudah tak mampu membendung air mata haru atas perjuangan Reyhan. Dia sudah yakin menerima Rey menjadi pendamping untuknya dan ayah untuk anaknya.


Dika sendiri terdiam tak bisa berkata saat melihat sorot mata ketulusan penuh cinta di mata anak sahabatnya. Padahal Reyhan belum tahu siapa Syafira yang sebenarnya. Tapi, Rey menerima Fira dengan segenap hati dan jiwanya.


"Om akan membantumu." Dika memutuskan untuk menikahkan putrinya dengan Reyhan.


Fira dan Rey menoleh. "Om serius?" tanya Rey memastikan.


"Serius, Om akan mempersiapkan segalanya. Kalian tunggu saja di sini!" kata Dika serius.


Reyhan bahagia, dia akan segera memiliki gadis pujaannya. "Terima kasih banyak om."


Dikapun menelpon seseorang untuk mempersiapkan segalanya termasuk para saksi, penghulu, pengurusan surat-surat nikah. Bagi Dika tidak sulit melakukannya apabila ada uang.


"Om, hhmmmm, a aku hanya punya uang satu juta di dompetku. Ini sebagai maskawinnya." Rey menyodorkan sejumlah uang pada Dika.


"Apa kamu tidak apa di kasih segini?" tanya Dika pada Fira karena takut anaknya menolak.


"Tidak apa, bagiku besar atau kecil sebuah mas kawin tidak terlalu penting. Itu hanya sebuah syarat saja."


****


Kediaman Arman

__ADS_1


Amel celingukan mencari keberadaan seseorang, lalu dirinya menghampiri setelah aman dari pantauan Saras dan Dinda. Kemudian mereka pergi bersama menghadiri pernikahan mendadak Rey dan Syafira.


****


"Ayah, apa benal Ayah akan menjadi ayahku?" tanya Felix pada Rey ketika berada di dalam satu ruangan. Felix menatap Rey yang sedang duduk memasangkan arloji di pergelangan tangannya.


Rey mengenakan setelan jas berwarna navy, bagian dalam kemeja putih dan dasi kupu-kupu senada dengan jasnya. Simple namun elegan. Ketampanannya menjadi bertambah di kala memakai pakaian itu.


"Iya, sayang. Apa kamu senang?" Reyhan berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Felix.


"Jadi aku akan bobo baleng Ayah juga, ya? makan juga di cuapin Ayah, belajal baleng Ayah, dan juga jalan-jalan di temani Ayah." Felix begitu antusias menyebutkan satu persatu keinginannya.


Rey tersenyum. "Iya, sekarang kita akan bersama terus selamanya." Reyhan mengusap rambut kriwil Felix.


"Rey, apa kamu sudah siap?" Dika mempertanyakan persiapan Reyhan.


Pemuda itu berdiri. "Sudah om, siap lahir dan batin."


"Kita ke depan sekarang, penghulunya sudah datang." Butuh waktu dua jam bagi Dika dan Doni mengurus segalanya. Semuanya karena uang. Ternyata uang mampu mengatur segalanya, dan banyak yang bilang uang segalanya dan segalanya butuh uang.


****


Di kamar yang berbeda Syafira sudah di rias sedemikian rupa. Kecantikannya menjadi berkali-kali lipat saat seorang MUA dengan lihai merias wajah gadis cantik bak boneka itu.


Fira mengenakan gaun pengantin berwarna putih tak berlengan dengan payet di area pinggang sampai dada. Rambutnya di sanggul dan di tambah hiasan rambut di sebelah kanan Simpel tapi, mempesona.


Semuanya serba mendadak, dan untungnya juga mereka mau menuruti klien nya meski di malam hari, ya itulah gunanya uang.


"Apa kamu gugup?" tanya Dita menggenggam erat tangan sang anak.


"Iya, Mi." Jantung pun berdetak saat dirinya mulai di tuntun oleh Dita dan Sofi.


****


Keringat dingin mulai bercucuran, dia mengelap peluh di keningnya menggunakan tangan. Tiba-tiba saja kegugupan mendera tubuh Rey saat dirinya sudah duduk di depan penghulu. Tadi dia sudah yakin dan siap, sekarang ia mendadak gelisah takut terjadi kesalahan. Rey mengatur nafasnya supaya lebih tenang.

__ADS_1


"Bang," panggil Amel yang berada di belakang tubuhnya. Reyhan menoleh kebelakang dan dia terkejut melihat Papanya ada di sana. "Papa?"


Arman tersenyum lalu menepuk-nepuk pundak Rey. "Santai boy! Papa mendukungmu. Jangan gugup dan jangan takut, ingatlah jika di depan ada kebahagiaanmu bersama wanita pilihanmu."


Rey mengerjapkan mata menahan air mata supaya tidak jatuh. "Thanks, Pah. Aku jauh lebih tenang ketika orang tuaku ada di sini. Mana Mama?" Reyhan mempertanyakan Dinda karena sedari tadi ia tidak melihatnya.


"Mamamu belum tahu, dia masih marah dan kecewa atas perbuatanmu dan dia juga masih percaya sama ucapan Nenekmu."


"Waaw, cantik sekali!" Amel terpukau melihat kecantikan Syafira. Kedua lelaki berbeda usia itu pun menoleh ke arah Amel melihat objek pemandangan. Keduanya ikut termangu melihat nya. Rey termangu karena terpesona oleh kecantikan sang janda. Sedangkan Arman termangu melihat wanita yang berada di sebelah kiri Fira.


Fira perlahan duduk di samping Reyhan. Mata pemuda tampan itu tak bisa lepas dari wajah sang calon istri. Mulutnya mangap saking terpesonanya.


"Mingkem, Bang! Itu iler berjatuhan." celetuk Amel.


Ucapan Amel sontak saja membuat Rey mengelap mulutnya pakai tangan. Orang yang berada di sekitar sudah cekikikan melihat kelakuan si pengantin pria.


Mendadak Nikah serta pernikahan sederhana ini hanya di hadiri oleh beberapa orang saja. Diantara mereka ada Doni, Amel, Arman, Dita, Sofi, Dika, dan orang-orang dari Syafira dan juga Dika. Tentunya pak penghulu dong. Kalau tidak ada penghulu mana bisa menikah. Semua syarat sah nikah sudah ada tinggal melakukan ijab qobul.


"Untuk pengantin pria, apa Anda sudah siap? tanya penghulu.


"Siap, Pak." Reyhan menjawab tegas.


"Silahkan pak Dika." Penghulu mempersilahkan Dika. Dikapun mulai menjabat tangan Rey.


Reyhan sempat bingung kenapa yang menikahkan dirinya Dika. Tapi, pikirannya masih positif. Mungkin saja di wakilkan begitulah pikir Rey.


Keduanya mulai serius. "Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ananda Reyhan Al-Hussein bin Arman Al-Hussein dengan anak kandung saya bernama Aurelia Syafira binti Mahardika Siregar dengan maskawinnya berupa uang senilai 1 juta rupiah, Tunai."


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Aurelia Syafira binti Mahardika Siregar dengan maskawinnya yang tersebut, tunai."


"Saaaaahhhhhh...."


Orang lain serempak mengucap kata sah, Reyhan malah tertegun menyadari sesuatu.


Kenapa Fira tidak memakai nama belakang ayahnya? karena sebagian orang ada yang tidak menggunakan marga sang ayah di belakang nama mereka.

__ADS_1


__ADS_2