Bukan Janda Biasa (Hanya Status)

Bukan Janda Biasa (Hanya Status)
Perang-perangan


__ADS_3

Reyhan menjadi murung setelah mendengar siapa Syafira yang sebenarnya. Dirinya merasa Insecure dan merasa tidak pantas bersanding dengan seorang Aurelia Syafira.


Insecure adalah perasaan tidak percaya diri, malu, takut, gelisah dan tidak aman yang disebabkan oleh rendahnya penilaian terhadap diri sendiri.


Hampir setiap orang pernah mengalami insecure, khususnya ketika berhadapan dengan orang yang "lebih" dari diri mereka. Hal ini sebenarnya normal dan wajar. Hanya saja, jika dibiarkan berangsur-angsur malah bisa menghambat seseorang untuk berkembang.


"𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘱𝘢𝘯𝘵𝘢𝘴 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘚𝘺𝘢𝘧𝘪𝘳𝘢. 𝘋𝘪𝘢 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘪𝘴𝘵𝘪𝘮𝘦𝘸𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘩𝘪𝘳 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘺𝘢. 𝘚𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘥𝘢𝘨𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘪𝘯𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘫𝘢." 𝘉𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘙𝘦𝘺𝘩𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘦𝘫𝘢𝘮𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘵𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘥𝘶𝘥𝘶𝘬 𝘭𝘦𝘴𝘶 𝘥𝘪𝘬𝘶𝘳𝘴𝘪 𝘴𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘯𝘥𝘦𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢.


Syafira yang baru saja keluar dari kamar mandi memperhatikan suaminya. Diapun menghampiri sang suami yang masih memejamkan mata dan duduk di sampingnya.


"Ada apa?" karena melihat suami termenung, Syafira sampai melupakan jika dirinya habis mandi dan masih mengenakan handuk yang hanya menutupi aset nya saja.


"Tidak ada apa-apa. Aku hanya lelah saja." Reyhan menjawab seolah tidak ada yang ia pikirkan.


"Mas, aku tahu kamu sedang memikirkan sesuatu. Ceritakanlah supaya ku tahu masalahmu! Bukankah kita suami istri yang harus berbagi suka duka kita. Siapa tahu dengan bercerita masalah kamu cepat terselesaikan. Lalu apa gunanya aku jika kamu sendiri tidak terbuka padaku?"


"Aku merasa tidak pantas bersanding denganmu. Aku hanyalah seorang lelaki biasa tidak punya apapun yang patut di banggakan. Penghasilanku tidak sebanyak pengusaha lainnya, dan aku juga bukan keluarga kaya. Sedangkan kamu, kamu seorang pengusaha muda yang sudah terkenal dengan nama SC and R di berbagai kota, dan kamu juga seorang pewaris tunggal kekayaan Albern Alexander, kamu juga pemilik sah AS JEWELRY. Jujur, aku merasa minder ketika mengetahui siapa kamu sebenarnya. Kita bagaikan langit dan bumi, derajat kita jauh berbeda." Akhirnya Reyhan mengeluarkan unek-unek yang ada di dalam pikirannya.


"Dengarkan aku! Aku tidak peduli kamu siapa, orang kaya atau bukan, lelaki biasa ataupun luar biasa, aku tidak peduli semua itu. Bagiku semua manusia sama di mata Tuhan-nya. Yang aku cari bukan lelaki kaya yang banyak harta dan perusahaan di mana-mana, melainkan sosok lelaki yang mau menerima setiap kekurangan diriku, menerima anakku, dan mau berjuang untuk ku. Soal harta bisa di cari selagi kita mau mencari dan berusaha. Menurutku, janganlah kamu merasa rendah diri dengan apa yang telah Tuhan gariskan kepada kita. Aku mau menerima kamu karena kamu lelaki pertama yang mau berjuang mendapatkanku walau ada orang yang menentang dirimu. Aku menerima kamu karena kamu mampu meluluhkan hatiku yang sekeras batu. Aku bukanlah wanita yang mudah jatuh cinta, dan kamulah yang pertama yang berhasil menghancurkan benteng pertahanan ku dan semoga kamu menjadi yang terakhir untukku. Jadi, stop merasa Insecure!" Syafira membalas perkataan Reyhan panjang lebar agar Rey mengerti bahwa hatinya memilih Reyhan.


Reyhan membuka mata setelah mendengar setiap penuturan sang istri. Hatinya seketika bahagia dan menghangat saat istrinya menjelaskan apa yang di rasakan olehnya. Reyhan menoleh ke arah sang istri, dia mematung melihat keadaan sang istri yang hanya mengenakan handuk minim memperlihatkan sebagian tubuhnya. Ada sesuatu sudah mulai mengeras ketika melihat pemandangan di depannya.


Syafira menjadi bingung melihatnya. "Ada apa? apa ada yang salah dengan ku?" Syafira masih belum menyadari keadaannya.


"Sayang, kamu segaja mau menggodaku hmmm?" Reyhan menatap lapar sang istri. Rey masih mengingat bagaimana rasanya saat berhubungan badan.


"Kamu aneh, aku tidak semesum itu sampai harus menggodamu." Syafira mencebik kesal di tuduh menggoda suaminya.

__ADS_1


"Lalu kenapa kamu berpenampilan seperti ini? apa namanya kalau bukan menggoda, hmmm?" Rey mencondongkan tubuhnya otomatis tubuh Fira ikut kebelakang.


"Ka kamu mau ngapain?" tanya Fira gugup.


Reyhan tidak menjawab, ia sudah menempelkan kedua benda kenyal itu penuh na**u. Syafira diam menikmati apa yang suaminya lakukan dan diapun memejamkan mata menikmati setiap sentuhan yang Reyhan berikan.


Rey melepaskan tautan mereka, matanya sudah berkabut menahan sesuatu yang ingin segera tersalurkan. Rey, mengangkat pelan tubuh istrinya dan membaringkan secara perlahan di atas pembaringan.


Rey menunduk mengecup kening sang istri penuh perasaan. Keduanya kembali melakukan apa yang sering dilakukan sebagai pasangan suami istri sampai berkali-kali bahkan setiap gaya mereka lakukan.


Keduanya terkulai lemas begitu kelelahan akibat melakukan olah raga di petang hari.


"Bunda...Buka pintunya! Aku mau masuk!" Felix berteriak sambil menggedor pintu.


"Sayang, itu Felix. Aku mau mengenakan pakaian dulu sebelum dia masuk." Syafira panik, ia melepaskan diri dari dekapan Rey.


Syafira mendorong Rey. "Felix akan terus menggedor sebelum ia masuk. Dia tipekal orang yang tidak menyerah sebelum berhasil." Syafira memohon agar Rey melepaskannya.


"Bunda...Buka!" Suara Felix masih terdengar.


Rey membuang napas secara kasar, ia menelusupkan wajahnya ke ceruk leher Fira. "Baiklah," Reypun mengalah.


Fira membuka pintu kamarnya setelah berpakaian dan Rey sendiri mandi. "Anak Bunda sayang, baru pulang ya?" Fira tersenyum.


"Bunda kemana saja sih? Dali tadi aku teliak dan gedol pintu lama di bukanya." Bukannya menjawab, Felix malah balik bertanya. Dia menggembungkan mulutnya cemberut, dan bocah itu langsung nyelonong masuk. Matanya melihat sekeliling. "Bunda, kenapa kamalnya belantakan?"


Kamar Fira terlihat berantakan akibat ulah pengantin baru. Baju Reyhan berserakan di mana-mana bahkan selimut dan sprei pun acak-acakan tak terbentuk.

__ADS_1


"Hehe Bunda lupa beresinnya, sayang. Bunda kecapean." Fira tersenyum cengengesan.


"Emangnya Bunda abis ngapain sampai kecapean?" tanya Felix penasaran sambil memungut pakaian Reyhan. Firapun ikut membantu membereskan selimut dan sprei.


"Bunda habis olah raga sama Ayah." Celetuk Reyhan yang baru saja keluar dari kamar mandi. Syafira melototkan matanya ke arah Reyhan. "Mas!" lirih Fira. Reyhan hanya melirik saja.


"Olah laga apa sampai belantakan begini?" Felix masih meneliti sekelilingnya.


Reyhan mencoba berpikir alasan apa yang pas agar Felix berhenti bertanya. "Hmmm olah raga perang-perangan dan Bunda yang kalah." Jawab Reyhan setelah mendapatkan alasannya.


Felix berpikir terdiam diri. "Pelang-pelangan?"


"Iya." Jawab Reyhan.


"Lalu itu apa? kenapa baju ayah belantakan di bawah dan itu juga kenapa pakaian dalam Ayah ada di sana? masa pelang-pelangan baju Ayah belantakan? kan tidak mungkin pakaian yang ada di lemali jadi bahan senjata?" Felix menunjuk setiap baju Reyhan yang ada dimana-mana.


Reyhan menggaruk tengkuknya. Fira sudah mengulum senyum melihat kebingungan sang suami.


"Sayang, aku harus jawab apa?" bisik Rey ketelinga Fira. Fira hanya mengangkat bahunya, dan dengan cueknya dia masuk ke kamar mandi. Reyhan mencebik kesal.


"Ya, hmmm, baju Ayah di jadikan senjata lempar sembarang arah," jawab Rey asal.


"Emangnya bisa gitu?" tanya Felix polos.


"Di bisain saja apa susahnya. Seperti ini!" Reyhan mengambil kaos yang tadi ia kenakan kemudian ia lempar ke Felix. "Ayo serang ayah! Kita main perang-perang!" ajak Rey mengalihkan Felix agar tidak banyak tanya lagi.


Seketika Felix mengerti dan iapun ikut melemparkan baju Reyhan kembali sebagai balasan perang mereka. Keduanya saling kejar, saling serang menggunakan baju, dan keduanya tertawa bahagia layaknya ayah dan Anak.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2