Bukan Janda Biasa (Hanya Status)

Bukan Janda Biasa (Hanya Status)
Good Night


__ADS_3

Pletak... Kali ini bukan Doni, melainkan sang Papa yang menyentil kening Amel.


"Aduuhhh, sakit Pah! Kenapa Papa juga ikut menyentilku?" Amel mengusapnya keningnya.


"Ucapanmu tidak seharusnya seperti itu, Mel. Dia lebih dewasa darimu, jaga ucapanmu, tidak baik bicara seperti itu pada, Nak Doni." Arman tidak menyukai cara Amel bicara kepada Doni. Menurut dia tindakan seperti itu kurang sopan.


Doni sudah mengulum senyum melihat Amel cemberut. "Dengerin tuh!"


"Apa? om-om jomblo." Cebik Amel kesal.


"Ameeel." Gertak Arman.


"Tahu ah, kalian sama-sama ngeselin."


****


Felix sudah pulas kedalam alam mimpi, Reylah yang menidurkannya. Dan dia juga ikut tertidur menjadikan tangannya sebagai bantal bagi Felix. Sedangkan Syafira berada di kamar mandi membersihkan diri.


Syafira merasa gugup sebab dia harus berbagi ranjang dengan seorang pria. Jantungnya terus berdebar melihat seorang lelaki tidur di tempat dirinya membaringkan badan.


Perlahan Fira menghampiri keduanya dan duduk di pinggir ranjang. Felix tidur di sebelah kanan dekat dinding. Fira melihat dua orang berbeda usia itu secara intens. Matanya tak bisa berpaling melihat wajah Reyhan yang terlihat lebih damai dan tentunya terlihat sangat tampan di mata Fira.


Fira perlahan mengangkat tangan menyusuri setiap pahatan sempurna wajah ciptaan sang pencipta. Jarinya berhenti di benda kenyal yang sudah mencuri kecupan pertamanya. Fira jadi malu sendiri.


Fira menggigit bibir bawahnya. "𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘴𝘶𝘮 𝘬𝘢𝘮𝘶, 𝘙𝘢. 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘪𝘵𝘶 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢."


"𝘓𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘫𝘢! 𝘋𝘪𝘢 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪𝘮𝘶, 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘬𝘪𝘵 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢."


"𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢, 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯!"


"𝘓𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘴𝘶𝘮𝘢𝘮𝘪𝘮𝘶." Ada bisikan-bisikan goib ke telinga Fira, yang satu malaikat jahat dan yang satu malaikat baik.


"Sekarang dia suamiku, boleh lah. Suami!" Fira senyum-senyum sendiri. Ia nekat mendekatkan wajahnya, hanya tinggal beberapa centi saja. "Enggak ah, entar di sangka murahan oleh para pembaca." Fira berniat menjauhkan wajahnya.


Tiba-tiba tengkuknya di tarik dan Rey kembali menyesapnya. Firapun memberikan celah agar Rey leluasa menyusurinya. Keduanya hanyut dalam buaian mesra tanpa memperdulikan bocah kecil di samping mereka. Tangan yang terkena himpitan Felix perlahan Rey lepas kemudian memeluk tubuh Fira dan membaringkan Fira di bawahnya.


Reyhan memangut lembut, dia menjaukan wajahnya ketika oksigen mulai menipis, ia menatap intens wajah wanita yang berada di bawahnya. "Bagaimana rasanya?" Reyhan menggoda Fira.


Blushing, wajah Fira memerah malu. Dia memukul manja dada bidang Rey. Rey menangkapnya dan menautkan jari-jari mereka.


"Bukankah ini yang kamu inginkan tadi? dan kenapa wajahmu memerah?" Reyhan semakin jahil saja, dirinya sudah mengulum senyum gemas melihat tingkah sang istri yang malu-malu.


Reyhan terbangun saat Fira menyusuri wajahnya, dia ingin tahu apa yang akan dilakukan sang istri. Reyhan gemas ketika Fira tidak akan jadi mengecup dan dia langsung saja main sosor.

__ADS_1


"Ti tidak, a aku tidak menginginkannya." Fira mengelak, dia tidak berani menatap mata Rey.


"Masa sih? terus tadi yang bicara siapa? Sekarang dia suamiku, boleh lah, Suami." Reyhan mengulang kata yang di ucapkan Fira.


Seketika Fira melotot kaget. "𝘑𝘢𝘥𝘪 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢? 𝘴𝘪𝘢𝘢𝘢𝘭𝘭𝘭𝘭"


Saking gemasnya, Reyhan mengecup Fira beberapa kali.


"Reyhan..!" lirih Fira terkejut.


"Apa sayang, mau lagi? manis ya? ciee ketagihan!" Rey menaik turunkan alis menggoda sang istri. Fira menelusupkan wajahnya ke dada Rey saking malunya ketahuan. Reyhan terkekeh geli, dia suka sifat malu-malu istrinya.


"Istirahatlah! Ini bukan waktu yang tepat untuk unboxing. Di samping kita ada Felix, kasian kalau dia harus menyaksikan adegan live kita," ucap Rey tanpa di saring.


Fira menggigit Rey. "Aaawww, sayang! Kenapa di gigit?" pekik Rey.


"Bicaramu gitu banget." Jawab Fira masih menyelusupkan wajahnya di dada Rey.


"Ucapanku benar kok. Apa mau kita melakukannya di sini? masa harus di saksikan Felix?" balas Rey polos.


"Iiissss," desis Fira kesal.


Reyhan terkekeh, dia mengecup kening istrinya. "Good night istriku sayang. Jangan lupa mimpiin aku dalam tidurmu." Reypun memejamkan mata sambil memeluk Fira. Merasa sangat ngantuk, Rey kembali terlelap.


****


Mata Fira mengerjap saat sinar matahari mulai mengintip ke jendela kamar. Dia terkejut ada tangan kekar memeluk pinggangnya. Fira menoleh kebelakang, hatinya lega karena itu tangan suaminya sendiri.


Perlahan Fira memutar tubuhnya berbalik menghadap sang suami. "Bisa-bisanya aku lupa kalau sudah punya suami." Fira terkekeh sambil memandangi wajah tampan sang suami.


"Morning sayang." Ucap Rey mengejutkan Fira.


"Sejak kapan kamu bangun?" tanya Fira kaget.


"Sejak kamu memperhatikan wajah tampanku. Terpesona ya?" kata Rey percaya diri.


"Ti tidak, aku tidak memperhatikanmu."


"Sudahlah, mengaku saja karena kamu tidak pandai berbohong." Reyhan menatap wajah sang istri. Reyhan kembali mengecup bibir Fira..


Fira mendorong pelan dada Rey. "Kenapa kamu menciumku? aku belum sikat gigi, ihh." Fira takut Rey akan jijik.


"Meski belum mandi sekalipun kamu tetap wangi, tubuhmu canduku." Rey ingin menyatukan kembali, namun tiba-tiba saja Felix mengganggu.

__ADS_1


"Ayah, Bunda, kenapa kalian beltumpuk?" tanya Felix polos sambil mengucek matanya.


Reyhan segera menjauhkan tubuhnya dari Fira. Keduanya gelagapan karena ketahuan.


"Ayah tidurnya memang suka begitu, sayang. Karena ayah suka dan terasa hangat." jawab Rey asal sambil mendudukan tubuhnya.


Felix berpikir. "Oh, belalti kalau aku sudah besal aku juga boleh ya?" celetuk Felix polos.


"Ehh!" Rey meminta bantuan pada Fira, tapi yang di tatap malah pura-pura tidur.


"Boleh kan, Yah?"


"I iya, tentu boleh." Jawab Rey ngasal.


****


"Ciihuuuyy, yang habis malam pertama seger bener." Doni menggoda kedua pengantin baru yang baru saja bergabung di meja makan.


"Malam pertama apaan, yang ada di tungguin bocil noh." Sahut Rey


"Bunda, malam peltama itu apa?" tanya Felix penasaran.


Fira menatap semua orang. "Hhhmmm malam pertama itu tidur bareng." Fira menjawab, dia sendiri bingung harus menjawab apa jadi dia ngasal saja.


"Oohh, tidul baleng. Sepelti tadi Bunda sama Ayah ya?".


"Emangnya mereka ngapain?" tanya Dita penasaran. Reyhan dan Fira sudah gelagapan takut Felix keceplosan. Raut wajah keduanya di mengerti oleh mereka.


Felix berpikir dulu. "Tadi aku lihat Ayah sama Bunda beltumpuk sambil tidulan." Felix menjawab jujur.


Mereka bertiga sudah mengulum senyum, sedangkan wajah sang pengantin baru sudah memerah tak menentu.


"Terus ngapain lagi?" Doni bergantian melirik ke arah Fira dan Reyhan.


Felix yang sedang mengunyah nasi goreng menjawab, "Aku lihat Ayah memakan bibil Bunda."


Duaaaarr....


Ketahuan sudah, ingin sekali keduanya menyelam ke dalam laut bersembunyi di lubang semut. Malu sungguh malu ketahuan oleh anak kecil. Doni sudah ngakak, Dika dan Dita juga tertawa.


"Oooooow kalian ketahuan." Ledek mereka secara bersamaan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2