Bukan Janda Biasa (Hanya Status)

Bukan Janda Biasa (Hanya Status)
Jangan Mengkhawatirkan Diriku! Aku Tidak Selemah Itu!


__ADS_3

Pak Heru sudah sampai di mall tempat Fira dan klien nya bertemu.


"Kenapa Bapak malah ke Mall? Bukannya tadi bilang mau meeting?" Tanpa sepengetahuan Heru, Ratih mengikutinya. Ratih sempat ketemu suaminya di Cafe milik Fira. Ratih penasaran Bos yang di maksud suaminya seperti apa karena tadi Ratih sempat bertanya.


Ratih melihat Heru masuk ke salah satu Restoran yang ada di mall tersebut. Dan dia juga ikut masuk. Tapi Ratih tidak bisa masuk kedalam ruangan VVIP karena ruangan itu khusus untuk para petinggi.


"Maaf, Bu. Anda mau kemana?" salah satu pegawai Restoran mencegah Ratih masuk.


"Mau masuklah. Saya ini salah satu istri dari mereka yang ada di dalam." Jawab Ratih sengit.


"Maaf, anda dilarang masuk kesana!"


"Hei, aku ini istri seorang manager Sunshine Cafe & Resto. Kalian bisa di pecat jika mencoba menghalangiku!" kekeh Ratih.


Pegawai Restoran itu terdiam sebab sebelum Heru masuk ke dalam, Fira berpesan jangan ada yang boleh masuk selain Heru. "Maaf, Bu. Kami hanya menjalankan tugas saja. Silahkan ibu pergi dari tempat ini!" Dia sudah di tugaskan oleh Dika untuk menjaga dan memantau ruangan itu karena Restonannya milik Dika.


Ratih mencebik kesal, dan akhirnya dia mengalah demi kenyamanan pengunjung yang lain. Kemudian Ratih duduk menunggu suaminya keluar.


"Maaf saya telat," ucap Heru setelah sampai di meja yang di tempati Fira dan Dika.


"Tidak apa, baru juga mau di mulai. Kita mulai saja meeting nya agar mempersingkat waktu." Dika pun mulai membahas kerjasama antara dirinya dengan pihak SC and R. Bukan tanpa alasan Dika melakukan itu, dia ingin lebih mengenal anaknya dan tentunya ingin melihat kinerja sang anak.


Beberapa saat telah berlalu, meeting pun telah selesai. "Ok, kalau gitu saya menerima pengajuan kerjasama Anda. Semoga kedepannya kita mampu mengembangkan usaha kita ke mancanegara, dan semoga semuanya lancar," ucap Fira kemudian mengulurkan tangan sebagai tanda ucapan selamat. "Sekarang kita partner kerja Daddy," kata Fira menampilkan senyuman kebahagiaan.


Heru melongo, dia tidak mengerti akan ucapan sang bos. "Bos, apa dia Daddy mu yang sering kau bilang jika kau ingin bertemu ayah kandungmu?" Heru sedikit tahu mengenai Syafira sebab Fira pernah bicara mengenai ayah kandungnya pada Heru.

__ADS_1


"Perkenalkan, saya Mahardika Siregar ayah kandungnya Aurelia Syafira." Dengan bangga dia memperkenalkan dirinya sebagai ayah dari wanita hebat serta tangguh yang ada di hadapannya.


Heru sontak saja berdiri saking terkejutnya. "Benarkah bos? Wah, saya ikut senang Anda bisa bertemu dengan Ayah Anda." Heru ikut bahagia mendengarnya.


"Pak, sudah seringkali saya bilang jangan panggil Fira bos! Panggil aku nama saja! Masih saja manggil Bu bos."


"Loh, kenapa? kamu emang bosnya kan?" tanya Dika heran.


"Aku tidak suka, Dad. Aku tidak mau mereka menganggap ku atasannya! Kita ini sama-sama manusia biasa, kita semua sama di mata Tuhan. Bagiku harta dan tahta bukan jaminan seseorang untuk menghormatinya. Jika ingin di hormati, maka manusiakanlah mereka niscaya mereka akan menghormati mereka." Fira menjelaskan alasan dirinya tidak mau di sebut Bos.


Dika dan Heru terkagum akan pemikiran gadis berusia 22 tahun ini. Mereka begitu bangga bisa mengenalnya karena mereka sendiri sudah melihat kebaikan, ketulusan yang ada di dirinya.


"Daddy bangga padamu." Ucap Dika mengelus kepala sang anak, Fira membalasnya dengan senyuman.


"Saya juga bangga padamu, Nak." Timpal Heru menatap kagum atasannya itu.


"Kenapa lama sekali sih?" Ratih menggurutu, dia tetap menunggu Heru keluar dari dalam. Kepalanya terus celingukan kesana kemari dan seketika mata nya melotot kaget melihat sang suami berjalan berdampingan dengan orang yang di bencinya. "Janda miskin murahan! Kenapa Bapak bisa bersama dia? ini sudah tidak bisa di biarkan. Tadi Haikal yang di goda, sekarang suamiku, wanita murahan." Wajah Ratih sudah memerah akibat menahan amarah. Langsung saja dia berdiri dan berjalan sedikit berlari menghampiri keduanya lalu...


Plak...


Tanpa pikir dulu Ratih menampar Fira dan mendorongnya. Fira terjatuh ke lantai akibat serangan dadakan.


"Syafira!" pekik Heru terkejut. "Bu, kau apa-apan, hah? datang langsung main gampar saja, tak tahu malu sekali kau ini?" bentak Heru tepat di depan wajah istrinya.


"Dia yang tidak tahu malu, Pak. Beraninya dia mendekati Haikal dan sekarang dirimu yang janda sialan ini dekati! Ibu akan kasih dia pelajaran!" Ratih ingin menampar kembali Fira namun tangannya di cekal oleh Heru.

__ADS_1


"Kau salah paham, Bu. Fira tidak mendekati Bapak! Sudah ku bilang jika bapak kesini ingin menemui bos dan ada meeting dengan klien."


Ratih menepis cekalan Heru. "Halah, Ibu tidak percaya! Ini pasti rencana dia yang sudah menggoda Bapak!" Ratih kembali berusaha untuk menjambak Fira. Fira sendiri malah berdiri dan menatap tajam Ratih. Dia ingin tahu sampai mana Ratih akan bertindak.


"Lepasin, Pak! Jangan halangi Ibu menghajarnya! Dia sudah tidak bisa di biarkan, dasar janda miskin murahan!" Ratih membabi buta, dia mencaci maki Fira di hadapan para pengunjung. Ratih juga terus berusaha memukul Fira dan Heru terus menghalangi.


"Saya harap Anda bisa menasehati istri anda, Pak Heru! Jangan sampai karena ulahnya saya sendiri yang turun tangan langsung. Kau tahu bukan saya seperti apa?" ucap Fira dingin, serta menatap tajam Ratih.


"Ba baik, saya mengerti!" Jawab Heru gugup. Heru tahu pasti Syafira seperti apa, sebisanya dia akan memberikan pengertian pada istrinya untuk tidak mengusik seorang Aurelia Syafira.


"Hei! Berani sekali kau menyuruh suamiku! Kau bukan bosnya apalagi istrinya janda miskin! Dan kau juga kenapa menuruti di, Pak? apa dia telah berhasil menggodamu hingga kau nurut padanya?" serga Ratih murka.


"Cukup, Bu! Ayo kita pulang! Kau membuat ku malu saja!" Bentak Heru menarik paksa istrinya.


"Lepasin! Ibu mau menghajarnya! Saya tidak terima Bapak membela janda sialan itu! Akan ku kasih pelaran kau janda murahan!" teriak Ratih histeris sambil berontak berusaha lepas dari suaminya.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Dika menghampiri setelah Heru pergi.


"Ck, jangan mengkhawatirkan diriku, Dad! Aku tidak selemah itu!" ucap Fira mencebikkan bibirnya.


"Apa salah jika Daddy menghawatirkan dirimu? Daddy tidak mau kau kenapa-kenapa, apalagi sampai terjadi sesuatu padamu, Daddy tidak mau itu. Cukup sekali Daddy kehilanganmu bertahun-tahun dan tidak akan membiarkan hal buruk terjadi lagi padamu, Nak!" balas Dika serius.


Fira membuang nafas secara kasar. "Jika Daddy mengkhawatirkan diriku, lalu kemana saja selama ini? Daddy bahkan tidak berusaha mencari tahu apa yang terjadi." Lirih Fira.


Dika terdiam membenarkan perkataan Fira. Selama ini dirinya hanya sibuk mengurus usaha tanpa mau mencari tahu yang terjadi.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2